
Kenan masih sibuk dengan lamunannya, berkali-kali dia menghembuskan napas panjang nya.
Pikirannya menjadi kalut, mengapa dia bisa mendengar lagi nama Sania, yang sudah ia lupakan sejak dulu.
Lamunan nya kini terbuyarkan oleh Martin yang memukul pundak nya palan.
"kenapa kau diam? kini kau merasa bersalah pada nya setelah 2 tahun meninggalkan Sania,
asal kau tau, sejak kau meninggalkan Sania, hari hari nya selalu saja murung, tak ada lagi senyum ceria yang selalu menghiasi wajahnya, membutuhkan waktu yang cukup lama baginya untuk melupakan mu,
hingga dia bertemu dengan Roni,
Roni lah yang berhasil menumbuhkan senyum nya kembali,
meskipun dia masih belum sepenuhnya menggantikan posisimu di hati Sania.
Apa kau sekarang menyesal karena meninggalkan nya?"
ujar Martin yang lagi lagi bicara sesukanya,
mungkin kalau di tulis, satu buku bisa penuh dengan kata kata nya.
"pletak"
tiba-tiba jitilan keras mendarat di kepada Martin.
"Hei Kenan sialan, kenapa kau malah memukulku?"
ujar Martin sambil mengelus ngelus kepala nya karena sakit.
"Makan nya jangan bicara sesuka mu, kalau kau masih mau hidup tenang bersamaku,"
sahut Kenan sambil menatap tajam Martin.
Martin hanya terdiam, dan ikut menyandarkan kepalanya pada sofa, dia sudah mengerti apa maksud dari tatapan Kenan, bahwa itu isyarat bagi nya untuk diam.
Kenan kembali mengeluarkan napas panjang nya, mencerna kata-kata Martin yang begitu panjang lebar itu
kini Kenan mulai menarik napas panjang, mulut nya mulai bergerak untuk berkata kata.
"Itu semua bukan salah ku, aku sudah memutus kan hubungan ku dengan nya dengan bicara baik-baik,
aku tidak menyuruh nya untuk terus mengingat ku,
aku sengaja memutuskan hubungan dengan nya karena aku ingin pergi, aku membebaskan nya, supaya biasa menemukan lelaki yang lebih baik dari ku,
salah dia sendiri tidak bisa membuka hati nya untuk orang lain, malah berharap pada orang yang kini sudah melupakan nya.
Aku yang sekarang, bukan aku yang dulu."
jelas Kenan berucap dengan suara rendah nya .
"Terserah kau, aku hanya memberitau mu saja." sahut Martin dengan suara ketusnya.
Tiba-tiba di tengah pembicaraan mereka, terdengar suara tawa riang laki laki dan perempuan yang suara langkah nya mengarah masuk ke dalam ruangan,
hingga membuat Kenan terkejut hingga memposisikan duduk nya menjadi tegak.
"Kenan...!"
Ucap sang permpuan yang gak kalah terkejut melihat Kenan hingga reflek melepaskan genggaman tangannya dari laki laki yang berdiri di sampingnya dan menghentikan tawanya .
Mata nya terbuka lebar melihat lelaki yang sangat ia cintai yang sudah begitu lama dia tidak bisa melihatnya. Orang yang selalu ia rindukan, dan orang yang selalu dia tunggu kedatangan nya, karena semenjak memutuskan untuk berpisah dia tidak pernah bertemu sekali pun, dan kini laki laki itu ada di hadapannya.
Mata nya begitu terkesima melihat penampilan Kenan yang sangat berubah tidak seperti dulu,
badan nya yang bertambah kekar, postur tubuh yang tinggi serta setelan jas yang rapih menambah karisma ketampanannya,
__ADS_1
membuat rasa cinta yang sudah mulai pudar dalam hati nya kini bersemi kembali lagi.
"Sania"
batin Kenan merasa terkejut melihat sosok wanita yang pernah ada dalam hatinya. Namun dia bisa mengendalikan pikiran nya dan langsung membelokan pandangan nya, beralih ke arah lain.
Martin yang melihat keterkejutan mereka berusaha mencarikan suasana, memilih memanggil mereka untuk duduk.
"Hai Ron, kalian sudah kembali? sini duduk, ternyata kita salah besar telah memakai pelayan yang tadi, ini tuh hotel teman ku, dulu kami sahabat dekat waktu di SMA. Sepertinya kita bakalan kena hukuman karena berani berbuat onar di sini,"
seru Martin dengan tertawa riangnya.
Roni pun mulai melangkah, tangan nya memegang tangan Sania, mengajak nya untuk duduk, namun dengan cepat Sania menepis tangan Roni dan berjalan melangkah menuju sofa tempat Martin dan Kenan duduk, Roni sempat terkejut, namun tanpa banyak bicara dia pun mengikuti di belakang nya.
"Roni,"
sapa Roni memperkenalkan diri pada Kenan sambil mengulurkan tangannya.
" Kenan,"
jawab kenan sambil menerima uluran tangan Roni.
Meraka pun duduk bersama sambil melontarkan candaan mereka.
pak Anton yang dari tadi terlupakan oleh Kenan kini dia sedang duduk di pojok ruangan dengan pandangan mata sinis melihat 2 teman dekat Tuan nya yang tiba tiba muncul, apalagi saat melihat wanita yang sedari tadi mata nya tertuju pada Tuan nya.
Pak Anton tau bahwa wanita itu adalah mantan kekasih Kenan,
karena dulu dia pernah menyelidiki wanita yang sedang dekat dengan Kenan atas perintah Surya, dan dia yakin betul bahwa wanita itu yang ada di hadapan tuIannya sekarang.
"Kenapa dia harus muncul sekarang, di saat Tuan mulai dekat dengan wanita yang di jodohkan dengan nya,
membuat masalah baru saja.
Bagimana kalau perasaan Tuan muda akan berpaling lagi pada mantan kekasih nya. merepotkan sekali. "
" Pak Anton, tolong suruh pelayanan membawakan minuman ke sini!"
perintah Kenan pada pak Anton, dan dengan sigap pak Anton menjalankan perintah Kenan dan melangkah keluar.
Martin yang sadari tadi melihat Sania yang terus memperhatikan Kenan, membuat dia memikirkan sesuatu untuk membuat, mereka saling bicara.
"Ron, sepertinya kita harus minta maaf pada pelayanan yang tadi kita maki maki."
ajak Martin sambil menarik tangan Roni, hingga Roni tidak bisa berbuat apa-apa dan pasrah mengikuti nya.
Kini tinggal lah Kenan dan Sania berdua di dalam,
mereka hanya saling diam hanya keheningan yang tercipta di ruangan itu.
Kenan hanya menggerutu kesal dalam hati nya, sudah tau bahwa Martin sengaja keluar mencoba memberikan kesempatan untuk berduaan dengan Sania.
"Dasar kampret sialan, awas saja kalau kau sampai berani ke sini lagi " batin kenan kesal.
"Bagaimana kabarmu?"
akhirnya Sania yang pertama bersuara.
"Seperti yang kau lihat."
jawab Kenan dengan singkat, tanpa melihat kearah Sania yang sudah memperhatikan nya dari tadi.
"Kau tidak ingin mengatakan sesuatu pada ku, setelah kau lama menghilang tanpa kabar sedikit pun?"
tanya Sania tanpa sadar air mata nya mulai menetes, berjatuhan mengenai pipi mulus nya.
Kenan pun sedikit melirik Sania karena mendengar suara berat Sania yang terdengar ketir di telinga nya.
__ADS_1
"Hei kenapa dia malah menangis?
aku kan jadi merasa bersalah kalau kau menangis begini, "
batin Kenan yang merasa tersentuh lagi hati nya melihat Sania yang menangis,
hingga tangan nya reflek mengambil tisu di atas meja dan memberikan nya pada Sania.
"mYengapa kau menangis? seburuk itukah aku di mata mu, hingga kau menangis
begini?"
tanya Kenan yang kini hati nya mulai luluh dan memandang Sania.
"Bukan kah seharusnya aku yang bertanya?
seburuk itukah aku di mata mu? sampai kau tega meninggalkan kan ku."
ujar Sania sambil menyeka air matanya dengan tisu yang di berikan Kenan.
"Aku punya alasan untuk semuanya,
aku bukan meninggal kan mu,
aku hanya melepaskan kan mu,
memberikan kebebasan pada mu, supaya bisa menemukan orang yang lebih baik dari ku, karena aku akan pergi," ujar Kenan menjelaskan.
"Kenapa kau pergi? jika kau menjelaskan nya dari dulu pun jawab ku akan sama,
meskipun kau pergi aku akan menunggu mu,
aku hanya ingin dengan mu, aku tidak akan mencari peganti mu, menurut ku kau yang terbaik, karena aku sangat mencintai mu Kenan."
ujar Sania kelu.
"Maaf kan aku! belajar lah untuk melupakan ku, mulai lah membuka hati mu untuk laki-laki yang mencintai mu. Kau wanita yang baik dan berparas cantik pasti akan banyak sekali laki laki yang mencintai mu di luar sana,
kita tidak mungkin bisa seperti dulu lagi,
karena di hati ku sekarang sudah ada orang lain."
jawab Kenan dengan tegas agar Sania bisa mengerti.
" Tapi Ken-"
Belum selesai Sania bicara, pak Anton masuk dan di ikut pelayanan yang membawa kan minuman dan cemilan untuk mereka dan langsung menyimpan nya di meja, persis di hadapan Sania.
"Silahkan di nikmat nona!"
kata sang pelayan sambil membungkuk hormat.
"Maaf aku masih ada kerjaan, silahkan menikmati hidangan nya, Martin mungkin sebentar lagi kembali."
seru Kenan sambil berdiri dan melangkah pergi di ikuti pak Anton di belakang nya.
Sania yang di tinggalkan hanya bisa diam, sambil mengepal kan ke dua tangan nya kesal.
Entah kesal karena di tinggal kan Kenan, atau kesal pada wanita yang berani mengambil kenan dari nya.
Entahlah, hanya dia yang tau. 😂
.
.
.
__ADS_1
.