
Kenan kini sudah sampai terlebih dulu ke Rumah..
dia langsung turun dari mobilnya, dan menunggu kedatangan Ze di depan pintu utama.
tidak lama terlihat Ze memasuki area Rumah keluarga Wijaya, dan langsung berhenti di depan.
"ternyata Ze beneran ke sini,,!" batin Kenan girang , dan tersenyum kecil melihat kedatangan Ze.
Ze kini terlihat turun dan langsung menghampiri Kenan,,
"kenapa bengong,,,, bukannya ingin membuat makanan untuk ku,," ucap Ze malah seperti dia yang sekarang tinggal di sana
membuat Kenan menjadi cekikikan melihat Ze yang sudah tidak sabar,, seolah memohon namun tetap menjaga jarak dari nya.
Kenan pun langsung masuk dan diikuti Ze di belakangnya,
Ze terus saja melihat ke sekeliling rumah,, berharap tidak ada Widi di sana,, karena dia bisa malu sendiri jika sampai Widi melihat Ze ada di rumah, cuma untuk makan doang,,
sebenarnya saat di perjalanan pun Ze terus saja berdebat dengan rasa ngidam nya yang aneh itu,, bisa bisa nya di saat sedang marah pada suaminya dia malah ingin memakan makanan pasakan Kenan,,
terdengar sangat konyol tapi itu Yang Ze inginkan. sudah membayangkan betapa enaknya makanan yang bisa di buatkan Kenan.
serasa bukan sedang ada di rumah sendiri Ze terus saja menjaga jarak dari Kenan. walaupun terus membuntuti nya sampai mereka berada di dapur,
20 menit kemudian semuanya sudah siap, Kenan langsung menyiapkan dua piring makanannya di atas meja di depan Ze.
dengan cepat Ze langsung memakannya, ingin seger menghabiskan nya, karena ingin cepat cepat pergi dari sana,
Kenan kini mulai memperhatikan wajah polos istrinya yang sedang lahap makan terus saja menatapnya dan kini mulai menarik napasnya untuk berbicara lebih serius pada istrinya.
"Ze,,, maaf,, apa kau benar benar semarah itu pada ku sampai harus pergi dari rumah,,?
aku harus bagaimana agar kau memaafkan ku,,?" mohon Kenan dengan serius,
membuat Ze langsung menghentikan makannya.
dan langsung menatap lekat suami nya.
"kau,, memang mudah untuk mengucapkan kata maaf,, minta maaf itu mudah tapi tidak semudah melewati semuanya,, karena kau tidak merasakan apa yang aku rasakan,," jelas Ze sambil menatap dalam Kenan.
ingin rasanya Ze mengungkapkan semua perasaan nya pada Kenan.
"aku merasakan nya Ze,, aku bisa merasakan sakit yang kau rasakan,, aku merasakan semuanya saat kau meninggal ku, dan mendiamkan ku seperti ini,," jawab Kenan sambil membalas tatapan Ze.
"kau bilang merasakan sakit,,?? walaupun kau masih bisa melihat ku,, kau masih bisa berbicara pada ku,,
apa bisa itu di sebut sakit,, jika kau masih bisa melakukan semua yang kau ingin lakukan,," bicara makin serius
"apa kau tidak memikirkan perasaan ku, yang lebih sakit dari itu,, aku merindukan orang yang aku sayang tapi aku tidak bisa melihat nya, aku tidak bisa menemuinya, " bicara makin tegas
"dan semuanya hilang karena ulah mu,, !! "
coba saja jika itu bukan kamu,, aku tidak akan se sakit ini,, mungkin jika itu bukan kamu aku tidak akan se sedih ini Ken,," masih belum menerima kalau orang yang ia sayangi harus pergi gara gara orang yang ia cintai.
" aku menghindari mu,, karena berusaha menghilangkan semua rasa sakit itu,, !!
aku juga ingin melupakan semua nya,, tapi aku tidak bisa, karena saat meliht mu semua rasa sakit itu jadi terasa kembali."
"maaf Ze,,"
Aku tau itu semua kecelakaan,,tapi
kenapa harus kamu,,,?? hiks,,hiks,,, kenapa tidak orang lain saja yang melakukan ini agar aku tidak terlalu sakit saat mendengar kenyataan nya,,,," ucap Ze makin melemaskan suaranya
"aku juga tidak ingin membenci mu Kak Ken,, tapi kenapa saat mengingat jika Kak Ken yang menyebabkan Kakak meninggal itu membuat hati ku sakit,,, rasanya aku tidak ingin melihat mu agar aku tidak mengingat itu lagi, dan hatiku tidak terus merasa sakit seperti sekarang,"
Ze terus saja melupakan isi hatinya tanpa sadar air mata nya terus berjatuhan,, karena ia tidak bisa membendung kesedihan nya.
Kenan yang melihat Ze terus menangis ingin sekali ia memeluk istrinya dan menenangkan nya, namun rasanya seluruh badan nya membeku di saat Ze mengungkapkan semuanya isi hati dan alasan nya pergi dari rumah.
"maaf,, aku harus pulang sekarang,,"
pamit Ze karena tidak tahan menahan kesedihan nya,, Ze pun langsung berpamitan untuk pulang.
dengan cepat Ze langsung beranjak berdiri dan langsung pergi ke luar,
meninggal Kenan, yang tidak bisa berbuat apa apa lagi untuk membujuk istrinya,
"maaf aku terlalu egois karena ingin mendapatkan maaf dengan begitu mudah nya dari mu Ze,," ucap kelu Kenan melihat kepergian Ze, langsung tertunduk meremas rambutnya frustasi bahkan dia tidak bisa berbuat apa apa.
*
3 hari berlalu setelah Ze mengungkapkan semua isi hatinya.
saat semenjak itu Kenan tidak lagi mendekati Ze,, dia hanya melihat Ze dari kejauhan dan berharap Ze segera memaafkan nya dengan sendiri nya,
setiap di Kampus Kenan selalu terlihat murung,, saat Martin menggoda pun, Kenan tidak pernah meladeni nya,
hari hari nya makin suram tapi tidak tau apa yang harus ia lakukan,,
Surya dan Widi juga tidak bisa membantu Kenan,, mereka berdua sadar kalau memang ini adalah kesalahan anaknya, hingga mereka tidak bisa melakukan apa apa untuk membujuk Ze segera pulang ke rumah.
begitu pula dengan Angga dan Maya mereka tidak bisa berbuat lebih,, mereka hanya bisa menasehati anaknya.
namun Ze nya saja yang belum bisa sadar akan semuanya.
~
seperti bisa Kenan melakukan sarapan dengan kedua orang tua nya sebelum brangkat ke Kampus.
suasana terasa sepi saat Ze tidak ada di antara mereka, Surya dan Widi makin merasa kasihan melihat keadaan anaknya sekarang,,
Kenan makin hari makin jadi pendiam, saat bicara dengan Surya dan Widi pun,, hanya bicara seperlunya saja.
"Sayang,, apa kita tidak bisa melakukan sesuatu,,?? kasihan sekali Kenan Yah,,?!". ucap Widi penuh harap pada suaminya.
"kita tidak bisa melakukan apa apa Bun,,
walaupun kita membujuk Ze untuk segera pulang,, tapi Ze masih belum memaafkan Kenan,, itu kan percuma, biar Kenan sendiri, yang membawa Ze pulang lagi ke sini, jika Ze sudah memaafkan nya,," ujar Surya menasehati Widi.
dan mereka pun hanya bisa berharap besar pada Kenan untuk bisa membereskan masalah nya sendiri,,
__ADS_1
*
keadaan di kampus para mahasiswa kini mulai berkerumun bergosip bercanda ria di sana,, membicarakan hubungan pasutri yang biasanya terlihat mesra namun akhir-akhir ini mereka tidak pernah terlihat jalan bersama ataupun ke kampus bersama.
membuat mereka makin senang menggosipkan Ze dan Kenan apalagi orang-orang yang tidak menyukai hubungan Kenan dan Ze mereka makin mensupport agar hubungan Kenan dan Ze berakhir.
Kenan kini mulai memasuki parkiran Kampus langsung menyimpan mobil nya, langsung turun melangkah masuk ke dalam,
para wanita yang tadi sedang bergosip kini makin heboh saat melihat kedatangan Kenan, setelah Kenan melawati ke arah mereka.
~" lihat guys,,, Kenan jalan sendiri lagi,,"
~" sepertinya mereka belum akur ya,,?"
~" semoga tidak pernah akur dech,, hahaha"
~" bener ,,, biar babang Kenan buat aku aja,,"
~" wisst,, harap antri ya,, itu barang langka,, tidak sembarang orang bisa memilikinya."
~" hahaha,,, bener banget,, "
~" aku dengar dari anak anak yang lain,, katanya mereka bertengkar dan si Kenan yang duluan ninggalin Ze,, kemarin kemarin
mereka melihat nya,, saat mereka berdua ada di parkiran,, Kenan yang ninggalin Ze duluan,"
~" hahaha,, Benar kah,, bagus dong ,,, kita punya kesempatan untuk ngedeketin babang Kenan yang tampan itu.."
~" diam loe ganjen amat jadi cewek,, gak mungkin cewek ganjen kayak loe di sukai Kenan,"
~" hahaha"
begitulah gosipan para wanita wanita yang menyukai Kenan dan membenci Ze,, yang menginginkan mereka berpisah.
dan ternyata dari tadi Roni yang berjalan di belakang mereka mendengar gosipan yang mereka bicarakan..,,
membuat Roni menggeram kesal saat mendengar kalau Kenan lah yang meninggalkan Ze.
~
di dalam ruangan Kelas, Rani dan Pano sudah masuk terlebih dahulu di sana,,
pas mereka masuk semua mahasiswa sedang menggosipkan hubungan Kenan dan Ze yang akhir akhir ini jadi pembicaraan hangat mahasiswa di sana.
semua mahasiswa yang tadi nya mengobrol mereka langsung diam saat mereka berdua masuk,,
membuat Pano menjadi geram dan penasaran apa yang sebenarnya terjadi dengan hubungan temannya itu,,
setelah Pano dan Rani sudah duduk di bangku mereka, tidak lama terlihat Ze yang memasuki ruangan dan langsung berjalan duduk di dekat Pano dan Rani.
dan saat itulah Pano mulai bertanya pada Ze karena penasaran,,
"Ze,,, apa sih yang sebenarnya terjadi,, ?
apa kau tidak menganggap kita teman,,?!
bicaralah mungkin kita bisa membantu mu,,!!"
"tidak apa apa Pan,," jawab Ze singkat.
"tidak apa gimana,,!! orang di kampus semua orang sudah menggosipkan yang tidak tidak tentang hubungan loe,, ama Kak Kenan,,!"
timpal Rani ikut mengkhawatirkan Ze.
"biarkan saja,, mau bicara seperti apapun mereka kan tidak tau yang sebenarnya,," jawab Ze dengan santai nya.
"Justru itu karena Gue nggak Tahu makanya gue tanya ama lu sebenarnya apa sih yang terjadi,,? gue menjadi risih sendiri karena mendengar obrolan orang yang sudah simpang-siur menjelek-jelekkan lu" ngeyel Pano masih penasaran.
"Sudahlah jangan terus bertanya,,, aku lagi males bicara,,!" seru Ze tidak ingin menceritakan semuanya kepada Rani dan Pano.
mendengar perkataan Ze,, Rani dan Pano pun langsung terdiam tidak ingin lagi bertanya mengenai hubungan Ze dan Kenan karena sepertinya Ze tidak ingin menceritakan semuanya kepada mereka.
***
jam istirahat,,,
Roni terlihat mendekati Martin yang sedang duduk sendiri,, dia berani mendekati Martin karena tidak melihat Kenan di sisinya,,
"woi,,, lagi apa loe,,,?" basa basi Roni sambil duduk di sampai Martin.
"lagi lari,," jawab Martin ngelantur,,
mungkin batinnya berkata,, ya duduk lah,, emang gak kelihatan.. wkwk
"kemana teman dekat loe itu,,??,"
"ke toilet,, " jawab Martin singkat karena sepertinya dia sedang sibuk bermain dengan ponselnya.
"apa loe mendengar gosip akhir akhi ini mengenai hubungan dia ma istrinya,,?
apa loe tau apa yang sebenarnya terjadi,,?"
tanya Roni mulai mencari tahu dari Martin karena mereka selalu terlihat dekat.
"entahlah mungkin mereka sedang bertengkar,," jawab santai Martin..
"apa benar yang di gosip kan anak anak, kalau Kenan yang meninggalkan Ze,," ucap Roni masih ngeyel bertanya.
"aku tidak tahu pastinya,, tapi yang aku tahu akhir akhir ini Kenan jarang menemui Ze, tidak seperti biasanya,,!?" jawab jujur Martin karena tidak ingin lagi di ganggu oleh pertanyaan Roni,, karena dia sedang fokus pada ponselnya.
"jadi bener si Kenan yang meninggalkan Ze,, dia menyakiti Ze,," batin Roni berucap dengan begitu geram nya.
"awas saja kau Kenan aku akan membuat perhitungan sama loe,, karena berani menyakiti Ze..,," batin Roni kesal sambil beranjak dari duduknya dan langsung berjalan cepat mencari keberadaan Kenan.
membuat Martin langsung terkejut karena melihat pergerakan Roni yang begitu cepat..
"woi,, mau apa loe,,?" teriak Martin sudah mengerti pergerakan Roni yang terlihat tidak bersahabat,,
dengan cepat Martin langsung menyimpan hp nya ke saku dan langsung mengejar Roni yang sudah keluar dari ruangan.
~
__ADS_1
Kenan kini terlihat berjalan di salah satu lorong ruangan,, berjalan dengan santai ingin menuju ke ruangan nya.
berjalan melewati banyak orang yang terlihat sedang duduk bersantai di luar ruangan mereka,,
namun saat sedang tenang Kenan berjalan, terlihat Roni berjalan mendekati nya,, berjalan dengan tergesa gesa dan memasang wajah geram pada Kenan.
"woi,,, apa yang loe lakukan pada Ze hah,,
apa kau menyakiti nya,,?"
berkata dengan tiba-tiba, sambil mendorong badan Kenan, Membuat Kenan langsung mundur beberapa langkah karena kerasnya Roni mendorong nya.
membuat semua orang yang ada di sana langsung terkejut melihat tingkah Roni yang tiba-tiba menyerang Kenan.
"woi,, bisakah kau bicara dengan baik baik,, kenapa tiba tiba menyerangku.,!" ucap Kaget Kenan melihat tingkah Roni
Roni yang mendengar perkataan Kenan langsung memasang senyum sinis menatap Kenan
"kau ingin aku bicara baik baik,,
setelah apa yang kau lakukan pada Ze,,!! bukankah kau bilang kau tidak akan pernah menyakiti nya,, kau tidak akan membuat nya menangis,, tapi kenapa kau mengingkari nya hah,," ucap marah Roni, sambil mendekat ke arah Kenan dan langsung menggenggam kerah baju Kenan dengan begitu kerasnya,,
karena dia di kuasai amarah nya.
"ternyata dia sangat menyayangi Ze,," batin Kenan kagum dengan apa yang di lakukan Roni,, dia benar benar menepati ucapan nya,,
bahwa Roni akan menyakiti nya jika Kenan sampai menyakiti Ze.
membuat Kanan tidak bisa melawan Roni,, karena semua yang di katakan Roni memang benar bahwa Kenan telah menyakiti Ze dan telah membuat nya menangis.
"iya,, aku memang telah menyakiti nya, lalu kenapa,,??
kau ingin memukul ku,,?" ucap Kenan pasrah karena memang dia bersalah.
"buugk"
dengan cepat Roni memukul wajah Kenan dengan begitu kerasnya. mendengar perkataan Kenan yang terdengar seperti menantang nya. di tambah rasa kesalnya pada Kenan, membuat Roni tidak tahan untuk memukul Kenan.
semua orang yang ada di sana langsung meringis saat melihat tingkah Roni. namun dari mereka semua tidak ada yang berani melera mereka.
"kenapa kau diam hah,,, ayo lawan gue,,!!
atau sekarang loe ngerasa diri loe salah hah,,!!
pengecut loe,,!!"
"buugk" sekali lagi Roni memukul wajah Kenan, melihat Kenan yang diam, membuat nya makin kesal..
hingga pukulan Roni meninggalkan bekas merah di wajah Kenan.
tiba-tiba terlihat Martin berjalan mendekati mereka berjalan cepat berusaha untuk melera mereka,, perasaan nya yang dari tadi sudah tidak tentang,, ternyata memang terjadi, kalau Roni pasti akan memberi perhitungan pada Kenan.
"woi,, apa yang loe lakukan Ron,,?" ucap Kaget Martin sambil menjauhkan tubuh Roni dari Kenan ,
karena melihat Kenan yang sudah babak belur karena ulah Roni, namun Kenan masih tetap diam saja tidak ingin melawan Roni,
Kenan malah seolah sedang menyerahkan diri untuk mendapatkan hukuman karena telah menyakiti Ze,,
"sadar bro,,, kenapa loe diam saja,,," ucap heran Martin saat melihat Kenan , padahal biasanya Kenan tidak pernah membiarkan ada seorang pun yang melukai dan menyentuh dirinya,
namun kali ini Kenan hanya diam saja.
"ini urusan kita,, loe jangan ikut campur,, biarkan saja dia melampiaskan kekesalan nya." tukas Kenan malah mendorong badan Martin agar dia tidak menghalangi pandangan nya dari Roni.
padahal Kenan sudah menahan rasa sakit bekas pukulan di wajahnya.
.
.
.
.
bersambung,,,,
next episode apa yang akan terjadi dengan Kenan,,??π€π€
??????????????
hallo reader semuaπ€π€
Author ngucapin banyak terimakasih buat kalian semua yang selalu setia membaca cerita Author yang masih belajar ini,, hihihi.
terimakasih yang selalu kasih like,, dan selalu nyempetin nulis komentar
dan terimakasih juga yang sebanyak banyak nya bagi yang selalu berbaik hati ngasih vote nya,,
Author sampai hapal orang orang yang selalu berbaik hati untuk mensuport Author,,,
buat kalian semua yang selalu berbaik hati semoga di kasih kebaikan yang lebih, lebih dari pada yang kalian lakukan dan berikan pada author,,
terimakasih semuanya ππ
kiss jauh untuk kalian semuaπππ
dan satu lagi,,,
author ada karya baru ,,, kalian semua langsung mampir baca juga ya,, judulnya
JADILAH TULANG RUSUK KU
bergenre romantis,, dengan di bumbui kesan religi dan dunia perkantoran.
yang kisahnya menceritakan CEO arogan yang di pertemukan dengan wanita muslimah,,
langsung mampir ya,, dan jangan lupa ninggalin jejak πππ
author sedikit maksa ya,, pokonya harus baca wkwkwkwkwk
salam manis untuk kalian semuaπ€π€π€π€
__ADS_1