Cinta Tanpa Alasan

Cinta Tanpa Alasan
Pertunangan ( part 3 )


__ADS_3

Kenan sudah berjalan terlebih dahulu keluar menuju ke taman belakang rumah keluarga Nugraha dan di susul Ze yang berjalan di belakang nya.


Kenan langsung duduk santai di atas kursi yang berada di sana.


Ze yang melihat dari belakang hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Kenapa malah dia yang seperti Tuan rumahnya di sini, dia sangat santai sekali.


Baru tunangan aja sudah menindas ku sesukanya, apalagi kalau nanti sudah menikah.


Huh...! memang benar benar Tuan muda yang harus selalu di patuhi setiap perintah nya.


batin Ze sambil menghembuskan napas berat nya.


"Apa kau akan terus berdiri di sana...?"


tanya Kenan dengan suara datarnya.


"Oo ya...? aku duduk...!"


Ze yang kaget langsung duduk di samping Kenan, dan menyimpan piring yang berisi potongan buah-buahan itu di simpan diatas pangkuan nya.


"Apa kau sengaja berdandan cantik untuk menyambut kedatangan ku...!"


tanya Kenan dengan tersenyum jahil melihat Ze.


"Tidak!! aku juga tidak tau bahwa kau akan kembali sekarang, Ibu yang merencanakan semuanya, aku gak akan mungkin berdandan seperti ini hanya untuk menyambut mu."


tolak Ze sambil memalingkan wajahnya.


"kenapa tidak...? kau terlihat lebih cantik bila berdandan begini."


ujar Kenan sambil memasang senyum kecil di wajahnya.


" Wah ternyata dia punya hati juga hingga bisa memuji begitu...! "


batin Ze yang marsa malu dengan kata kata Kenan.


"Kenapa diam....! aku tidak memuji mu, aku hanya memuji pelayan yang telah membuat mu jadi secantik ini."


ujar Kenan yang lagi lagi memasangkan senyum jahilnya.


"Kenapa kau tau kalau para pelayan yang mendandani ku menjadi seperti ini? atau jangan jangan kau yang mengirim kan para pelayan dan semua baju baju yang ada di kamar ku...?"


tanya Ze dengan begitu kaget.


"Iya...!"


jawab santai Kenan tanpa merasa bersalah sambil memposisikan duduknya yang kini menghadap ke arah Ze dengan kaki yang satu di angka ke atas kursi dan tangan sebelah nya di simpan di bahu kursi hingga membuat Kenan bisa dengan jelas melihat Ze yang ada di samping nya.


"memang seharusnya aku tahu sedari awal kalau semua ini pasti dia yang merencanakan nya, memang menyebalkan....!"


batin Ze kesal hingga terlihat jelas dari raut wajahnya.


" Kau suka bajunya...!?"


tanya Kenan dengan santai nya tanpa mempedulikan Ze yang sudah kesal.


Namun saat Ze akan menjawab pertanyaan Kenan, dia di kagetkan dengan tingkah


Kenan yang mulai mengambil potongan buah yang ada di pangkuan Ze dengan garpu yang ada di piringnya dan langsung melahapnya dengan santai hingga membuat Ze kaget karena tingkahnya yang tiba-tiba.


"Hei...!! kau kan bisa mengambil dengan piringnya....!"


batin Ze dengan reflek menyodorkan piringnya pada Kenan.


"Kau tidak bisa memegangnya untuk ku....?"


kata kata Kenan yang seperti pertanyaan,


padahal dia sebenarnya menyuruh Ze untuk terus memegang piringnya.


Ze yang mendengar kata kata Kenan tidak bisa menahan kekesalan nya dan ingin sekali menjawab pertanyaan Kenan.


"Kau kan bisa memegang nya sen... -"


belum selesai Ze bicara, kata kata nya keburu di hentikan oleh Kenan.


"A a a...... "


Kenan menyodorkan potongan buah itu pada mulut Ze dan memperagakan membuka mulut, agar Ze membuka mulutnya, dan langsung menyuapinya. Ze yang kaget tanpa penolakan langsung melahap nya.


"Hei apa yang sedang dia lakukan? aku kan ingin mengomeli nya kenapa malah menyapi ku."


batin Ze sambil mengunyah buah yang ada di dalam mulut nya.


"Jangan marah marah terus nanti kau cepat tua.


Kenapa kau tak pernah ada manis manis nya saat bersama ku , kenapa tak pernah tersenyum sama sekali...?"

__ADS_1


tanya Kenan dengan santai sambil terus mengambil buah dan memakannya.


" Karena kau selalu menyebalkan....!"


jawab ketus Ze, namun di kagetkan oleh tingkah Kenan yang lagi lagi menyuapinya.


Hingga Ze pun tidak bisa menolak dan langsung memakannya.


"Kalau aku menyebalkan kenapa kau menikmati suapan dari ku...!"


ujar Kenan dengan memasang senyum jahiliyah.


"Waaaaa mati saja aku, seharusnya aku diam saja tak perlu meladeni kegilaan nya, kau tidak akan pernah menang melawan nya Ze, memalukan sekali."


batin Ze yang langsung menelan keras sisa buah yang ada di dalam mulut nya dan langsung memalingkan wajahnya.


Kenan yang melihat ekpresi Ze langsung tertawa terbahak-bahak.


"Aku hanya bercanda, kenapa reaksi mu berlebihan sekali, nih makan lagi...!"


seru Kenan yang masih menyisakan tawanya dan berusaha menyuapi Ze lagi.


"Tidak terimakasih....! kau bisa memakannya sendiri." seru Ze yang masih memasang wajah kesal nya, dan langsung menyimpan piring itu di kursi kosong antara Kenan dan Ze.


Kenan yang melihat tingkah Ze hanya bisa tersenyum kecil.


"Ternyata dia sensitif sekali " batin Kenan


"Kapan hasil kelulusan mu di umum kan...?"


tanya Kenan mencoba mengalihkan suasana.


"mYinggu depan." jawab Ze.


"Apa kau bersedia menikah dengan ku di waktu dekat setelah kau lulus sekolah...?"


Pertanyaan Kenan membuat Ze kaget bukan main. hingTga langsung refleks melihat ke arah kenan memastikan melihat wajahnya dia bicara serius atau hanya bercanda.


Namun Ze tidak melihat adanya candaan dalam wajah nya karena Kenan benar benar serius bertanya.


"Hei...! kenapa kau selalu santai sekali kalau bicara.


aku aja masih syok karena acara tunangan dadakan ini dan sekarang kau malah bertanya soal menikah....!"


batin Ze.


apa kau tidak ingin menikah dengan ku...?"


tanya Kenan.


"Bukan begitu...! berikan aku waktu untuk menjawab nya.


Setidaknya aku akan mencoba mengenal mu dulu, supaya nanti aku tidak terlalu gugup bila sudah menikah dengan mu.


Lagi pula aku ingin menjalankan kuliah dulu."


jawab Ze sambil tertunduk.


"Siapa yang melarang mu untuk berkuliah...!? meskipun kita sudah menikah aku akan tetap mengijinkan mu untuk kuliah...!"


ujar Kenan mencoba menjelaskan.


"Benarkah....!"


Ze yang senang mendengar perkataan Kenan langsung tersenyum dan memalingkan wajahnya melihat ke arah Kenan mencoba memastikan lagi kata kata nya.


Kenan hanya mengangguk kan kepala nya, dan tersenyum melihat raut wajah bahagia Ze.


"Aku hanya mengizinkan nya untuk berkuliah, kenapa dia sesenang ini. "


batin Kenan.


"jadi kau bersedia menikah dengan ku setelah kau lulus sekolah nanti...?!"


tanya Kenan yang sudah penasaran ingin mendengar jawaban dari Ze.


Namun Ze tidak berkata apa-apa, dia hanya mengangguk an kepala nya mewakili kata kata nya bahwa di bersedia.


kenan yang melihat nya kini tersenyum bahagia, dengan tangan nya yang reflek memegang kepala Ze dan mengacak-acak rambutnya, merasa gemas dengan tingkah Ze kalau dia sudah menurut seperti itu.


"Terimakasih...! " ujar Kenan sambil tersenyum manis kepada Ze.


"Tapi tidak harus mengacak-acak rambutku juga kali, kan jadi berantakan...!"


ucap Ze kesal sambil merapihkan kembali rambutnya.


Mereka pun kini hanya terdiam dengan lamunan masing-masing.


Ze yang terus memikirkan keputusan nya mencoba meyakinkan bahwa ini adalah yang terbaik untuk Ze.

__ADS_1


Sedang kan Kenan terus melihat Ze, sampai bisa melihat jelas bahwa ada kegelisahan dalam hati Ze.


Hingga Kenan bisa merasa kan kegelisahan yang Ze rasakan, sampai dia mengingat kata kata nya dulu yang selalu menjelekkan sosok wanita yang akan di jodohkan dengan nya,


padahal saat sudah mengenal nya, dia sangat jauh dengan apa yang ia pikiran.


Malah di sendiri merasa kan sakit saat memikirkan kelakuan nya dulu.


dengan tanpa mengetahui orang nya dia sudah berani menjelekkan nya.


"Ze....!"


panggil Kenan.


"Hemm...!"


jawab Ze yang refleks melihat ke arah Kenan karena kaget Kenan memanggil nya dengan sebutan nama nya.


"Bolah kah aku memeluk mu...?"


pertanyaan dari Kenan membuat Ze gelagapan tidak bisa berkata kata.


Namun sebelum Ze menjawab, tangan Kenan dengan cepat menarik Ze hingga dia berlabuh di pelukan Kenan.


"Lepasin Kak....!"


ze meronta mencoba melepaskan pelukan Kenan.


"Sebentar...! sebentar saja...!


sebentar saja izinkan aku memeluk mu...!"


ujar Kenan dengan suara kelu, dia semakin mempererat pelukannya, dan menyandarkan kepalanya di bahu Ze.


Suara berat Kenan yang terdengar jelas di telinga Ze, membuat Ze berhenti meronta. Sarasa merasakan apa yang di rasa kan Kenan sekarang, hingga dia perlahan membalas pelukannya.


"mTaaf kan aku Ze! maaf kan aku yang telah berburuk sangka pada mu,


aku berjanji akan membahagiakan kamu, agar kamu tidak akan pernah menyesal menikah dengan ku....!"


batin Kenan dan kini mulai melepaskan pelukannya.


Ze yang terbuai oleh suasana hingga tak sadar bahwa Kenan sudah melepaskan pelukannya.


Kenan yang melihat ekspresi Ze yang seperti nya sangat terkejut karena ulah nya, dia langsung menundukkan kepalanya.


"Maafkan aku....!"


perkataan KenTan menyandarkan Ze hingga membuat nya jadi salah tingkah.


"Maaf Kak sepertinya aku harus kedalam...!"


pamit Ze yang langsung berdiri dan pergi meninggalkan Kenan karena malu.


"Ada apa dengan kak Kenan...? kenapa di tiba-tiba memeluk ku,


rasanya jantungku mau loncat karena berdenyut terlalu keras,


akh....malu banget. "


batin Ze yang kini sudah berjalan memasuki rumah.


Sedangkan di taman, Kenan mengusap wajahnya kasar, dan mengacak-acak rambutnya frustasi.


"Akahhh....! apa yang kau lakukan,


apa dia marah padaku...?


kenapa aku tidak bisa mengendalikan diri ku.


Akahhh....! aku bisa gila."


ujar Kenan sambil menendang udara kosong di depannya.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2