Cinta Tanpa Alasan

Cinta Tanpa Alasan
Takut kau pergi dari sisiku


__ADS_3

Kenan kini sedang di perjalanan menuju hotel, mobil nya melaju sangat cepat karena ia ingin segera sampai di sana untuk segera mengobati bekas pukulan di wajah nya.


Tangan nya tidak henti henti memegang pipinya yang mulai membekas kemerahan, terasa sakit dan nyut nyutan.


Bukan karena Kenan yang terlalu lemah, tapi karena memang baru pertama kali ini ada orang yang berani menyentuh badan berharga nya itu.


Karena sekalipun ada orang yang bermasalah dengan nya Kenan tidak pernah membiarkan lawannya menyentuh sehelai pun dari bagian tubuhnya.


Namun kali ini beda, Kenan tidak tahu apa-apa dan dengan tiba-tibanya dia langsung di serangan dari belakang, membuat nya tidak bisa mengelak dan menghadangnya dan sukses membuatnya sangat marah.


Dalam pikir nya jika saja Ze memberitahu Kenan saat mereka pulang dari cafe bahwa Roni adalah mentannya mungkin Kenan bisa berjaga jaga, dan mengantisipasi apa yang akan terjadi agar bisa menjaga jarak dengan Roni, sehingga dia tidak bisa kecolongan seperti itu. Dan itulah yang membuat nya kesal pada Ze.


Pikiran nya terus terganggu oleh perkataan Martin, yang menceritakan bahwa Roni itu mantan Ze, dan dia sangat kesal pada Kenan, karena takut bahwa Kenan akan meninggalkan Ze, seperti saat Kenan meninggalkan Sania.


"Menyebalkan sekali si Roni, awas saja aku tidak akan membiarkan nya mendekati Ze,


jika dia sampai mengganggu hubungan ku dengan Ze, apalagi kalau sampai dia merebut Ze kembali, mungkin aku akan bener bener membunuh nya."


ujar Kenan dengan geram.


Tidak membutuhkan waktu lama, Kenan kini sudah sampai di hotel tempat dia bekerja, karena memang jarak antara kampus dengan hotel itu sangat lah dekat membutuhkan waktu beberapa menit saja untuk sampai ke hotel.


Kenan langsung bergegas turun dari mobil dan mulai melangkah masuk naik ke lantai atas tempat di mana ruangan nya berada.


Pak Anton yang selalu siaga di hotel, menggantikan Kenan, jika Kenan sedang berkuliah. Kini dengan sigap menyapa Tuan nya itu dengan membungkuk hormat.


Saat wajah nya sudah terangkat dia langsung terkejut dikagetkan saat matanya tertuju melihat wajah Kenan yang merah di bagian pipinya.


"Tuan, apa anda baik-baik saja? "


tanya Pak Anton yang mulai cemas melihat keadaan Kenan.


"Jangan banyak tanya! ambilkan saja sesuatu yang bisa meredakan rasa sakit dan menghilang kan bekasnya, sekarang!"


perintah Kenan dengan ketus dan nada suara kesal nya.


Apa yang terjadi dengan Tuan Muda? hingga membuat mood Tuan muda jadi kesal seperti itu?


Pak Anton pun langsung bergegas menjalankan perintah Kenan.


Kenan kini langsung masuk ke ruangan nya dan langsung duduk menuju meja kerjanya,


menyandarkan kepala di kursi sambil


menghembuskan napas panjang melepaskan kekesalan nya.


Kini tangannya mulai meraih hp yang ada di sakunya bermaksud menghubungi Ze, karena merasa kesal pada nya.


"Kelinci kecil, kau harus lihat apa yang mantan mu itu lakukan pada ku,"


ujar Kenan dengan nada kesal sambil mulai menyambungkan kan VC nya pada Ze.


Sedang kan Ze yang di sebrang sana sedang asyik bercanda dengan Rani di kamar nya. Seketika mereka dikagetkan dengan suara ponsel Ze yang berdering dengan sangat nyaring.


Ze pun langsung mengambil hp nya dan langsung memeriksa siapa yang memanggilnya.


"Ran! Kak Kenan VC,


****** gue, sepertinya Kak Kenan sudah tahu semuanya,"


ujar Ze sudah panik mendapat panggilan dari Kenan.


"Ini semua gara gara loe yang tidak bisa jaga mulut."


imbun Ze malah menyalahkan Rani.


"Kenapa nyalahin gue? itu salah loe, coba kalau kemarin langsung cerita saat kalian pulang, mungkin gak akan seribet ini."


kilah Rani yang malah menceramahi Ze.


Ze tidak mempedulikan kata kata Rani


dia langsung mengangkat VC dari Kenan


karena sudah tahu bahwa Kenan pasti akan marah. Setelah Ze menekan ikon hijau di layar hpnya kini terlihat jelas wajah Kenan yang menakutkan dengan tatapan tajam nya.


Waaaa dia benar-benar terlihat sangat marah, kali ini pasti dia beneran akan makanan ku hidup hidup.


batin Ze yang sudah menciut karena tatapan tajam Kenan.


"Hai Kak Ken!"

__ADS_1


sapa Ze dengan senyuman manis nya, mencoba merayu Kenan agar dia tidak beneran marah.


Bicara yang manis saja Ze agar kau selamat dari amukannya.


Namun Kenan tidak mempedulikan sapaan dari Ze dia masih tetap dengan tatapan tajam nya.


Aku ingin memarahi mu bodoh!


kenapa malah memasang senyum manis seperti itu?


"Hei bodoh! apa kau sudah menyadari kesalahan mu? kenapa kau pintar sekali bersandiwara hah?"


ucap Kenan dengan suara ketusnya.


"Waaah ternyata tidak mempan, dia memang selalu tahu apa yang aku pikiran,


menakutkan sekali ."


batin Ze yang nyali nya makin menciut ketakutan.


Kini terlihat Pak Anton menghampiri Kenan dengan membawa bungkusan es batu dan juga salep di tangan nya. Ze melebarkan matanya, memusatkan pandangan nya melihat wajah Kenan yang terlihat kemerah merahan, terlihat jelas di layar hp nya, membuat Ze terkejut apa yang sebenarnya terjadi pada Kenan.


"Maaf Tuan, biar saya obatin!"


suara Pak Anton terdengar jelas,


sambil perlahan mengompres pipi Kenan dan menempelkan perlahan pada wajah Kenan.


"Hei wajah mu kenapa?"


tanya Ze cemas, saat melihat Pak Anton mulai mengompres pipi Kenan dan langsung mengolesi dengan salep.


"Kau sudah sadar sekarang?


hingga kau melupakan panggillan manis pada calon suami mu ini, tidak sopan sekali."


gerutu Kenan dengan suara ketus,


kesal karena Ze baru menyadari apa yang terjadi pada wajahnya.


Pak Anton yang mendengar nya, memasang senyum kecil, merasa lucu mendengar ocehan Tuan nya.


"Kenapa terus marah marah? aku kan hanya bertanya apa yang terjadi pada wajah mu?"


"Hahahaha belum juga aku benar-benar marah pada mu, kenapa kau sudah memasang wajah cemberut seperti itu, membuat ku ingin terus mengerjai mu saja."


"Sepertinya mantan mu masih menyimpan rasa pada mu, sampai dia berani berbuat lancang pada ku, karena itu kau yang harus membayar atas kesalahan nya,


dan bersiap lah untuk menerima hukuman dari ku, kau mengerti? "


jelas Kenan dengan perkataan yang tidak secara langsung, karena ingin mendengar sendiri pengakuan dari Ze, bahwa Roni itu benar-benar mantan pacarnya.


Hingga perkataan Kenan membuat Pak Anton dan Ze merasa terkejut dengan kata kata nya.


"Apa jangan jangan wajah Tuan merah begini karena kena pukul mantan pacarnya nona Ze."


batin pak Anton merasa terkejut, serasa menemukan harta karun menemukan fakta bahwa Tuan nya itu kalah tarung melawan mantan pacar calon Nona Muda nya.


"Kalau Tuan Besar tau, pasti Tuan Muda akan habis habisan di ledaknya "


batin pak Anton sambil cengengesan.


"Apa! kenapa aku yang harus di hukum?


yang berbuat lancang itu kan bukan aku!


tapi, dia bilang apa barusan?


Mantan....!


aaaaa apa mungkin bekas merah itu bekas pukulan kak Roni?"


batin Ze kaget baru bisa mencerna kata-kata Kenan.


"Apa wajahmu merah begitu karena di pukul kak Roni?"


tanya Ze kaget, tidak percaya kenapa bisa senekad itu Roni memukul Kenan, hingga meninggal kan bekas merah di wajahnya.


"Wah sudah mengaku ya sekarang, kemarin ke mana saja kau sampai tidak bercerita padaku, kalau orang yang bertemu denganmu di cafe kemarin adalah mantanmu hah?"


ujar Kenan marah karena Ze dengan jelas menyebutkan nama Roni tanpa merasa bersalah.

__ADS_1


"Jadi kau benar-benar di pukul kak Roni?"


tanya Ze lagi memastikan.


"Hei kau masih suka ya padanya? kenapa memanggil nya dengan begitu akrab, sedang 'kan saat kau memanggilku tidak ada sopan sopannya sedik pun, menyebalkan sekali."


protes Kenan dengan suara ketusnya tidak menjawab pertanyaan Ze dia malah marah karena lagi lagi Ze menyebutkan nama Roni dengan begitu akrabnya.


Apa dia cemburu?? hahaha lucu sekali ,


tapi kasihan juga pasti pukulan nya sangat sakit ~batin Ze


sambil tidak ada hentinya Ze memandang wajah Kenan yang terlihat kesakitan.


"Awas saja ya kalau kau sampai kembali lagi pada nya, aku tidak akan segan segan untuk memakanmu hidup-hidup, kau mengerti."


Tegas Kenan, walaupun terdengar menakutkan, tapi begitulah cara nya untuk melindungi Ze agar tidak pergi dari sisi nya


apalagi kalau sampai nanti Ze termakan hasutan dari orang orang yang menginginkan mereka untuk berpisah.


"Aku masih ingin hidup,


tentu saja aku tidak akan kembali pada masa lalu ku, karena sudah ada kau yang akan menjadi masadepan ku, karena kau calon suami ku."


gumam gumam Ze, namun terdengar jelas di telinga Kenan.


"Wah makin pintar ya sekarang ,


sudah bisa merayuku,"


ucap Kenan dengan tegas.


"Tapi itu tidak mempan, aku akan tetep menghukum mu walaupun kau meminta ampunan sekali pun."


imbun Kenan memperjelas kata kata nya.


Dengan tegas Kenan bicara


padahal dalam hati nya, dia tersenyum bahagia karena akhirnya Ze mengakui nya bahwa dia adalah calon suaminya,


hingga membuat ketenangan tersendiri bagi nya dan hilang sedikit rasa takut bahwa Ze akan kembali pada mantan nya itu.


"Siapa juga yang ngerayu? aku kan bicara fakta kalau kau memang calon suami ku, dasar menyebalkan."


gerutu Ze dengan memasang wajah cemberut nya.


Lucu sekali dia hahaha.


"Bersiaplah menerima hukuman ku, aku akan menghukum mu nanti di saat pernikahan kita sudah tiba."


seru Kenan sambil memasang senyum kecil di bibir nya dan langsung memutuskan panggilannya.


Ze pun akhirnya bisa bernapas lega,


namun malah di kagetkan oleh Rani yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka.


"Kak Kenan, membahas pernikahan, apa kalian akan segera menikah Ze? "


tanya Rani terkejut.


Ze hanya menjawab nya dengan menganggukkan kepalanya.


membuat Rani teriak histeris.


"Wah benarkah selamat ya Zepania"


ucap Rani sambil memeluk tubuh Ze,


.


.


.


.


.


.


next episode pernikahan mereka ya. πŸ˜πŸ˜‰

__ADS_1


jangan lupa like


terimakasih πŸ™πŸ™


__ADS_2