
pukul sepuluh malam Aldo dan Andini baru sampai di rumah mereka.keduanya langsung masuk ke ke dalam rumah besar dua lantai itu.berjalan perlahan menapaki anak tangga.Aldo membimbing istrinya ke lantai dua ke kamar mereka berdua.
"pelan-pelan sayang,cape? mau aku gendong hm?" tanya Aldo melihat istrinya nampak lelah apa lagi harus menaiki anak tangga.
"tidak kak, nggak perlu aku masih kuat"
"beneran?"
"iya"
cklekk.
Aldo menarik handle pintu dan membuka nya.mereka pun masuk ke dalam kamar.Andini langsung masuk ke dalam kamar mandi, untuk membersihkan tubuh nya.
Aldo yang melihat Andini berjalan ke arah kamar mandi buru buru menghampiri nya dan memegang kedua bahu Andini.
"sayang kamu mau ngapain?"
"mandi lah kak,, aku ingin cepat rebahan tapi tubuh ku juga kan lengket.nggak ingat ya tadi di mobil habis ngapain?" jelas Andini membuat Aldo nyengir tanpa dosa.
"tapi ini sudah malam, Jangan lama-lama di dalam kamar mandi nya ya,nanti masuk angin" khawatir Aldo.mau tak mau membiarkan istrinya untuk mandi.
"ya kan, mandi nya pake air hangat, sudah ah, Aku mandi dulu"
Andini melepaskan tangan suaminya yang ada di bahu nya.kemudian menghilang di balik pintu kamar mandi.
gemericik air terdengar dari dalam kamar mandi.Aldo duduk di tepi ranjang matanya tertuju pada pintu kamar mandi,di tangan nya sudah ada piyama tidur bewarna merah marun milk istrinya.tak lama kemudian Andini sudah menyelesaikan mandi nya hanya lima belas menit.
Cklekk.
pintu kamar mandi terbuka.Aldo buru buru mendekati istrinya dengan handuk besar di tangan nya langsung menyelimuti seluruh tubuh istrinya walaupun Andini sudah memakai bathrob.Aldo tetap melapisi tubuh istrinya dengan handuk besar di di kepala Andini yang rambut nya terlihat masih basah.
"sini sayang" Aldo menarik pelan tangan istrinya untuk duduk di depan meja rias.Andini menurut,
lalu pria itu menurunkan handuk besar yang menutupi bagian rambut panjang istrinya di selimuti di bahu Andini dengan handuk tersebut.
kemudian Aldo menyalahkan hydrayer untuk mengeringkan rambut Andini.dengan telaten pria tampan itu menyibak pelan lapisan demi lapisan rambut panjang istrinya hingga kering.
Andini tersenyum melihat suaminya dari pantulan cermin.begitu di sayang nya dirinya oleh Dokter tampan yang dingin,angkuh.yang sudah menjadi suami nya yang, sangat mencintai dirinya dengan cinta berlebih malah.yang selama ini Andini rasakan Aldo sangat memanjakan diri nya.dan satu lagi yang tidak pernah Andini duga dari pria dingin dan angkuh ini yaitu sifat mesum nya yang super.tak sadar Andini terus menatap lekat pantulan diri suaminya itu di cermin dengan senyum terus mengembang di bibirnya.
"kenapa sayang? kamu senyum senyum ajah dari tadi,hayoo.. lagi mikir apa nih, mandangin suami mu ini pasti lagi pikir yang enak-enak ya?" tebak Aldo percaya diri lalu membungkuk kan badannya mendekatkan wajahnya ke arah Andini dan mencium tengkuk leher istrinya menyesap nya kuat hingga tercetak stempel warna merah di tengkuk leher istrinya yang putih mulus itu.
"issh..kak" desis Andini sesapan Aldo membuat tubuh nya meremang. "siapa yang mikir gitu sih, aku hanya sedang mengagumi mu" ucap Andini jujur dengan malu-malu.
__ADS_1
Aldo tersenyum merespon ucapan Andini.lalu dia mencabut aliran listrik pada hydrayer kemudian di simpan nya kembali di laci penyimpanan yang ada di bagian meja rias Andini.
Aldo membopong tubuh istrinya.
"kak!" Andini kaget suaminya tiba tiba membopong tubuh nya dan di dudukan di tepi ranjang.
Aldo hanya tersenyum simpul menanggapi protes Andini.
mata besar Andini melebar ketika Aldo hendak melepaskan simpul tali bathrob yang dia pakai.dengan cepat Andini menahan gerakan tangan suaminya.
"kak, mau ngapain?" tanya Andini menatap horor pada suaminya.
"mau pakai kan baju mu" sahut Aldo Santai.
Andini masih melebarkan matanya menatap Aldo.
"ih, nggak usah, aku ajah sini baju nya" Andini mengambil alih baju nya yang ada di tangan suaminya.
tapi Aldo menahan nya.
"biar aku saja sayang, kamu kan cape pasti"
"iya cape, tapi kalau cuma pakai baju sih aku bisa lah kak.. ngapain di pakai kan, emang aku sakit parah" terang Andini lalu berdiri dan menyambar baju nya yang masih di pegang Aldo.lalu Andini melenggang masuk ke ruangan ganti untuk pakai baju.Aldo terkekeh melihat tingkah istrinya.lalu dia pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.
_______
di meja makan Aldo dan Andini sedang menyantap sarapan pagi nya.
"besok aku bisa kembali kuliah kak"
ucap Andini setelah menghabiskan sarapan nya.
Aldo yang sedang fokus dengan MacBook nya menoleh ke arah Andini.
"apa lebih baik kamu kuliah di rumah saja semester ini" pinta Aldo dia masih khawatir melihat istrinya harus bolak balik ke kampus.
"aku nggak mau kak, aku mau langsung ke kampus saja.lagi pula aku bosan di rumah terus, kangen dengan teman teman ku"
"oh ya? apa kamu ingin bertemu dengan teman songong mu itu ha?"
"songong? siapa?"
"itu,si Reza gendeng" ucap Aldo terdengar sarkas.
__ADS_1
Andini tersenyum tipis
"ya ampun kak, kamu ini bicara apaan sih.cemburu nggak selesai-selesai nya. nyambung terus kaya kereta" ucap Andini
"siapa yang cemburu, emang begitu kan kenyataan nya anak itu songong!" sungut Aldo.
Andini bangun dari duduknya lalu pindah ke pangkuan suami nya yang langsung di sambut oleh tangan besar Aldo. yang langsung merangkul erat pinggang istrinya.
Andini membelai lembut wajah tampan suaminya dengan jemari lentik nya.menatap lekat mata sipit namun tajam milik suaminya.
"jangan terlalu cemburu dengan Reza kak.. dia itu pria yang baik,juga yang pernah menolong ku, karena di saat kamu tidak ada di samping ku nyatanya teman ku itu yang telah menolong ku" ucap Andini pelan
Aldo diam tidak ada respon apapun dia hanya menatap dalam wajah istrinya.
"untuk itu aku memang sangat berterima kasih pada lelaki itu, tapi aku juga tidak terima dengan sikap nya yang terang-terangan menyukai mu.aku tidak akan membiarkan pria itu lebih dekat dengan mu sayang.."
"sudah ah, nggak usah di bahas lagi, yang penting aku tidak pernah ada perasaan apa-apa dengan lelaki mana pun.cinta ku, diri ku, hanya untuk kamu, suami ku seorang"
"kamu pinter ngerayu sayang, kalau begini aku rasanya ingin kasih kamu hadiah" ucap Aldo dengan seringai nya.
"hadiah? aku nggak perlu hadiah.aku tulus kok bicara seperti itu bukan merayu kamu"
"tapi aku ingin kamu kasih hadiah sayang.. hadiah yang tidak bisa orang mana pun berikan selain suami mu ini" dan tanpa bicara lagi
Aldo bangun dari duduknya dan menggendong tubuh istrinya dengan gaya koala.
"kak, mau kemana?" tanya Andini dengan keterkejutan nya karena Aldo membawa nya naik ke lantai dua kemana lagi kalau bukan ke arah kamar dan Andini seketika paham hadiah apa yang di maksud suaminya.
"aku nggak perlu hadiah kak.. aku mau turun" ucap Andini tapi Aldo tidak perduli dengan protes istrinya di cumbu nya bibir Andini di sepanjang jalan menuju kamar mereka yang ada di gendongan Aldo
Andini membalas ciuman panas suaminya itu.
BRAKK
Aldo mendorong pintu kamar nya dengan kaki nya tanpa melepaskan tautan bibirnya dengan istrinya.
BRAKK.
lalu kembali dia menutup pintu kamar nya dengan punggung nya dengan kasar.hingga pintu itu tertutup rapat mengunci otomatis
Andini yang tahu hasrat suaminya sudah membara hanya pasrah saja
hingga tubuh Andini di rebahkan perlahan di atas ranjang besar itu oleh Aldo.
__ADS_1
*
to be continued..