Cinta Yang Tak Pernah Salah

Cinta Yang Tak Pernah Salah
dasar Playboy!


__ADS_3

"kamu beneran lapar David? seperti tidak makan seharian!" cibir Dita


yang melihat David fokus melahap makanan nya.


David tersenyum tipis, mendengar ucapan Dita.


"ah, seperti nya begitu,di tambah masakan kantin ini, lumayan enak, gak kalah sama restoran.menu nya pun variatif"ucap David lalu melanjutkan menghabiskan makanan yang ada di piring nya.


tak sadar Dita menarik sudut bibirnya.Dita memperhatikan wajah tampan David,


"gak sembarangan memang gen Bagaskara, tampan juga nih orang sayang, playboy!"gumam Dita.


"naksir ya?!" ucap David tiba-tiba, mendapati Dita terus menatap dirinya tak berkedip.


"apa? hm? dih ke geeran!" elak Dita sedikit gugup karena teguran David. dirinya yang seolah terhipnotis oleh wajah tampan David.


"oh, ya? kenapa kamu natap aku terus tadi? aku tahu, kalau aku ini tampan..jadi gak usah segitu nya kamu lihat nya" ucap David Santai


"dasar Playboy!" cibir Dita dan memalingkan wajahnya ke arah lain.


"enak saja,, Aku ini lelaki yang setia.. kalau sudah cinta sama seorang gadis aku pasti setia" David berusaha menutupi kelakuan nya.


Dita masih memalingkan wajahnya tidak perduli dengan ucapan David, mulut nya menye menye nyeleneh menganggap ucapan David tadi omong kosong belaka.


David terdiam, dia memandangi gadis cantik yang di depan nya tatapan nya tertuju pada bibir Dita yang di menye menye in.membuat nya merasa gemas, dan pikiran nya traveling ke mana- mana.pria tampan bermata sipit itu menyunggingkan senyuman nya.


tidak ada yang bersuara, mereka sama-sama diam.merasa tidak ada yang bersuara Dita perlahan menoleh ke arah David.dan ternyata David sedang menatap nya, dan tatapan David itu membuat Dita meremang sekaligus bergidik.Dita pun jadi canggung.wajahnya terasa panas.


*oh tuhan, kenapa aku ini? kenapa tiba-tiba wajah ku terasa panas begini.batin Dita.


lalu Dita merogoh saku jas putih nya dan melihat layar ponselnya yang bergetar.


"baik lah seperti nya aku sudah selesai, dan ada panggilan darurat"


Dita menggeser kursinya sedikit ke belakang, lalu berdiri dia masukan kembali ponselnya ke dalam saku jas putih nya, tapi sebelum ponsel itu masuk ke dalam saku jas putih nya, dengan cepat David berdiri, lalu mencondongkan tubuhnya ke arah Dita dengan tangan terulur meraih ponsel Dita yang akan dia kantongi.


hingga membuat mata Dita melotot menatap David.


"Hei!! apa, apaan kamu David! kembalikan ponsel ku!" pekik Dita tidak senang Dita mencoba mengambil kembali ponselnya di tangan David,tapi David terus menghindari nya memutar tubuhnya ke kanan dan ke kiri.


"sebentar Dita, aku mau minta nomor telepon mu!" ucap David sambil mengetik nomor nya ke ponsel Dita, membuat panggilan telepon ke ponsel David dari ponsel Dita, hingga muncul nomor Dita di ponselnya David.


"ah, sudah! ini ponsel mu" dengan santai dan tanpa dosa David mengembalikan ponsel Dita.


di ambil nya kasar ponselnya dari tangan David.


"buat apa kamu minta nomor telepon ku! gak penting!" gerutu nya mulut menye menye.


"buat aku curhat"

__ADS_1


ish, gak sudi! ngapain dengerin curhatan mu" sahut Dita ketus.


pria itu hanya tersenyum simpul menanggapi ucapan Dita.lalu


David melangkah mendekati Dita, mendekatkan wajahnya ke arah telinga Dita.


"jangan kamu menye menye in bibir mu itu, membuat aku gemas, dan ingin melahap bibir mu Dita"bisik David.membuat wajah gadis itu menegang, refleks langsung melipat bibir nya.Dita menatap horor ke arah wajah David.


"jangan macam-macam kamu David!"


Dita menatap tajam David merasa tidak senang dengan sikap David yang konyol menurut nya.


David terkekeh puas menggoda Dita.


"aku tidak macam macam Dita,,tapi hanya satu macam saja cukup"


"issh... konyol!" umpat Dita.lalu dia membalikkan badannya dan berjalan cepat pergi meninggalkan David.


David menyeringai menatap Dita yang sudah berjalan menjauh dari nya.


"asik juga menggoda gadis itu"ucap nya pelan.


####


Andini dan Aldo sedang dalam perjalanan pulang ke rumah nya.


"kak"


"aku ingin ke supermarket dulu, ingin membeli buah Delima, rasanya aku ingin makan buah itu deh" pinta Andini.


"oke, sayang, nanti sebentar lagi,di depan sana ada supermarket.kita berhenti di sana"


Andini tersenyum senang.


"terimakasih kak"


"iya sayang, apa sih yang nggak buat kamu"manis nya ucapan Aldo membuat Andini tersipu.


"sekarang kamu pintar menggombal kak"


"loh, aku nggak ngegombal,, Aku ngomong apa adanya"


"ya udah,iya...nah tuh supermarket nya kak" Andini menunjuk sebuah supermarket yang ada di sebelah kanan jalan, hingga tidak perlu menyebrang lagi.


"iya sayang" sahut Aldo lembut tersenyum melihat tingkah istrinya yang terlihat senang sekali dan antusias seperti anak kecil yang di turuti kemauan nya.


lalu Aldo memasuki area parkiran supermarket itu.setelah mobil nya sudah terparkir mereka pun keluar dari mobil bersamaan.


"ayo" Aldo meraih tangan istrinya dan menggenggam nya, berjalan masuk ke dalam supermarket.

__ADS_1


di dalam supermarket Andini langsung berjalan cepat menuju area fresh fruit.dan mencari buah Delima yang dia inginkan.matanya mengedar mencari buah itu.tapi ternyata tidak dia temukan, wajah nya pun terlihat kecewa.


"tidak ada kak" ucap Andini dengan nada kecewa.


"kamu memang nya kepingin banget ya?" tanya Aldo menatap heran istrinya yang sangat menginginkan buah Delima, yang rasanya sepet dan cenderung asam.


"iya kak, entah kenapa aku sangat ingin makan buah itu"ucap Andini dengan wajah memelas menatap suaminya.


"coba kita tanya pramuniaga nya ya? barang kali buah itu tidak di taruh di sini"


kemudian Aldo dan Andini berjalan mendekati seorang pramuniaga yang sedang sibuk menata buah yang berantakan.


"mbak, permisi" sapa Aldo dengan wajah datar nya.


pramuniaga yang sedang fokus dengan pekerjaan nya menoleh ke arah Aldo dan Andini.


"oh iya,ada apa tuan? apa ada yang saya bisa bantu?" sahut pramuniaga wanita dengan senyum ramah nya.


"apa di sini ada menjual buah delima? buat istri saya" tanya Aldo tetap dengan wajah datar nya.


pramuniaga itu tak langsung menjawab,tapi malah memperhatikan Aldo dan Andini bergantian.kemudian pramuniaga itu tersenyum.


"kebetulan lagi kosong tuan, biasanya ada, karena itu termasuk buah yang langka, istrinya ngidam tuan? seperti nya sangat menginginkan buah itu"


Aldo dan Andini terdiam, saling pandang karena kata terakhir sang pramuniaga.


"ngidam?"ucap Aldo pelan menatap lekat wajah istrinya.ada tersirat kebahagiaan dari tatapan Aldo.


*ngidam? istri ku ngidam? hamil? tapi gak mungkin, karena Andini memakai alat kontrasepsi, jadi gak mungkin hamil*batin Aldo sedikit kecewa


sedangkan Andini hanya diam wajah nya nampak seperti sedang memikirkan sesuatu.


"tuan?"sapa pramuniaga itu memecah lamunan Aldo dan Andini yang sibuk dengan pemikiran nya masing-masing


"ah iya?"


"kalau memang istri tuan sangat menginginkan buah itu, tuan dan nyonya bisa cari ke pasar tradisional, biasa nya suka ada.


"benar begitu mbak?" kali ini Andini yang menjawab dengan wajah penuh harap.


"iya biasa nya begitu nyonya"


"baik lah kalau begitu terimakasih untuk infonya ya mbak" ucap Andini tersenyum ramah lalu dia menggandeng tangan suaminya melangkah pergi.


"kak besok kita cari buah delima itu di pasar tradisional yah!" pinta Andini penuh harap.


"kamu sedang tidak ngidam kan sayang? karena kamu kan pakai alat kontrasepsi" Aldo bertanya,dia pula yang menjawab.


"

__ADS_1


"


to be continued.


__ADS_2