
melihat suaminya hanya diam tanpa menanggapi ucapan nya, Andini bergerak, dan turun dari pangkuan suaminya.tapi Aldo menahan nya dengan mendekap erat pinggang istrinya itu.
"kak lepas ah, aku mau turun"ucap Andini ketus.
"diam, tetap seperti ini"
"tapi kak"
"kita akan pergi bersama mengunjungi ibu mu sayang, kebetulan juga aku ingin melihat kondisi ibu mu" ucap Aldo yang membuat wajah Andini terlihat senang.apa lagi kesana dengan suaminya.karena setiap kali Andini pergi ke rumah ibu nya,dia selalu sendiri tak pernah dengar Aldo
"benarkah? apa kamu yakin?" tanya Andini ada rasa keraguan.
"iya sayang... kenapa wajah mu itu seperti tidak mau aku berkunjung ke rumah ibu mu hm? apa kamu tidak senang aku berkunjung ke rumah ibu mu hm?!" tanya Aldo merasa heran dengan expresi wajah istrinya yang seperti itu.
"tentu saja senang!"jawab Andini cepat.
"lalu kenapa expresi wajah mu seperti itu?"
"kenapa dengan wajah ku?" sahut Andini pura pura tak tahu.
"kamu ya.." Aldo menjadi gemas lalu menjepit batang hidung mancung istrinya dengan kedua jari nya.
Andini meringis, dan menepis jari suaminya yang menjepit batang hidung nya.
"issh..sakit"ucap Andini ketus tapi terdengar manja di telinga Aldo.
"sudah ah, aku mau turun! malu tuh sama bi Ratmi dan bi Surti nanti mereka melihat kita begini, aku kan malu" rengek Andini karena sedari tadi melihat para art nya itu yang sedang di dapur kadang melirik ke arah ruang makan sambil senyum senyum melihat tingkah laku majikan nya itu.dengan enggan akhirnya Aldo membiarkan Andini turun dari pangkuan nya.membuat Andini bernafas lega.
setelah menyelesaikan sesi sarapan dengan penuh cinta itu, Aldo dan Andini pergi ke rumah kediaman Reyna.
___________
mobil Mercedes Benz e-class bewarna putih memasuki halaman rumah sederhana namun terlihat rapih dengan halaman nya yang cukup luas, bunga, bunga lavender tertanam rapih dan subur di di sepanjang pagar rumah itu. sehingga nampak nyaman di lihat.
setelah Aldo memarkirkan mobilnya dengan sempurna di depan rumah kediaman ibu nya Andini.
"tunggu sayang, kamu jangan keluar dulu ya"ucap Aldo.lalu pria tampan itu membuka pintu mobil nya kemudian turun, berjalan ke satu sisi nya lagi pintu depan mobil nya di mana Andini duduk.
"ayo turun"Aldo membukakan pintu mobil untuk istri nya, dan Andini pun keluar dengan di tuntun suaminya dengan gerakan hati hati.dan itu kembali membuat Andini jengah dengan sikap Aldo yang menurut nya berlebihan.
__ADS_1
"kak lepasin ah,aku bisa jalan sendiri"
Andini mencoba melepaskan rangkulan tangan kokoh suaminya di pundaknya yang membuat Andini susah bergerak.dalam hatinya, apakah Aldo tidak tahu? kalau cara dia ini berlebihan?
"kenapa?" tanya Aldo tanpa dosa.
"aku ribet kak,gak nyaman jalan nya" akhirnya Andini mengatakan apa yang dia rasa tidak nyaman pada suami bucin nya itu.
"masa sih?"
"iya"
"ya sudah kalau begtu, begini saja" Aldo melepaskan rangkulan nya, lalu tangan nya turun menggenggam tangan istrinya itu.
"gimana kalau gini nyaman?" tanya Aldo tersenyum menatap istrinya
"hm" Andini mengangguk dan tersenyum membalas ucapan Aldo.
akhirnya mereka pun berjalan menuju arah pintu rumah Reyna.dan ketika mereka sudah ada di depan pintu rumah itu.Andini memencet bel tiga kali.tapi pintu rumah nya belum ada yang membukakan nya.
"apa tidak ada orang ya? tapi pintu pagar tidak digembok? biasanya kalau ibu pergi, pasti pintu pagar rumah di gembok ibu" ucap Andini heran.
"ya ampun kak... ini jam berapa, ini sudah siang dan sudah jam sepuluh pagi.yang aku tahu selama aku menjadi anak dari ibu ku, jam segini sudah bangun, malah mungkin lagi masak"
"tapi kok gak ada yang buka ya? coba kamu tekan sekali lagi bel nya sayang"pinta Aldo, yang akhirnya di turuti oleh Andini, untuk sekali lagi menekan bel rumah nya.
ketika dia hendak menekan bel rumah nya, tiba-tiba saja pintu rumah nya itu terbuka, dan..
"an_andini? Aldo?!" muncul Reyna dengan wajah tampak kaget melihat Andini Dan Aldo datang ke rumah nya.sedangkan Andini tidak perduli dengan raut wajah ibunya yang seperti orang ketemu setan.Andini langsung memeluk erat ibunya bahagia.
"ibu... aku kangen sama ibu" ucap Andini manja di sela pelukannya.
"ibu juga kangen sama kamu sayang"
ucap Reyna dengan wajah kaku nya, membalas pelukan hangat anak gadis nya itu.
Aldo yang sedari tadi memperhatikan raut wajah ibu mertua nya yang kelihatan tidak nyaman dengan kedatangan dia dan Andini menjadi tanda tanya dalam pikiran nya.
tapi untuk saat ini Aldo berpikir positif saja pikir nya.dia tidak mau merusak pertemuan istrinya yang terlihat bahagia bertemu dengan ibu nya.
__ADS_1
Kemudian Aldo menghampiri ibu mertua nya itu dan dan meraih tangan Reyna dan mencium punggung tangan nya.
"ma_masuk lah" ucap Reyna dengan nada terbata mempersilakan masuk anak dan menantunya itu.ke dalam rumah nya.
mereka pun masuk ke dalam rumah dan di persilahkan duduk di sofa yang ada di ruangan itu.sedangkan Reyna pergi ke dapur untuk menyediakan minuman dan membuat camilan untuk Aldo dan Andini.
"aku bantu Bu"Andini berdiri dari duduknya niat untuk membantu ibunya di dapur menyiapkan minuman dan camilan.
"biar ibu saja sayang, kamu duduk saja istirahat pasti capek setelah perjalanan ke sini" ucap Reyna berusaha menolak bantuan Andini.wajah Reyna masih terlihat gelisah.
"ibu baik baik saja?" tanya Andini karena melihat wajah ibu nya yang seperti itu.
"apa? oh iya, ibu baik baik saja" ucap Reyna meyakinkan Andini.
"beneran?"
"iya sayang... ibu baik baik saja. ini semua berkat Aldo memberikan perawatan terbaik untuk penyakit ibu"
Andini tersenyum mendengar ucapan ibu nya itu, karena tidak di pungkiri Aldo telah menepati janji nya dengan memberikan pengobatan yang terbaik pada ibunya yang sakit sakitan.walaupun semula dia yang mengorbankan perasaan dengan menikahi Aldo dengan terpaksa dan tanpa cinta sama sekali di antara mereka berdua.tapi ternyata sekarang, pengorbanan Andini tidak sia sia. Aldo sangat mencintai nya, begitu juga dengan dirinya, sangat mencintai suami mesum nya itu.
Andini tersenyum dan merasa lucu dengan kehidupan dirinya sendiri.
"syukurlah kalau begitu bu, aku bahagia melihat ibu sehat dan baik baik saja" lalu Andini kembali memeluk sebentar ibu nya.
"sudah sana, kamu duduk saja temani Suami mu itu" ucap Reyna
"baik lah bu" lalu Andini melangkah kembali ke ruangan keluarga sekaligus ruang tamu, karena rumah Andini yang memang tidak terlalu besar tapi terlihat nyaman.
"ada siapa yang datang bu? apa mas Ric.... tiba tiba saja muncul wanita cantik dari dalam kamar dan ucapan nya tertahan karena melihat siapa yang sedang duduk di sofa, kedua matanya membola, wajah nya pias seperti melihat hantu.
begitu juga Andini dan Aldo yang sedang berbincang dengan di selingi tawa dan canda sekejap saja wajah mereka sama terkejut nya. Andini menutup mulutnya dengan kedua tangannya melihat wanita yang berdiri di depan pintu kamar dan yang bikin terkejut lagi,perut wanita itu besar membuncit.sedangkan wajah Aldo nampak merah padam melihat wanita itu.
"An_andini?! Al_Aldo?!"ucap wanita yang seperti nya sedang hamil besar.
"kak si_sita?!" ucap Andini matanya seakan mau keluar melihat kakaknya yang selama ini dia anggap menghilang dan sekarang dia lihat dengan perut buncit,alias hamil.
"
"
__ADS_1
to be continued.