
bola mata Andini bergerak menelisik wajah tampan suami nya yang menampilkan senyum nya namun Andini merasakan kemarahan dari raut wajah tampan suami nya.
"Hansson tolong suruh Radit untuk mengantar adik ipar ku dan adik ku ini ke rumah"
"Baik tuan"
kemudian Hansson mengeluarkan ponselnya seraya berjalan keluar kantor Arkan dan melakukan panggilan telepon dengan Radit.
Arkan yang mengerti dengan situasi Aldo dan Andini menyuruh orang kepercayaan sekaligus supir pribadi nya untuk mengantar Aldo ke kediaman nya karena mobil Aldo ada di sana.
"ayo sayang" Aldo memegang kedua bahu Andini untuk berdiri wanita hamil itu sedikit kesusahan untuk berdiri.
"oh,ya ampun.. untuk bangun dari duduk saja aku kesulitan karena perut ku yang mengganjal ini" keluh Andini.
"tidak masalah sayang, itu wajar" ucap Aldo lembut
"apa kamu masih berada di rumah ayah mu Andini?" tanya Reza yang sedari tadi hanya diam dan memperhatikan.
Andini menoleh ke arah Reza.
"iya, tadi kamu sudah dengar sendiri kan"
"eh, iya.kalau begitu nanti aku akan mampir ke rumah uncle jayed" ucap Reza. tersenyum lebar.
"baiklah terserah kamu" sahut Andini. kemudian wanita itu mengalih kan pandangan nya pada Arkan yang duduk di singgasana nya.
"aku kembali ke rumah dulu bang"
"baik lah, silahkan. Radit akan mengantarkan kalian"
setelah itu Andini dan Aldo berjalan ke luar dari ruang kantor Arkan.
mobil yang membawa Andini dan Aldo tiba di rumah besar bergaya Eropa dengan cat berwarna putih.
menjadi tampak megah berdiri kokoh di tanah seluas kurang lebih dua hektar dengan ukuran bangunan sekitar kurang lebih delapan ratus meter persegi. dengan memiliki Lima kamar tidur yang luas di dalam nya. Radit turun dari sedan mewah berlambang bintang berwarna putih tersebut untuk membuka kan pintu mobil untuk anak dan menantu majikan nya itu.
"silahkan tuan, nyonya" pintu mobil di buka oleh Radit dan mempersilahkan Aldo dan Andini.
setelah Aldo keluar dari mobil tersebut kemudian pria itu mengulurkan tangannya pada Andini untuk membantu nya turun dari mobil.
"ayo sayang"
Andini menaruh tangan kecil nya di telapak besar tangan Aldo dan pria itu langsung menggenggam erat tangan mungil istri nya dan menarik pelan tubuh istrinya untuk turun dari mobil. lalu mereka masuk ke dalam rumah tersebut dan langsung menuju kamar yang mereka tempati selama tinggal di rumah orang tua Andini. tapi ketika Andini dan Aldo hendak menaiki tangga menuju lantai dua, bertemu dengan salah satu pelayan yang bekerja di rumah jayed. juliana wanita paruh baya berkebangsaan Turki asal yang sama dengan ayah nya. Andini menghentikan langkahnya begitu juga Aldo.
__ADS_1
dan juliana yang melihat kedatangan Andini dan Aldo, sedikit membungkukkan badannya pada kedua anak dan menantu majikan nya itu.
"hai bi Julia,di mana ayah ku?"tanya Andini dengan nada sopan
"tuan besar sedang ada di perkebunan mungkin langsung ke pabrik pengolahan" jawab juliana.
"oh begitu ya, baiklah terima kasih Julia"
"siap nyonya muda" sahut Julia sopan.
setelah itu mereka pun meneruskan langkah nya menuju kamar karena Aldo perlu mandi agar badan nya kembali fresh.
______
Andini mengantar suaminya yang akan kembali ke Jakarta Aldo yang belum masuk ke dalam mobil nya masih memeluk tubuh istrinya dengan erat seakan enggan meninggalkan istri nya walaupun hanya dua hari tapi Aldo merasa seperti akan meninggalkan istri nya selama dua bulan.
"kak, sudah sana berangkat, nanti keburu sore ketemu jam pulang orang kerja pasti tambah macet" ucap Andini pelan di sela pelukan suami nya mulut berkata lain tubuh berkehendak lain, walaupun Andini berkata menyuruh suaminya cepat berangkat.tqpi kenyataan nya dirinya menambah erat pelukan nya pada tubuh suaminya dan lebih membenamkan wajahnya pada dada bidang suaminya.menghirup aroma maskulin dari tubuh suaminya yang menjadi favorit buat Andini yang menyeruak masuk ke dalam hidung Bangir nya.
hingga membuat pria tampan berwajah oriental bak, Aron Kwok itu, mengulum senyum nya merasakan istri nya mengerat kan pelukan nya.
"iya sayang.. bagaimana aku bisa berangkat.. kalau kamu masih ingin memeluk ku, apa kamu ikut aku pulang saja ya?" tawar Aldo berharap.
"aku belum mau pulang kak, tapi aku juga nggak mau kamu pulang ke Jakarta kak, gimana dong" keluh Andini suara nya terdengar manja.
cup
cup
cup
"kak...geli ih" pekik Andini wajah nya meringis menahan rasa geli dan basah pada wajah nya akibat ulah suami nya.
Aldo menghentikan aksi nya dan tertawa kecil di pandang nya lekat wajah cantik nan menggemaskan yang di miliki oleh istri tercinta nya.
kemudian Aldo memiringkan kepalanya dan mendekat kan wajah nya pada wajah Andini.
"Aku ingin mencium mu tanpa memejamkan mata ku sayang, begitu juga kamu.aku ingin mencium mu dengan saling memandang sayang"
"kamu ada-ada saja sih kak, nggak mau, aku malu" dan kali ini Andini dengan berat hati melepaskan diri nya dari pelukan suami nya karena merasa risih dengan permintaan aneh suaminya.
tapi dengan cepat Aldo menarik pinggang istri nya dan merapatkan ke tubuh istrinya ke tubuh tegap nya kemudian tanpa bicara lagi langsung menautkan bibir nya dengan bibir ranum Andini.memagut lembut dengan penuh perasaan mencecap bibir istrinya yang selalu terasa manis untuk Aldo rasakan. puas bermain di bibir istri nya Aldo langsung melesakkan lidah nya menjelajahi setiap rasa dalam mulut istrinya, bermain di dalam sana dengan kedua lidah mereka yang saling bertautan menyapa dalam gairah.
"k..kak" lirih Andini berusaha mendorong tubuh suaminya karena sudah kesulitan bernapas karena ciuman. Aldo melihat nafas istri nya yang sudah kesusahan untuk bernafas Aldo menyudahi cumbuan nya dan di akhiri dengan mencium kening istrinya dengan penuh sayang.
__ADS_1
"baik lah sayang aku sudah mendapatkan stok mood booster untuk dua hari kedepan" ucap Aldo dengan senyuman nakal nya.
"issh, apa sih kamu" ucap Andini wajah nya merona.
Aldo terkekeh melihat tingkah gemas istri nya lalu mengusap lembut Surai milik Andini.
"ya sudah sayang aku pergi dulu ya, baik-baik kamu di sini, kalau ada apa-apa kamu segera telpon aku"
Andini mengangguk patuh dan memberikan senyum terbaik nya untuk suami nya yang tidak akan dia lihat selama dua hari kedepan.
lalu Aldo membuka pintu mobil nya dan masuk ke dalam nya, menurunkan kaca mobil untuk melihat istrinya yang berdiri di samping mobil nya Aldo menyalakan mesin mobil nya.
Andini berjalan mundur menjauhi mobil suaminya yang mulai bergerak perlahan tapi pandangan mereka masih terus mengunci.
"hati-hati di jalan suami ku" Andini melambaikan tangan nya ke arah Aldo yang berada di dalam mobil di balas oleh Aldo dengan kata keramat tanpa suara.
"I LOVE YOU"
membuat wajah Andini kembali merona merah karena bahagia dengan sikap manis suami tampan nya.
mobil Aldo terus melaju menjauh keluar dari halaman luas kediaman keluarga nya. hingga mobil itu hilang dari pandangan Andini barulah wanita hamil itu melangkah masuk ke dalam rumah ayahnya
________
setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih tiga jam setengah, Aldo tiba di rumah nya menjelang malam pukul 6 : 30
pagar tinggi bewarna hitam rumah Aldo terbuka di buka oleh penjaga rumah nya pak Maman yang sudah bekerja dengan nya selama Aldo menempati rumah ini.
sesaat Aldo berhenti di dekat pak Maman yang berdiri di samping mobil Aldo. pria itu menatap tajam ke arah penjaga rumah nya.
"pak Maman apa kah ada tamu di dalam rumah ku?"
"i_iya tuan" jawab pak Maman tergugu.
"kenapa kamu biarkan mereka masuk kerumah ku ha?!" ucap Aldo keras.
"karena nyonya besar mengancam akan memecat saya tuan"
"kamu ini bekerja dengan siapa pak man!! kamu itu bekerja dengan aku,, jadi siapa yang berhak memecat diri mu adalah aku,, bukan orang lain!!"
ucap Aldo dengan suara dep nya.
*
__ADS_1
^^^to be continued...^^^