
sesaat Andini terbuai dengan cumbuan suaminya,tapi di satu sisi dia merasa kewalahan menghadapi cumbuan suaminya karena menjadi liar dan rakus.jangan lupakan tangan Aldo yang satu, tangan besar itu menyelusup masuk ke balik pakaian istrinya dengan membuka beberapa kancing baju istrinya, mengelus dan meremat kulit halus punggung Andini. puas di situ, tangan besarnya pindah ke depan dada Andini dan langsung meremat pelan namun pasti kedua benda kembar putih nan kenyal milik istrinya.dengan sangat berhasrat.
"kak" lirih Andini ketika bibir Aldo pindah ke leher jenjang Andini.
menyesap kuat hingga tercetak stempel gairah Aldo beberapa di leher bagian belakang istrinya.hingga membuat Andini berbunyi syahdu keluar dari mulut nya.
membuat Aldo tambah bersemangat
hingga saat suara telepon milik Aldo berbunyi.pertama Aldo mengabaikan panggilan telepon nya tidak berhenti dengan kegiatan nya,tak lama Aldo menarik tubuh istrinya itu ke atas pangkuan nya.
"kak, mau ngapain kamu? kita lagi di dalam mobil"ucap Andini di sela nafasnya yang memburu.
"nggak ngapa-ngapain sayang.. aku hanya kangen sudah satu Minggu lebih lho" ucap Aldo dengan suara memberat dan parau menatap intens dan berkabut Andini.
"benarkah? tapi sepertinya kangen nya efek nya lain"
Andini merasakan ada yang berdenyut dan keras di bawah bokong nya.Aldo terkekeh pelan nafasnya berat dan memburu.
"sebentar ya?" pinta Aldo.
"tapi kak kita lagi di jalanan.
"sebentar sayang janji, udah berat nih rasanya"bujuk Aldo terus.
baru saja Aldo akan melancarkan serangannya.
suara panggilan telepon nya terdengar lagi dan kini tak henti nya ponsel itu bergetar.
__ADS_1
yang akhirnya,mau tidak mau Aldo dengan wajah gusar dan memerah, mengambil ponselnya yang ada di saku jas nya.dan melihat siapa yang menelepon nya di saat dirinya sedang bergairah sehingga dengan tangan yang sedikit bergetar karena menahan hasrat nya yang masih menguasai dirinya.
"Seno? kurang ajar kamu seno sudah berani beraninya ganggu aku" umpat Aldo emosi ternyata Seno orang kepercayaan nya yang menelepon.dengan terpaksa Aldo menjawab panggilan telepon dari seno.
"halo! ada apa?! kamu telpon di waktu yang salah!" sahut Aldo
Andini tersenyum lebar melihat sikap suaminya yang seperti itu, dengan tidak berdosa nya Andini meraba raba lembut dada bidang suaminya dengan intens membuat Aldo menelan saliva nya berkali-kali karena merasakan sesuatu yang terus mendesak nya di dalam tubuh nya.
"baik lah kalau begitu beri aku waktu satu jam aku akan kesana, sampai kan maaf ku atas keterlambatan ini" ucap Aldo pada Seno dia hampir lupa mempunyai janji dengan orang penting, tapi ternyata kepentingan itu ada yang lebih penting dari yang penting.karena kepentingan nya yang sekarang ini kalau tidak terlaksana akan menimbulkan kekacauan pada dirinya dan itu tidak baik, bisa membuat dirinya tidak terkendali emosi nya.maka itu,
"kita tuntaskan dulu urusan kita sayang" ucap Aldo tanpa beban.
"tapi kak seperti nya kamu ada urusan yang penting"
"ini yang lebih penting,dan menyangkut kebahagiaan kita"
"mau aku dan kamu sayang, benar kan?"
setelah berucap seperti itu entah kapan Aldo sudah melorot kan bawahan nya sendiri hingga bagian bawah sana sudah polos dan terpampang jelas.dan setelah itu Aldo mengangkat tubuh istrinya sedikit lalu melepaskan kain berbentuk segi tiga yang menutupi area pribadi istrinya dengan kilat. kemudian dengan gerakan cepat Aldo langsung memangku kembali istri nya dan kali ini ada sesuatu di bawah sana yang sudah sangat keras dan basah menghujam masuk ke dalam Andini, Hingga membuat Andini merintih dan men**de*sah membuat Aldo tambah kalap dan melahap rakus bibir seksi milik istrinya.terus dan semakin dalam hingga Andini merasakan kebas pada bibirnya.untung nya saat itu keadaan sedang hujan walaupun sudah tidak begitu deras, tapi sepertinya cuaca saat itu sangat mendukung kegiatan panas pasutri itu.tubuh Andini terguncang hebat oleh hentakan kuat Aldo. pria itu seperti sangat menikmati permainan nya.dan itu sangat nikmat dan menyenangkan karena di lakukan pada orang yang dia cintai.suara mereka berdua bersahutan syahdu, dingin nya AC mobil dan Cuaca dingin di luar tak di rasakan, karena tubuh mereka terasa panas terbakar oleh hasrat yang terus menghasilkan bulir bulir peluh yang membasahi tubuh mereka berdua.tubuh Andini bergetar karena di bawah sana rasanya Berdenyut seperti ada sesuatu yang akan meledak di dalam diri nya.
Aldo merasa kan istri nya akan mendapatkan pelepasan pertama nya gerakan nya semakin intens dan cepat.membuat Andini benar benar menjerit karena pelepasan nya tubuh nya melengkung indah menikmati rasa nikmat yang luar biasa.
Aldo tersenyum puas melihat istrinya sudah mendapatkan pelepasan.
"kak"
"sebentar lagi sayang ayo kita bersama" ucap Aldo pelan dan berat.
__ADS_1
kedua tangannya memegang kedua pinggul istrinya membantu mengerakkan istrinya agar terus bergerak turun naik, terkadang bergerak memutar lembut membuat dirinya benar benar tak tahan yang akhirnya mereka meng*erang bersama.keduanya jatuh terkulai berpelukan.Aldo kembali menyambar bibir merah Andini memagut nya dengan lembut sedangkan di bawah sana Andini masih memberikan gerakan halus.
"sayang,, nikmat sekali rasanya dirimu aku tak akan bosan nya merasakan kenikmatan dari tubuh istriku yang cantik ini"ucap Aldo jujur
Andini hanya tersenyum merasa bahagia karena dirinya bisa memberikan kenikmatan dan kepuasan pada suaminya walaupun sebenarnya dia juga sama.
kemudian Andini beranjak dari pangkuan Aldo melepaskan diri nya dari penyatuan mereka karena dari tadi Aldo masih saja merangkul mesra dirinya sesekali menggerakkan milik nya di bawah sana dan itu tidak bisa di biarkan oleh Andini karena bisa terjadi yang berikutnya, sedang kan mereka sedang berada di dalam mobil, bukan sedang berada di rumah, parah nya lagi Aldo sedang ada janji pertemuan dengan seseorang yang mungkin penting.
"mau kemana kamu sayang"
"menurut mu bagaimana kak? apa aku harus berada di atas pangkuan mu begini?" ucap Andini risih.
"nggak masalah" sahut Aldo tanpa dosa dengan wajah menggoda.
"issh, mesum"
Aldo tergelak
Aldo mengambil tissue basah dan kering, untuk membersihkan tubuh istrinya yang lengket,serta area sensitif milik istrinya dan milik nya.
dari sisa sisa pertempuran panas nya. Aldo tersenyum ketika melihat bercak merah menghampar pada kulit leher dan dada istrinya.
Aldo dengan telaten menyeka lembut tubuh istrinya itu dengan tissue basah dan ketika tangan besarnya hendak membersihkan area dada istrinya dengan jahil nya Aldo meremat kedua benda kenyal tersebut hingga Andini mendesis.
"kak,ih" protes Andini manja.Aldo hanya tersenyum tipis merespon reaksi istrinya.
"
__ADS_1
to be continued..