
Aldo merasa menjadi lelaki yang paling bahagia karena di cintai oleh istri nya apa lagi sebentar lagi hidup nya akan terasa lengkap dengan kehadiran buah hati nya yang ada di dalam kandungan istri tercinta nya.
"aku dengar dari ucapan nya Rendy seperti nya baru pulang dari Amerika?"tanya Aldo tiba tiba.
senyuman Andini menyurut, karena Aldo kembali menyinggung soal Rendy.
"kamu kenapa jadi penasaran begitu kak?" ucap Andini terlihat senang.
"aku hanya ingin tahu, karena seperti nya aku pernah lihat wajah nya"
"ah, itu hanya perasaan mu saja kak, mungkin wajah dia pasaran" ucap Andini asal.Aldo hanya diam tanpa kata dan expresi menatap istrinya.seakan masih menunggu jawaban dari Andini soal Rendy.
Andini menghela nafasnya kasar.
"Rendy ngotot ingin pergi sekolah di Amerika menyelesaikan sekolah kedokteran nya di sana, dan terpaksa ayah menjual semua aset nya ada beberapa rumah yang semestinya untuk di wariskan pada kami terpaksa harus di jual lebih awal, untuk membiayai sekolah nya di Amerika.
dulu ayah punya usaha konveksi kecil kecillan yang lumayan maju. hingga ada peristiwa yang membuat usaha ayah gulung tikar, memaksa ayah untuk menjual aset-aset usaha nya.semenjak itu ayah sakit sakit an.dan akhirnya.. Andini tidak meneruskan kata-katanya mata tampak berkaca-kaca.Aldo yang melihat wajah istrinya memerah, langsung memeluk erat tubuh istrinya kedalam pelukannya.
"sudah, jangan kamu teruskan cerita nya kalau membuat kamu tidak nyaman, maafkan aku sayang"
Aldo mengecup lembut kening istrinya.
"ternyata, lelaki yang ada di sekitar mu, masih dalam lingkaran yang berprofesi di bidang medis sayang, ibarat nya tuhan memberikan beberapa pilihan pada mu dengan corak yang sama, dengan bentuk yang berbeda, pilihan nya.dan ternyata akulah jodoh yang di tentukan oleh takdir mu" ucap Aldo dengan nada bangga, karena dirinya lah yang sekarang berada di sisi Andini.
Andini tersenyum, lalu lebih merapatkan tubuhnya pada Aldo, mencari kehangatan di dalam dekapan suaminya.
"iya,di antara pilihan yang sama, ternyata jodoh ku, adalah kamu"
"baik lah sayang, kita teruskan perjalanan kita" Aldo melepaskan pelukannya pada istrinya.dan kembali memposisikan dirinya pada stir kemudi.
"kemana kak?"
"ya, pulang dong sayang..apa kamu ingin kembali ke toko buku tadi hm?"
Aldo memicing kan matanya pada Andini.
"tidak" ucap Andini cepat.
"lalu bagaimana soal buku yang kamu cari?"
"mungkin lain kali, atau lusa balik lagi ke sana"
"baik lah kalau begitu nanti aku antar"
"tidak usah kak, kalau kamu sibuk aku bisa sendiri'
__ADS_1
"tidak bisa! aku khawatir kalau terjadi sesuatu lagi kalau kamu pergi sendiri"
ucap Aldo khawatir.lebih tepat nya takut kalau istri nya bertemu dengan orang yang tidak dia ingin kan.
lalu Aldo melajukan mobilnya kembali
"baik lah terserah kamu sayang..."
ucap Andini dengan menekan kan ucapan nya menyebut Aldo dengan kata sayang.membuat pria bermata sipit itu mengerjapkan matanya berkali-kali karena tidak yakin dengan pendengaran nya.
"kamu manggil aku apa sayang?"
"apa? tidak ada" Andini berkilah
"ah, kamu.. aku senang kalau kamu memanggil ku seperti aku memanggil mu sayang" ucap Aldo dengan nada merayu tatapan nya tetap lurus ke depan jalan.hanya nampak senyuman nya di bibir nya.
sedangkan Andini hanya diam wajah nya merona.menatap ke arah kaca mobil.
"sayang" panggil Aldo pada Andini, dan wanita itu pun menoleh
"hm?"
"sini" tangan Aldo yang bebas memberi kode supaya Andini mendekati dirinya yang sedang pegang kemudi mobil.
karena rasa penasaran Andini pun menuruti perintah Aldo dan mencondongkan tubuhnya mendekat ke Aldo.lalu pria itu meraih wajah istrinya dan.. pas di persimpangan lampu merah mobil Aldo berhenti.
cup.
cup
Aldo mengecup lembut bibir Andini sekilas.membuat mata Andini melebar.
"ya ampun kak, sempat sempat nya kamu,untung lagi lampu merah" gerutu Andini dengan sikap Aldo
sedangkan Aldo hanya terkekeh merespon sikap istrinya yang protes.
"aku lelah sayang, jadi aku butuh semangat" ucap Aldo enteng.
Andini diam, memperhatikan wajah suaminya tampan nya yang memang terlihat lelah.
"kak" ucap Andini
"apa sayang" sahut Aldo menoleh ke istri nya.
lalu dengan ragu-ragu Andini mendekati wajah suaminya itu kemudian mencium bibir tipis suaminya, memberikan ******* singkat namun intens.Aldo kaget istrinya mencium bibir nya sejenak, tapi dengan cepat dia membalas ciuman istrinya itu lebih dan lebih.membuat Andini gelagapan.dan langsung menyudahi ciuman nya karena lampu sudah berganti hijau,dan mobil yang ada di belakang mereka membunyikan klakson mobil nya.
__ADS_1
kali ini Andini tertawa geli dengan tingkah mereka berdua.
Aldo dengan cepat melajukan mobilnya.dengan nafas yang belum normal karena perbuatan istrinya, yang memancing hasrat nya.
"gimana kak, sudah hilang lelah nya?" tanya Andini tanpa dosa.
"lelah ku hilang, tapi kamu sudah bikin kepala ku pusing, dan kamu harus memberikan obat nya untuk menghilangkan pusing ku ini sayang"
ucap Aldo kedua tangannya memegang erat erat stir kemudi nya, seperti sedang menahan sesuatu dalam diri nya.menatap sekilas Andini dengan senyuman syaiton nya.
Andini tiba-tiba saja bergidik karena sudah tahu arti tatapan suaminya yang menatap dirinya seperti itu.dan Andini yakin, setelah nanti tiba di rumah dirinya tidak akan selamat dari cengkeraman suaminya.
_________
Andini tiba di kampus nya agak siang, karena ada matkul di jam 11 siang, dengan di antar Rico.
semenjak Aldo mengetahui Rico mengkhianati dirinya, Aldo belum mau di layani oleh Rico saat ini.Aldo lebih memilih membawa mobil nya sendiri.jika ada sesuatu yang darurat Aldo memilih menyuruh seno orang kepercayaan Johan yang di pinta melayani Aldo.tapi tidak dengan Andini,dia lebih suka Rico yang mengantar nya.kamana pun Andini pergi bila Aldo tidak bisa mengantar nya, walaupun sempat Aldo melarang Andini di antar oleh Rico.dan Rico sendiri tidak keberatan dengan sikap Aldo pada dirinya saat ini, karena dia sadar akan kesalahannya.
Andini turun dari mobil nya yang di Kendarai Rico.
"terimakasih mas Rico sudah mengantar aku" ucap Andini.
Rico mengangguk, dan tersenyum.
"baik lah nyo..eh Andini.jam berapa aku harus jemput kamu?" tanya Rico sedikit canggung memanggil Nyonya majikan nya dengan hanya memanggil nama saja.
Andini hanya tersenyum tipis melihat ke canggungan Rico.
"jam empat sore mas" sahut Andini cepat.
"baik lah nanti aku datang lebih awal"
kemudian Rico pun melaju kan mobil nya meninggalkan area kampus.
Andini berjalan menuju gerbang kampus.
"cinta" seseorang memanggil nama khusus Andini, dan pasti nya dia mengenali siapa yang memanggil dirinya dengan sebutan cinta, siapa lagi kalau bukan kakak tiri nya Rendy.
Andini menoleh ke arah suara yang memanggil nya itu.dan benar saja Rendy sudah berdiri di belakang nya dengan senyuman tersungging di bibirnya menatap lekat Andini.
"
to be continued..
terimakasih sudah mampir ke cerita saya 😊
__ADS_1
jangan lupa untuk like n comen serta vote nya 😊🙏.