Cinta Yang Tak Pernah Salah

Cinta Yang Tak Pernah Salah
ucapan konyol.


__ADS_3

dan kedua pria itu pun menoleh ke arah Andini.


"kamu sudah dari toilet nya sayang?" tanya Aldo lembut seraya meraih tangan Andini.


Andini mengangguk.


"baik lah kalau begitu kita pulang"


Aldo berdiri dari duduknya begitu juga dengan Arkan pria itu ikut berdiri.


"kamu tidak ingin bertemu dengan ayah Andini?"


Andini menoleh ke arah suaminya


"nanti kalau Andini sudah benar-benar pulih" jawab Aldo.


"aku berharap secepatnya An,kamu bertemu dengan ayah.beliau merindukan mu" ada rasa kecewa di nada bicara Arkan karena Andini belum mau bertemu dengan Ayahnya.


"tapi tidak masalah, pulihkan dulu kondisi mu adik ku, baru kamu berkunjung ke Bogor untuk menemui Ayah" Arkan mencoba mengerti karena mungkin adik nya itu perlu waktu untuk memahami semua nya yang serba mendadak.


"maaf, beri aku waktu pak Arkan" ucap Andini pelan.


Arkan tersenyum tipis


jangan panggil aku pak Andini, panggil aku Abi atau abang?"


pinta Arkan.


Andini hanya tersenyum tipis merespon sikap Arkan


"akan aku coba perlahan pak Arkan, akan aku coba untuk membiasakan diri ku"


"hanya nama pun tidak masalah, asal jangan pak"


"hm" Andini mengangguk.


Kemudian Aldo menggandeng lengan istrinya.


"kita pulang sayang? saya permisi dulu pak Arkan"


"baik lah silakan, sampai jumpa adik ku yang cantik, boleh aku... Arkan menjeda ucapannya ada sedikit keraguan di ucapannya Andini dan Aldo diam menunggu apa lagi yang akan Arkan ucapkan "boleh kah aku memeluk mu?" pinta Arkan. mengutarakan keinginannya.


Andini dan Aldo saling pandang.kemudian Aldo menatap tajam ke arah Arkan.


Arkan terkekeh melihat reaksi Aldo.


"oh, ayolah Adik ipar, aku ini kakak nya Andini, yang aku pinta pelukan seorang kakak pada adik nya"


jelas Arkan melihat sikap Aldo yang tampak keberatan atas permintaan Arkan.


Aldo menatap ke arah Andini dan tersenyum seakan memberi kode kalau dia mengizinkan Andini.


gadis itu pun dengan sedikit ragu berjalan mendekati Arkan yang juga berjalan mendekati Andini

__ADS_1


dan Arkan pun langsung meraih tubuh Andini dan memeluk nya dengan sayang, benar, cara Arkan berpelukan layaknya seorang kakak pada adik nya.mata tajam Arkan memerah menahan haru di dadanya


memeluk Andini, seorang Adik perempuan yang sudah lama dia cari-cari dengan susah payah karena dia tidak punya lagi saudara yang lain selain Andini yang baru saja dia temukan.


lumayan lama Arkan memeluk Andini membuat Aldo serba salah melihat Andini di peluk oleh seorang lelaki selain dirinya.walaupun Arkan saudara sedarah dengan Andini tapi dasar nya Aldo tetap saja ada rasa tidak terima istrinya di sentuh oleh pria lain.


Arkan pun melepaskan pelukannya pada Andini dan mengusap lembut surai milik Andini. pria berdarah Turki itu tersenyum lembut pada Andini.


"baik-baiklah kamu adik ku,jaga kondisi mu dan ponakan ku yang ada di kandungan mu" ucap Arkan tatapan nya mengarah ke perut Andini yang sudah terlihat buncit.


Andini hanya tersenyum, mengangguk merespon ucapan Arkan.


Arkan pun menepuk pelan pundak Aldo dan tersenyum tipis.


"titip adik ku tuan Aldo jaga dia baik-baik karena dia harta kami yang sangat berharga sekarang"


kedua pria beda ras,beda generasi itu pun saling pandang.


"pasti, tidak kamu pinta pun aku akan menjaga istri ku dengan nyawaku.karena itu sudah kewajiban aku sebagai suami nya, dan karena aku mencintai nya"


setelah bicara seperti itu Aldo dan Andini berlalu dari hadapan Arkan, meninggalkan tempat tersebut.


Arkan memandangi kepergian Andini dan Aldo dengan perasaan yang campur aduk.


_____


sepanjang perjalanan menuju pulang Andini dan Aldo hanya diam tak ada yang membuka pembicaraan.sesekali pria itu melirik ke arah istrinya yang terus saja memandangi arah luar jendela kaca mobil.


"sayang"


"kamu kenapa?"


Andini menoleh ke arah Aldo.


"aku? kenapa emangnya dengan aku?" sahut Andini.


"apa ada pikiran yang mengganjal hati mu?" tanya Aldo ada rasa penasaran serta khawatir.


Andini terdiam sejenak dia menatap lekat wajah tampan suaminya.


Aldo menoleh ke arah Andini sekilas dan tersenyum. kemudian tangan besar nya membelai lembut pipi kenyal milik.


"kenapa kamu sayang..kok malah mandangin aku?" tanya Aldo lembut tatapan mata nya masih fokus pada jalanan.


"tidak boleh aku pandangin suami sendiri?"


"tentu boleh, tapi.. nanti aku jadi gak tahan"


"gak tahan?" tanya Andini polos.


"tatapan mu itu sangat menggoda sayang..bahaya! awas ya jangan berani-berani nya kamu menatap lelaki lain dengan tatapan seperti itu" ucap Aldo yang berubah jadi seperti sebuah ancaman.


"issh, emang nya aku wanita apaan ngeliat pria lain seperti aku menatap Suami ku sendiri" bela Andini.

__ADS_1


Aldo tertawa pelan.


"iya, iya.tentu saja kamu tidak seperti itu, kalau pun itu terjadi aku akan menghukum mu hingga tidak bisa jalan seminggu"


"enak ajah, emang nya aku ini apaan kalau itu terjadi aku akan pergi dari rumah" timpal Andini.


CIIITTT...


Aldo tiba-tiba menghentikan mobil nya mendadak.membuat tubuh Andini menjorok ke depan hampir menyentuh dasboard mobil kalau saja dia tidak memakai seatbelt pasti urusan nya beda.


"ya Tuhan kak!!" pekik Andini kaget.


sesaat Aldo refleks tangan nya menahan tubuh istrinya.


tapi pria itu menatap dalam dalam wajah istrinya dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


"ke_kenapa kamu melihat aku seperti itu kak?" tanya Andini gugup di tatap seperti itu oleh suaminya.


"tarik ucapan mu tadi sayang!"


"ucapan yang mana?" tanya Andini berlagak polos melupakan ucapan nya tadi.


"kamu pasti mengingat nya sayang yang tadi kamu ucapkan,, kamu mau pergi meninggalkan aku? oh, tidak! itu tidak akan terjadi..dan tidak akan pernah aku biarkan kamu pergi dari aku Andini Damayanti"


wajah Andini pias, dia tidak menyangka ucapan nya yang niatnya hanya bercanda di anggap serius oleh suaminya.dan kini dia melihat wajah Aldo merah padam menatap dalam dirinya.


"a_aku hanya bercanda kak,,mana mungkin aku pergi dari mu, suami ku yang aku cintai, papah dari anak ku ini" Andini mengelus perutnya.


Aldo diam tidak merespon ucapan Andini lalu pria itu melepaskan seatbelt nya kemudian memeluk erat tubuh istrinya.seolah takut kehilangan.tubuh Andini membeku tak tahu harus bagaimana. dia membalas pelukannya suaminya dengan melingkarkan tangannya di pinggang keras milik suaminya.


"maafkan aku kak, aku tidak bermaksud apa-apa dengan ucapan ku tadi, aku hanya bercanda"


lirih Andini di sela pelukannya.


"tapi candaan mu itu membuat aku takut sayang.. aku nggak mau kamu berkata seperti itu lagi" ucap Aldo dengan suara berat nya.


"iya, maaf kan aku, habis kamu, pake ngancem ngehukum aku begitu sih, aku kan jadi ngeri.. nggak ngebayangin bisa nggak jalan seminggu" keluh Andini yang masih dalam dekapan suaminya.


Aldo melepas pelukannya pada istrinya dan mengecup dengan sayang dan lama kening istrinya.


pria itu pun terkekeh geli mendengar ucapan istrinya.


dan menjepit batang hidung mancung istrinya itu.


"itu hukuman enak sayang"ucap Aldo tanpa dosa.


"apa yang enak, kalau sampai nggak bisa jalan seminggu" protes Andini mencebik merespon ucapan konyol suaminya.


"sudah ah,ayo jalan lagi mobil nya kak, aku pingin cepat sampai rumah aku pingin rebahan kasur yang empuk" hayal Andini sudah membayangkan kasur nya yang empuk untuk dia merebahkan tubuh nya.


"oke sayang.." sahut Aldo dengan wajah yang semringah.


*

__ADS_1


to be continued..


__ADS_2