Cinta Yang Tak Pernah Salah

Cinta Yang Tak Pernah Salah
nggak tahu malu!


__ADS_3

wajah Aldo terlihat sangat kacau, matanya memerah.Andini menatap sinis pada pria yang berstatus suami nya itu.


"HH! benar ternyata kamu belum bisa melupakan kak sita,, aku bisa melihat nya" ucap Andini dengan nada kecewa.


"tidak sayang.... percayalah padaku, aku tidak sama sekali mencintai sita! dia sudah masa lalu buat ku.. aku hanya mencintai mu, menyayangi menginginkan mu"


Aldo mencoba meraih kedua tangan istrinya, dan menggenggam nya.Andini ingin menarik tangan nya,tapi Aldo menahan nya.di genggam nya erat tangan istrinya itu, lalu di kecupi berulang kedua tangan Andini, matanya menatap dalam manik mata Andini.


seolah dia tak mau kehilangan istrinya karena kebodohannya.


Andini yang masih kecewa dengan suami nya.dia tidak mau menatap wajah suaminya,dia paling kan wajah nya ke arah lain.


"sayang, tatap aku.. maaf kan aku, tidak terbesit di pikiran ku mencintai wanita lain selain dirimu"ucap Aldo dengan wajah memelas.lalu satu tangan nya meraih dagu Andini agar wajah nya mengarah ke padanya.


Andini menghela nafasnya kasar, menatap tajam suaminya.


"aku ingin percaya pada kamu kak, tapi apa yang aku lihat tadi, sudah menjelaskan bahwa kamu masih menyimpan rasa pada kak sita, benar?!"


"tidak! sayang, tadi, aku hanya mengungkapkan rasa kecewa ku saja"


"kecewa karena cinta mu tidak terbalas? dan kamu merasa sakit setelah bertemu kembali dengan kak sita? itu namanya kamu masih menyimpan rasa!!" pekik Andini meradang merasa Aldo tidak mau menerima kenyataan bahwa dia masih menyimpan rasa pada sita.


Aldo menggeleng kan kepalanya dia tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk meyakinkan istrinya itu.lalu di tarik nya tubuh istrinya, dan memeluk nya erat.


"lepas!!"


"tidak"


pergi sana, temui cinta mu.. mungkin sampai di sini saja hubungan kita, aku tidak mau menjadi perusak kebahagiaan mu dan kak sita, dan anak yang di kandung nya, pasti itu anak mu, kenapa kamu tidak mengakui nya!! ceraikan aku!!"


Aldo melepas pelukannya, kedua tangannya langsung menangkup kedua pipi Andini.


"Andini!" sentak Aldo, hingga akhirnya mata yang sudah sembab itu, mengeluarkan buliran bening kambali membasahi pipinya.


Aldo pun gelagapan melihat istrinya kembali menangis.


"sayang, sayang.. maaf, maafkan aku.bukannya aku ingin menyentak mu, aku hanya tidak terima kamu bicara seperti itu, meminta cerai pada ku? tidak! sampai kapan pun aku tidak akan membiarkan mu pergi dari ku.. karena aku sangat mencintaimu, tolong jangan tinggalkan aku" ucap Aldo menatap lekat wajah istrinya yang sembab.


"pak, tolong putar arah ke jalan x,ke alamat x pak" Aldo meminta sopir taksi itu untuk ke alamat yang dia sebut.


"tapi alamat itu di luar kota pak" ucap supir taksi itu tak yakin dengan permintaan Aldo.


"saya bayar tiga kali lipat dari harga bisanya pak bagaimana?" pinta Aldo yang langsung di sanggupi dengan sang supir taksi. dan supir taksi itu hanya tersenyum menggeleng pelan kepala nya.melihat sekaligus mendengar drama pasutri yang berada di mobil nya.


"mau kemana kamu?! aku mau pulang!"

__ADS_1


"pulang kemana sayang?"


Andini terdiam sejenak dia pun bingung mau kemana sekarang, tidak mungkin dia balik ke tempat tinggal nya sekarang, Karena masih marah, dan kecewa pada Aldo.


dan Aldo hanya tersenyum tipis melihat istrinya yang nampak kebingungan harus menjawab apa.lalu dia menarik tubuh istrinya ke dalam dekapan nya.


"lepas!" tolak Andini, menggeser duduknya berusaha menjauhi Aldo.tapi dengan sigap tangan kekar itu menarik pinggang istrinya yang terasa sedikit berisi.


"sini,, diam! malu tuh sama si bapak supir taksi"


"biarin! kenapa harus malu?! memang nya Aku ngapain?!" ucap Andini ketus!


"bener kamu nggak merasa malu?"


"iya" ucap Andini yakin.


"kalau begitu jangan salah kan aku, dan kamu jangan protes" ucap Aldo dengan senyum Devils nya dan Andini pun mengerti senyuman itu.ketika mulut nya akan bicara dengan cepat Aldo membungkam mulut nya dengan menautkan bibir nya.mata Andini terbuka lebar, merasa kaget dengan kelakuan Aldo yang tidak tahu malu, mencium nya, bahkan ********** di dalam mobil taksi.


"kak...lep_lepas ih.. malu!"


protes Andini di sela cumbuan suaminya.tapi Aldo tidak mau berhenti dia terus mendesak terus ke dalam.hingga Andini memberikan cubitan keras di paha solid milik suaminya itu.sehingga Aldo mengaduh dan ciuman itu pun terlepas.


"astaga sayang, sakit" keluh Aldo, tangan nya mengusap usap pahanya yang tadi di cubit kencang oleh istrinya.nafasnya kedua nya nampak memburu menahan gejolak yang mereka ciptakan tadi.


Aldo hanya tersenyum menimpali ucapan Andini.


"oh gitu ya, berarti kalau di tempat pribadi boleh" ucap Aldo dengan tatapan nakal nya.


"issh, kumat deh" gumam Andini melirik tajam suaminya.


akhirnya Andini diam tak menolak ketika Aldo terus mendekap erat tubuh nya selama perjalanan menuju entah kemana dia tidak tahu, Andini sudah merasa lelah,rasa kecewa dan marah nya belum hilang, dada nya masih terasa sesak bila mengingat kejadian tadi siang di rumah ibunya tadi, apa lagi melihat sita dalam keadaan hamil besar, sekarang yang ada di dalam pikiran nya.anak siapa yang di kandung kakak nya sita.


karena seperti nya dia harus percaya, kalau itu bukan anak dari Aldo.Andini berusaha untuk percaya dengan ucapan suami nya itu.untuk saat ini.


setelah menempuh perjalanan lumayan jauh, sekitar 4 jam perjalanan.mobil taksi yang di tumpangi oleh Aldo dan Andini.tiba di sebuah resort di pinggir pantai. yang lokasinya cukup jauh dari jalan utama.sebuah resort yang sangat mewah dan Indah di daerah Banten.mereka pun turun dari mobil taksi.Aldo mendekati supir taksi itu


"ini pak ongkos nya, dan ini bonus nya karena sudah mau mengantar kan kami selamat sampai tujuan" ucap Aldo memberikan uang ongkos taksi yang sudah di sepakati tadi, berikut bonus nya.membuat supir taksi itu tersenyum lebar.menerima hasil kerja nya.


"wah, terima kasih nih pak, banyak banget ini sih"


"gak apa-apa pak, terima saja pak, sudah rezeki bapak" ucap Aldo dengan senang hati.


"kalau begitu terimakasih ya pak, semoga hubungan bapak dan istri baik baik saja' Aldo mengangguk dan tersenyum.


"iya pak, terima kasih atas doanya"

__ADS_1


lalu Aldo pun pergi, melangkah mendekati istrinya yang masih berdiri diam tak jauh dari taksi itu.yang tak lama pergi meninggalkan mereka berdua.


"ayo sayang,kita masuk" Aldo mengajak istri nya ke dalam bangunan resort itu.


"kenapa kamu bawa aku ke sini? dimana ini?" tanya Andini merasa bingung.


"karena kita butuh ketenangan, untuk menjernihkan pikiran kamu sayang, sekalian... Aldo menahan ucapan nya sambil tersenyum aneh ke arah Andini.


"sekalian apa?!" tanya Andini dengan Alisnya bertaut menatap tajam Aldo.


yang di tatap malah cengar cengir nggak jelas.


"sudah,ayo masuk,nanti juga kamu tahu sendiri kalau sudah ada di dalam,yuk!"


dengan semangat Aldo menuntun Andini menggenggam erat jemari lentik istrinya seakan tidak ada yang terjadi apa apa.memang Aldo sengaja ingin memberikan ketenangan pada istri nya yang sedang hamil muda itu.


karena terbakar amarah dan cemburu.


dan ketika mereka sudah ada di dalam resort, mereka di sambut hangat oleh dua petugas yang ada di lobby resort tersebut.


setelah melakukan cek,in.kemudian sang petugas resort mengantar kan pasutri itu ke sebuah rumah seperti villa yang berada di dalam lingkungan resort itu.yang berada tak jauh dari bibir pantai.


"silahkan tuan dan nyonya"ucap petugas resort yang mengantar kan mereka dengan ramah.lalu memberikan kunci villa pada Aldo.


pria itu hanya mengangguk dan berkata datar pada petugas resort itu.


"terimakasih"


lalu Aldo membuka pintu villa itu, dan masuk ke dalam nya bersama Andini.


"gimana?" tanya Aldo pada istrinya yang sedang berjalan pandangan nya mengedar ke seluruh ruangan villa.


"apa nya?" sahut Andini tanpa menoleh ke arah suaminya.Aldo mendekati istrinya lalu langsung memeluk erat tubuh istrinya dari belakang.mendesakan wajah nya di ceruk istrinya.membuat Andini terkejut.


"kamu suka dengan villa nya?"ucap Aldo dengan suara parau.


"


"


***To be continued.


jangan lupa ya mom,, like nya,comen nya, kalau bisa vote nya juga.. terima kasih sudah mampir ke cerita ini.


😊😊 happy reading***.

__ADS_1


__ADS_2