
****
di tempat lain
David tampak melangkah cepat malah seperti berlari kecil menuju basemen apartemen nya di mana mobil nya di parkirkan
"ah,sial,sial!! aku kesiangan gara-gara ****** yang nahan aku semalam" gerutu David sepanjang langkahnya menuju mobil nya.
TUT..TUT.
David langsung membuka pintu mobil nya. dengan cepat masuk ke dalam mobil duduk di kursi kemudi, melempar begitu saja tas kerja nya di kursi samping nya.
menyalakan mesin mobil dan langsung melajukan cepat mobilnya saking cepatnya sampai terdengar derit mobil ketika menikung keluar dari area parkiran apartemen.
"astaga, macet segala sih!!" pria tampan yang penampilan... tidak Paripurna karena ketergesaan nya.
David melihat jam tangan yang melingkar di tangan nya.
" bagaimana ini, aku bisa terlambat bertemu dengan investor dari Kanada" gumam David dengan wajah yang penuh kekesalan.
tak lama ponsel nya bergetar di ambil nya ponsel dari saku celana nya.
"ya halo James!!"
"tuan David, anda di mana? kami sudah menunggu anda sudah tiga puluh menit yang lalu"ucap James sang sekretaris David di sana.
"oke James, aku sudah di jalan. Lima belas menit lagi aku sampai" balas David berbohong padahal dia baru berjalan satu blok dari apartemen nya dan untuk mencapai tujuan nya sekarang masih membutuhkan sekitar tiga puluh menit lagi.
"baik tuan, saya tunggu, sebaiknya Anda membenarkan ucapan anda, karena tuan Smith dua puluh menit lagi akan berangkat ke Swiss"
ucap James di sana.bukan tanpa alasan James mengultimatum bos nya sendiri mengingat seorang David selalu terlambat kalau urusan pergi ke kantor ataupun urusan kantor lainnya sehingga James selalu menghandle nya tapi untuk urusan tuan Smith, demi apapun James tidak bisa mencari alasan apapun karena tuan Smith terkenal dengan pengusaha yang alot untuk urusan bernegosiasi dan dia tetap ingin bertemu langsung dengan sang direktur utama nya.
"baik lah James.... bawel banget sih kamu! sudah seperti mamah ku!" ucap David emosi dan langsung memutuskan panggilan telepon nya dengan james dan melemparkan begitu saja ponsel nya ke bangku sampai nya.
"arrghk!! jalanan sialan!! kenapa sih harus pake banyak lampu merah?!! bikin macet aja!" David terus mengumpat merutuki kemacetan memukul berkali-kali stir mobil nya.
DUG!!
PRAKK!
David menoleh ke samping mobil nya karena suara benturan yang cukup keras pada kaca spion mobil nya sebelah kanan tersenggol oleh sebuah motor sehingga membuat kaca spion mobil nya patah. David melotot horor melihat nya dengan cepat membuka kaca mobil nya dan
__ADS_1
mengeluarkan sedikit kepalanya dari mobil nya.
"hey!! kalau jalan lihat-lihat! pake mata mu!!" sembur David emosi nya bertambah kadarnya pada penunggang motor matic yang persis ada di sebelah nya.dan sepenunggang motor itu pun sama kaget nya karena telah menyenggol spion mobil milik David hingga patah dan menoleh ke arah David yang meneriakinya.
"maaf, maaf Om, saya nggak sengaja" ucap seorang gadis berseragam SMA yang berada di atas motor matic bewarna merah.
wajah nya pias karena menyenggol kaca spion mobil David hingga patah.
"what OM???" umpat David kemudian dia menepikan mobilnya karena mobil yang ada di belakang nya terus membunyikan klakson setelah lampu merah sudah bewarna hijau. kemudian dengan cepat, David turun dari mobil nya.berdiri melotot pada gadis itu dan ada seringai terbit di wajah nya.
"sini kamu!!"
David menggerakkan telunjuknya memanggil gadis itu.
"i_iya OM"
"sial! dia panggil Om lagi, tua banget apa aku" gumam nya.
kemudian gadis itu menepikan motornya di depan mobil David.
"turun!! kenapa masih di motor mu??" ucap David dengan sedikit teriak dan dia sudah tidak peduli dengan tatapan aneh dari orang yang lewat.gadis itu turun dari motor nya dan berjalan mendekati David.
"duh,abis dah gue"gumam Gadis itu berjalan mendekati David yang memasang wajah bengis.
"Ha? terlambat? kamu pikir aku nggak terlambat karena ulah mu ini ha?!"
"terus mau Om apa?" tanya gadis itu dengan nada menantang
"he, kurang ajar sekali kamu, ganti kaca mobil spion ku cepat!!" sembur David.
"duh, saya nggak punya uang Om, mana ada, saya cuma punya uang jajan ajah"
"kalau begitu kamu punya SIM?"
"ada, sebentar" ucap gadis itu membuka tas nya mengambil sebuah dompet kecil, mengambil sebuah kartu sebesar KTP lalu menyerahkan pada David.
dengan cepat David merampas SIM milik gadis itu.
"hey, pelan-pelan dong Om" ucap gadis itu tidak terima dengan cara David.
seketika wajah David menegang mendengar ucapan gadis itu yang terdengar di telinga nya seperti ******* dan kata-kata nya.. pelan-pelan om..
__ADS_1
"udah kayak om-om mesum yang lagi prawanin ajah ucapan nya ****! kenapa pikiran ku jadi kemana-mana" gumam David.
lalu dengan cepat menormalkan kembali dirinya kemudian membaca identitas gadis itu pada SIM nya.
"SIM mu, aku tahan sebelum kamu bisa ganti kaca spion ku"
"APA!!? nggak!! nggak bisa Om nggak bisa ambil SIM saya! mana bisa begitu"
"tentu bisa, sekarang antarkan saya ke kantor saya dengan motor kamu cepat! saya sudah terlambat,ayo" tanpa menunggu jawaban dari gadis itu David membuka pintu mobil nya, mengambil tas kerjanya mengunci pintu mobil nya kembali.kemudian menarik tangan gadis itu mendekati motor nya.
"sini" David menjulurkan telapak tangan nya pada gadis itu.
"apa?" ucap gadis itu heran tidak mengerti.
"kunci motor mu,biar aku yang bawa, buruan!! aku sudah terlambat!" sentak David.menatap tajam gadis SMA yang berdiri cengo.
"issh! dasar Om gila!" gumam Gadis itu.
"Apa??! kata mu?"
"ah, nggak,nih!" akhirnya dengan terpaksa gadis itu menyerahkan kunci motor nya pada David.
"buruan naik!" perintah David pada gadis itu untuk berboncengan dengan dirinya.
"duh, sial amat sih gue hari ini harus ketemu om-om gila" gerutu nya.
walaupun marah gadis itu tetap menuruti perintah David.
"aku mendengar mu cewek gendeng,awas ya aku akan perhitungan dengan mu nanti" sahut David seraya memakai helmet pada kepala nya.
"jangan pake pegangan ke badan ku ya!!" ucap David percaya diri.
"yeeeh! siapa juga yang mau pegangan badan situ!"
"bagus kalau begitu, karena aku bisa alergi kalau kesentuh dengan cewek gendeng kaya kamu"
setelah mengeluarkan kata-kata tajam nya David melaju kan motor matic milik gadis itu.
setelah menempuh perjalanan sekitar sepuluh menit David tiba di depan sebuah gedung tinggi berlantai tiga puluh yang bertuliskan
GAMALION GROUP.
__ADS_1
*
to be continued..