
suara erangan panjang dari mulut kedua insan yang sedang merengkuh kenikmatan duniawi itu mengakhiri pergerakan liar Aldo di atas tubuh istrinya.
nafasnya memburu kedua tangannya menumpu bobot tubuh nya agar tidak jatuh menindih perut istrinya yang sedang hamil peluh keringat mengucur dari badan atletis milik Aldo.pria itu menatap penuh cinta istrinya tersenyum kepuasan satu tangan nya terangkat menyeka lembut keringat di wajah istrinya rambut panjang nya yang berantakan di rapi kan oleh Aldo.
lalu mengecup lama, lembut kening istrinya.
"kak,sudah nyingkir ah, berat" protes Andini di tengah nafasnya yang tersengal sengal mendorongnya pelan tubuh besar suaminya yang masih saja berada di atas tubuh nya.Aldo terkekeh lalu dia pun menghempaskan tubuhnya ke sebelah istrinya dan menarik tubuh istrinya itu ke dalam dekapan nya.
dan menutupi tubuh polos mereka berdua dengan selimut.
"sini sayang"
Andini beringsut masuk ke dalam dekapan suaminya.menyadarkan kepala nya di dada bidang milik suaminya.
"gimana sayang hadiah nya kamu suka?"
Andini memukul pelan tangan suaminya itu.
"ini sih bukan hadiah! tapi emang mau mu kak alasan ajah" cibir Andini.
Aldo tergelak merespon ucapan Andini.
"tapi kamu suka kan?"
"hm" Andini mengangguk malu.
Andini selalu menikmati keperkasaan suaminya bila sudah merengkuh kenikmatan dari tubuh nya membuat dirinya terbang melayang ke nirwana seakan enggan kembali.
tok
tok
tiba-tiba saja pintu kamar di ketuk dari luar.
"maaf tuan mengganggu, ada tamu untuk tuan" teriak BI Ratmi
Aldo dan Andini saling pandang
"kak?"
"siapa Sore sore begini datang bertamu, ganggu saja!" ucap Aldo tak senang.
"eh, nggak boleh begitu kak,sana temui siapa tamu nya" Andini melepaskan diri nya dari pelukan suaminya.
"sebentar bi! suruh tunggu tamunya" sahut Andini.
"baik nyonya"
__ADS_1
"ayo kak kita mandi sekalian" ajak Andini menarik tangan berotot milik suaminya.
"beneran nih mandi bareng?"
sahut Aldo wajah nya nampak senang di ajak mandi bersama oleh istrinya, Andini memperhatikan wajah tampan suaminya yang dan..
"mandi kak.. hanya MANDI! jangan berpikir yang lain nya.. karena kamu ada tamu" Andini menangkap niat lain suaminya ketika di ajak mandi bersama. karena itu dia memperingati suaminya.
Aldo memasang wajah bodoh nya.dengan malas bangun dari ranjang berjalan mengikuti langkah istrinya menuju kamar mandi.
"sayang.."
"hanya mandi kak.. jangan macam-macam atau satu bulan ini nggak ada jatah" ucap Andini dari dalam kamar mandi.
mereka terus berceloteh di tengah kegiatan mandi nya. Aldo terus melancarkan trik nya, untuk menjerat mangsanya agar masuk ke dalam jebakan nya.
"eh, jangan dong.. itu bisa menggangu kesetabilitasan negara Sayang..dan kalau sudah begitu semua nya tidak akan berjalan dengan baik" timpal Aldo.
"makanya jangan aneh-aneh"
"iya sayang.. tapi megang ini boleh ya..biar tambah semangat mandi nya"
"kaaak.. nggak!" pekik Andini.
"sebentar sayang.."
Hahaha...gelak Aldo.
dan akhirnya sang penyamun kembali berhasil menjerat mangsanya hingga tidak berdaya di daerah kekuasaan nya.
acara mandi yang mestinya selesai kurang lebih dalam Lima belas menit saja kalau normal nya.
tapi kegiatan sepasang sejoli itu menyelesaikan acara mandi nya empat puluh lima menit baru selesai dari acara mandi nya.
dengan wajah cemberut dan kelelahan Andini keluar dari kamar mandi begitu juga Aldo. lain dengan pria berwajah oriental itu tampak bahagia dan fresh mengikutiku langkah kecil istrinya.
"sini sayang pasti kamu lelah"
Aldo menggendong tubuh istrinya kaget, Andini refleks mengalungi kedua tangannya di leher kokoh suaminya. Aldo mendudukan istrinya di tepi ranjang.
"tunggu sayang di sini, aku akan ambil pakaian mu" ucap Aldo
"hm"Andini mengangguk.
kemudian pria itu masuk ke dalam walk in closet untuk mengambil baju untuk istri nya dan dirinya.
tak lama kemudian Aldo datang dengan baju untuk Andini.
__ADS_1
tanpa sungkan lagi Aldo memakai kan baju ke tubuh istrinya bahkan dalam man istrinya pun dia pakai kan.sejak Aldo protes pada Andini perihal pakai baju.Andini mulai memberanikan diri nya dan membuang rasa malunya untuk berpakaian di depan suami nya.walaupun masih ada rasa malu
kadang masih menyergap diri nya seperti sekarang ini jantung nya terus berdebar kencang di saat tangan besar suaminya itu memakai kan helai demi helai baju ke tubuh nya dia perhatikan wajah suaminya yang sangat tampan nampak Santai tangan nya terus bergerak lembut.
"sudah" ucap Aldo tersenyum melihat hasil kerja nya.sekarang giliran Aldo yang memakai baju nya pria itu dengan santai nya melepaskan handuk yang melilit di pinggang nya di depan Andini lalu memakai baju nya. Aldo mengulum senyum nya. melihat respon istrinya yang terlihat gugup dan wajah nya merona.
"ayo,kita temui tamu kita sayang" ajak Aldo setelah rapih berpakaian menarik pelan tangan istrinya untuk berdiri.
"ya ampun kak, aku sampai lupa dengan tamu kita, pasti mereka sudah lama menunggu"
Aldo tersenyum
"biarin saja, siapa suruh mereka datang di saat kita ada kegiatan, justru mereka yang menggangu kita dan kalau mereka menunggu itu salah nya" jawab Aldo enteng nya.
"issh, kamu ini kak" gerutu Andini dengan sikap dingin suaminya
lalu mereka pun keluar dari kamar turun ke bawah untuk menemui tamu mereka yang sudah lama menunggu.
"di mana tamu nya bi?" tanya Andini melihat bi Ratmi hendak menuju ke dapur.
"di ruang tamu nyonya"
"oh, Baiklah"
dan ketika langkah Aldo dan Andini tiba di ruang tamu.
wajah Aldo menegang melihat siapa yang datang berkunjung ke rumah nya sore-sore gini tangan nya yang tadi menggenggam tangan Andini meremat kuat genggaman nya sehingga Andini mengaduh karena Aldo mengeratkan genggaman tangan nya.
melihat kedatangan Aldo dan Andini kedua wanita yang berbeda usia itu pun berdiri dari duduknya.
"kak?" Andini menoleh ke arah wajah Suaminya yang tampak merah padam.
Aldo menatap tajam ke arah kedua tamu yang tak di inginkan itu.
"wah, siapa ini yang datang dengan wajah tanpa dosa" ucap Aldo sarkas dengan wajah dingin nya.
Andini tercenung mendengar ucapan Aldo pada sang tamu.
"Reynaldi" ucap wanita paruh baya yang berdiri di depan Aldo dengan nada memelas. menatapnya sendu.
"untuk apa Anda datang kesini!"
"kak, siapa wanita itu kak? dan kenapa wanita itu memanggil mu dengan nama Reynaldi?" tanya Andini penasaran. dia menanyakan wanita paruh baya bermata sipit yang terlihat masih cantik bersama seorang wanita dewasa dan cantik pula yang Andini sudah tahu siapa wanita itu. pernah sekali datang ke rumah ini marsya.ya, wanita cantik itu Marsya mantan kekasih Aldo.
*
to be continued..
__ADS_1