Cinta Yang Tak Pernah Salah

Cinta Yang Tak Pernah Salah
hak ku di ambil.


__ADS_3

setelah semua sudah selesai Andini di pindahkan ke ruangan VVIP yang sudah di siapkan Aldo yang tidak mau menyingkir dari sisi istrinya membuat Arkan risih melihat kelakuan konyol adik ipar nya yang kenyataan umurnya lebih tua dari pada dirinya.


"Ck, apa kamu nggak pengen istirahat, atau apa gitu?" tanya Arkan pada Aldo pria berwajah oriental itu yang sedang asik mengusap lembut pucuk rambut milik istri tanpa mempedulikan keberadaan kedua mertua nya dan Arkan, menoleh pada Arkan dengan memicingkan matanya.


"kenapa dengan mu?" tanya Aldo heran


"aku yang mesti nya yang bertanya seperti itu adik ipar" balas Arkan gusar


"Arkan" ucap Jayed pelan sambil menepuk bahu putra nya itu


tak lama seorang suster masuk ke dalam ruangan itu dengan membawa bayi dalam gendongan nya yang di sambut dengan wajah bahagia penuh suka cita oleh semua orang yang ada di ruangan tersebut terutama Andini, matanya berkaca-kaca karena kedatangan bayi nya mengingat perjuangan nya mengeluarkan bayi nya dari dalam rahim nya.


"nyonya ini bayi anda sudah bersih, silahkan di beri ASI pertama nya" ucap suster tersebut menyerah kan bayinya pada Andini.dengan hati-hati Andini menerima bayi itu kedalam gendongan nya.Aldo tampak mengusap lembut pipi bayi nya yang masih merah itu dengan sangat hati-hati dengan jari telunjuknya.


"siapa nama bayi kalian?" tanya Reyna menatap Aldo dan Andini bergantian.Andini menatap wajah suaminya seolah menunggu suaminya untuk memberikan nama untuk anak mereka berdua.


"Aydin Adskhan Bagaskara itu namanya putra kita" ucap Aldo seraya mengecup lembut pucuk kepala bayi yang masih merah itu memberi nama putra pertama nya bersama Andini. lalu pandangan mereka saling mengunci dengan penuh cinta.


"nama yang bagus kak" ucap Andini senang dengan nama pemberian suaminya untuk anak mereka berdua.


"nama yang kuat untuk keturunan dinasti Bagaskara" ucap seseorang yang baru saja datang bersama seorang wanita cantik paruh baya berjalan dengan wajah bahagia


"papah?" ucap Aldo dan Andini bersamaan setelah melihat siapa yang datang ya, ternyata Johan dan istri nya Citra. kemudian menghampiri Jayed dan memeluk nya sebagai sesama pria tangguh dalam masing-masing kerajaan nya.


Johan dan Jayed saling menepuk pelan bahu mereka di sela pelukan nya lalu melepas Nya.


"selamat,kita sudah menjadi kakek sekarang" ucap Johan masih memegang kedua bahu sahabat lama nya yang sudah lama tidak bertemu.


"kalau tidak seperti ini, kamu susah di temui Jayed" ucap Johan


"maaf kan aku, yang terlalu sibuk dengan urusan ku sampai melupakan sahabat ku"

__ADS_1


Johan mencebik merespon ucapan Jayed.


"Halah, memang kamu enggan bertemu dengan ku Jayed.. apa kamu masih sakit hati karena tidak aku kasih tau tentang kehamilan Reyna" tebak Johan dan seperti nya tebakan nya itu benar, Jayed marah karena Johan menyembunyikan kehamilan Reyna padahal dia mempercayakan Johan untuk menjadi tangan dan mata untuk menjaga Reyna di kala dia meninggal kan istri siri nya itu tapi kenyataannya sahabat nya itu mengkhianati nya dengan menyembunyikan kehamilan Reyna dari dirinya.


Jayed hanya hanya melengkung kan bibir nya ke bawah dan tertawa getir


"sudah lah lupakan itu semua, itu sangat menyakitkan buat ku jika di ingatkan kembali, yang penting sekarang kebahagiaan ku sudah lengkap. lihat, aku sudah berkumpul dengan keluarga kecil ku, aku sudah mempunyai cucu yang tampan serta istri yang cantik, yang menemani aku sampai akhir hayat ku" jelas Jayed dan kontan saja Johan melirik ke arah Reyna yang berdiri di sebelah jayed wanita itu menjadi salah tingkah karena di tatap seperti itu oleh sahabat suaminya. mata Johan melebar walaupun sama saja pada bentuk aslinya karena mata nya yang sipit tidak ada perbedaan nya ketika pupil mata itu melebar


"apa kalian...??"Johan ragu untuk melanjutkan ucapannya hanya telunjuk nya mengayun menunjuk ke arah Jayed dan Reyna bergantian


"singkirkan jari mu Johan.." Jayed menepis jari telunjuk Johan yang mengarah ke wajah nya kemudian Jayed menyeringai menatap Johan


"astaga Jayed.. kamu benar-benar kurang ajar, kabar besar seperti ini tidak memberi tahu aku?" ucap Johan merasa sedikit kecewa


"kecewa kamu? bagaimana rasanya?" ucap Jayed tersenyum puas melihat ekspresi wajah Johan


yang mengusap kasar wajah nya


pria paruh baya itu berkacak pinggang menatap tajam Jayed


"oke, oke.aku terima pembalasan mu ini tapi tapi yang aku lakukan dulu itu juga karena kemauan Reyna dan juga untuk keselamatan nya, kamu tahu kan keluarga mu seperti apa? dan aku sudah banyak berkorban karena ulah mu itu sampai-sampai rumah tangga ku sendiri menjadi taruhannya yang akhirnya gagal aku pertahankan" jelas Johan ada rasa amarah, serta penyesalan di nada bicaranya


dan seketika Jayed diam tak lagi mampu meneruskan kata-katanya


Andini yang sedang menyusui bayi nya di temani Aldo dengan penghalang gorden yang mengitari ranjang nya menutupi dari mereka yang sedang berdebat.


Aldo hanya menarik nafas nya dalam-dalam mendengar kan penuturan kekecewaan papah nya pada ayah mertua nya


Andini menatap sendu suaminya karena tiba-tiba hati nya menjadi tak enak hati pada suami nya atas kesalahan yang di perbuat ayahnya pada papan mertua nya.


"kak" ucap Andini lirih

__ADS_1


Aldo menatap lembut istrinya dan membelai pipi merah putra nya yang sedang menghisap sari makanan dari aset milik istri nya yang menjadi favoritnya, yang kini telah di kuasai oleh putra nya yang baru saja lahir.


"sudah lah sayang.. kamu jangan memikirkan nya, akan menjadi sulit untuk ASI mu kalau kamu terlalu memikirkan sesuatu yang berat untuk mu.aku tidak apa-apa, semua sudah berlalu, biarkan semua nya menjadi pelajaran buat kita untuk mencapai tujuan kita yang lebih baik lagi" ucap Aldo mencoba tenang agar istrinya tidak gelisah.


"apa kamu memaafkan perbuatan ayah ku kak?" ucap Andini menatap dalam ke netra pekat suami nya mencari sesuatu yang mungkin bisa membuat Andini bersalah.


Aldo menggeleng pelan kepala nya


dan tersenyum pada Andini lalu mengecup lama kening istrinya seakan menyalurkan perasaan nya yang sebenarnya sedang tidak baik baik saja setelah mendengar percakapan antara papah nya dan ayah mertua nya.


"sudah ya, kamu fokus dengan anak kita dan aku.jangan memikirkan yang lain" lalu pandangan Aldo beralih ke putra nya yang sangat rakus mengisap pucuk dada Istrinya untuk mendapatkan sumber makanannya dari tempat favorit nya.


"hey boy, jangan kencang-kencang kamu mengisap milik favorit papah ya,sisain buat papah juga" seloroh Aldo mengalihkan pembicaraan dengan mimik wajah yang konyol sembari mencubit kecil pipi merah


putranya itu, hingga bayi merah itu menggeliat karena nya. yang kontan mendapatkan pukulan dari Andini di bahu lebar milik suami nya karena gemas dengan tingkah suami nya yang absurd menurut nya.


"auww sayang.. sakit,,kok mukul sih" ucap Aldo sedikit merengek di buat-buat


"issh, kamu kak,masa berebutan dengan anak mu sih" ucap Andini kesal


"ya, karena sekarang hak ku di ambil oleh Aydin" ucap Aldo tanpa dosa dengan tersenyum lebar


tak lama ketukan pintu terdengar, dan setelah dipersilahkan masuk seorang suster masuk untuk mengambil kembali bayi Aydin untuk di bawa ke ruang perawatan bayi karena sudah satu jam Andini memberikan asi pada bayi nya.dengan berat hati Andini menyerahkan kembali bayi nya pada suster itu.


"kak, aku tidak mau lama-lama tinggal di rumah sakit ini"pinta Andini


"tidak begitu sayang.. kamu harus benar benar pulih dulu baru pulang, aku tidak mau ada apa-apa dengan dirimu" jelas Aldo bicara lembut pada istrinya


tak selang berapa lama pintu kamar itu ada yang mengetuk nya lagi


*

__ADS_1


TBC..


__ADS_2