
Andini hanya mengulum senyum melihat suaminya terus ngegerutu nggak jelas.
Arkan tergelak melihat reaksi Aldo yang konyol karena kecemburuan nya.dan karena itu Arkan tambah semangat menjahili adik ipar nya itu.
"ayo An, masuk" Andini masuk ke dalam mobil Arkan.
mobil Jeep Cherokee warna hitam milik Aldo dan mobil Mitsubishi doble cabin 4x4 milik Arkan melaju beriringan menyelusuri jalan Desa di sepanjang tanaman teh yang hijau membentang.
hanya membutuhkan lima belas menit kedua mobil itu memasuki sebuah pekarangan rumah besar dua lantai dengan rumah yang sangat mencolok di antara rumah rumah yang ada di sekitar daerah tersebut.seorang lelaki tua berusia enam puluh lima tahun namun masih berdiri tegap dan masih terlihat tampan Tersenyum teduh dan senyum itu mirip dengan senyum Andini.
"Ck, ternyata senyum indah mu berasal dari pri tua itu"gumam Aldo alih-alih memuji.
Andini termangu melihat seorang lelaki tua yang masih gagah dan tampan berdiri di depan pintu rumah besar itu.Arkan melirik ke arah Andini dan tersenyum, mengelus Surai milik Andini dengan sayang.
"itu ayah kita An,ayo kita temui"
ajak Arkan lalu pria tampan itu turun dari mobil nya begitu juga dengan Andini turun dari mobil Arkan melangkah ragu.Arkan tersenyum melihat Andini nampak ragu.
mendekati Andini dan merangkul bahu adik nya itu.
"ayo"
"iya" ucap Andini pelan.tersenyum menutupi kegugupannya.
jayed tersenyum teduh menatap lekat Andini anak gadis nya yang selama ini dia cari-cari dengan kesabaran nya dan dari kesabaran nya itu ternyata Tuhan masih memberikan kesempatan kepada dirinya untuk di pertemukan dengan anak perempuan nya yang lahir dari rahim wanita yang sangat dia cintai.
matanya berkaca-kaca menatap lekat Andini.jayed melangkah mendekati Andini.
ketika jarak mereka hanya tinggal satu meter lagi mereka diam saling menatap dengan tatapan dan pikiran nya masing-masing.
Jayed berinisiatif berjalan mendekati Andini mengikis jarak antara kedua nya.
"sayang.. Andini putri cantik ku" ucap jayed meraih kedua bahu Andini dengan tangan besar nya.
"Ayah?" ucap Andini lirih dengan wajah yang masih canggung.
jayed tersenyum mengerti kalau putri cantik nya masih merasa canggung dan dia mengerti itu.
"boleh ayah memeluk mu sayang?"
Andini tersenyum mengangguk.
dan akhirnya dengan hati yang penuh haru serta bahagia yang menyelimuti dirinya Jayed memeluk Andini dengan penuh sayang serta rasa kerinduan.selama ini.
Aldo dan Arkan yang sedari tadi berdiri di belakang Andini hanya memandang pertemuan antara anak dan ayah itu dengan raut wajah yang berbeda dan perasaan yang berbeda pula.
Aldo tidak menyangka, kalau istri nya itu anak dari seorang bangsawan dari Turki,salah satu pengusaha terkenal. banyak usaha nya di Indonesia maupun di luar negeri dengan usaha raksasa nya.
__ADS_1
"wajah mu benar-benar di wariskan dari ayah mu sayang" gumam Aldo lagi lagi pujian keluar dari mulut nya sibuk membandingkan wajah istrinya dengan Ayah mertua nya.tersenyum Bangga dengan kecantikan yang di miliki istrinya yang di turunkan dari ayahnya Jayed mahadat Abdullah.
jayed melepaskan pelukannya pada Andini, melirik ke arah perut Andini yang terlihat membuncit.
"kamu lagi hamil Andini?"
"iya A_ayah" jawab Andini tersipu malu.
Jayed tersenyum lebar melihat Andini masih malu di depan nya.
"kamu tidak usah sungkan sayang, aku ini ayah mu,ayah kandung mu.
kamu darah daging ku" tegas Jayed
"iya ayah"
Jayed mengalihkan pandangannya ke arah pria tampan berwajah oriental yang berdiri di samping Arkan.
"pria tampan itu suami mu?" tanya Jayed memandang tajam ke arah Aldo, bukan tanpa alasan tatapan tajam jayed di layangkan pada Aldo kerena Jayed sudah menyelidiki siapa Aldo, dan bagaimana pria berwajah oriental itu bisa menikah dengan Andini dengan segala drama yang mengawali pernikahan mereka
Aldo yang di tatap seperti itu oleh mertuanya menjadi salah tingkah.
dan reaksi Aldo yang seperti itu Jayed hanya tersenyum miring.
sedangkan Arkan mengerti tatapan ayah nya yang sedemikian rupa terkekeh melirik ke arah Aldo kemudian menepuk pundak Aldo.
"kamu akan menginap di sini sayang?"
"hm? menginap?" sahut Andini bingung kemudian menoleh ke arah suami.
seolah mengerti dengan apa yang di pikir kan oleh Istri nya
"baik lah kita akan menginap di sini beberapa hari di sini" ucap Aldo mengangguk pelan tersenyum tipis merespon kebingungan istrinya.
"bagus kalau begitu, ayah senang kamu mau menginap di sini"
lalu Jayed menuntun Andini masuk ke dalam rumah besar itu.
seorang art menghampiri tuan Jayed.
"kamu istirahat lah dulu di kamar
Antar putri ku ini ke kamar nya Dami"titah jayed pada Art yang bernama Jayed.
"baik tuan, silahkan nona"
Andini mengangguk tersenyum kemudian mengikuti langkah Dami ke lantai dua menuju kamar tempat dia beristirahat selama beberapa hari di rumah ayahnya.
__ADS_1
begitu juga Aldo mengikuti langkah istrinya.tapi ketika baru saja Aldo hendak melangkah.
"kamu tetap di sini tuan Bagaskara, aku ingin bicara dengan mu"
ucap Jayed dengan nada pelan namun terdengar tegas.
kemudian Aldo dan Arkan mengikuti langkah Jayed ke ruangan besar yang lebih mirip seperti ruang kerja penuh dengan rak besar dengan buku-buku yang tersusun rapi.
Ada sebuah sofa yang terbuat dari kayu jati terlihat classic dan elegan.
melengkapi ruangan tersebut.
tiga lelaki tampan berbeda generasi itu duduk dengan aura masing-masing yang mereka miliki duduk di sofa tersebut.
"tuan Bagaskara"
"cukup panggil saya Aldo tuan Jayed" potong Aldo cepat.
"baik lah"
"kamu beruntung sekali menikah dengan Adik ku Aldo, walaupun awalnya kamu berniat hanya main-main dengan adik ku, andaikan dulu aku hadir pada waktu pernikahan mu, aku jamin kamu akan aku hajar habis-habisan!" ucap Arkan dingin mendelik tajam ke arah Aldo.
Aldo tersenyum tipis merespon ucapan Arkan.
"aku tidak pernah main-main dengan urusan menikah, karena bagi ku menikah adalah hubungan yang sakral buatan ku" ucap Aldo membela diri.
"tetap saja, awal menikah dengan Adik ku hanya untuk pelampiasan saja karena kau di tinggalkan oleh wanita yang mau kamu nikahi sebelum Andini.
deg
Aldo terkejut dengan ucapan Arkan yang mengetahui perkara awal dia menikah dengan Andini.
wajah Aldo menegang karena mendapat kan tatapan tajam dari Arkan dan ayah mertua nya.
"apa kamu masih mencintai calon mu yang dulu tuan Aldo" tanya Jayed
"tidak! bagi ku itu sudah menjadi masa lalu ku, karena sekarang hati ku hanya ada Andini, hanya Andini yang sudah membuat aku sejatuh jatuh nya pada wanita dan aku sangat menyayangi istri ku dengan segenap hati ku"
"benarkah begitu" sahut Arkan
"tentu saja, jangan kamu ragukan kesungguhan hati ku pada istri ku, siapa pun yang mencoba memisahkan aku dan mengganggu ketenangan rumah tangga ku, hidup ku dengan istriku, tidak akan aku biarkan,, sekalipun kalian berdua" ucap Aldo tegas mengultimatum untuk melindungi kebahagiaan rumah tangga nya bersama Andini.
Arkan dan Jayed saling pandang.
mendengar ucapan Aldo yang tegas tapi seperti sedang mengancam.
*
__ADS_1
to be continued..