
saking kencangnya suara tawa David membuat Andini bingung, entah apa yang sedang suaminya dan David bicarakan, hingga David tertawa lepas aneh, pikir Andini.karena rasa penasaran nya Andini bangun dari duduknya berjalan mendekati mereka.
"apa sih yang kalian bicarakan ha? kayaknya seru banget"
kedua pria itu menoleh bersamaan pada Andini, Aldo yang tadinya raut wajahnya marah, langsung dalam sekejap expresi wajah nya berubah relax kembali, sedangkan David, menatap Andini dengan senyuman manis di wajah nya.
"tidak ada apa apa sayang,kita hanya ngobrol ringan ajah"
"iya, Kakak ipar,kita hanya ngobrol mengingat masa lalu kita berdua,so sweet kan" ucap David tersenyum simpul matanya melirik ke arah Aldo.
"ooh.. begitu, mm.. kak"
"iya?"jawab Aldo
"aku seperti nya lapar nih, dari sore pulang dari kampus, aku belum makan, tadi nya maksud Aku datang menemui mu ke sini tuh, ingin ngajak makan sore bareng, eh...malah...
Andini malu meneruskan ucapannya karena ada David, dan Aldo mengerti apa maksud perkataan istrinya itu.dia pun tersenyum setan menatap lekat istrinya.
"khemm! David berdehem canggung.
Aldo menatap sinis pada David, karena mata sepupu nya itu terus menatap istrinya,apa lagi wajah Andini yang sedang merona seperti ini, rasanya dia tidak rela istrinya di tatap lelaki lain dalam keadaan wajah nya merah merona dan menggemaskan seperti itu , sungguh dia tidak rela.
"baik lah sayang kita cari makan di luar"Aldo buru buru bangun dari duduknya, kemudian berjalan mendekati istrinya.
"ayo,kita cari makan"
Aldo mendekatkan wajahnya pada telinga Andini dan berbisik
"makan yang banyak sayang, pasti tenaga mu tadi habis terkuras ya kan? kalau sudah ter isi lagi tenaga mu kan aku bisa... menahan ucapan nya,
__ADS_1
Aldo menarik wajahnya dan menatap nakal pada istri nya. Andini tahu maksud ucapan Aldo yang mesum itu.sikutan pun bersarang di pinggang Aldo oleh Andini, sehingga Dokter tampan itu teriak mengaduh.
Interaksi mereka berdua tak luput dari perhatian David yang sedari tadi diam, memperhatikan.
"ah,ya ampun.. kenapa ruangan ini kenapa tiba-tiba menjadi pengap dan panas begini ya, lebih baik aku pergi dari sini dan mencari udara segar"
David lalu berdiri dari duduknya dan berjalan keluar tanpa menoleh lagi ke arah Andini dan Aldo, dia pergi dari ruangan kerja Aldo. kedua tangannya bergerak mengipas ke arah wajahnya.
seolah dia merasa gerah.
Andini dan Aldo saling menatap merasa heran dengan tingkah David yang tiba-tiba seperti itu.tak lama pasutri itu pun saling tersenyum dengan mengangkat kedua bahunya mereka.
"sudah jangan pedulikan David, memang aneh manusia satu itu, lebih baik kita cari makan ngisi perut kita"
Aldo menarik tangan Andini dan menggenggam nya berjalan keluar dari ruang kerja Aldo. mereka berdua berjalan dengan bergandengan tangan mesra.membuat setiap orang yang ada di rumah sakit itu melihat nya dengan beragam expresi dan opini.dan Aldo tidak peduli itu.dia tetap terus berjalan dengan istrinya sambil tangan mereka saling menggenggam.
"ada" jawab Aldo santai
"bersih kantin nya?" tanya Andini lagi
"tentu, aku selalu mengontrol pasilitas rumah sakit ini agar terjamin kualitasnya dan tidak lupa kebersihan nya juga"
"makanan nya enak enak gak?"Andini terus bertanya soal kantin rumah sakit dan akhirnya Aldo menghentikan langkahnya sejenak, menatap lekat istrinya.
"kenapa dari tadi kamu bertanya soal kantin hm?"
"aku ingin makan di kantin rumah sakit ini saja,aku malas keluar cari cari tempat makan lagi cape, kalau makanan di kantin ini enak,kita makan di kantin rumah sakit ini saja ya!?"
Aldo bingung mau jawab apa, karena soal makanan kantin enak apa nggak dia tidak tahu.karena dia sendiri belum pernah sama sekali merasakan makanan kantin rumah sakit milik nya.Aldo menggaruk garuk kening nya yang sebenarnya tidak gatal.dia ragu mengajak istri nya untuk makan di kantin.
__ADS_1
"baik lah kalau itu mau kamu, kenapa enggak!" akhirnya Aldo menuruti keinginan istrinya,dia mengerti istrinya sudah kelelahan karena perbuatannya, yang sudah menguras tenaga istrinya.
wajah nya meringis ketika mengingat kalau dirinya sudah menginginkan tubuh istrinya itu pasti lupa daratan.
ketika mereka berjalan memasuki area kantin, dan mendekati area prasmanan.memang karena sistem di kantin, makanan nya ambil langsung sendiri.Andini dan Aldo pun dengan Santai mulai memilh menu makanan yang tersedia sesuai selera mereka.
mata Andini berbinar melihat banyaknya pilihan macam makanan yang tersedia.rasanya air liur nya sudah tak tahan untuk menetes.
"silahkan Dokter, nyonya anda pilih mau pilih makan apa" tawar petugas kantin yang menjaga bagian prasmanan dengan ramah pada pemilik rumah sakit itu.setelah Andini dan Aldo sudah memenuhi piring nya dengan makanan sesuai selera nya.lalu mereka berdua pun jalan menuju tempat duduk yang ada di sudut area kantin itu.
hampir semua mata tertuju pada mereka berdua.tentu saja menjadi perhatian para tenaga medis dan stafnya yang sedang menikmati makanan di kantin, melihat seorang Aldo datang ke kantin.Aldo yang notabene nya adalah direktur utama rumah sakit tempat mereka bekerja.yang tidak pernah menginjakkan kaki nya ke kantin apa lagi sengaja datang untuk makan.sekarang mereka melihat sang direktur ada di kantin rumah sakit bersama istrinya pula, datang sengaja untuk makan sebuah kejutan memang. sedangkan Andini nampak senang karena dia akan mengisi perut nya sampai kenyang tanpa mencari cari tempat makan lagi.kalau Aldo? jangan tanya, kembali dirinya dalam mode aslinya dingin dan angkuh.maka tak heran, orang yang mengenal nya itu bos nya, menjadi kikuk dan canggung.
lalu mereka mencari tempat duduk di sudut yang berada dekat jendela agar bisa lebih leluasa.dan tentu nya lebih privasi tempat nya.
Andini melihat wajah suaminya yang terlihat dingin dan angkuh, tidak ada expresi sama sekali.dalam hatinya berpikir,apa seperti ini expresi wajah suaminya kalau di luar bertemu dengan banyak orang? dingin dan terlihat angkuh.beda kalau sedang hanya berdua dengan dirinya tingkah nya lebay dan mesum.tak sadar bibirnya melengkung indah mengingat sikap dua sisi yang di miliki oleh suami tampan nya.
"kenapa kamu sayang?" tanya Aldo menatap heran melihat istrinya senyum senyum sendiri.
"hm? kenapa emangnya aku?"jawab Andini tergugu karena Aldo memecah lamunan nya.
"kenapa kamu senyum senyum sendiri ha? eit, apa yang sedang kamu pikirkan sayang.. apa kamu sedang memikirkan percintaan kita tadi hm?"
Dengan pedenya Aldo mencoba menebak isi pikiran istrinya itu kemudian Dokter tampan itu tersenyum. satu tangan nya mencoba meraih puncak kepala istrinya yang duduk di hadapannya, dan mengacak pelan rambut Andini.
"Issh.. enak ajah gak lah ya, Aku mah gak mesum kaya kamu kak"
"tapi suka kan di mesumin"goda Aldo membuat Andini tersipu.
\*\*\* ***T B C*** \*\*\*
__ADS_1