Cinta Yang Tak Pernah Salah

Cinta Yang Tak Pernah Salah
Ide fantastis!


__ADS_3

"jadi aku harus bersikap seperti apa sayang.... agar kamu tidak salah tanggap terus pada ku, seperti nya kehamilan kamu, membuat dirimu terlalu bermain dengan hati mu, kamu jadi sensitif begini" ucap Aldo lembut, tangan satunya membelai rambut istri nya.


"tidak, aku begini bukan karena aku sensitif karena kehamilan ku, tapi emang sikap kamu yang seperti itu"


ucap Andini mau kalah.


Hahaha... Aldo tertawa lepas merasa lucu mendengar ucapan istrinya itu, yang terkesan tidak mau di salah kan.


"baik lah, baik.. everything you want my dear wife" kemudian di kecupi berulang wajah cantik istrinya itu.dengan gemas nya.


cup,cup,pup...


Aaa..kak,geli ih, basah wajah ku tahu!"


pekik Andini, menyeka wajah nya yang terasa basah karena hujan kecupan suaminya.


"sudah kamu istirahat ya, besok kita kerumah sakit"


"ngapain ke rumah sakit?" tanya Andini polos.


"ya ampun sayang..ya sudah kalau tidak mau, itu malah kebetulan buat ku" ucap Aldo santai.mengulum senyum nya.melihat sikap Andini seolah amnesia.


sesaat Andini diam mencoba mencerna perkataan suaminya, dan...eng,ing,Ong..seraya menatap lekat wajah suaminya


"oh, iya.. iya! besok kita kerumah sakit nengok bayi kak sita ya kak!" teriak Andini semangat, lalu dia meraih kedua tangan kokoh suaminya itu dan di genggam nya erat.


Aldo tersenyum tipis dengan tingkah istrinya itu.dan pria itu hanya menggeleng kan kepalanya pelan.


"ya sudah kita istirahat ya, kasihan anak kita, kalau kamu terlalu banyak pikiran" lalu Aldo menarik tubuh istrinya ke dalam pelukannya.


Andini pun masuk ke dalam ke dekapan suaminya mencari posisi nyaman dengan menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu.


___________


di rumah sakit Gemilang mustika


milik keluarga Bagaskara


hujan sangat deras mengguyur wilayah setempat.tampak seorang wanita cantik berdiri memakai jas tebal panjang hingga melewati lutut nya, sepatu high heels yang lumayan tinggi, terlihat sangat berkelas dan anggun. di depan rumah sakit, dekat IGD.sibuk meng,otak Atik ponselnya.


"duh, kalau hujan deras begini, koneksi internet lemot gini sih, untuk menghubungi taksi online ajah jadi susah"gumam nya.nampak celingukan.


di tengah kepanikan nya mencari kendaraan online.tibatiba saja sebuah mobil Mercedes Benz warna putih berhenti di depan nya.


gadis itu mengerutkan kening nya melihat sebuah mobil mewah berhenti tepat di hadapan nya.


kemudian dia bergerak sedikit mundur, melihat jam yang melingkar Indah di pergelangan tangannya menunjukkan pukul 11 malam, dan membuat nya waspada.


tak lama kaca mobil itu pun terbuka lebar dan..

__ADS_1


"hai Dita,, apa kamu mau pulang ha?!" sapa orang itu sedikit berteriak karena suara derasnya hujan mendominasi.


"David?!" Dita kaget ternyata David yang berada di dalam mobil mewah tersebut.


"ngapain kamu malam-malam begini di rumah sakit ha?"


yang di tanya malah tersenyum lebar


"sudah lah, nanti jawaban nya.. sekarang naik lah karena sudah malam, kendaraan online juga susah di dapatkan, ayo! aku antar pulang"


tawar David, berusaha meyakinkan Dita agar ikut dengan dirinya.


Dita diam ada keraguan pada dirinya, untuk ikut bersama David dengan mobil nya.


"ayo lah, cantik... tenang.. aku nggak ngegigit kok,aman.. sudah suntik rabies juga, andaikan aku ngegigit kamu" ucap David santai. dengan nyeleneh nya.


CK, dasar" gumam Dita


mau tak mau akhirnya Dita menerima tawaran David untuk ikut dengan mobil nya. Dita menghampiri mobil David, membuka pintu mobil nya, lalu masuk ke dalam nya.


David pun perlahan melajukan mobilnya meninggalkan area rumah sakit.


"tujuan Anda ke mana nona,, saya akan mengantar Anda sampai ke tujuan anda dengan selamat" ucap David seolah olah menjadi supir taksi online.membuat Dita menarik sudut bibirnya.melihat tingkah David yang menurut nya lucu.pria yang usianya lebih muda empat tahun dari dirinya itu selalu punya cara untuk membuat dirinya tersenyum, berakhir dengan rasa berdebar di dadanya.


berdebar? benarkah David mampu membuat Dita berdebar hati nya?


Tlekk!


David menjentikkan jari nya di hadapan wajah Dita yang terlihat termenung.


"hai! kamu melamun?"


tanya David tiba-tiba, membuyarkan lamunan Dita.


"hm? ah, tidak.. siapa yang melamun"sanggah Dita.


"by the way, kemana mobil mu, kamu pulang tanpa mobil mu?"


tanya David basa basi, padahal dia tahu kejadian nya.karena semua ini adalah ulah nya.


pada waktu yang lalu dua jam sebelum nya.


David nampak baru keluar dari ruangan Dokter Daniel teman nya


dia melihat Dita berjalan di koridor rumah sakit berjalan ke arah tempat ruang ganti khusus para Dokter wanita. tiba-tiba terlintas dalam pikiran nya ide gila nya.


seringai terhias di wajah tampan David.dia berjalan ke arah repsionis perawatan. setelah itu.


"permisi, selamat malam" sapa David pada kedua orang perawat wanita yang ada di repsionis perawatan itu.

__ADS_1


"iya tuan,ada yang saya bisa bantu?"


sahut salah satu perawat itu dengan wajah semringah karena ada seorang lelaki tampan di depan nya.


dengan bawaan tenang David kembali bertanya.


"aku mau tanya, apakah Dokter Dita hari ini masih praktek?"


"oh, sebentar saya lihat jadwal nya tuan"


kemudian perawat wanita itu melihat data di komputer untuk mengetahui nya.dan tak menunggu lama.


"seperti nya sudah selesai tuan, tidak ada lagi jadwal praktek untuk Dokter Dita, karena juga beliau sudah dua hari di rumah sakit tanpa pulang, dan seharusnya hari ini Dokter Dita of" jelas nya.


"dua hari? luar biasa" gumamnya


dan terdengar oleh perawat itu.


"itu resiko profesi kami tuan, karena kami melayani pasien yang butuh pelayanan dengan cepat" ucap perawat itu tersenyum.


"baik lah kalau begitu, terima kasih untuk informasinya" ucap David tersenyum ramah.kemudian dia berjalan cepat menuju arah basemen


di mana mobil khusus para Dokter terparkir.


setelah sampai di parkiran, David mencari mobil Dita, dan itu tidak sulit, karena plat nomor kendaraan nya berinisial namanya.


D. 111 TA.


plat nomor kendaraan Bandung, tempat dia tinggal, Dulu bersama neneknya.


sekarang dia tinggal di Jakarta bersama Ayahnya.


David perlahan mendekati mobil mini Cooper berwarna merah milik Dita.


pria tampan berwajah oriental itu celingukan, setelah itu perlahan dia berjongkok, di dekat ban mobil Dita lalu dengan sigap dia membuka semua ****** ban mobil mini Cooper milik Dita satu persatu.al,hasil,ke empat ban mobil itu kempes semua.


David tersenyum jahat, sekaligus puas dengan hasil kerja keras nya itu.


kemudian dengan Santai dia berjalan ke tempat parkiran khusus untuk para eksekutif di mana mobil nya terparkir.


waktu saat ini.


David mengulum senyum menatap Dita.merasa puas dengan hasilnya atas ide fantastis nya.


"kenapa kamu David?" tanya Dita heran melihat Pria muda bermata sipit yang ada di hadapannya menatap aneh ke dirinya.


"


to be continued.

__ADS_1


__ADS_2