Cinta Yang Tak Pernah Salah

Cinta Yang Tak Pernah Salah
Masih Rindu.


__ADS_3

James diam, menatap tajam gadis itu menunggu jawaban.di tatap seperti itu gadis itu gugup melempar pandangan nya ke arah lain.


"kalau lagi di ajak bicara tatap lawan bicara mu, tidak sopan! apa begini cara didikan sekolah mu ha?!" ucap James ketus.


membuat gadis itu menekuk wajahnya dan terpaksa meluruskan kembali pandangan nya ke arah James.


"tidak, aku tidak ada masalah apapun.hanya kesalahan pahaman kecil saja"elak gadis itu memalingkan wajahnya ke arah lain.


"oh, begitu? kamu tetap tidak mau menjelaskan pada ku, kalau begitu kamu akan tahu seperti apa tuan David itu" ancam James sukses membuat gadis itu pias wajah nya mendengar ucapan James yang seperti ancaman buat dirinya dan tiba-tiba saja tubuh nya bergidik.


ya Tuhan..apa salah Dan dosa ku ya, bisa tertimpa kesialan ini gumam nya.


"om, tolong biarkan saya pergi ya.saya mau berangkat ke sekolah.. sudah telat nih, dan kalau saya terlambat terus nggak di izinin masuk ke sekolah karena pintu gerbang nya sudah di tutup, terus pasti saya di panggil guru BK, terus di laporin ke orang tua saya nah, gimana tuh om? nyawa saya bisa terancam" seperti kereta api gadis itu terus mengoceh,memelas dengan kedua tangan nya di katup kan di depan dada.membuat James sakit kepala.


"seperti nya panggilan cewek gendeng oleh bos memang cocok buat kamu, mulut mu itu seperti petasan cabe, dan kali ini aku akan menuruti perintah bos buat ngurung kamu!" sentak James Dengan wajah datar nya lalu mendorong tubuh Gadis itu supaya berjalan.


"jalan! dan jangan banyak bicara!"


"eh, mau bawa saya kemana ini? wah..ini namanya pemaksaan dan sama dengan penculikan saya akan laporkan ke polisi ya kalian semua om-om gila!!" pekik gadis itu tidak terima perlakuan kasar para pria dingin nan tampan itu.


James tidak menggubris umpatan Gadis itu dia terus mendorong tubuh gadis itu agar berjalan menuju ruang mita sekretaris David.


"silahkan, kita tunggu laporan mu itu"sahut James datar.


"gila!!"


Brukk!


Mita sampai terlonjak kaget karena pintu ruangan nya di buka kasar.hingga tangan nya menyenggol cangkir teh hijau yang ada di atas meja nya hingga tumpah membasahi lantai dan sedikit mengenai rok span nya.


"Astaga James! buka pintu pelan-pelan dong" sembur mita.


umpatan mita terhenti melihat tatapan dingin nan tajam James ke dirinya.hingga suaranya langsung menghilang, tenggorokan nya terasa kering.matanya tertuju pada seorang gadis remaja berseragam abu-abu di samping James Dengan wajah memelas.

__ADS_1


"siapa gadis ini? perasaan perusahaan ini tidak menerima PKL" ucap Mita enteng


"nggak usah banyak tanya, karena aku juga belum punya jawaban nya.tolong jaga gadis ini, jangan sampai kabur. ini perintah bos.tunggu sampai bos selesai rapat dengan Mr Smith,awas jangan sampai kabur!" ucap James tanpa expresi menjelaskan kata-katanya dengan penuh penekanan.


Mita mengerutkan dahinya menatap gadis remaja itu.


"si_siap" sahut Mita tidak ada pilihan lain selain menerima perintah James yang punya kekuasaan penuh atas seluruh karyawan di perusahaan GAMALION GROUP ini.


selain David.


_______


Aldo tiba di Cianten Bogor untuk menjemput istrinya yang sedang berada di rumah ayahnya jayed.


pagi-pagi sekali Aldo sudah tiba.


sudah dua hari dia tidak bertemu dengan istri tersayang nya.walaupun setiap malam telpon dan video call tetap saja itu tidak cukup buat Aldo yang sudah terbiasa tidur dengan memeluk tubuh istrinya.sungguh dua hari ini adalah sebuah perjuangan setiap malam nya tanpa kehadiran istrinya di sisi nya.


Aldo memandangi rumah mewah bergaya Eropa yang berdiri kokoh di depan nya ini.sebuah senyuman terus terukir di wajah tampan nya tak kala hati dan pikiran nya tertuju pada istrinya seorang.


"ah, aku benar-benar sudah di buat gila oleh mu sayang"gumam Aldo lalu melangkah kan kaki nya masuk ke dalam rumah tersebut.


di sambut oleh pelayan rumah Aldo di persilahkan masuk dan..


"sayang" sapa Aldo ketika tiba di ruangan tengah matanya tertuju ke arah meja makan besar di mana istri nya sedang asik sarapan pagi bersama jayed,juga Arkan.


mendengar suara yang sangat di kenal nya Andini, jayed dan Arkan menoleh ke arah sumber suara itu.


"kak Aldo?" dengan wajah berbinar bahagia, Andini dengan tergesa berdiri dari duduknya dan berjalan cepat menghampiri Aldo.


melihat istrinya berjalan cepat.wajah Aldo terlihat cemas kemudian menghambur cepat ke arah Andini menyambut tubuh istrinya.


"sayang, jangan cepat-cepat gitu jalan nya.. ingat kamu lagi hamil" Aldo langsung menyambar tubuh istrinya dan memeluk nya erat.

__ADS_1


"aku kangen kak..lama banget sih dateng nya" rajuk Andini


Aldo terkekeh kecil mendengar rajukan istri belia nya


"maaf ya sayang, ada urusan rumah sakit yang harus aku kerjakan jadi aku telat sehari maaf ya" ucap Aldo dengan penuh perasaan sembari mengecup Surai milik Andini berkali-kali.


"bagaimana kita pulang hari ini?" tanya Aldo Mengurai pelukan nya namun masih melingkarkan tangan kokoh nya di punggung Andini.


"kamu baru sampai Aldo, istirahat lah dulu, nanti baru setelah lelah mu hilang baru kamu kembali ke Jakarta" ucap jayed menyela


membuat Aldo dan Andini sedikit kaget dan menoleh pada jayed yang sedang duduk di kursi dekat meja makan.


"Ck, istri mu tidak akan kemana-mana..dan apa kamu rugi bila berlama-lama di sini tuan Bagaskara" ucap Arkan menimpali dengan sarkas nya tersenyum sinis pada Aldo.


sialan! lagi-lagi ipar konyol kalau bicara tidak ada saringan nya.


gumam Aldo.


"tentu saja tidak, aku malah sangat senang istri ku bersama dengan keluarga nya yang sangat menyayangi nya dan aku tidak meragukan apapun" sahut Aldo menatap lurus ke arah Arkan.


"kalau begitu, kamu tidak keberatan kan, kalau Andini tinggal di sini lebih lama lagi, bagaimana adik ku yang cantik kamu mau kan?" ucap Arkan dengan enteng nya.


Aldo dan Andini saling pandang Andini melepaskan dekapan tangan Aldo dan membalikkan badannya mengarah ke Arkan dan jayed menatap mereka bergantian lalu tersenyum.


"aku memang bahagia bisa bersama dengan abang dan ayah di sini, tapi biar bagaimanapun aku adalah wanita yang sudah bersuami, tentu aku harus mengikuti langkah suami ku di manapun dia berada.dan aku harus selalu ada di sisi nya bukan? tentu bang Arkan mengerti itu" ucap Andini memperjelas posisi dirinya sekarang ini.


Aldo tersenyum puas sekaligus haru atas jawaban istri nya untuk Arkan.


"tapi kami baru saja bertemu dengan mu Andini,kami masih rindu pada mu benar kan ayah" ucap Arkan membenarkan ucapan nya dan mencari pembenaran pada ayahnya.


*


to be continued..

__ADS_1


__ADS_2