
wanita paruh baya itu berjalan mendekati Anggita yang nampak salah tingkah
"Anggita? ngapain kamu di sini HM?" tanya wanita itu menatap selidik juga heran karena Anggita bisa berada di kantor David.
David maupun Anggita kedua nya menampakkan wajah yang khawatir
"saya di sini karena sedang ada urusan sama O... belum Anggita melanjutkan ucapannya
dengan cepat David menghampiri Anggita, membuat mata gadis itu melotot ke arah David karena David menggamit bahu Anggita dengan kencang sekali.gadis itu meringis karena merasakan sakit akibat cengkraman tangan David pada bahu nya.
"Anggita kesini untuk menemui ku mam" ucap David memotong ucapan Anggita.
"oh ya? kenapa? bukan kah kamu belum pernah ketemu dengan Anggita? karena setiap kali mamah ajak kamu ke butik teman mamah nyonya Enola untuk bertemu Anggita, kamu selalu menolak" ucap wanita itu.
oh, ternyata gadis songong ini, anak nya Tante Enola teman nya mamah yang kerap menyuruh aku bertemu tapi aku nggak mau cih,mamah pikiran nya apa sih,masa aku di suruh mengenal gadis ingusan binti songong gini. gerutu David dalam hati.
kemudian melirik ke arah Anggita yang sedari tadi melotot ke arah nya.tapi David tidak peduli dengan tatapan itu.
"kata siapa aku tidak pernah ketemu Anggita mam, bukti nya sekarang.mamah bisa lihat kan, aku berhubungan cukup akrab dengan Anggita,maka itu mamah jangan buat perjodohan lagi buat aku mam,kan mamah bilang begitu, kalau aku bisa menerima Anggita,mamah nggak akan suruh aku kencan dengan wanita2 itu"
"what?! apa maksud ucapan Om?" tanya Anggita kaget dengan ucapan David gadis itu menatap bergantian ke anak,beranak itu.
"om? kamu panggil David Om Anggita?" tanya wanita itu
"eh,iya tante Maggie kan saya nggak me...uufppssttf mulut Anggita di bungkam David dengan tangan nya karena sudah bisa menebak apa yang akan di ucapkan Anggita hingga mata gadis itu melotot ke arah David dan berusaha melepaskan tangan David yang membungkam mulut nya.
"David!! lepaskan tanganmu itu!" ucap wanita paruh baya yang di panggil Maggie oleh Anggita.
David pun melepaskan tangan nya dari mulut Anggita dengan senyum lebarnya seraya menggaruk kening nya yang tidak gatal.
Maggie kemudian duduk di sofa
"duduk kalian berdua!" menyuruh David juga Anggita duduk
"jadi, apa kamu benar-benar sedang berhubungan dengan Anggita David? jawab dan jujur!!" ucap Maggie dengan tatapan tajam ke arah ke dua nya.
__ADS_1
"tidak!"
"iya!"
jawab Anggita dan David bersamaan dengan jawaban yang berbeda.
Maggie terpaku sejenak dengan jawaban mereka masing-masing Maggie menjadi gusar namun
itu hanya sebentar kemudian seringai terbit di wajah nya.
tanpa di sadari oleh David.tapi James melihat nya.
astaga, rencana apa yang sedang di rencanakan oleh wanita Bagaskara ini Malang benar nasib mu bos.
James membatin miris.
"baik lah aku percaya dengan anak ku, kalau kamu punya hubungan dengan Anggita my son,dan mulai sekarang mamah tidak akan menawarkan kencan buta lagi pada mu karena sudah ada Anggita" seru Maggie dengan wajah tenang nya namun hati nya bersorak gembira karena keinginan nya selama ini akan tercapai walaupun bakal banyak drama dan dirinya tidak keberatan karena harus ikut masuk ke dalam drama yang di ciptakan oleh anak nya sendiri.
Maggie tahu David tidak pernah mengenal Anggita.maggie juga tidak tahu apa yang membawa gadis itu bisa berada di kantor David untuk itu dia akan mencari tahu nya sendiri tapi yang terpenting saat ini David akan terjebak dalam permainan nya sendiri Maggie yakin itu.
"James, apa di ruangan ku ini ada hantu nya?" tanya David dengan mimik wajah yang aneh.
"nggak ada saya rasa bos, kenapa emang nya bos?" tanya James membalikkan pertanyaan.
"tiba-tiba saja aku jadi bergidik takut karena mamah senyum-senyum sendiri jadi aku takut mamah kemasukan hantu" ucap David seenaknya.tanpa berdosa menatap takut ke arah mamah nya yang tentu saja melotot dengan ucapan konyol Anak nya itu.
wanita paruh baya itu berdiri dari duduknya, mendekati David lalu memukul kepala David dengan tas branded nya.
"dasar anak gemblung! mamah nya di kira kesurupan!" maki Maggie gemas yang terus saja memukul kepala David dengan tas Branded nya.
"AUWW! mam..sakit!!" teriak David dengan sigap menyilang kan kedua tangan nya di atas kepala nya untuk mengamankan kepala nya dari hantaman tas branded milik Maggie.
Anggita dan juga James hanya melongo melihat drama di depan nya tanpa bisa mencegah nya.
Maggie menghentikan aksi nya setelah merasa nafas tua nya sudah tak kuat lagi untuk bergerak nafasnya terdengar tersengal.melihat mamah nya kelelahan David nampak khawatir dengan sigap berdiri dan berjalan cepat mendekati dispenser lalu menuangkan air dari dispenser ke gelas lalu setelah terisi penuh David dengan cepat menghampiri mamahnya dan memberikan segelas air putih yang itu ke maggie.menuntun Maggie agar kembali duduk di sofa.
__ADS_1
"Mam, minum lah" David menyuruh Maggie meminum air putih itu. Maggie mengambil segelas air putih yang di berikan oleh David dan minum nya hingga habis membasahi tenggorokan yang terasa kering juga nafasnya sudah teratur kembali.
"terima kasih" ucap Maggie meletakkan gelas itu di atas meja yang ada di depan nya.
"sudah enakan mam?" tanya David
yang mendapat anggukan kecil dari mamahnya. David tersenyum senang mamahnya sudah terlihat tenang.
Maggie berdiri dari duduknya menatap sekilas ke arah Anggita dan tersenyum pada gadis itu yang terlihat salah tingkah Maggie mengusap lembut pucuk rambut keriting milik Anggita ada tatapan sayang terpancar dari netra Maggie untuk Anggita.
"baik lah,mamah pulang dulu kalau kamu ada urusan dengan Anggita cepat selesaikan, jangan mempersulit gadis manis ini.memgerti kamu David?!" ucap Maggie memperingatkan David sebelum dirinya pergi dari kantor anak nya.
"oke mam" sahut David tersenyum smirk ke arah Anggita.
Maggie mengangkat satu alisnya menangkap gelagat aneh David.
"apa yang kamu rencana kan David? awas ya, jangan macam-macam kalau tidak, bersiap lah kamu ke Swiss!" ancam Maggie dan itu berhasil karena wajah David langsung pias mendengar ancaman mamah nya entah apa yang menyebabkan David sangat takut bila mendengar dirinya akan di mutasi ke negara itu.
"tenang mam, aku tidak akan memakan gadis ini, karena daging nya pasti pait nggak enak!" ucap David sekenanya
"DAVID!" ucap Maggie setengah teriak menyorot tajam pada anak lelaki nya yang selalu membuat kepala nya pusing dengan segala kenakalan nya tapi piawai dalam berbisnis.terbukti dengan kepemimpinan nya di perusahaan keluarga Bagaskara mampu membawa GAMALION GROUP sangat di takuti oleh para pesaing bisnisnya dan tentu saja tak lepas dari peran David sebagai pemimpin perusahaan tersebut.satu kebanggaan buat Maggie memiliki anak seperti David tapi untuk soal percintaan nya, ini yang sangat bikin Maggie khawatir entah apa yang membuat David tidak pernah mau mempunyai hubungan serius dengan wanita dengan susah payah Maggie berusaha mengenal kan beberapa anak gadis teman ataupun relasi nya namun tak satupun yang bisa membuat David bertekuk lutut
sehingga pada akhirnya Maggie belum lama ini bertemu dengan teman lama nya sewaktu masih SMA dulu yang bernama Enola wanita campuran Brazil Pontianak yang miliki sebuah butik terkenal di Jakarta dan sayang nya suami nya sudah meninggal sepuluh tahun yang lalu karena kecelakaan pesawat di saat Maggie berkunjung ke butik Enola, Maggie melihat gadis cantik yang tak lain putri pertama Enola yaitu Anggita yang sangat mirip sekali dengan Enola dari rambut nya, kulit nya hingga wajah nya seperti foto kopian Enola cantik dan exotic.dan Maggie menyukai nya dan sekarang ada rencana dalam otak nya untuk mendekatkan David dengan Anggita karena walaupun gadis itu masih berusia delapan belas tahun tapi, perawakan Anggita yang bongsor nampak lebih dewasa dari pada umurnya mempunyai tinggi badan 167 cm cukup tinggi untuk ukuran gadis Asia tidak terlalu tenggelam bila berdiri dengan David yang mempunyai tinggi badan 184 cm
Maggie yang sudah berada di dalam mobilnya menuju ke rumah nya hanya tersenyum mengingat rencana nya untuk David.
"aku suka gadis itu, karena aku tahu siapa dan bagaimana mana kedua orang tua gadis itu" gumam Maggie
"Bram,kita ke butik nyonya Enola dulu" titah Maggie pada supir pribadi nya.
"baik nyonya" ucap Bram dengan suara deep nya.memutar haluan mobil nya menuju tempat nya di maksud majikan nya.
*
TBC.
__ADS_1