Cinta Yang Tak Pernah Salah

Cinta Yang Tak Pernah Salah
Reza vs Rendy.


__ADS_3

Reza baru saja tiba di gerbang utama kampus nya.ketika pria muda itu hendak masuk ke dalam kampus tiba tiba saja ponsel miliknya yang ada di saku jacket kulit nya bergetar.Reza berusaha mengabaikan panggilan telepon nya, karena dia pikir tanggung nanti di parkiran saja.tapi rupanya sang penelepon itu terus saja menelponnya, membuat Reza tak betah karena ponsel yang ada di dalam kantong jacket nya terus bergetar.akhirnya dia memberhentikan tunggangan besar kuda besinya.kemudian mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang begitu tak sabaran nya terus saja menelponnya.


"ah,sial! William! lo,ya emang kalau udah ada mau nya maksa banget!"


umpat Reza ternyata teman nya William yang menelpon nya.yang akhirnya Reza harus menjawab telepon dari William.


_Reza_


ya, William! apa sih Lo, kalau nelpon nggak ada nyerah nya kalau nggak di jawab! ada apa bro?!


Reza menjawab telepon dari William dengan nada kesal.


_William_


Hahaha.. Santai bro..gue nggak bakal berhenti nelpon lo, kalau belum Lo jawab.


_Reza_


sial! ada apa? cepat katakan,gue mau masuk kampus nih.


_William_


ah, rupanya Lo lupa, ini gue bawa info yang Lo minta.ambil sendiri nih gue ada di parkiran gerbang selatan samping gedung kampus, cepetan!


tanpa bicara lagi Reza langsung memutuskan panggilan telepon nya dengan William.kebiasaan Reza yang membuat William sahabatnya selalu mengumpat setiap kali menelpon Pria berwajah tampan khas araban itu.


akhirnya Reza memutar motor nya ke arah gerbang selatan kampus nya.yang jalan nya agak jauh dan memutar dari gerbang utama kampus .walaupun malas Reza tetap menemui William di sana, karena ada sesuatu yang penting memang dari tangan William yang harus dia ambil.


sepuluh meter lagi Reza hendak mencapai tujuan nya. tiba-tiba pandangan nya terpaku dengan seorang pria yang menggendong tubuh wanita yang terus meronta di dalam gendongan nya, dari arah gerbang selatan kampus nya.berjalan cepat ke arah sebuah mobil yang terparkir di pinggir jalan.


ingin memperjelas pandangan nya Reza membuka kaca helmet nya dan sedikit memajukan motor besar nya.kemudian turun dari motor nya dan setelah yakin apa yang dia Lihat.


"Andini?! siapa pria itu? kenapa seperti nya pria itu memaksa Andini?!" ucap Reza kaget dengan apa yang dia lihat. dengan di barengi langkah lebar nya Reza


berjalan cepat mendekati pria yang menurut nya sedang memaksa Andini untuk masuk ke dalam mobil nya.


benar saja, Andini tampak menangis di bawah paksaan pria asing tersebut

__ADS_1


Reza langsung merangsek maju dan menarik pundak besar itu.


hingga terjadilah adu mulut sengit Reza dengan pria asing yang Reza duga punya niat tidak baik pada Andini.sehingga Akhirnya perdebatan mereka berdua terhenti ketika Andini memanggil lemah nama Reza.


"Reza? itu kamu?" ucap Andini pelan


dengan susah payah karena badan nya terasa lemas Andini turun dari mobil Rendy yang langsung di sambut oleh tangan kokoh Reza dan memapah berjalan.


"kenapa kamu An? ada apa dengan mu ha?! pria ini siapa An?"


Reza terus bertanya pada Andini seraya terus menjauh dari mobil Rendy.tak perduli Rendy berusaha menghalang-halangi niat nya membawa Andini.


"bawa aku pergi dari pria itu Za"ucap Andini lirih.Reza melirik tajam ke arah Rendy.karena merasa ada yang tidak beres.


"baik lah kalau begitu ayo"


"hei! bung, mau kamu bawa kemana istri ku h!?"


Rendy masih saja menyebut Andini itu istrinya.dan itu membuat Reza meradang.apa lagi ketika Rendy mendekati mereka berdua, hendak menarik tangan Andini.yan yang langsung di tepis dengan keras oleh tangan Reza.


"jauhkan tangan mu dari gadis ini bro! atau kamu akan menyesal.apa? dia istri mu?! ngigo kau!" ucap Reza lantang menatap sinis Rendy.


kembali Reza di buat terkejut dengan panggilan Rendy pada Andini.Reza hanya menggeleng kan kepalanya menatap tajam Rendy, yang tetap berusaha untuk mendekati Andini.


"stop! kalau kau terus melangkah, jangan salah kan aku"hardik Reza.


"apa? kau akan apa? menghajar ku ha?" tantang Rendy


pria yang berbeda usia tapi mempunyai postur yang sama tinggi besar.terus masing-masing mempertahankan posisi nya.yang satu mempertahankan, yang satu ingin mengambil alih Andini.


"An, kamu tunggu di sini ya duduk lah seperti nya kamu ke lelahan"ucap Reza lembut membawa Andini untuk duduk di sebuah bangku yang terbuat dari beton.mendudukan nya di situ.


"atau kamu mau langsung masuk hm?"tawar Reza dengan wajah nampak khawatir melihat Andini yang nampak lemah.


"tidak Za, aku takut kamu kenapa napa,dia kakak tiri ku"jawab Andini.yang membuat pria muda araban itu melebarkan matanya karena fakta kalau pria yang memaksa Andini adalah kakak tiri nya.belum hilang keterkejutan Reza atas ucapan Andini.dengan posisi Reza yang berjongkok di depan Andini membelakangi Rendy.


mata Andini membola dan..

__ADS_1


"awas Za di belakang mu!!" pekik Andini karena melihat Rendy sudah mengangkat satu kaki nya,siap untuk menendang ke arah Reza.dengan teriakkan Andini Reza dengan cepat menoleh ke arah belakang, dengan sigap berdiri dan langsung menangkap kaki Rendy yang sudah terangkat hendak menendang diri nya.kemudian Reza menarik kaki Rendy lalu mendorong dengan kuat tubuh Rendy, hingga pria itu terjungkal ke belakang hingga tubuh nya terbanting ke tanah dengan keras.


BRUG!


Argggkk!


teriak Rendy menahan sakit badan nya yang membentur sebuah patok jalan.lalu dengan langkah lebar nya Reza mendekati Rendy yang masih belum bisa bangun karena dorongan kuatnya. Andini menutup mulutnya dengan kedua tangannya, matanya membola melihat dua pria yang dia kenal dengan baik sedang beradu otot.


Reza menatap sinis Rendy yang meringis menahan sakit badan nya.


pria muda itu berdiri menjulang di hadapan Rendy.


"jangan pernah kamu mengganggu Andini lagi, atau dengan sengaja datang kesini! kalau kamu masih berani datang ke sini aku jamin, keadaan mu sekarang ini belum seberapa" ancam Rendy.


tapi pria berusia sama dengan Aldo itu malah tertawa pelan.


Cuih! Rendy membuang Saliva nya ke arah samping, kemudian berdiri perlahan menatap remeh Reza.


"seperti nya, kamu ini salah satu pria yang juga menginginkan gadis itu ha?!" tebak Rendy tersenyum miring.


"bukan urusan mu! cepat kau pergi dari sini! sebelum aku menghajar mu lagi!"


Rendy tergelak mendengar ucapan Reza.


"ternyata benar kan dugaan ku,cih! pura pura jadi pahlawan, padahal menginginkan juga"cibir Rendy terus memprovokasi Reza.


"pergi kau dari sini cepat!!" teriak Reza meradang.


walaupun apa yang di katakan Rendy benar, kalau dia memang mencintai Andini, tapi dia tidak tega sampai menyakiti Andini seperti yang Rendy lakukan.


"aku memang mencintai wanita itu, tapi aku tidak sampai menyakiti hanya ingin keinginan ku tercapai,dia sudah bersuami kamu harus sadar itu! pergi kau!"


sekali lagi Reza mengusir paksa Rendy.


"


to be continued...

__ADS_1


hai para reader.. terima kasih sudah mampir ke cerita saya 😊


jangan lupa untuk like n comen juga vote nya, 😊


__ADS_2