Cinta Yang Tak Pernah Salah

Cinta Yang Tak Pernah Salah
obrolan panjang.


__ADS_3

dingin cuaca pegunungan di tambah dingin nya pendingin ruangan seperti nya tidak berefek pada kedua insan yang berlainan jenis itu yang sedang bergumul panas di atas ranjang besar tersebut.


rintihan Andini serta suara Geraman dari mulut Aldo terdengar bersahutan, pria itu terus bergerak, memacu tubuhnya dengan hati-hati tapi terarah dan intens.di atas tubuh polos istri nya.terus mengentak hingga dalam untuk mencapai titik sensitif milik istrinya.


membuat Andini entah sudah yang ke berapa kali nya mendapatkan pelepasan nya yang sangat mengguncang tubuh nya.


"kaak...


"iya sayang...im here.. sahut Aldo lembut dengan nafasnya yang menderu.


kemudian membungkuk kan badannya mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya lalu menyambar bibir merah Andini yang sedari tadi selalu terbuka dan mende*sah


"kak..aku... aku.." ucap Andini lagi dengan nafasnya satu, satu tubuh nya menegang lalu tak lama tubuh yang terlihat lebih berisi dengan kehamilan nya namun begitu, tubuh itu sangat lah seksi di mata Aldo.


pria itu sedikit mengangkat pinggul istrinya dengan kedua tangannya untuk lebih merapat kan antara milik nya dengan lembah istrinya dan lebih di tekan ke titik spot terdalam menyempurnakan pelepasan istrinya.


Aldo yang terus bergerak tak henti nya tersenyum bahagia bisa membuat istrinya terus berteriak, merintih memanggil namanya.


hingga puncak gelombang dahsyat itu hampir menghampiri Aldo langsung memeluk erat tubuh istrinya dengan mencumbu, menyesap bibir milik istrinya sedang kan Dirinya terus mempercepat ritmenya gerakan milik nya.


"kak.. aku.."rintih Andini mulutnya terbuka menatap sayu Aldo tubuh terus terguncang karena hentakan Aldo yang liar dan kali ini Aldo merasakan miliknya tambah panas dan membesar karena akan mendapatkan pelepasan nya.


"iya sayang.. ayo bersama"


guncangan dan hentakan kuat serta erangan berat Aldo mengakhiri pergerakan liar Aldo.nafas keduanya menderu hebat, tak karuan peluh keringat mengucur deras dari tubuh mereka berdua.


Andini merasakan ada sesuatu yang hangat mengalir ke dalam tubuh nya, bukti cinta dari suaminya masuk ke dalam rahim nya.


Aldo kembali menyesap bibir Istri nya dengan lembut seraya di bawah sana masih dia rasakan sisa-sisa kenikmatan yang tadi dia dapatkan.


dengan rasa yang masih enggan Aldo melepaskan penyatuan nya dari istri nya dan menghempaskan tubuhnya ke sebelah istrinya.


"terima kasih sayang.. aku mencintaimu mu" ucap Aldo mengecup lembut kening istrinya kemudian merentangkan tangan kekar nya menarik tubuh istrinya itu masuk ke dalam dekapan nya.


"capek sayang?" tanya Aldo yang jelas-jelas sudah tahu tanpa bertanya.


"menurut mu? apa aku tidak terlihat lelah!" sahut Andini ketus di sela nafasnya yang belum terasa normal masih putus-putus. karena menurut nya suaminya tidak perlu bertanya lagi.


Aldo hanya terkekeh merespon ucapan Andini.karena sadar dengan pertanyaan nya yang bodoh.

__ADS_1


"sayang"


"hm?"


"apa kamu bahagia bertemu dengan ayah kandung mu"


"tentu, aku bahagia.karena aku mengetahui siapa diri ku berasal.karena selama ini ibu ku tidak pernah menceritakan tentang Ayah ku sama sekali, jika menanyakan perihal tentang Ayah ku, siapa ayah ku, ibu selalu menghindar dengan seribu alasan hingga aku bisa mengambil kesimpulan sendiri kalau mungkin ibu tidak mau aku mengetahui siapa ayah kandung ku.rasa penasaran yang aku pendam selama ini akhirnya tuhan menjawab nya dan menghadirkan sosok yang selama ini aku ingin tahu"


Andini menghela nafasnya dan tersenyum tipis.


"tidak tanggung-tanggung seorang kakak lelaki yang sangat menyayangi aku pun hadir dalam hidup ku sekarang luar biasa bukan?"


mendengar kata kakak lelaki dari mulut Andini tiba-tiba saja raut wajah Aldo berubah masam.


"untuk kakak mu itu, pengecualian buat ku" ucap Aldo dengan nada tidak senang.


Andini mengurai pelukan nya dan mengangkat wajahnya menatap wajah suaminya.Andini tertawa kecil .


"ya ampun kak, Arkan begitu karena ingin melindungi ku saja" bela Andini.


Aldo menegakkan tubuh polos nya menyenderkan badan kekar nya di headboard seraya memainkan rambut panjang istrinya dengan memilin nya.


"apa seperti itu ya?" balas Andini pelan.


"maaf kan aku sayang.. dengan pertemuan awal kita yang menyimpan luka untuk mu"


Aldo menarik tubuh istrinya itu pelan kemudian di peluk nya erat seolah takut Andini pun membalas pelukan hangat suaminya.


______


pagi menjelang Andini dan Aldo sudah berada di meja makan bersama Jayed.


"bagaimana mana istirahat mu Andini sayang"tanya Jayed dengan tatapan teduhnya pada Andini.


"baik ayah walaupun tubuh ku sedikit remuk"ucap Andini melirik sekilas pada suaminya yang di lirik langsung salah tingkah karena memang pantas tubuh Andini terasa remuk karena setelah obrolan panjang mereka tadi malam Aldo kembali meminta yang kedua kalinya hingga jam dua dini hari mereka baru menyudahi kegiatan panas nya.


jayed yang baru hendak menyuapkan roti sandwich ke arah mulut nya seketika gerakan nya terhenti mendengar ucapan Andini.


" Remuk?! kamu sakit Andini sayang?"tanya Jayed terlihat khawatir.

__ADS_1


glek.


tubuh Aldo langsung menegang wajah nya merah.menoleh istrinya yang duduk di samping nya dengan wajah memelas karena merasa bersalah.


Andini hanya tersenyum simpul melihat reaksi suaminya.


"eh, tidak ayah.maksud ku setelah perjalanan kemarin tubuh ku masih terasa lelah, mungkin karena kehamilan ku jadi aku gampang lelah"


"selamat pagi semua nya, apa aku melewatkan sesuatu?"


tetiba Arkan muncul wajah nya tampak bingung karena melihat raut wajah ayahnya, Andini dan Aldo yang aneh menurut nya lalu dia menarik kursi dekat meja makan yang berhadapan dengan Andini di sebelah jayed.


"CK, mulai deh" gerutu Aldo pelan tidak suka dengan sikap Arkan.


"adik mu seperti nya sakit Arkan, coba kamu panggilkan Dokter Julia ke sini dia Dokter kandungan terbaik di daerah ini"


"kamu sakit Andini?" pertanyaan yang sama dengan Jayed keluar dari mulut Arkan dengan wajah khawatir pula.


"tidak, tidak.. aku tidak apa-apa, aku hanya terasa pegal saja" jelas Andini.


"benar? ah, sayang sekali padahal aku akan mengajak mu ke pabrik jaya Parma. pabrik obat yang kita punya di kota ini"


"jaya Parma itu punya ayah?" tanya Andini takjub matanya melebar menatap Arkan dan ayah nya bergantian. karena yang dia tahu jaya Parma adalah pabrik obat terbesar di Indonesia dan ternyata pemilik nya adalah ayahnya.


Arkan mengulum senyum nya melihat reaksi Andini.


"iya Adik ku sayang.. perusahaan itu milik keluarga kita dan penanam saham nya sebagian adalah pemerintah negara ini sendiri"


"oh ya?" timpal Andini dengan wajah terlihat takjub.


"tapi sayang, kondisi kamu sedang tidak fit" keluh Arkan


"ayo, aku tidak masalah aku baik baik saja kok" ucap Andini terlihat antusias.


"sayang"


Aldo menggenggam erat jemari lentik milik istrinya menatap tajam ke arah Andini.


*

__ADS_1


to be continued..


__ADS_2