
🍀🍀🍀 di kantor erick
"okh ya rick aku besok harus ke negara J untuk menjumpai klien sekalian memantau perusahaan kita yang di sana kurang lebih kita di sana hampir 2 bulan" kata Dimas sopan
" tak usah dim, aku aja ka disini saja mengurus perusahaan di sini" kata erick
"baiklah, aku akan membereskan semua nya" kata dimas dan segera pergi dari ruangan erick
🍀🍀 di rumah adijaya, mereka semua yang sedang mengobrol dan selalu bercanda ria
" ma, papa sebenar nya di mana sih ma? masa mama ga tau di mana papa? mama hanya memberikan foto nya papa, apa mama ga kasihan lihat liy yang selalu di buli kawan kawan liy ma? liy di bilang anak yatim anak ga punya ayah ma hiks hiks, apa papa ga sayang sama liy ya ma? makanya papa mencampakkan kita? hiks hiks hiks" tanya riy tiba tiba dan menangis
__ADS_1
"ga kok sayang, papa sangat sayang sama riy dan rey tapi papa lagi repot sayang" bujuk syafira
"mah, kalo papa sayang sama kita kenapa papa sampe sekarang ga datang datang? mah kalo kasih alasan itu yang logis ma, masa iya mama kasih alasan yanh begituan sama kami ma? rey ga anak kecil lagi ma" jelas rey sambil bertanya
ciara yang mendengar itu hanya menangis tanpa mengucapkan apa apa, karena dia tak tahu harus apa lagi alasan yang di berikan
apa iya aku harus meminta dia melihat anak anak, padahal dia saja tak menginginkan anak anak? ---- batin syafira
rey dan riy hang melihat itu langsung memeluk, rey yang mencoba menghibur mama nya karena tak sepantasnya rey mengatakan itu karena itu sama saja membuat hati mama nya sakit dan adik nya yang terluka, karena sudah sering kali rey melihat mama nya menangis dalam diam tengah malam sambil memeluk foto ayah nya. riy dan aunty serta uncle tidak mengetahui itu semua karena syafira menangis dalam diam supaya tidak di dengar yang lain, tapi tidak dengan rey yang tanpa sengaja bangun karena haus dan mendengar suara isaka dari kamar mama nya dan tentu saja dia mengintip oleh karena itu rey tak pernah mengungkit masalah papa nya dia hanya kesal atas jawaban mama nya yang selalu se akan akan membela papa nya yang brengsek itu dan mengatakan dia sibuk, apakah pekerjaan lebih penting dari anak? itu yang selalu di dalam benak rey, beda dengan riy yang langsung memeluk syafira setelah melihat mama nya menangis tanpa mengeluarkan suara nya
"iya ma. mama jangan menangis rey janji tidak akan bicara seperti itu, bersama mama saja sudah lebih dari cukup bagi kami ma" kata rey membujuk mama nya
__ADS_1
"rey riy kalian ke atas dulu aunty mau bicara sama mama" kata sisil menyuruh keponakan nya itu ke atas. sementara reyhan dan tian hanya diam dan ingin menangis karena mereka tau bagaimana kesulitan yang di hadapi syafira yang selalu dihina dan di gosip kan para ibu ibu yang melihat syafira punya anak tapi suami nya tidak nampak sehingga reyhan dan tian berpelukan tanpa mereka sadari
"hapus ingus loe rey" goda tian yang masih bisa menggoda reyhan padahal dia juga ingin menangis tapi dia tahan karena harus tegar di depan adek nya
"hrtngg" suara ingus keluar dan di lap reyhan di baju tia
"akh sialan lo rey, jijik gue awaas lepas" kesal tian gara gara perlakuan reyhan
"kan loe yang meluk gue bang?" tanya reyhan sok polos
"awas dasar sial gue dekat sama lo" balas tian kesal ya meskipun mereka sering kali beramtam tapi mereka selalu kompak lagi, dan syafira yang mendengar itu tertawa sedikit karena melihat abang abang nya
__ADS_1
" kalian ya bang, dan lo curut masih aja buat drama " teriak sisil kesal
" ya elu macan betina itu kan buat tata ketawa, lihat aja tuh tata ke ketawa ga kayak lo, mau di stand up comedy pun lo pasti cemberut aj" ledek reyhan kepada sisil sedangkan tian ke kamar nya mengganti baju nya