
"gila kamu!!"
lagi lagi Andini di buat bergidik mendengar ucapan Rendy yang seolah tak mau tahu dengan status nya sekarang.
dulu Andini memanggil Rendy dengan sebutan Koko karena memang ayah angkatnya adalah orang keturunan China. tapi Rendy menolak di panggil seperti itu, Rendy menginginkan Andini memanggil dirinya hanya Dengan namanya saja.awalnya Andini merasa canggung memanggil kakak tirinya itu hanya dengan namanya saja, tapi dengan seiring penolakan Rendy akhirnya Andini membiasakan diri nya mamanggil kakak tirinya itu hanya dengan dengan nama saja hingga Andini terbiasa sampai sekarang.walaupun ibu dan ayah angkatnya pernah protes tapi Rendy tidak perduli.
seperti nya Andini tak pernah jauh berurusan dengan lelaki bermata sipit dengan profesi yang sama. sangat kontras dengan dirinya nya yang mempunyai wajah khas wanita timur tengah entahlah Andini merasa dirinya di permainkan oleh takdir dengan cinta yang menjadi penyebab nya.
memang cinta tak pernah salah, karena rasa itu datang dan hadir begitu saja tanpa permisi dan pada siapa dia bertandang.
Rendy tersenyum tipis merespon sikap Andini.
"iya, seperti nya memang aku gila, gila karena kamu tidak menjadi milik ku"
ucap Rendy menatap dingin Andini.
"please Ren, aku sudah menikah, dan sedang mengandung anak pertama ku. mengerti lah" pinta Andini memohon.
"tidak masalah walaupun kamu sedang mengandung anak lelaki itu, aku akan iklas mengurus anak ini"
Rendy mencoba memegang perut Andini tapi dengan cepat di tepis kasar oleh Andini.
"kamu memang benar benar tidak waras Rendy! wajah mu tampan, pasti banyak gadis di luaran sana yang ingin menjadi pacar mu atau bahkan jadi istri mu"
Rendy tersenyum lebar mendengar ucapan Andini.
"kalau menurut mu aku tampan, kenapa kamu tidak tertarik pada ku cinta?" tanya Rendy menatap lekat Andini lalu tanpa beban pria itu berdiri dan duduk di tepi ranjang.Andini menatap horor ke arah Rendy dengan cepat bergeser sedikit menjauh karena tidak ada ruang lagi untuk dia di atas ranjang itu.
sedangkan Rendy malah terus menggeser duduknya lebih dekat ke Andini.
"mau apa kamu?!" tanya Andini dengan tatapan horor nya.
Rendy tidak menjawab pertanyaan Andini, malah Pria itu dengan santai nya mengelus lembut rambut panjang Andini.
"aku sayang kamu cinta, aku sangat mencintaimu mu, selama tiga tahun ini aku menahan diri ku hanya untuk mu, kembali lah pada ku cinta"ucap Rendy pelan menatap lekat Andini.
"aku juga menyayangi kamu dan kak sita sebagai saudara ku, walaupun kalian bukan saudara sedarah.
Rendy terdiam tiba-tiba dia teringat adik nya sita ketika Andini tadi menyebut nama sita.
"ah,iya.aku hampir lupa dengan adik ku yang satu itu, karena terlalu sibuk memikirkan diri mu,sita pernah mengabarkan pada ku akan menikah dengan seorang pria yang bernama Aldo Bagaskara, tapi dia juga mengabarkan kalau dia gagal menikah dengan pria itu karena kesalahannya.dan merasa hancur karena tidak bisa menikah dengan pria yang dia cintai"
deg.
tiba tiba saja dada Andini terasa sesak mendengar ucapan Rendy kalau sita kecewa tidak jadi menikah dengan pria yang dia cinta? sudah ada rasa cinta yang tumbuh dalam hubungan mereka?* batin Andini.
"makanya aku buru buru pulang ke Indonesia dan meninggalkan pekerjaan ku di Amerika" ucap Rendy sedih mengingat Adik perempuan nya.setelah lulus dari kuliah kedokteran nya Rendy memang memilih karir di sana di salah satu rumah sakit terbesar di new York sebagai Dokter spesialis saraf dan di sana karirnya cukup bagus dan di akui.tapi karena kerinduan nya pada Andini dia memilih pulang ke rumah mencoba bekerja di negara nya sendiri.
"kamu tahu di mana sita cinta?"
__ADS_1
"kak sita sudah menikah dan sudah mempunyai seorang anak" jelas Andini.
"benarkah? wah.ternyata aku benar-benar mempunyai seorang keponakan.dengan siapa dia menikah? apa dengan lelaki itu?"
tanya Rendy yang ternyata dia tidak tahu kalau yang namanya Aldo Bagaskara itu sekarang sudah jadi suami nya.Rendy hanya tau nama saja tapi tidak tahu orang nya.
"ponakan mu dua" ucap Andini menegaskan.
"satu, ponakan ku hanya satu yaitu dari sita kalau anak yang kamu kandung bukan ponakan ku, tapi calon anak angkat ku yang aku anggap nanti sebagai anak ku sendiri"
ucap Rendy tanpa dosa.
membuat Andini kaget dan geram.
"sinting kamu!! jangan harap!"
Rendy tergelak mendengar ucapan Andini.
"kamu jangan marah terus cinta, nanti kamu bisa stress tidak baik untuk bayi mu" dengan santai nya Rendy bicara seakan tidak ada masalah.
membuat Andini muak dengan ucapan Rendy yang konyol.
di saat Rendy dan Andini terlibat pembicaraan yang unfaedah.
tiba-tiba saja pintu kamar itu terbuka
Andini dan Rendy terkejut dan langsung menoleh ke arah pintu
Aldo bersama David yang datang.
kedua pria itu terutama Aldo menatap tajam ke arah Rendy dan berjalan cepat mendekati mereka wajah Aldo menegang dan..
"menjauh kau dari istri ku BAJINGAN!!"
Aldo langsung menarik tubuh Rendy yang sedang duduk di tepian ranjang dan itu sangat dekat jaraknya dengan istrinya, hingga terjatuh terlentang ke lantai.
mata Andini terbelalak melihat suaminya yang kalap.
bukan nya merasa bersalah Rendy malah terkekeh mengejek.lalu pria itu berdiri dan menatap tajam Aldo sambil merapikan baju nya yang berantakan karena di tarik oleh Aldo tadi.
"untuk sekarang ini dia memang istri mu, tapi dia akan tetap jadi milik ku"
dengan gila nya Rendy bicara seolah menantang Aldo.
wajah Aldo mengeras menatap tajam ke arah Rendy.
"kamu benar benar tidak waras!!"
Rendy tersenyum tipis dia men, scan penampilan Aldo.
__ADS_1
"rupanya kamu seorang Dokter juga"
ucap Rendy karena melihat Aldo yang masih memakai jas putih kebesaran nya. dengan senyum mengejek.
David yang tidak tahu apa apa hanya bengong tidak mengerti apa yang telah terjadi antara pria itu dan Aldo tapi pria itu berusaha siaga dengan kondisi yang tidak kondusif di ruangan itu.apa lagi semenjak baru masuk tadi Aldo sampai berjalan cepat mendekati pria itu.
"kak" ucap Andini lirih mata nya berkaca-kaca seolah senang melihat suaminya datang Aldo yang melihat istrinya seperti itu langsung memeluk erat tubuh Andini.
"kamu tidak apa-apa sayang?" tanya Aldo memastikan kondisi istrinya.
"tubuh ku baik baik saja kak, tapi tidak dengan batin ku.. aku takut kak"lirih Andini Aldo merasakan tubuh istrinya itu bergetar di dalam dekapan nya.
"tenang lah sayang, aku di sini jangan takut hm" ucap Aldo lembut dan mencium kening istrinya.
"siapa dia bro?" tanya David penasaran
"dia lelaki yang aku ceritakan tadi" jawab Aldo.
"what the hell! benarkah?" ucap David tak percaya lalu mendekati Rendy dan
langsung menarik kerah kemeja Rendy.
"sebaiknya kamu menjauhi kakak ipar ku!! kamu tidak tahu sedang berurusan dengan siapa ha?!"
Rendy hanya tersenyum tipis menatap tajam David yang masih mencengkram kuat kerah kemeja nya.
"lepas kan juga tangan mu dari tubuh ku!! aku tidak peduli dengan siapa aku berurusan" tantang Rendy. menepis kasar tangan David dari dirinya tak gentar dengan ucapan David yang mengancam.
Aldo yang sedari tadi menahan emosi nya melepaskan Pelukannya pada istrinya dan berdiri, berjalan mendekati Rendy dengan wajah yang sudah merah padam.
Andini merasa pusing melihat tiga orang lelaki dewasa bermata sipit itu yang sedang beradu mulut di depan matanya Andini tampak khawatir karena suaminya mendekati Rendy.Andini takut terjadi sesuatu pada tiga lelaki itu.apalagi di depan matanya.
"CUKUP!! Diam kalian semua!!"
seketika ke tiga lelaki berwajah oriental itu diam dan menatap ke arah Andini.
nafas Andini memburu.menatap nanar ke arah Rendy.
"
to be continued...
hai para reader tercintah.. terima kasih sudah mampir ke cerita saya ini 😊
jangan lupa untuk like n comen nya
serta vote nya.
😊🙏***.
__ADS_1