
Aldo! jaga ucapan mu dengan mamah mu" ucap Marsya tak terima dengan cara Aldo bicara pada wanita paruh baya yang ternyata mamah Aldo.
Aldo menatap tajam dan dingin ke arah Marsya.wanita yang pernah mengisi hati nya.
"kamu! ngapain datang lagi kesini ha? bukankah waktu itu sudah aku peringatkan untuk tidak lagi menginjak kan kaki mu di rumah ku ini dan jangan muncul di hadapan ku!"
"apa kamu membenci aku Al?"
"aku tidak membenci mu, tapi muak melihat mu! wanita serakah!" maki Aldo sorot mata nya penuh dengan kebencian pada kedua wanita yang ada di hadapannya.
"Aldo!!" teriak wanita paruh baya itu.
"wah! berani sekali Anda berteriak di rumah Ku" ucap Aldo sarkas melepaskan genggaman tangan nya pada Andini dan bertepuk tangan menatap sinis wanita paruh baya itu.
Andini tertegun sejenak mendengar Masya menyebut kalau wanita paruh baya yang ada di hadapannya ini adalah Mamah. suaminya.
"oh ya? mamah? sejak kapan dia menganggap aku ada!"
"Reynaldi! mamah datang kesini bukan untuk mendengar makian mu"
Aldo tersenyum sinis.
"lalu? mau apa?"
"Marsya ingin kembali pada mu,dia menyesal telah meninggal kan mu" ucap wanita paruh baya itu tanpa dosa.
"astaga... Hahaha.. kalian waras?! upfs, maaf" Aldo tergelak dan cepat menutup mulutnya dengan satu tangan sejenak lalu dia lepas kembali dan wajah nya kembali dingin.
"Reynaldi"
__ADS_1
"jangan kamu panggil aku dengan nama itu, aku muak mendengar nya!
kalian pikir aku ini apa ha!? kalian lihat wanita cantik yang ada di sebelah ku ini,dia istri ku, dia wanita satu satunya dalam hidup ku wanita yang memberikan kebahagiaan dalam hidup ku, dan kalian lihat ini" Aldo menatap perut istrinya yang terlihat sudah membuncit lalu mengusap nya lembut. " di dalam rahim istri ku ada anak ku yang sedang tumbuh,ya.istriku sedang mengandung buah cinta kami berdua. dan sekarang kalian seperti tidak punya perasaan setelah sekian lama, datang kesini dengan maksud untuk menerima kau Marsya? astaga Marsya..pede sekali kamu!" ucap Aldo dengan nafasnya yang memburu.
"kak, Tahan emosi mu jangan begini"
ucap Andini pelan berusaha menenangkan suaminya yang sedang tersulut emosi dengan mengusap usap lengan kekar suami nya.
"Aldo menoleh ke arah Andini dan sorot mata nya yang tadi nyalang berubah sendu.
"ayo sayang,kita masuk, aku sudah tidak tahan melihat mereka berdua ini" Aldo berbalik badan dengan merangkul bahu istrinya melangkah menuju kamar nya di lantai dua Aldo dan Andini menapaki anak tangga menuju kamar nya.
"Bi Ratmi!! tolong antar kedua tamu tak di undang ini keluar!" teriak Aldo memanggil bi Ratmi.
bi Ratmi berlari kecil dari arah dapur
"Reynaldi! kamu tidak sopan!" teriak wanita paruh baya itu murka, melihat Aldo begitu saja meninggalkan mereka berdua.
namun tak sedikitpun Aldo mengindahkan ucapan wanita yang telah melahirkan nya sekaligus membuat Aldo kecewa Hingga meninggalkan rasa trauma dalam hidup nya.
"kamu memang tidak layak mendapatkan rasa hormat dari ku nyonya!" ucap Aldo lantang karena dia terus berjalan ke arah kamar nya di lantai dua.
Andini merasakan tubuh suaminya bergetar karena menahan emosi nya yang sudah membuncah.
lalu mereka masuk ke dalam kamar
Aldo langsung menghempaskan tubuhnya di sofa yang ada di dalam kamar nya.Andini ikut duduk di sebelah suaminya dan memeluk nya erat tubuh Aldo, mencoba memberikan ketenangan pada suaminya itu dan Aldo pun membalas pelukan hangat istri nya itu..Andini yang dalam dekapan suaminya sedikit mendongak kan wajah nya untuk melihat wajah suaminya.dan dia terkejut dari sudut mata suaminya menetes buliran bening luruh membasahi rahang kokoh nya.
"kak, segitu kecewa nya kah kamu pada mereka?" ucap Andini lembut kemudian menangkup wajah tampan suaminya yang terlihat memerah dan wajah nya basah dengan air mata nya.Andini menatap lekat wajah Aldo.
__ADS_1
" maafkan aku sayang, aku jadi terlihat lemah di mata mu" ucap Aldo merasa malu menetes kan air mata nya di depan istrinya.
"tidak masalah kak, memang kenapa kalau pria menangis hm? memang kaum pria itu identik dengan keperkasaan nya.tapi mereka juga manusia biasa yang mempunyai rasa dan segala kelemahan nya. itu termasuk diri mu kak, menangis lah bila kamu sudah tidak kuat menahan beban di jiwa mu.menangislah kalau itu membuat mu bisa mengurangi beban di hati mu.lelaki menangis bukan berarti lemah tapi karena lelaki itu sudah mencapai batas limit nya" ucap Andini lembut berusaha memberikan kembali harga diri suaminya yang merasa jatuh di hadapannya.
"sayang.. aku benar benar bahagia bisa memiliki mu dalam hidup ku, kamu benar benar bisa membuat aku hidup dengan kebanggaan ku sebagai lelaki"
"tentu kak,bagi ku kamu adalah pria perkasa yang bisa melindungi diri ku"
Aldo tersenyum lalu mengecup lembut kening istrinya dengan penuh sayang.
tak lama suara krucuk terdengar dari perut Andini.
"ya ampun sayang, kamu lapar?"
Andini mencebik.
"gimana aku nggak lapar,tenaga ku sudah kamu kuras semua sampai anak mu yang di dalam perut ku kelaparan" ucap Andini manja
Aldo terkekeh mendengar ucapan istrinya pria itu tersenyum lebar seolah sudah lupa dengan apa yang sudah terjadi pada dirinya tadi.
"kak"
"apa sayang?"
"aku mau ke Bogor"
*
to be continued..
__ADS_1