
keenam orang yang ada di ruangan itu serentak menoleh ke arah pintu yang di ketuk
"masuk!"
suara berat Jayed mewakili menjawab ketukan pintu itu, mempersilahkan seseorang yang di balik pintu agar masuk.
tak menunggu lama pintu kamar di mana Andini di rawat itu terbuka
dan semua orang yang ada di ruangan itu termasuk Aldo dan Andini diam. keenam orang yang ada di ruangan tersebut sesekali saling pandang pada pasangan masing-masing terutama Andini dan Reyna sangat kaget ketika melihat siapa yang datang itu lain Andini, Reyna, lain Aldo yang memasang wajah datar lebih tepatnya tidak suka melihat kedua orang yang masih berdiri di depan ambang pintu depan senyum yang terlihat di paksakan
"hai Andini, selamat sore om, Tante"
sapa Sita pada semua orang yang ada di ruangan itu dengan menampilkan senyuman terbaik nya.
"kak sita?" ucap Andini kaget karena yang muncul dari balik pintu tersebut adalah sita bersama suami nya Rico bukan nya Andini tidak senang dengan kedatangan Sita dan Rico apalagi sambil membawa anak nya yang di gendong sita bayi lucu, berusia enam bulan.Andini sejenak masih diam karena keterkejutan nya
"Sita, kamu datang nak, kemana saja kamu? ibu telpon berulang kali tapi telp mu tidak aktif" Reyna segera mendekati Sita wanita itu tersenyum senang dengan kedatangan sita Reyna pikir kedatangan sita kesini pastilah untuk menjenguk Andini yang baru saja melahirkan.
"iya ibu, aku datang karena pesan mu maaf ponsel ku beberapa hari ini tidak aktif karena mas Rico sedang sakit karena kecelakaan" jelas Sita
"kecelakaan? apa semua baik-baik saja sekarang?" tanya Reyna terlihat wajah nya nampak khawatir lalu pandangan nya beralih ke Rico yang sedari tadi hanya berdiri dan tersenyum kaku ketika Reyna menatap nya dengan penuh kekhawatiran.
"saya baik-baik saja Bu, sekarang saya sudah sehat seperti sedia kala hanya kecelakaan kecil saja kok" terang Rico masih berusaha baik-baik bersikap.tapi tidak dengan batin nya yang sebenarnya tidak nyaman berada di tengah-tengah orang yang pernah menjadi atasan nya orang-orang yang pernah menjadi tempat bernaung untuk dirinya. karena rengekan Sita yang ingin menemui Andini yang baru melahirkan Sita membujuk diri nya untuk menemani nya menengok adik tiri nya itu dan dengan terpaksa Rico menuruti keinginan istrinya. sumpah demi apapun membuat Rico jadi salah tingkah mengingat apa yang telah dia lakukan adalah sebuah kesalahan yang sangat besar terhadap keluarga Bagaskara
masih bagus dirinya masih bisa bernafas di dunia ini karena dia tahu keluarga biliuner itu tidak pernah melepas seseorang yang menjatuhkan harga diri keluarga Bagaskara karena kebodohan nya.
dan Andini telah menyelamatkan lehernya dari jerat kematian
ya, andaikan tidak tidak ada seorang Andini yang menggantikan Sita menikah dengan bos nya itu entah apa yang terjadi selanjutnya dia sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi karena aksi nekad nya itu Rica hanya tersenyum getir mengingat cerita kelam itu.
"seperti nya pernikahan mu bahagia Sita" ucap Citra ibu sambung Aldo dengan wajah dingin menatap Sita
sita menoleh ke arah Citra dan tersenyum
"seperti yang nyonya lihat,saya bahagia bersama mas Rico" sahut Sita masih berusaha sopan membalas ucapan Citra yang dia tahu itu adalah sebuah kata sindiran buat dirinya.
"oh ya? bagus lah kalau begitu itu memang lebih baik seperti itu karena kalau tidak pasti kamu akan menyesal dan pasti masih mengejar anak ku" ucap Citra lagi Dengan nada sinis.
"dear" Johan menatap tajam pada istrinya dan citra tahu arti tatapan suaminya itu dengan segera memutus ucapan nya dengan mencebik
Sita hanya tersenyum menanggapi sikap Citra dia tahu mereka pasti kecewa dengan dirinya tapi itu pun bukan yang Sita minta bukan? karena semua nya takdir tuhan yang bicara mengatur pada siapa manusia itu menetap pada rasa yang mempunyai sejuta rasa yang di sebut cinta yang penuh fatamorgana.
manusia boleh berencana tapi sekali lagi hanya tuhan yang menentukan semuanya di mana kehidupan kita berlabuh dalam persinggahan waktu
tanpa memperdulikan keberadaan para konglomerat itu Sita mendekati Andini yang ada di brankar berdiri di sebelah sisi satunya. Aldo hanya memandangi kedua wanita yang cantik itu dengan tatapan yang sukar untuk di artikan.
__ADS_1
Sita langsung memeluk tubuh Andini walaupun tidak sepenuhnya karena ada bayi nya yang berada dalam gendongan nya.
"selamat ya An, dengan kelahiran bayi mu" ucap Sita tulus
"terima kasih kak"
"maafkan aku An" ucap Sita lirih
"untuk apa?"
"untuk apa yang sudah terjadi, karena diri ku hidup mu menjadi rumit" jelas Sita
Andini hanya tersenyum tipis merespon ucapan Sita
"kenapa kakak menyinggung masalah itu lagi? lihat aku sekarang,, aku baik-baik saja dan sangat bahagia walaupun awalnya tidak, tapi mungkin itu lah cara Tuhan memberikan jodoh pada ku dengan cara yang tidak aku suka tapi kenyataannya aku akan sangat bersyukur karena ini semua membuat aku menemukan kebahagiaan ku dengan orang yang aku cintai" ucap Andini tersenyum lalu melirik ke arah Aldo yang duduk di kursi tunggal di sebelah nya yang sedari tadi memandangi nya dengan penuh cinta.
Sita hanya tersenyum tipis melihat itu, hati nya pun membenarkan semua perkataan Andini. ya, mungkin ini semua sudah takdir tuhan menentukan siapa pasangan kita yang sesungguhnya walaupun dengan cara yang sulit di terima dan menyakitkan.
Reyna mendekati Sita ikut berdiri di sebelah brankar Andini
"anak mu lucu sekali kak sita" Andini mengalihkan pembicaraan dengan mengelus lembut pipi chubby bayi kakak tirinya itu karena sebenarnya dia pun merasa risih dengan pembicaraan tadi.
"iya,anak ku ini lah yang mengalihkan duniaku serta bisa menjadi pelipur lara ku"
"ibu senang kalian bahagia dengan pasangan masing-masing yang mencintai kalian dengan segenap jiwa" potong Reyna yang langsung meraih bayi Sita ke dalam gendongan nya.
"tentu saja Bu, aku sangat mencintai istri ku dengan segenap hati ku dengan seluruh jiwa raga ku" Aldo yang sedari tadi hanya diam menyela pembicaraan ketiga perempuan yang ada di depan nya itu. Andini menatap sendu penuh haru pada suami tampan nya yang
bermata sipit namun tajam, hidung mancung ber Alis tebal tertata rapi
dengan mulut tipis namun terkesan seksi dengan garis rahang yang tegas melengkapi wajah tampan pria yang telah menjadi suami nya
yang telah menyatu raga nya pada dirinya yang berupa seorang anak, dari benih nya menitis di rahimnya
Andini mengelus lembut lengan kekar milik suami nya dia tahu suaminya itu sedang menegaskan hati, dan cinta nya hanya untuk dirinya di depan Sita maupun ibu nya Reyna dan Andini mempercayai besar nya cinta suami nya untuk dirinya.Aldo mengunci tatapan nya pada netra coklat terang milik istri nya perlahan wajah nya mendekati wajah Andini dan itu membuat Andini melebar kan matanya
"kak,k_kamu... belum sepenuhnya Andini bicara untuk memperingati gelagat aneh suaminya yang sudah terbaca itu, benar saja dugaan nya dengan tidak tahu malu nya Aldo mencium bibir pucat Andini sekilas namun dengan lu*matan yang dalam.
membuat Sita diam membeku melihat pemandangan intim itu
"astaga Aldo! kamu tidak tahu malu ha!!" teriak Johan merasa risih dengan tingkah memalukan putra semata wayangnya itu walaupun ada senyum samar tercetak di wajah pria paruh baya Johan tahu sikap putra nya itu untuk memangkas keraguan istrinya atas ucapan Sita yang seolah ingin menghasut menantu nya.
"wanita licik" gumam Johan pelan
menatap tajam ke arah Sita
__ADS_1
Andini mendorong tubuh suaminya itu agar melepaskan pagutan nya
Aldo melepaskan ciumannya dan langsung menerima pukulan kecil di dadanya dari Andini
"auw sakit sayang kok mukul sih" teriak tertahan Aldo tanpa dosa lalu di susul dengan kekehan nya seraya mengecup sekilas pucuk rambut milik istri nya dengan mesra.
"kalau begitu aku permisi dulu An, selamat ya atas kelahiran bayi mu"
setelah sadar dari keterpakuan nya Sita pamit dengan semua orang yang ada di ruangan itu dengan wajah yang masih memerah karena menahan marah.
Aldo yang menyadari sikap Sita yang seperti itu hanya tersenyum miring. pasangan suami istri itu pun melangkah ke pintu keluar tapi sebelum mereka melewati ambang pintu Aldo bicara dengan nada sedikit teriak
"Rico!" panggil Aldo dan pria berambut cepak itu pun menghentikan langkahnya, menoleh ke arah Aldo
"ya, tuan?" Rico menyahut dengan dahi yang berkerut
"jaga baik-baik istri mu Co, jangan sampai istri mu berulah lagi!!"
tak mau ada urusan lagi Rico hanya mengangguk merespon ucapan orang yang pernah menjadi bos nya itu lalu tanpa bicara lagi pria itu langsung merangkul bahu istri nya berjalan keluar dari ruangan itu
lain Rico lain Sita wanita itu semakin emosi mendengar ucapan Aldo yang penuh cibiran itu.
"Sial!" batin Sita kemudian pergi meninggalkan ruangan itu dengan suami nya yang merangkul bahu nya dengan sedikit rematan yang cukup kuat seolah menyerukan kekesalan nya.
"kak, kenapa kamu bicara seperti itu?" tanya Andini yang tidak mengerti sikap konyol suami nya itu
"aku hanya membersihkan hama yang berpeluang merusak kenyamanan hidup kita sayang.. karena memang 'CINTA YANG TAK PERNAH SALAH' dia hanya datang dengan menutup mata ketika menyentuh dan bersemayam di jiwa yang merindu akan hasrat dan gairah dalam hidup" Aldo tersenyum menoleh ke arah istrinya dengan penuh cinta
"aku akan selalu memberikan cinta ku sebanyak banyaknya sampai kamu tidak bisa berpaling dari hidup ku sayang. Aku sangat mencintai mu
hidup ku terasa sempurna memiliki mu dan lengkap dengan kehadiran buah cinta kita Aydin Adskhan Bagaskara" ucap Aldo dengan penuh perasaan
mata besar Andini berkaca-kaca mendengar ungkapan cinta suami nya dan langsung memeluk tubuh liat milik suami nya, melingkar kan kedua tangan nya di pinggang keras Aldo, membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya yang telah memberikan kenyamanan, kedamaian serta cinta yang sangat besar dalam hidup nya
"aku juga sangat mencintai mu my hubby dokter tampan ku" ucap Andini di dalam dekapan hangat suami nya.
__TAMAT___
terima kasih untuk reader setia yang selalu mengikuti cerita ini
love you Al..
untuk cerita David dan Anggita dan Arkan akan ada di cerita Novel aku selanjutnya
see you 🥰🥰🙏
__ADS_1