
ketiga anak muda itu merasa gemas dengan apa yang sedang terjadi di depan mereka tampak wajah ketiga nya harap-harap cemas menanti Jawaban dari Reyna.
"ibu" lirih Andini dengan wajah memelas menatap ibunya seolah berharap kalau Reyna memberikan kesempatan kepada ayahnya dan berkata Reyna iya.
Reyna mendengar suara Andini yang memanggilnya diri nya lirih. Reyna melirik sekilas ke arah ketiga anak muda itu.wanita itu menghela nafasnya pelan lalu kembali menatap lekat wajah jayed yang juga dengan cemas menunggu jawaban dari mantan istri nya.Reyna tersenyum tipis, dalam hati nya berkata, mungkin ini lah garis takdir yang telah Tuhan rencanakan untuk dirinya di pertemukan kembali oleh jodoh sesungguhnya, cinta pertama dan yang terakhir buat dirinya jujur dirinya pun ingin merasakan kebahagiaan di sisa umurnya dengan orang yang dia cintai dan mencintainya dirinya dan jayed lah orang itu. dirinya berharap kalau keputusan nya memilih kembali jayed, untuk berada di sisi pria itu selama sisa umur nya. dan pada akhirnya nya dirinya memutuskan untuk..
"aku menerima lamaran mu kembali jayed Abdullah" ucap Reyna pelan sedikit terbata namun tatapan nya menegaskan keputusan yang dia ambil adalah pilihan yang baik untuk dirinya, Reyna tersenyum dan mengangguk.
Jayed sejenak tertegun seolah tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari mulut mantan istri nya apa? dia mendengar Reyna menerima lamaran nya? kontan saja wajah pria berusia enam puluh tahun itu berbinar, wajah nya berseri senyum nya melebar, dan tak terasa dari sudut mata nya ada setetes butiran bening luruh turun ke pipi hingga membasahi bulu-bulu halus yang menyelimuti rahang kokoh nya.
kedua tangan besarnya langsung meraih kedua tangan Reyna dan menggenggam erat.
"ka_kamu menerima aku Rey? c_coba katakan lagi aku ingin mendengarkan nya" pinta jayed dengan suara terbata karena gugup tak percaya. Reyna mencebik merespon Permintaan jayed itu
"kamu tidak tuli kan jayed,, aku tidak akan mengulanginya lagi.tapi kalau kamu memang tidak mendengar ucapan ku tadi ya sudah, lupakan!" ucap Reyna merajuk sekaligus malu bukan kepalang rasanya Reyna ingin pergi buru-buru dari situasi ini karena menurut nya ini sangat memalukan apa lagi melihat Andini,Arkan, dan Aldo tersenyum lebar ada raut kebahagiaan di wajah mereka sekaligus wajah menggoda seolah apa yang mereka sedang di lihat nya adalah kejadian langka,ya memang langka.
di mana sepasang manusia yang berlainan jenis yang sudah tidak muda lagi sedang beradegan romantis bak, seorang pasangan muda-mudi yang di landa cinta.
jayed tertawa kecil merespon sikap Reyna lalu mengangkat tangan nya yang menggenggam tangan Reyna, di dekat kan ke wajah pria itu lalu..
cup
jayed mengecup sekilas jemari lembut Reyna
"Jayed..."
ucap Reyna terkejut dan malu melotot ke arah Jayed kemudian melirik sekilas ke arah anak muda yang masih setia memperhatikan mereka berdua wajah Reyna merona karena malu Reyna berusaha melepaskan tangan nya yang di genggam oleh Jayed tapi tidak bisa karena jayed menggenggam tangan nya sangat erat.
__ADS_1
"lepaskan tanganmu Jayed,, nggak tahu malu kamu..tua,tua.sok romantis Malu tuh,sama yang mudaan" protes Reyna
"aku tidak peduli, biarkan saja mereka aku hanya ingin sekali lagi kamu katakan ucapan mu tadi Rey"pinta Jayed dengan wajah memelas.
"tidak, kalau kamu bersikap seperti ini terus.. baik lah aku pergi dari sini"
Reyna hendak berdiri dari duduknya dan berusaha menarik tangan nya dari genggaman Jayed namun dengan cepat Jayed kembali menarik tangan Reyna untuk kembali duduk.
"baik lah, aku mendengar nya.terima kasih kamu menerima lamaran ku Rey, mau menerima diri ku kembali aku berjanji kita akan menghabiskan sisa-sisa umur kita dengan kebahagiaan. aku akan berusaha sekuat tenaga dan jiwa raga ku" janji jayed meyakinkan niatnya pada Reyna
"aku percaya kamu akan menjaga ku Jay"
Andini berdiri dari duduknya, langsung menghambur ke arah Reyna dan memeluk nya
"aku sangat bahagia Bu, aku sangat bahagia ibu bisa bersama lagi dengan ayah menjadi keluarga utuh buat aku"
"karena ibu selalu menyayangi mu sayang" balas Reyna yang masih memeluk Andini setelah itu Andini melepaskan pelukannya pada Reyna
"ayah aku juga senang, ayah memberikan kejutan buat aku dengan membawa ibu kesini dan yang membuat aku bahagia ternyata ayah mau kembar hidup bersama dengan ibu" seloroh Andini mata nya berkaca-kaca.
Arkan berdiri dari duduknya
"hey, hey.. kalian melupakan aku"
Arkan mendekati Reyna dan memeluk nya sekilas
"terima kasih ibu Rey, mau menerima kembali ayah, aku sangat bahagia" ucap Arkan tulus menatap sendu Reyna lalu memeluk Jayed
__ADS_1
"ayah, akhirnya ayah menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya
cinta ayah yang di buang paksa kini ayah dapat kan kembali apa ayah benar bahagia kembali bersama dengan cinta pertama ayah? atau ini semua karena hanya sekedar obsesi ayah saja ingin kembali pada ibu Rey"
jayed melotot ke arah Arkan tak mengerti apa maksud perkataan Arkan yang terdengar memprovokasi.
"apa maksud mu Arkan?! siapa yang terobsesi?!"
begitu juga dengan Andini sangat terkejut dengan ucapan Arkan
"bang! apa kamu tidak senang dengan rujuk nya ibu dan ayah? apa maksud mu berkata seperti itu?!"
ucap Andini menatap tidak suka pada kakak lelaki nya itu
Arkan hanya mengangkat kedua bahunya.
"aku hanya ingin memastikan perasaan ayah saja, aku tidak mau nanti ada yang kembali kecewa" terang Arkan tenang.
"sudah cukup! Arkan ayah tahu maksud mu baik. mengkhawatirkan hubungan kami tapi, ayah pastikan di sini tentang perasaan ayah pada Reyna,cinta ayah pada Reyna selalu tersimpan rapi walaupun pada waktu itu aku tidak pernah membayangkan untuk kembali pada Reyna karena bagaimanapun aku sudah menikah dengan mami mu Arkan,, dan ayah ingin menjadi suami yang bertanggung jawab memberikan nafkah lahir batin pada istri ku tapi tidak dengan cinta ku.aku menyayangi mami mu Arkan.. Marjiah wanita anggun dan cantik dia juga baik melayani aku sebagai suami dengan baik karena itu aku berusaha menjadi suami yang baik untuk mami mu bersamaan itu pula aku tidak bisa membohongiku perasaan ayah yang masih mencintai Reyna istri yang ayah tinggalkan begitu saja dalam keadaan hamil, menukar kehidupan nya dengan kehancuran hubungan ayah dan Reyna "
Jayed menatap lekat wajah Arkan dengan mata berembun, tersenyum lalu kembali menatap Reyna dengan penuh cinta
"tapi ternyata Tuhan masih memberikan kesempatan kepada diri ku untuk menemukan jodoh ku yang sebenarnya aku sangat bahagia dan bersyukur"
"baik lah ayah.. aku percaya dengan cinta mu pada ibu Reyna dan terimakasih ayah mau menyayangi mami dengan tulus walaupun tanpa cinta"
"maaf kan ayah Arkan" ucap Jayed lirih
__ADS_1
*
TBC.