Cinta Yang Tak Pernah Salah

Cinta Yang Tak Pernah Salah
kegundahan hati David.


__ADS_3

flashback on


David berjalan keluar dari kantor Aldo


dia merasa gerah di dalam sana, melihat kemesraan kakak sepupu nya dan Andini, yang ternyata mampu mengusik pikiran nya. ada rasa tak nyaman di hati nya, entah perasaan apa itu. dia pikir kenapa dirinya menjadi receh begitu tadi, seperti bukan pribadi nya.karena selama ini dia tidak pernah mau mempunyai hubungan yang melibatkan perasaan pada yang namanya kaum hawa.walaupun ada itu semata hanya untuk menghibur diri saja karena penat nya bekerja.


dia berdiri di depan lift menunggu pintu lift itu terbuka untuk membawanya ke lantai satu.


TING.


pintu lift itu pun terbuka dia masuk, ada beberapa orang yang ikut masuk kedalam bersamaan dengan nya.


salah satu dari mereka menekan tombol nomor lantai yang mereka tuju.dan ketika layar digital yang menampilkan angka empat, berarti lantai empat, lift itu terbuka karena dua orang yang berada dalam satu lift


bersama nya keluar dari lift.bersamaan Dari mereka keluar ada juga yang masuk kembali, mengisi benda kotak besi itu.


semula David berdiri di pojok sebelah kanan ruang besi itu,dia bersandar sambil kedua tangannya berada di dalam saku samping celana nya.dia berusaha bersikap santai.dengan penampilan nya yang di atas rata-rata tentu saja memancing perhatian orang yang berada dalam satu lift dengan dirinya, terutama kaum hawa yang melihat nya sudah seperti cacing kepanasan, gak bisa diam,sok cari perhatian dirinya.bukannya David tidak melihat, walaupun pandangan nya lurus ke depan, namun sebagai seorang donjuan pemandangan seperti itu buat dirinya sudah biasa.


dia hanya tersenyum tipis hampir tak kentara.melihat para gadis cantik yang berpakaian serba putih itu (bukan mbak kunti ya 🤭) grasak-grusuk karena melihat dirinya.


tapi ekor matanya tiba-tiba saja melirik ke arah sudut sebelah kiri samping dirinya, ada yang menjadi magnet perhatian nya.pada seorang wanita cantik yang berdiri di sudut sebelah kiri dari dirinya berdiri.walaupun wanita itu terhalang dengan kedua perawat yang tadi sibuk cari perhatian pada dirinya.tapi tetap saja dia bisa melihat wajah wanita cantik itu yang berdiri di sudut di sebelah nya.


senyum nya pun mengembang dan ada rencana yang terlintas di otak nya. dia mau memaafkan kesempatan ini untuk menghibur diri nya.karena pikiran nya yang sedang rungsing.


dia pun melangkah, bergeser dari posisi berdiri nya dari sebelah kanan melangkah perlahan mendekati wanita itu, karena wanita itu terhalang oleh kedua wanita yang berpakaian serba putih, David pun dengan senyum ramah nya meminta kedua wanita itu untuk bergeser agar dia bisa berdiri di samping wanita cantik itu.


"permisi ya sus,bisa gak geser dikit,saya mau berdiri di situ" pinta menggerakkan dagu dan matanya ke arah yang dia inginkan. dengan suara sedikit berbisik pada kedua perawat wanita itu.ada rasa bahagia terpancar dari wajah kedua suster itu karena David bicara pada mereka.


"oh baik lah, silahkan tuan" salah satu perawat itu tersenyum dan memberikan tempat yang David minta.lalu David menggeser posisi melangkah sedikit, berdiri persis di samping target nya.karena wanita itu sedang sibuk dengan layar ponselnya jadi wanita itu tidak menyadari kalau David sudah berdiri persis di samping nya.

__ADS_1


"khemm,, David berdehem pas di telinga wanita itu, menyadarkan wanita cantik itu kalau ada David di samping nya.dan wanita itu pun kaget dan mengalihkan perhatian dari ponsel nya jadi ke arah orang yang berdehem di samping dirinya.


pandangan mereka pun bertemu, yang wanita kaget melihat David, sedangkan David tersenyum manis menatap wanita itu.


"kamu?"


"hai Dita" sapa David kemudian kembali menyenderkan bahu kiri nya untuk berdiri miring menghadap wanita itu yang ternyata Dita.


setelah itu Dita kembali memainkan ponselnya tak peduli dengan keberadaan David.dan pria tampan itu hanya tersenyum simpul melihat Dita yang mengabaikan nya.


"kamu mau pulang Dita?" tanya David


Dita mengangkat wajahnya, celingukan ke kanan dan kiri lalu kembali pandangan nya pada David.


"kamu bertanya pada ku?"sahut Dita dengan telunjuk nya menunjuk dirinya sendiri.


"iya, kamu, aku bertanya pada kamu, siapa lagi?" ucap David berusaha santai


"oooh.. kirain bukan aku yang kamu tegur, soalnya didalam lift ini kan masih ada orang selain aku, tuan David yang terhormat...."jawab Dita dengan menekankan setiap kata kata nya.membuat orang yang berada satu lift dengan dirinya ikut tersenyum simpul karena mau tak mau melihat interaksi David dan Dita.


David di buat salah tingkah oleh Dita,dia menggaruk kening nya yang tidak gatal.tersenyum kikuk.


"oke, oke,it's up to what you want, sorry" Dita hanya mengangkat kedua bahunya menanggapi ucapan David.


"kamu mau pulang" tanya David


"tidak, aku mau ke kantin"


"ah kalau begitu aku ikut" ucap David semangat.

__ADS_1


Dita menatap David heran dahi nya berkerut.


"ngapain ikut aku ke kantin?" tanya Dita heran melihat David seperti orang kurang kerjaan.


"lah, kamu mau ngapain ke kantin?"David balik tanya, membuat Dita tambah heran dengan tingkah pria tampan yang ada di hadapannya sekarang.


"ya.. mau makan lah, emang nya aku ke kantin mau tidur" sahut Dita ketus membuat orang yang berada di dalam lift itu yang tinggal tiga orang kembali ikut mengulum senyum.


"ya, maksud aku... Aku mau ikut kamu ke kantin, karena mau makan juga.. kebetulan aku belum makan sore nih"


"oh ya? apa tuan David Bagaskara yang terhormat bisa makan, makanan kantin yang menu nya biasa saja?"ucap Dita terdengar sarkas.


"loh, kenapa? apa ada yang salah dengan makanan kantin rumah sakit ini? aku percaya dengan kakak sepupu ku, yang pasti nya selalu menjaga kualitas pelayanan rumah sakit ini termasuk makanan yang ada di kantin iya kan?"


Dita diam mendengar ucapan David, dalam hati nya dia membenarkan ucapan David, Karena memang rumah sakit yang di kelola dan di pimpin langsung oleh Aldo adalah rumah sakit terbaik di negara ini. dari segi pasilitas,serta pelayanan nya.


"terserah kalau kamu mau ikut makan di kantin"akhirnya Dita pasrah, walaupun dia tidak suka David ikut ke kantin untuk makan bersama dirinya


ada rasa heran melihat sikap David yang tiba-tiba ramah pada dirinya, karena yang dia tahu David tidak pernah memperlihatkan sikap ramah pada nya selama dia mengenal Aldo.


dengan senyum lebarnya, David merasa senang karena Dita mau mengajak nya makan di kantin. walaupun bukan itu tujuan nya.dia hanya ingin mencari lawan ngobrol saja untuk menghibur diri nya Dan dia merasa Dita adalah lawan yang baik untuk menghilangkan kegundahan hati nya.


flashback off.


dan sekarang di sini lah David berada,di kantin rumah sakit milik sepupu nya bersama Dita.


****komen, like,n,vote ya mom jangan lupa bila suka dengan cerita nya.😊


#to be continued.,

__ADS_1


__ADS_2