
Andini menatap tak percaya melihat Rendy ada di hadapannya.
sedangkan Rendy kembali mencoba meraih kedua tangan Andini, namun di tepis nya oleh Andini.
"cinta,ada apa dengan mu? kenapa kamu menolak ku?"
Andini diam tak menjawab dia hanya menatap dalam diam wajah Rendy.
"kapan kamu tiba di Indonesia?" tanya Andini datar.
"setahun yang lalu" jawab Rendy pelan dia terus maju mendekati Andini yang terus saja melangkah mundur.hingga tubuh Andini membentur rak buku, otomatis tidak ada celah untuk mundur lagi.rendy semakin mendekat ke arah dirinya.dan ketika kedua tangan Rendy kembali mencoba untuk meraih bahu Andini. mata Andini membola, bersamaan dengan satu tangan kokoh menarik tubuh Rendy ke belakang, menjauhkan dari Andini.
"jauhkan tangan mu dari tubuh istriku!"
ternyata Aldo datang pas pada waktu nya sebelum Rendy kembali menyentuh Andini.dan Aldo langsung menarik pelan tangan istrinya itu, lalu merangkul bahu istrinya merapatkan ke tubuh nya.Aldo menatap tajam ke arah Rendy nampak sekali wajah Aldo yang terlihat marah.
"kamu tidak apa-apa kan sayang?" Aldo memastikan bahwa istrinya baik baik saja.Andini mengangguk pelan merespon pertanyaan suaminya.
sedangkan Rendy yang merasa kaget dengan tindakan Aldo dan merasa bingung tidak tahu siapa Aldo dan men, scan penampilan Aldo, lalu..
"cinta, siapa dia?"
"jaga ucapan mu! jangan kamu sebut istriku dengan panggilan itu!" Aldo merasa tidak nyaman dengan sebutan cinta dari mulut Rendy yang di sematkan pada istrinya.
"siapa kamu melarang ku?!" sanggah Rendy tidak senang.
"aku suami nya"
Rendy menggeleng kan kepalanya tidak percaya kalau Aldo suami Andini.
"cinta, benar apa yang dia bilang ha?!"
Rendy minta kejelasan dari Andini.
"iya, dia suami aku"
Rendy tertegun sejenak mendengar Jawaban dari Andini.
"kenapa kamu menikah ha? kamu tidak menunggu ku? dua tahun aku di Amerika seperti orang tidak waras karena merindukan mu, dan setelah aku pulang ke Indonesia satu tahun terakhir ini seperti orang gila mencari keberadaan mu, tapi setelah sekarang aku menemukan mu.. Rendy menahan ucapan nya menatap Aldo dan Andini bergantian.
"ternyata kamu malah sudah menikah, kamu benar benar tidak menepati janji mu cinta" ucap Rendy dengan nada di tekan.
"Kapan aku berjanji pada mu?" ucap Andini lirih.
"sebelum aku pergi ke Amerika, meminta pada ibu mu, membuktikan bahwa diri ku layak untuk mu,dan mematahkan semua halangan yang membentengi hubungan kita"
"cukup, jaga bicaramu tuan! Andini sudah menjadi istri ku, apa pun itu sudah tidak pantas untuk di bicarakan,ayo sayang kita pulang"
__ADS_1
Aldo menarik istrinya meninggal kan Rendy. dengan wajah frustasi Rendy
menatap nanar Andini yang berjalan keluar dari gedung itu dalam rangkulan Aldo.
mereka berdua berjalan menuju ke arah parkiran mobil di mana mobil Aldo berada.
"masuk sayang" Aldo membukakan pintu mobil untuk istri nya lalu membimbing nya masuk ke dalam mobil nya.begitu pun dengan Aldo dengan cepat ikut masuk ke dalam mobil nya.duduk di kursi kemudi.
ketika mereka sudah berada di dalam mobil.tak ada yang mengeluarkan suara.Aldo menyala kan mesin mobil nya.kemudian perlahan melajukan mobilnya ke jalan utama.
sepanjang perjalanan hanya hening tercipta.pandangan Andini tertuju ke arah kaca jendela mobil.sedangkan Aldo, pandangan nya lurus ke arah depan jalan.walaupun sesekali dia melirik sekilas ke arah Isteri nya.
di tengah perjalanan, tiba-tiba Aldo menepikan mobilnya ke pinggir badan jalan.andini menoleh ke arah Aldo dengan tatapan bingung.
Aldo melepas seatbelt nya lalu menggeser duduknya sedikit mengarah ke Andini.sesaat Aldo menatap Andini dalam diam nya.
lalu pria berwajah oriental itu menghela nafasnya berat dan..
"bisa kamu kasih tau ke aku siapa lelaki tadi hm?" tanya Aldo dengan nada yang tenang
lama Andini tidak menjawab pertanyaan suaminya.
"sayang? jawab aku" sekali lagi Aldo bertanya.karena Andini masih saja diam.
mungkin pemirsah juga penasaran siapa itu Rendy Andini... jawab dong!
"what!" Aldo terkejut
"tapi, tapi.. kenapa dia menginginkan mu, padahal dia kakak tiri mu?"
"itulah, aku pun tidak tahu kalau Rendy tidak menganggap aku sebagai adik nya, tapi sebagai layaknya seorang wanita, hingga satu waktu Rendy mengutarakan maksud nya ingin melamar ku pada ibu, yang kemudian tentang habis habisan oleh ayah tiri ku, yang notabene nya Ayah Rendy.ayahku menganggap Rendy tidak waras, karena menginginkan adik tiri nya, tapi Rendy bersikukuh dengan niat nya untuk melamar aku.
Rendy terus meyakinkan ayah, kalau hubungan nya dengan aku tidak masalah karena tidak ada hubungan darah di antara kami"
"apa kamu menyukai lelaki itu?"
tanya Aldo menatap selidik
Andini diam hanya tatapan sendu sebagai jawaban nya.
Aldo tersenyum tipis melihat reaksi Andini yang seperti itu.
"tapi itu dulu, karena Rendy sangat baik pada ku, pria itu selalu ada buat ku"
"itu karena dia menyukai mu, sebagai layaknya seorang wanita" potong Aldo.
"bukan kah kamu juga begitu?"
__ADS_1
"apa?"
"mempunyai perasaan pada kak sita"
"itu dulu sayang.. tapi hati ini sudah terisi penuh dengan nama mu"
aissh, gombal banget sih kamu kak"
Andini tak tahan dengan ucapan Aldo seperti sedang merayu.
"tapi itu benar sayang" ucap Aldo meyakinkan istrinya.
"aku juga sama,di pikiran ku sudah tidak ada lagi lelaki lain, selain dirimu, aku sudah tidak menginginkan siapapun, hanya dirimu,papah anak yang ada di kandungan ku ini"ucap Andini pelan seraya tangan nya mengelus elus lembut perut nya yang sudah kelihatan sedikit berisi dengan kehamilan nya yang sudah 12 Minggu
Aldo tersenyum.tangan nya ikut mengelus elus lembut perut istrinya yang tengah mengandung anak nya.
"lalu apa maksud nya dengan janji kalian itu? apa benar kamu berjanji untuk menikah dengan nya dan menunggu kepulangan nya?" Aldo kembali bertanya pada Andini tentang Rendy.
"tidak, aku tidak pernah berjanji apa apa! mungkin sikap ku yang diam di artikan sebagai kesediaan aku mau menikah dengan Rendy"
"dan ternyata dia setia, membuktikan nya dengan tiga tahun menanti diri mu" ucap Aldo menatap tajam ke Andini.
"itu masalah dia, aku tidak tahu dia setia atau tidak.mungkin kalau tidak ada kejadian aku menikah dengan mu.aku benar benar menikah dengan Rendy" ucap Andini santai.sedangkan expresi wajah Aldo nampak tidak baik baik saja.
"apa kamu kecewa karena kamu tidak bisa menikah dengan lelaki itu?"
"awalnya iya, jelas hidup ku hancur, rencana hidup ku berantakan begitu saja, kamu tahu sendiri kan, tidak ada cinta di Antara kita apalagi semua nya karena terpaksa, aku malah menargetkan mencoba satu tahun saja bertahan dalam pernikahan ini, karena jelas tidak ada cinta di pernikahan kita, tapi sekarang.. aku tidak akan membiarkan wanita, wanita cantik yang di luaran sana mendekati mu, merebut dari aku!"
ucap Andini dengan berapi-api
membuat senyuman tersungging di bibir Aldo melihat reaksi istri tercinta nya.
"benarkah?"ucap Aldo memandang wajah istrinya dengan tatapan penuh cinta.
"
to be continued..
hai mom's and sister terima kasih sudah mampir ke cerita saya 😊..
jangan lupa untuk
like
comen
dan juga vote nya buat semangat saya.❤️
__ADS_1