
Meta memandangi dengan sorot mata yang tajam pada gadis itu menilisisk penampilan gadis itu dari ujung rambut sampai ujung kaki gadis berseragam SMA yang ada di depan nya.
seperti Sena betina yang sedang mengintai mangsanya Meta berjalan mengitari gadis itu.sampai-sampai membuat gadis itu jengah di buatnya.
seorang gadis SMA dengan kulit coklat terang tapi terlihat exotic, wajah manis dengan rambut keriting seperti mie. panjang sebatas punggung terburai begitu saja alis tebal tersusun rapi hidung mancung,lesung pipi di kedua pipinya begitu sangat kentara. bingkai mata seperti bingkai mata kucing apa lagi netra abu-abu nya nya sungguh menghipnotis siapa saja yang menyelami nya. semuanya serasi dan cantik terlihat. dua kata yang pantas di sematkan pada gadis remaja ini, unik, dan menarik.
Meta tersenyum kagum dengan penampilan yang di miliki oleh gadis remaja ini.apakah tuan nya itu tertarik dengan gadis ini pikiran Meta sudah melebar ke mana-mana.
seperti nya gadis ini gadis peranakan. bukan asli Indonesia Meta kembali berpikir seperti itu.
"kenapa tante melihat saya seperti itu sih?" hardik gadis itu tidak nyaman dengan tatapan meta.
"apa? tante? jangan panggil aku Tante! kapan aku nikah sama om mu? hey bocah, siapa nama mu ha?" tanya Meta ketus
"nah, itu Tante panggil saya bocah,berasa tua kan tante?!" ucap gadis itu sekenanya.
"sial"Meta bergumam
"siapa nama mu cepat jawab" tanya Meta lagi.
"Anggita" jawab gadis itu menyebutkan nama nya dengan nada yang malas.
"baik lah Anggita, kamu duduk dulu di sini, sebentar lagi tuan David selesai dengan rapat nya dan akan menemui kamu lagi" Anggita merasa heran melihat perubahan sikap Meta yang tiba-tiba saja menjadi ramah tidak seperti tadi yang seperti ingin mengintimidasi dirinya.dan ya,Anggita teringat dengan om gila yang bermasalah dengan dirinya. Anggita mendekati Meta yang duduk di balik meja kerja nya yang kembali serius dengan pekerjaan nya.
"Tante" panggil Anggita
Meta menoleh ke Anggita
"apa?"
"tolong biarkan saya pergi ya, please..." Anggita mengatupkan kedua tangannya di gosok-gosok seperti memohon.
"masalah apa yang membuat tuan David sampai menahan mu seperti ini ha?"
"tidak ada, ini hanya masalah kecil.hanya kesalah pahaman saja"
"oh ya? apa aku bisa percaya begitu saja? kalau masalah kecil, tidak mungkin Tuan David sampai menyandera mu seperti ini.sudah, kamu tunggu dan duduk di sana,diam, jangan ganggu pekerjaan ku"
"tapi Tante"
"jangan panggil aku tante!"
"tapi.. belum Anggita meneruskan usaha pintu ruangan itu terbuka
Cklek.
__ADS_1
James muncul berdiri di ambang pintu.
"hey kamu,ayo ikut aku" james mengarah kan telunjuknya pada Anggita.
"aku?" sahut Anggita menunjuk pada dirinya sendiri.
"iya, siapa lagi" ucap James menatap dingin gadis itu.
"mau kemana om?"
"panggil aku James jangan om!"
"ayo cepetan,, tuan David tidak suka terlalu lama menunggu!"
"iya.. galak banget sih,entar cepat keriput lho" Anggita terpaksa mengikuti langkah James menuju ruangan David.
David Memandangi kartu SIM gadis itu.pria itu membaca id gadis itu yang terdapat di SIM milik Anggita.
Nama ; Anggita Anirah
tempat tanggal lahir : 26 Desember 2004
"berarti enam bulan lagi baru delapan belas tahun.cih, gadis ingusan! sudah berani kurang ajar pada ku" gumam David memperhatikan foto gadis itu yang tercetak di SIM card milik gadis remaja itu."wajah yang manis dan exentrik" puji David tak sadar menarik sudut bibir nya.
lamunan David buyar karena ketukan pintu ruangan nya.
David menatap gadis itu dengan lekat namun terkesan dingin.
"duduk di situ" David menunjuk sofa yang ada di ruangan nya menyuruh gadis itu duduk di sana.Anggita menurut dan duduk di sofa dia merasa risih di tatap sedemikian rupa oleh David.lelaki itu tersenyum tipis lalu berdiri dari singgasana nya memutari meja kerja nya berdiri menyenderkan bokong nya di depan meja kerja nya dengan kedua tangan nya di lipat di dadanya.mata sipit nya menyorot tajam pada gadis itu.
"gimana?" tanya David
"apa nya yang gimana?" sahut Anggita tak mengerti.
"apa kamu bisa mengganti kaca spion ku?"
"bisa! berapa harga spion mobil Om, aku bayar!" sahut Anggita yakin.
padahal dia tahu spion mobil mewah yang di tumpangi David pasti lah tidak murah Anggita tahu itu.tapi dia berusaha untuk tidak terlihat lemah dan gentar di depan lelaki yang dia sebut om gila.
"oh ya? bagus kalau begitu.kamu tahu harga kaca spion mobil ku?!"
tanya David tersenyum remeh
glek.
__ADS_1
Anggita menelan ludah nya susah payah.
"be_berapa? sebutkan saja cepat harga nya supaya urusan kita selesai" ucap gadis itu dengan berani walaupun dia tahu akan habis nyawa nya saat ini juga.
"wow, hebat sekali kamu benar kah?
*astaga.. ternyata masalah ini, yang bikin gadis malang ini akan kehilangan nyawa nya sebentar lagi bukan tanpa alasan James berpikir seperti itu karena dia sangat mengenal sekali sifat David yang angkuh dan tak mau kalah, apalagi bersinggungan dengan soal harga dirinya habis lah gadis malang ini* gumam james dalam hati nya.
"James, kasih tahu pada gadis ingusan ini, berapa harga spion mobil ku biar dia bisa menyiapkan uangnya segera" titah David yang segera di turuti oleh james.pria tampan dan tinggi itu mendekati gadis remaja yang duduk di sofa. James membuka layar MacBook nya dan memperlihatkan harga kaca spion mobil mewah milik David
gadis itu melebar kan matanya setelah melihat harga spion mobil milik David yang untuk ukuran diri nya itu harga yang sangat mahal.
David tersenyum miring melihat respon gadis itu.
"A_pa!!? tidak mungkin, hanya sebuah spion mobil saja harga nya dua puluh juta sepasang Anggita sungguh tidak percaya dia menggeleng kan kepala nya.jika motor matic nya di jual saja harga nya tidak ada setengahnya sama sekali.
"Anda pasti bohong ya Om, masa cuma kaca spion ajah harganya sampe mahal begitu" ucap Anggita mencoba mengelak.
"kamu pikir mobil ku, mobil murah ha? apa kamu tidak bisa mengganti nya?" cecar David merasa puas melihat gadis ingusan yang kurang ajar ke pada tidak berkutik.
James hanya menggeleng kan kepala nya samar tak habis pikir sang bos menunjukkan kekuasaan nya pada gadis remaja yang tidak berdaya.
_______
Andini melepaskan diri nya dari dekapan suaminya dia menarik selimut untuk menutupi tubuh polos nya.kemudian duduk bersandar pada headboard ranjang
"apa yang akan kamu katakan kak? jangan bikin aku penasaran" ucap Andini menatap penuh selidik pada suami nya.
Aldo beringisut menggeser posisi nya mencondongkan tubuhnya mendekati nakas tanpa turun dari ranjang, meraih ponselnya yang berada di atas nakas.
pria yang tubuh nya masih sama polos nya malah tidak tertutup apapun karena selimut sudah Andini tarik untuk menutup tubuh polos nya sehingga Aldo tidak mendapatkan selimut itu untuk menutupi tubuh polos nya dan dengan santai nya dan tanpa beban lelaki berwajah oriental itu mendekati istrinya ikut menyender kan tubuhnya Yang tidak sama sekali tertutup sehelai benang pun terpampang jelas di mata Andini walaupun dia sudah tahu setiap lekuk tubuh Atletis milik suami yang sangat menggoda iman nya tetap saja wajah Andini menjadi merah merona malu dan gugup melihat pahatan sempurna tubuh suaminya yang bersandar pada headboard di sebelah Andini.
lalu Aldo fokus dengan ponselnya tanpa menyadari perubahan wajah istrinya itu.Aldo memainkan jemari kokoh nya menggulirkan layar ponsel nya mencari sesuatu di folder aplikasi yang terdapat di ponsel mahal nya berlambang buah sedikit di makan kampret
tersebut.
"ini, lihat lah.tapi tolong berpikir logis, jangan punya pikiran macam macam terhadap ku" pinta Aldo dengan wajah was-was nya pada istrinya menyodorkan ponselnya pada Andini.
Andini tidak segera mengambil ponsel milik suami nya itu dia menatap dalam netra coklat suaminya.
"kenapa kamu menunjukkan ke pada ku, kalau kamu takut aku salah paham kak, bukan kah sebaiknya aku tidak tahu saja itu lebih baik?" ucap Andini hati nya tiba-tiba saja menjadi berdebar dan sesak.
"justru aku tidak mau kamu tahu dari orang lain karena dia sangka dengan mengancam ku seperti ini dia bisa merusak hubungan kita sayang"
*
__ADS_1
TBC.