Cinta Yang Tak Pernah Salah

Cinta Yang Tak Pernah Salah
khas kamu di pagi hari.


__ADS_3

Rico tersenyum mendengar ucapan istrinya yang berhasil meyakinkan hatinya.kemudian di cium nya puncak rambut istri nya itu dengan lembut.


"kita hadapi bersama mas, apapun yang terjadi besok, jangan menghindar lagi, semua harus kita tuntaskan, karena aku lelah hidup sembunyi sembunyi terus" ucap sita pelan menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu.


"iya aku akan menuruti apapun yang kamu inginkan sita, walaupun itu harus nyawaku sebagai taruhannya"


"mas" lirih sita akhirnya tak kuasa menahan air mata nya jatuh membasahi pipinya. merasa tubuh istrinya bergetar Rico mengurai pelukan nya agar bisa melihat wajah istrinya itu.


"hei, kenapa menangis hm?"


"aku takut" ucap sita menatap khawatir suaminya.


"Takut apa?"


karena kamu bicara soal nyawa, apakah Aldo akan membunuh mu, kalau tahu bahwa kamu yang menggagalkan pernikahan nya"


Rico terdiam sejenak mendengar ucapan istrinya.


"aku juga tidak tahu apa yang akan terjadi kalau tuan Aldo mengetahui kalau aku pelakunya yang merusak rencana pernikahan nya dengan mu"


jujur dalam hati nya Rico merasakan ada ketakutan sendiri apabila dia bertemu dengan majikan nya itu nanti, tapi satu yang pasti, apapun yang terjadi nanti, akan dia hadapi.


sita menggeleng kan kepalanya pelan menatap nanar suaminya.


"sudah lah, sekarang kamu tenang saja, dan istirahat ya" Rico membelai lembut wajah sita.


tak lama suara nafas sita terdengar teratur, Rico tersenyum melihat istrinya sudah ada di alam mimpi.


________________


suara burung berkicau, deburan ombak terdengar dari kejauhan, menjadi irama indah menyambut suasana pagi hari yang cerah di villa sebuah resort.Andini menggeliat bangun dari tidur nya, perlahan mata indah itu terbuka.


"sudah bangun kamu sayang"


Aldo yang sedang melakukan olahraga kecil di dalam kamar tepat nya di balkon, menghentikan kegiatan nya karena melihat istrinya sudah bangun dari tidurnya.lalu berjalan mendekati Andini kemudian duduk di tepi ranjang di sisi Andini.


Cup


"morning kiss" Aldo mengecup dan memberikan ******* singkat namun lembut di bibir Isteri nya.


"kak.. jorok ih, aku kan belum gosok Gigi" protes Andini dengan suara yang parau dan manja.


Aldo hanya terkekeh pelan.


"nggak masalah,buat ku tetap wangi, dan khas kamu di pagi hari" ucap Aldo enteng lalu kembali dia mencium kening istrinya lama.

__ADS_1


membuat hati Andini pagi pagi sudah terbang melayang mendapatkan perlakuan cinta dari suaminya.


"aku mau pulang kak" pinta Andini tiba-tiba.


"kenapa? kamu tidak senang di sini hm?"


"senang,tapi pikiran ku tidak tenang"


terang Andini membuat Aldo menautkan kedua alisnya.


"urusan sita?" tanya Aldo ragu


"iya, Aku ingin bertemu dengan kak sita, dan bicara dengan pikiran dingin aku ingin semua jelas! tidak ada yang di rahasiakan lagi, aku juga ingin tahu siapa ayah dari anak yang di kandung nya"


"kamu yakin sudah siap?" tanya Aldo


"pertanyaan mu itu, sebenarnya untuk mu juga kak" cibir Andini mulutnya manyun. Aldo tertawa getir


"iya, kamu benar.. tapi aku akan berusaha menerima, karena aku sadar, kehidupan aku sekarang adalah kamu, aku sudah bahagia memiliki kamu sayang"


perlahan tangan Aldo membelai lembut pipi kenyal milik istrinya itu di pandangi nya wajah cantik nan jelita yang ada di hadapannya itu.


"kita berempat adalah korban dari permainan takdir kak"lirih Andini


"kita berempat?" tanya Aldo tak paham.


"ooh" itu yang terucap dari mulut Aldo setelah paham dengan maksud ucapan Andini.


"apa cuma bertiga? berarti anak yang ada di dalam kandungan kak sita adalah... belum selesai Andini meneruskan ucapannya mulutnya sudah di bungkam dengan bibir Aldo.


di lahapnya dengan rakus bibir isteri nya itu.dan di sudahi nya cumbuan nya itu setelah Andini merasakan sudah susah bernafas dan mendorong tubuh Aldo.pria bermata sipit itu menatap dalam dalam wajah istrinya.yang tersengal sengal nafasnya karena ulah nya.


"kamu jangan asal bicara sayang.. sudah aku tegaskan pada mu berkali kali, kalau aku tidak pernah menyentuh tubuh sita lebih" ucap Aldo dengan suara nya yang berat.


Andini hanya terdiam menatap lekat wajah suaminya itu.


"maafkan aku, baik lah aku percaya padamu" lirih Andini.


"harus! kamu harus percaya Aku sayang"


"ya sudah, kalau begitu ayo kita kembali ke rumah ibu, untuk menemui kak sita, aku akan ngirim pesan ke ibu, supaya kak sita jangan pergi dan harus menunggu kita datang" ucap Andini dengan antusias, lalu dia mendorong pelan tubuh suaminya yang duduk di tepi ranjang.


"mau kemana kamu sayang?"


"mau mandi" lalu dengan cepat Andini turun dari ranjang melangkah menuju arah kamar mandi yang ada di dalam kamar. begitu pula Aldo, dengan cepat melangkah mengikuti langkah istrinya ke dalam kamar mandi.membuat Andini kaget, menoleh ke arah suaminya itu.

__ADS_1


"mau apa kamu kak?"tanya Andini was was.


"mau mandi lah"


"ntar gantian"


"nggak mau,kita mandi bersama ya!?" ucap Aldo kedua alisnya turun naik.


"NO! aku mau mandi sendiri"


"katanya ingin buru buru pulang.. kalau mandi sendiri sendiri kan makan waktu sayang.. jadi untuk menghemat waktu kita mandi bersama, jadi sekalian,,benar kan?"


ucap Aldo berusaha dengan nada serius agar Andini yakin dengan penjelasan nya.Andin diam sejenak.


tak mau lama menunggu jawaban istrinya itu, Aldo langsung mendorong pelan tubuh istrinya ke dalam kamar mandi dan langsung mengunci pintu kamar mandi, dan kunci nya dia cabut lalu di letakkan di atas sela sela pentilasi udara.


"kaaak.. teriak Andini lagi lagi dia masuk dalam jebakan Batman suami mesum nya.


terdengar gelak tawa Aldo dari dalam kamar mandi, entah apa yang akan terjadi Andini hanya bisa pasrah dengan sikap suaminya yang sedang mode mesum.dan kegiatan mandi berikut bonus nya itu berlangsung lama hampir satu jam lebih, Aldo dan Andini baru keluar dari dalam kamar mandi.wajah Aldo yang nampak fresh.. begitu juga Andini walau ada gurat lelah di wajah nya, jelas saja, karena di dalam kamar mandi tenaga nya di kuras habis oleh suami mesum nya itu.hingga tidak di beri ampun.


Aldo yang sudah berganti pakaian rapi dengan pakaian ala pantai, Karena memang dia dan Andini tidak membawa pakaian, karena awal nya tidak ada niatan untuk bermalam di villa ini, untung saja pihak resort menjual produk marchandice salah satu nya baju baju pantai dia pun membeli nya dua untuk dirinya dan istrinya.


Andini yang duduk di tepi ranjang tersenyum simpul, melihat penampilan suaminya yang memakai kaos bergambar pantai serta tulisan nama Resort yang mereka berada sekarang ini.tidak pernah dia melihat suaminya memakai kaos sesederhana itu.walaupun begitu, ketampanan nya tidak luntur, hanya sedikit imut saja menurut Andini.


"kenapa kamu melihat aku seperti itu sayang?" tanya Aldo bingung dengan tatapan istrinya yang seperti itu.


"nggak apa-apa.. memang ada larangan aku memandangi suami ku?" kilah Andini tetap dengan senyuman nya.


"kamu belum pakai baju?" tanya Aldo melihat Andini masih memakai bathrob nya.


"oh, iya.. baik lah aku mau ganti pakaian dengan ini?" ucap Andini tangan nya meraih baju pantai bewarna dasar putih sama dengan yang Aldo pakai.


"iya,apa boleh buat.. kita kesini hanya membawa satu pakaian yang melekat di tubuh kita sayang, jadi ya, itu ganti nya"


Andini berdiri dan berjalan menuju arah kamar mandi dengan baju pantai di tangan nya.


"tidak masalah kak, apapun yang aku pakai.. asal tidak telanjang" ucap Andini pelan kemudian dengan cepat menghilang di balik pintu kamar mandi. Aldo tersenyum tipis merespon ucapan Andini tadi.


"dan aku suka kalau kamu tanpa baju sayang"gumam Aldo otak nya kembali traveling ke mana-mana.


"


"


to be continued.

__ADS_1


hai mom's.. n sister, jangan lupa untuk tinggal kan jejak nya ya 😊.


__ADS_2