
Andini diam, matanya menatap dalam wajah suaminya.
melihat perubahan wajah istrinya Aldo mengubah posisi nya, memutar posisi duduk nya dan kini menghadap ke Istrinya dengan meraih kedua tangan kecil milik istri nya.memdekatkan wajah nya pada wajah Andini dan.
cup
cup
Aldo memberikan kecupan singkat dua kali pada bibir basah Andini.
"kak, serius dong..." protes Andini
Aldo terkekeh kecil lalu membuka ponsel nya, fokus mencari sesuatu pada ponsel nya gerakan jemari nya berhenti melirik ke arah Andini dan memberikan ponsel nya itu pada Andini.
"lihat lah ini sayang"
Andini menerima ponsel Aldo ditangannya tanpa memutuskan pandangan penuh tanya pada suami nya itu.perlahan tatapan mata nya turun ke ponsel suami nya yang dia pegang ada sebuah video Dengan sedikit ragu Andini meng, klik memutar video tersebut dan setelah beberapa detik mata Andini melebar mulut nya sedikit terbuka
"i_ini apa kak? video kapan ini?"
Andini menutup mulutnya dengan satu tangan nya dia memperhatikan video yang sedang di putar di ponsel milik suami nya.
"tiga hari yang lalu" ucap Aldo cepat.
Andini menurunnya tangan nya yang membekap mulutnya sendiri.
"tiga hari yang lalu? jadi kepulangan kamu waktu itu..." Andini tidak meneruskan ucapannya karena Aldo menyahut cepat ucapan Andini.
"iya benar, tiga hari yang lalu, tidak ada niatan aku untuk menutup semua nya dari kamu sayang, kamu sendiri tidak mau aku ajak pulang bersama waktu itu" jelas Aldo.
"tapi kenapa kamu tidak menjelaskan pada ku untuk apa kita pulang waktu kamu mengajak kembali ke Jakarta" sahut Andini tidak senang mengerutkan dahinya
"tenang sayang... Aldo memegang kedua bahu istri nya
"aku hanya tidak ingin kamu kepikiran, kamu sedang hamil sayang.. aku tidak mau kamu jadi tertekan dan itu tentu saja tidak bagus untuk diri mu yang sedang mengandung anak ku"
Andini mencebik merespon ucapan Aldo.
"alasan!" Andini memalingkan wajahnya ke arah lain wajah nya terlihat masam.
__ADS_1
"hey, sayang... aku hanya tidak ingin khawatir" ucap Aldo lembut sembari meraih dagu istri nya mensejajarkan kembali wajah Andini ke arah ke arah dirinya.
"benarkah?" ucap Andini dengan raut yang tidak percaya.
"tentu saja, bagi ku kamu yang menjadi prioritas utama ku, aku tidak mau anak dan istri ku terbebani oleh pikiran yang tidak perlu"
Andini terdiam menatap lekat wajah suaminya.
"kak"
"hm?"
"boleh aku bertanya?"
silahkan, kalau aku bisa menjawab nya"
Andini diam sejenak dadanya terasa berdebar kencang.
"apa yang akan kamu tanyakan HM?" tanya Aldo malah menjadi penasaran menunggu apa yang akan di tayangkan istrinya pada dirinya.
"apa... kamu kamu benar-benar membenci ibu mu?" kata-kata itu akhirnya meluncur begitu saja dari Andini walaupun ada keraguan takut suami nya itu tersinggung.
"apa? maksud kamu... tapi kelihatannya kamu sangat membencinya" timpal Andini heran kenapa suami itu bilang tidak membenci mamahnya tapi kenyataan yang Andini lihat Aldo begitu membenci mamahnya itu terlihat dari tatapan nya bertemu dengan wanita yang melahirkan nya.
"aku tidak membenci sosok perempuan yang telah melahirkan aku kedunia ini, memberikan kehidupan pada diri ku sayang, tapi aku membencinya karena kelakuan nya, yang tega membiarkan aku menderita karena telah meninggal kan aku di saat aku sebagai seorang anak yang masih sangat membutuhkan sosok seorang ibu serta kasih sayang nya.tapi dengan egois nya perempuan itu pergi meninggalkan aku begitu saja tanpa punya hati"
Aldo menghela nafas nya berat terasa sesak dia rasakan bernafas.
Andini terdiam mendengar kan kata-kata suami nya yang terdengar getir.lalu Andini beringisut maju mendekati suaminya dan memeluk nya. Aldo membalas pelukan istri nya tak kala erat nya.pelukan yang berbeda yang Andini rasakan.pelukan seolah tak ingin di lepas kan.
"kak"
"hm?"
"lepasin pelukan mu, kamu terlalu erat, anak mu susah bernafas" keluh Andini dan sontak saja Aldo langsung mengurai pelukan nya.
dan langsung menundukkan wajahnya mengarah pada perut buncit istrinya.
"astaga maaf, maaf kan papah sayang, kamu ke gencet ya" Aldo seolah bicara dengan anak nya yang berada di dalam kandungan Istrinya dengan mengelus lembut perut besar itu dan mengecup berkali-kali perut buncit istrinya yang masih dalam keadaan polos. Andini tersenyum merespon tingkah suami nya ada rona merah di wajah nya.
__ADS_1
kemudian Aldo menarik wajah nya dari perut buncit istrinya dan menatap istrinya dengan tatapan...
"astaga kak, mau apa kamu?"
Andini menjadi waspada melihat suaminya yang menampilkan senyum mesum nya. membuat dirinya meremang. seketika alarm di kepala nya berbunyi perlahan Andini menurunkan satu kakinya ke bawah niat nya ingin kabur dari suami nya yang sudah menyalahkan tanda kemesumannya dan kalau sudah begini Andini akan di buat mendesah kembali oleh suami tampan nya.tapi kali ini Andini benar-benar tidak mau karena masih ada rasa kesal akibat melihat video yang tadi dia lihat dari ponsel milik suami nya.walaupun dia berusaha bersikap biasa dan menerima tapi hati nya tidak bisa di bohongi ada cemburu di hati nya melihat adegan mesra suaminya dengan mantan tunangan nya marsya.meskipun itu di luar dugaan suami nya.
"sayang mau kemana kamu?" Aldo dengan sigap menarik kaki istrinya yang akan turun dari ranjang.
"aku mau mandi kak, badan ku sudah lengket" kilah Andini.
"nanti mandi nya, sebentar lagi" ucap Aldo seraya meraih pinggang istri nya dan menarik kembali ke atas tempat tidur dan langsung mengungkungnya.
"ma_mau apa kamu kak?" tanya Andini gugup Aldo mendekat kan wajah nya dan mengusel usel hidung mancung nya di leher jenjang Andini.kedua tangan Andini menahan pundak Aldo agar tidak terlalu menempel.
"sekali lagi ya sayang" pinta Aldo berbisik di telinga Andini dengan suara yang sudah memberat.
"nggak mau!" sahut Andini ketus tapi terdengar manja.
Aldo mengangkat wajahnya dan menatap lekat wajah cantik istri nya.
"kenapa? sebentar aja ya sayang,, aku janji" bujuk Aldo wajah nya di buat imut Andini mengulum senyum nya merasa lucu dengan expresi wajah suaminya.dan tentu saja kalau sudah begini Andini tidak bisa menolak nya yang akhirnya mengangguk pelan.
seolah mendapat hadiah Aldo tersenyum lebar karena istri tercinta nya memberi kan jatah ronde kedua untuk nya.tanpa banyak bicara lagi Aldo mulai memulai aksinya, menjamah, menyesap, menyentuh setiap inci kulit tubuh mulus milik istri nya yang mulai mengembang dan berisi karena kehamilan nya dan itu membuat fantasi Aldo bertambah liar bila sudah di hadapkan oleh tubuh istrinya membuat gairah nya terus memuncak minta di tuntaskan
dan akhirnya kembali terdengar suara alunan syahdu serta bait sajak yang tertata acak terdengar,menggema di kamar yang luas dan exotic tersebut.
wanita hamil itu benar-benar di buat menggelepar tak berdaya akibat terjangan ombak kenikmatan yang di ciptakan oleh Aldo.hingga kedua terkapar dan terlelap hingga menjelang sore.
beberapa kali ketukan pintu terdengar di luar kamar membangun kan kedua nya.
tok
tok
"siapa?" sahut Andini yang baru saja membuka kelopak matanya karena suara berisik orang mengetuk pintu kamar nya.
*
TBC
__ADS_1