Cinta Yang Tak Pernah Salah

Cinta Yang Tak Pernah Salah
bukan anak kandung


__ADS_3

Jayed tersenyum tipis merespon ucapan Aldo yang terdengar seperti mengancam.Jayed cukup terkejut dengan sikap Aldo yang nampak tidak pandang bulu untuk menggibas siapapun yang mengancam kehidupan nya bersama Andini.Jayed rasanya cukup yakin dengan kesungguhan hati Aldo pada putri semata wayang yang baru saja ia temukan.


"aku merasa tenang suami Andini adalah kamu.aku percaya kamu bisa memberikan kebahagiaan dan kenyamanan terhadap Andini.


"apa segampang itu Ayah memberikan kepercayaan pada pria ini ayah?!" ucap Arkan menyela pembicaraan ayah nya yang sukses membuat Aldo mendelik ke arah Arkan.


"sialan! kau Arkan apa maksud mu?" umpat Aldo menggumam pelan.yang hampir tidak terdengar.


Arkan mendengar samar umpatan Aldo pada dirinya. pria araban itu melirik tajam pada Aldo.


"apa yang di lihat Andini dengan pria berwajah oriental ini sih, bisa-bisanya Andini mau" cibir Arkan tersenyum remeh pada Aldo.


"kamu!" ucap Aldo rahangnya mengeras hingga Gigi nya gemletak


menahan emosi karena ucapan Arkan yang terdengar sarkas.


"ARKAN" suara bariton Jayed menginterupsi ketegangan di antara Arkan dan Aldo sehingga kedua pria tampan beda usia itu diam.


tapi tak lama.


Hahaha..Tawa Arkan pecah merasa lucu pada dirinya yang entah mengapa tidak terima Andini bersuamikan Aldo yang berwajah oriental.pria berusia Dua puluh lima tahun itu kemudian berdiri dari duduknya dengan tawa nya yang masih terdengar walau sudah tidak keras seperti tadi.


"mau kemana kamu Arkan?" tanya Jayed.


"aku mau menemui Adik ku Ayah" jawab Arkan yang kemudian melirik sekilas ke arah Aldo lalu pria itu berjalan menuju kamar di mana Andini berada.


mata Aldo melebar ketika melihat Arkan benar-benar pergi menuju kamar tempat istri nya beristirahat.


"sialan kau Arkan,apa mau nya pria konyol itu? kentara sekali kalau dia tidak menyukai aku yang menjadi suami Andini batin Aldo geram.


di dalam kamar Andini sedang berdiri di balkon kamar nya pandangan nya menyapu seluruh area pekarangan rumah yang luas dan hijau serta dari kejauhan bisa dia lihat hamparan hijau dari kebun teh terpampang indah dan segar di matanya.Andini menghirup udara segar nya pegunungan itu perlahan memenuhi paru-paru nya.


Cklekk.


Andini kaget dan menoleh ke arah pintu kamar yang dia tempati itu yang di buka oleh seseorang.

__ADS_1


seorang lelaki tampan tinggi tegap masuk ke dalam kamar tersebut kemudian menghampiri Andini yang sedang berdiri di balkon kamar.


"kamu?"


pria itu tersenyum tipis merespon sikap Andini.


"kenapa kamu tidak beristirahat An, pasti Tubuh mu lelah setelah perjalanan yang cukup jauh,apa lagi dengan kehamilan mu itu"


ucap Arkan khawatir menyenderkan tubuhnya di besi pembatas balkon berdiri menghadap ke arah Andini dengan kedua tangannya di masukkan ke dalam saku celana nya.menatap lekat wajah cantik adik perempuan nya.


Andini yang di pandangi sedemikian rupa oleh Arkan menjadi salah tingkah, Andini merasa tatapan Arkan terlalu intens untuk pandangan pada dirinya seolah pandangan Arkan punya makna lain entah apa, tapi yang jelas tatapan Arkan membuat Andini tidak nyaman.yang akhirnya Andini menjadi salah tingkah.


Arkan tersenyum tipis melihat tingkah Andini yang tampak malu.


"kamu kenapa An?"tanya Arkan


"aku? tidak apa-apa.kenapa?" tanya balik Andini.


"wajah mu merah" balas Arkan


"benarkah? ah, aku rasa tidak" timpal Andini


"apa kamu bahagia menikah dengan pria itu Andini?" Arkan tiba-tiba bertanya tentang kehidupan nya dengan Aldo.


"tentu saja aku bahagia"jawab Andini cepat dan yakin.


"benarkah?" ucap Arkan terlihat ragu dengan jawaban Andini.


"tentu, kenapa kamu bertanya seperti itu?" Andini memicingkan matanya menatap Arkan.


"aku hanya ingin memastikan bahwa adik ku bahagia" jelas Arkan.


Andini Tersenyum menatap wajah tampan yang baru saja dia ketahui sebagai kakak lelaki nya.


"awalnya memang terpaksa harus menikah dengan Aldo karena alasan yang tidak masuk akal, tapi seiring waktu perasaan kami berubah, menjadi rasa hangat dan cinta serta saling membutuhkan, perlakuan Aldo yang selalu menjaga ku, memperlakukan aku dengan baik.membuat aku percaya menaruh hati dan hidup ku pada pria itu" jelas Andini berkata pelan matanya menatap lurus tanpa melihat ke arah Arkan yang sedari tadi memandangi wajah Andini dengan intens.

__ADS_1


Andini Tersenyum manis tak kala hati dan pikiran nya di penuhi oleh bayangan suami tercinta nya pria yang berhasil meluluhkan hatinya dan sekarang ada benih cinta nya yang sedang tumbuh di rahim nya.


tangan Andini perlahan turun ke perut nya yang terlihat sudah buncit dengan kehamilan nya yang sudah memasuki bulan ke lima.


pandangan Arkan mengikuti pergerakan tangan Andini yang tertuju ke perutnya yang membuncit itu dan mengelus elus lembut di sana.pria itu tersenyum tipis.menatap sayang gadis yang terikat darah dengan dirinya.


"kenapa kamu selalu memandangi aku seperti itu sih?" gerutu Andini tak nyaman dengan tatapan Arkan yang aneh yang akhirnya bibir nya tak tahan untuk berkata.


Arkan terkekeh geli mendengar ucapan Andini.


"karena kamu sangat cantik Adik ku, kalau saja kita tidak ada ikatan darah aku pasti sudah jatuh cinta pada mu, tapi sayangnya pikiran itu harus aku singkirkan jauh-jauh bahkan wajah dan senyum mu itu sangat mirip dengan Ayah"


mata Andini yang sudah besar tambah besar karena ucapan Arkan yang nyeleneh dan baru saja dia ingin mengangkat bibir nya untuk protes..


"dan aku akan menghajar mu sampai kamu tidak bisa mengenali wajah mu sendiri kalau kamu memang bukan kakak ipar ku dan berusaha merebut istri ku dari ku!"


tetiba suara berat Aldo menginterupsi pembicaraan antara Andini dan Arkan membuat kedua nya spontan menoleh ke arah Aldo yang berjalan dengan langkah lebar nya mendekati mereka berdua dengan wajah yang tidak senang mengarah ke Arkan.


"kak?"


Aldo langsung menarik bahu Andini dan merangkul mesra istrinya tidak lupa mengecup lembut surai milik istrinya itu.dengan matanya tetap menatap tajam ke arah Arkan.


Arkan tergelak suara tawanya yang kencang memenuhi ruangan kamar tersebut.dia merasa mentertawakan diri nya sendiri karena ucapan nya yang tadi yang sungguh di luar kendali nya karena saking mengagumi kecantikan yang di miliki oleh adik nya sendiri.


"seperti nya anda ini tidak waras tuan Arkan yang terhormat" ucap Aldo tersenyum sarkas melihat tingkah Arkan begitu juga Andini dia pun heran dengan tingkah kakak lelaki nya itu.Aldo dan Andini menatap Arkan dengan pikiran nya sendiri-sendiri.


"oh ya? aku pun berpikir seperti itu entah lah" timpal Arkan tanpa dosa.


"apa jangan-jangan kamu bukan anak kandung ayah mertua ku?" tanya Aldo penuh selidik


seketika tawa arkan yang tadi berubah jadi senyuman itu menghilang dari wajah tampan nya menatap lurus ke arah Aldo.


*


to be continued..

__ADS_1


__ADS_2