Cinta Yang Tak Pernah Salah

Cinta Yang Tak Pernah Salah
uji secara klinis.


__ADS_3

teriakkan Andini yang histeris, membuat ketiga pria itu langsung menoleh terkejut, terutama Aldo.


pria itu langsung melangkah cepat mendekati istrinya dan memeluk nya.


"sayang.. tenang, tenang kan diri mu hm"


Aldo mengelus elus punggung Andini dengan lembut memberikan ketenangan pada istri nya.


"kak" Andini membalas pelukan suaminya dengan memeluk erat tubuh kekar Aldo.memcari ketenangan dalam pelukan suaminya.


Rendy berjalan hendak mendekati Andini tapi..


"hei, mau kemana?! diam kau di sini!"


David langsung menarik kasar bahu Rendy hingga pria itu mendelik ke arah David dan..


Rendy menepis tangan David


"lepas!"


"lebih baik Anda pergi dari sini bung! jangan pernah ganggu istri ku lagi! dan menemuinya! kalau sampai anda menemui istri ku hanya untuk mengganggu ketenangan nya, aku jamin aku tidak akan membiarkan Anda hidup dengan tenang!!"


ancam Aldo.pria itu sudah sangat meradang menatap nyalang pada Rendy.


"keluar kau dari rumah sakit ini! kalau kamu masih tidak mau, jangan salah kan aku,me mengusir mu dari rumah sakit ini dengan cara yang kasar KELUAR!!" ucap Aldo lantang.


Rendy kaget dengan teriak kan Aldo dan kata katanya. pria itu pun menuruti perkataan Aldo dengan terpaksa Rendy keluar dari kamar tersebut.namun sebelum Rendy benar benar keluar dari pintu itu dia memandangi Andini yang berada di dalam pelukan Aldo, menyembunyikan wajahnya di dekapan suaminya karena tidak ingin melihat Rendy.pria itu tersenyum menatap sendu ke arah kedua sejoli itu diam berdiri sejenak dan..


"cinta, aku menyayangimu jangan kau benci aku cinta" ucap Rendy dengan suara yang parau lalu barulah pria itu pergi menghilang di balik pintu.


Andini yang sedari tadi tak mau peduli lagi dengan keberadaan Rendy hanya diam tak ada kata yang terucap lagi dari mulut nya, melihat pria yang berstatus kakak tiri nya itu pun enggan.

__ADS_1


"sayang, lelaki itu sudah pergi, kamu bisa tenang sekarang"


Aldo mengurai pelukan nya pada Andini melihat wajah istrinya yang nampak sembab, di seka nya pipi lembut Andini dengan lembut yang basah dengan air mata dengan punggung tangan nya.


setelah itu di kecupi berulang wajah istrinya itu.


hingga membuat Andini geli sekaligus tersipu di buat nya karena ada David yang masih berdiri di ruangan tersebut.


"hei, kalian nggak lihat di sini ada jomblo,, benar benar tidak punya perasaan kau bro"


wajah David di buat melas protes dengan kegiatan Aldo yang mengusik matanya.Aldo menoleh sekilas ke arah David.


"kalau begitu silakan kamu kau pergi dari sini, aku mau berdua dengan istriku" ucap Aldo santai tanpa beban.


"kau mengusir ku juga ha?"


"iya, apa kau masih mau lihat kegiatan ku yang berikutnya?"


"kak, bicara apa sih kamu?" protes Andini lalu mendarat kan cubitan kecil di lengan solid milik suaminya


pria itu pun mengaduh.


aww.. sakit sayang kok nyubit sih?"


Aldo memasang wajah melas mengusap usap jejak cubitan istrinya.


David terkekeh melihat ke romantisan pasutri itu.pria itu hanya menggeleng kan kepalanya lalu..


"baik lah, sepertinya aku memang harus pergi dari ruangan ini,kalau tidak mau mati berdiri, semoga cepat sembuh kakak ipar ku yang cantik"


ucap David tersenyum.

__ADS_1


"cari lah istri David, supaya hati mu hangat ada yang memiliki"


ucap Andini tiba tiba membuat David menghentikan langkahnya yang hendak keluar dari kamar tersebut dan membalikkan badannya.menatap Andini dengan tatapan yang susah di ucapkan.


"ya, mesti nya sudah lama aku mempunyai seorang pendamping hidup, tapi... ucapan David tertahan sejenak.


"tapi ternyata dia belum jodoh ku, tapi ist oke, hidup harus terus berjalan dan aku pasti menemukan wanita itu, wanita yang bisa mengisi hati ku, aku senang melihat mu bahagia kakak ipar.see you.


setelah berucap seperti itu David pergi seraya mengerlingkan matanya ke arah Andini dan itu membuat Aldo membulatkan matanya tak percaya dengan tingkah David.


dan terdengar lah gelak tawa David di luar sana karena dia yakin pasti kakak sepupu nya itu marah.


"berani sekali dia seperti itu" ucap Aldo kesal sedangkan Andini hanya tersenyum simpul melihat reaksi Aldo yang kelihatan cemburu akibat ulah David.


Aldo kesal dengan sikap David yang seperti itu bukan tanpa alasan.karena dia tahu David pernah mengharapkan Andini.


"sudah kak, jangan di tekuk terus wajah mu, jadi jelek tau" ledek Andini menatap lekat wajah tampan suaminya yang tadi dia bilang jelek.padahal mana ada celah untuk terlihat jelek pada wajah suaminya itu, pria dewasa,matang, mapan tampan.sungguh Andini merasa beruntung memiliki Aldo.untuk kesetiaan? itu mungkin adalah sebuah bonus untuk setiap pasangan yang masih terus di uji secara klinis.


"sayang, kalau kamu menatap ku seperti itu,lama lama aku tidak akan tahan" ucap Aldo lembut seraya membelai lembut pipi nan kenyal milik istrinya.sadar dengan tatapan nya.Andini memalingkan wajahnya ke arah lain merasa malu.


Aldo hanya mengulum senyum nya melihat tingkah istrinya.


"sini"


Aldo melingkar kan tangan nya di bahu istrinya dan mendekapnya erat serta mengecup lembut surai istrinya.


"istirahat lah sayang, pasti kamu lelah.kata Dokter Mita kamu harus istirahat penuh agar bayi dalam kandungan mu sehat dan tubuh mu juga sehat.biar aku bisa minta jatah ku" ucap Aldo tanpa dosa.


"issh, kamu ya, pasti nggak jauh dari situ pikiran nya mesum!"


"

__ADS_1


to be continued..


__ADS_2