
riy langsung lari ke ruang tamu dan di ikuti oleh ray
"pa papa, ray ganggu riy pa" adu riyani kepada erick
" eleh dasar anak kecil, cuman nagdu aja bisa nya" ledek ray lagi dan duduk di sofa dengan tenang
" aduh ray, riy. kalian ga cape ya berantem terus? damai sekali kali kenapa sih ray? " tanya syafira yanh baru sampai di ruang tengah
" ntah heran aunty lihat kalian, asal apa berantem mulu dah" kata sisil memanas manasi suasana
" ray minta maaf sama adek kamu " perintah erick yang langsung di lakukan ray
" maaf ya dek " ray meminta maaf
" iya riy maaf in kok bang " balas riyani dengan senyum
__ADS_1
" nah gitu kan enak, dengar y ray dn riy. kalian itu adalah saudara apalagi saudau kembar yang harus saling melindungi dan Melengkapi, kalian tidak boleh berantem sanpe sampe tidak cakapan atau semacam nya " jelas erick yanv membuat syafira terharu serta kagum atas apa yang dia dengar barusan
"baik pa " jawan mereka ber dua serempak
" nah gimana kalo kita jalan jalan sambil belanja ke mall? " tawar sisil karena sudah mulai bosan di rumah terus
" ayo " jawab ray dan riy serempak dan langsung bergegas ke kamar untuk mengganti baju mereka
" aish kalo sudah di ajak jalan jalan cepat amat kek pelari maraton " tian yang heran akan sikap keponakan nya itu
mobil pertama di kendarai reyhan seorang diri , mobil ke dua di kendarai oleh sisil dan tian, dan mobil ketiga paling akhir di kendarai oleh erick bersama sang istri yaitu syafira dan kedua anak anak nya ray dan riy
sesampainya di mall mereka pun masuk ke dalam, riyani yang langsung menuju restoran mall tersebut, dengan pasrah di ikuti oleh erick, ray, syafira, reyhan, tian, dan sisil
" aduh tuh bocah, belom apa apa dah lari ke sana. lapar atau kek mana sih heran gua " kata tian yang kesal lihat perilaku keponakan nya yang satu itu seperti tidak pernah di beri makan
__ADS_1
" ya sudah lah nama nya pun anak anak " bela sisil yang sebenarnya juga heran dengan sikap kebailkan kedua keponakan nya itu
" ya memang sih ray itu selalu menjahili riy di rumah tapi kalo sudah melangkah keluar rumah, lihat tu ekspresi nya berubah 200 derajat, yang di rumah dia jahil nah kalo keluar dingin seperti es " kata reyhan yang juga heran dengan sikap mereka berdua, tetapi masih setia mengikuti langkah riyani
sesampainya di restoran mereka pun memesan cemilan doang karena belum lapar sama sekali, berbeda denagn riyani yang memesan begitu banyak makanan
" astaga ta, gua heran waktu lo hamil mereka lo ngidam apa an sih, sampe sampe punya anak perut gentong gini " kaget tian yanv melihat riyani memakn makanan nya dengan lahap, sedangkan syafira yang mendengar itu hanya menaikkan bahu nya pertanda tidak tahu
" okh iya aku ke toilet dulu ya " pamit syafira dan pergi menuju toilet
sesudah syafira pergi agaj jauh sisil langsung buka suara
" klen tahu ga? sebe " tanya sisil yang langsung di potong reyhan
" ga, orang lo belum kasih tau " potong reyhan yang langsung mendapat tatapan leser dari sisil
__ADS_1
" makanya anak curut jangan main potong aja, lo pikir tempe di potong.." maki sisip yang kesal dengan reyhan yang suka memotong pembicaraan orang