Cinta Yang Tak Pernah Salah

Cinta Yang Tak Pernah Salah
cemburu kah? atau bersyukur.


__ADS_3

Andini hanya menatap sendu wajah tampan suaminya itu lama. tanpa menjawab serentetan pertanyaan yang keluar dari mulut suaminya.


sadar istrinya masih dalam keadaan lemah Aldo langsung menarik tubuh istrinya dan memeluk nya.


"sayang.. maafkan aku, aku hanya sangat khawatir dengan mu.kalau tidak mau bicara nggak apa-apa nanti saja. maafkan aku" ucap Aldo lembut


khemm!


Dokter Mita berdehem memecah kecanggungan yang dari tadi berdiri dengan kedua assisten nya melihat pemandangan mesra pasutri itu akhirnya merasa canggung juga.


Aldo pun menyadari nya kalau di ruangan ini bukan hanya mereka berdua.Aldo pun melepaskan pelukannya pada istrinya.


"istri mu akan di pindahkan ke ruang perawatan Dokter, dan ruangan nya sudah di persiapkan"


"baik lah"


lalu Aldo berdiri, membiarkan dua orang perawat pria mendorong brankar di mana Andini terbaring lemah menuju kamar perawatan VVIP.


dengan Aldo berjalan beriringan di samping brankar yang membawa istrinya.


setelah Andini sudah berada di dalam kamar perawatan VVIP


Aldo duduk di tepi ranjang tempat Andini terbaring.


"kak" lirih Andini


"apa sayang? apa kamu butuh sesuatu hm?"


"apakah aku kesini di bawa oleh Reza?" pertanyaan Andini membuat Aldo diam pria itu hanya menatap dalam manik istrinya.


"kak?"


tanya Andini sekali lagi karena Aldo tidak menjawab.Andini sebenarnya sudah menduga kalau dia bisa berada di rumah sakit pasti karena di bawa Reza dia bertanya hanya ingin memastikan walaupun dia tahu kalau pertanyaan nya membuat Suaminya tidak nyaman.


Aldo mendengus merespon ucapan Andini.


"iya, lelaki itu yang membawa kamu kesini, sekarang apa kamu bisa jelaskan apa yang terjadi, sampai teman mu itu itu kembali membawa mu kesini dalam keadaan kritis"


akhirnya Andini menceritakan kejadian yang telah menimpah dirinya


tentang kemunculan Rendy di kampus nya hingga akhirnya kejadian sampai di pingsan dan mengalami pendarahan.mata Andini berkabut akhirnya dia tak kuasa menahan air mata nya yang sudah tergenang di bingkai mata besar nya hingga buliran bening itu luruh juga.


"kurang ajar!! berani sekali lelaki itu!"ucap Aldo geram.


Aldo langsung memeluk erat tubuh istrinya memberikan ketenangan pada istri nya tubuh Andini bergetar di dalam dekapan suaminya.


mendengar penuturan kata demi kata cerita kejadian yang menimpa istrinya wajah Aldo merah padam rahangnya mengeras.

__ADS_1


"mungkin kalau tidak ada Reza pada waktu itu, entah apa yang akan terjadi pada diri ku kak" ucap Andini di sela tangis nya di pelukan suaminya.


"iya sayang, maafkan aku, tidak ada di saat kamu sangat membutuhkan pertolongan"


entah apa yang Aldo rasakan sekarang pada Reza. cemburu kah? atau bersyukur karena pria itu selalu dengan kebetulan ada di saat Andini membutuhkan pertolongan di saat dirinya tidak ada di sisi istrinya.tapi yang jelas sekarang rasa cemburunya lebih mendominasi pikiran nya.


dan rasa tak berguna di mana saat ketika istri nya dalam bahaya.


picik kah dirinya? ya, besar cinta nya pada Andini membuat akal logika Aldo tertutup.seperti sekarang ini saat pintu kamar rawat inap tersebut di ketuk dari luar.


tok


tok


suara ketukan pintu kamar rawat inap Andini di ketuk.


"masuk" sahut Aldo.


kemudian pintu kamar tersebut terbuka.tenyata Reza yang datang untuk melihat keadaan Andini.


Reza berjalan mendekati ranjang di mana Andini terbaring.pria muda itu tersenyum pada Andini.sedangkan Aldo? pria itu hanya diam melihat Reza berjalan mendekati istrinya dan berdiri di sebelah sisi ranjang Andini baring.


"bagaimana keadaan mu An?"


sapa Reza dengan santai nya tanpa mempedulikan Aldo yang menatap nya dengan tatapan dingin.


"kamu bisa lihat sendiri, terima kasih atas pertolongan mu Za" ucap Andini tersenyum canggung karena dia tahu suaminya terlihat tidak suka dengan keberadaan Reza,apa lagi berdiri begitu dekat dengan Andini.


"terima kasih kamu telah menolong istri ku, ini yang kedua kalinya kamu membawa istri ku ke rumah sakit"


bukan Andini yang menjawab ucapan Reza tapi tiba-tiba Aldo bicara pada Reza mengucapkan rasa terima kasih nya pada Reza.


Reza tersenyum miring merespon ucapan Aldo.


"kamu tidak perlu berterima kasih pada ku Dokter, tanpa di pinta pun aku dengan senang hati menjaga Andini" sahut Reza tanpa beban.


"tapi kalau kamu mau berterima kasih pada ku, aku akan pikirkan apa yang pantas balasan dari rasa terima kasih mu itu pada ku"


"Za?"ucap Andini merasa tidak suka dengan perkataan Reza. yang Andini rasa Reza dengan sengaja memprovokasi Aldo.


dan pria muda itu hanya tersenyum, dan mengedipkan sebelah matanya ke Andini.


"oh ya? aku tunggu apa yang menjadi permintaan mu pada ku, untuk membalas Budi ku, karena aku tidak suka berhutang Budi dengan orang"


tantang Aldo.


"baik kalau begitu! nanti aku pikir kan"sahut Reza semangat.

__ADS_1


"CK, rupanya di dunia ini memang tidak ada yang namanya gratis! apa lagi tulus" cibir Aldo


"ah, baik lah sebaiknya aku permisi, kamu istirahat An,semoga kamu cepat sehat ya, banyak tugas kampus yang kamu tinggalkan" ucap Reza dengan nada lembut dan mengusap lembut surai milik Andini tanpa merespon ucapan Aldo yang sarkas.


membuat Andini kaget karena Reza melakukan nya di depan suami nya.


sedangkan Aldo? pria itu menatap tajam ke Reza yang tidak sempat melarang Reza menyentuh surai milik istrinya karena Reza melakukan nya sangat cepat.Reza tersenyum puas melihat Aldo terbakar emosi nya.


dan melenggang keluar dari kamar itu dengan santai nya.


"sial kau Reza berani sekali lelaki itu!"


umpat Aldo setelah Reza sudah keluar dari kamar tersebut.


"kak" Andini meraih tangan kekar suami nya kemudian di genggam nya tangan Aldo mencoba memberikan ketenangan pada suaminya yang tengah emosi karena Reza.


"untuk saat ini kamu akan kuliah dari rumah sayang, aku akan minta pada paman ku agar kamu tetap bisa kuliah walaupun dari rumah, aku tidak mau kejadian ini terulang lagi, apa lagi lepas dari pengawasan ku" ucap Aldo terlihat khawatir.


"mana bisa begitu kak, mana bisa aku kuliah dari rumah"


"tentu bisa, aku akan koordinasikan dengan pihak kampus, dan tentu nya atas izin paman ku Ricard selaku pemilik kampus tempat kamu belajar.


Andini hanya diam,dia melupakan kalau kampus tempat dia belajar itu adalah milik paman suaminya notabene nya papahnya David. Ricard, adalah adik dari papah Johan.


"tapi itu namanya nggak adil"


"apa nya yang tidak adil sayang?" tanya Aldo bingung dengan maksud ucapan istrinya.


"ya, aku merasa di bedakan dari mahasiswa yang lain nya" keluh Andini tak enak hati.


"tentu kamu memang berbeda dari mahasiswa yang lain nya, karena kamu itu istri ku, istri dari seorang Aldo Bagaskara" ucap Aldo membanggakan diri nya.


Andini hanya mencebik merespon sikap suaminya yang sedang membanggakan diri nya dan pengaruh keluarga nya.


terkadang Andini lupa dengan siapa dia menikah.


"pokoknya kamu sekarang istirahat, pikirkan kesehatan kamu dan anak kita sayang" Aldo mendekatkan wajahnya ke arah wajah Andini dan mengecup lembut kening istrinya.


lalu Aldo naik ke atas ranjang merebahkan diri nya di samping tubuh istrinya dan memeluk nya.


"kak"


"hm?"


"malu.. nanti ada yang masuk, ini kan rumah sakit, bukan kamar sendiri"


ucap Andini merasa risih Dengan Aldo yang ikut berbaring di atas ranjang Rumah sakit dengan memeluk nya.

__ADS_1


"


to be continued...


__ADS_2