
"tapi suka kan,di mesumin!" Aldo menyeringai menatap istri belia nya itu hingga Andini tersipu.
"sudah, habisin makan nya dulu kak, jangan lebay ajah deh" protes Andini karena dia tidak mau wajah nya terus merona karena Aldo terus menggoda nya.
mereka pun meneruskan makan nya.
Andini makan dengan lahap nya, rasanya saat ini tubuh nya membutuhkan tenaga ekstra untuk menghadapi Suami Dokter tampan nya yang mesum.eit tunggu dulu, seorang Aldo hanya mesum dengan dirinya seorang.benarkah? aaagh.. kok pikiran nya tiba-tiba bikin hati nya tercubit.lalu tiba-tiba Andini sedikit membanting garpu dan sendok yang dia pegangnya terlepas dari tangannya, mulut nya yang sedang mengunyah makanan pun berhenti, hidung nya kembang kempis tak karuan.
Aldo yang sedang khusyuk dengan makanan nya, mengalihkan perhatian ke arah istrinya.Aldo menyipitkan matanya yang sudah sipit jadi tambah sempit terlihat seperti orang merem menatap istrinya heran.
"kenapa kamu?" tanya Aldo. bingung dengan tingkah istrinya.
Andini yang sedang diam, mata besar nya menatap piring nya.sedangkan kedua tangannya berada di kedua pahanya meremas kecil celana kulot yang Andini pakai.Andini belum menyadari suara Aldo yang menyapa nya, karena masih sibuk dengan pikiran dangkal nya.
"sayang?!" sekali lagi Aldo memanggil istrinya.
"hm?" Hanya kata itu yang keluar dari mulut Andini.dan membuyarkan pikiran dangkal nya hingga Andini tersadar.
"kenapa? makanan nggak enak ya?"
Aldo kembali mencoba menduga.
"oh,mm.. enak kok,malah seperti nya aku mau nambah, boleh kan?" sahut Andini tersenyum
"tentu boleh! tapi sepertinya sikap mu tadi berbeda dengan apa yang kamu omong tadi?"
Andini menjadi salah tingkah dengan pertanyaan suaminya,
*duh,kok aku jadi Baper gini sih, kacau dengan pikiran konyol yang aku cari cari sendiri.batin Andini berusaha mengendalikan diri nya.
__ADS_1
"tidak ada apa apa Suami ku sayang... makanan enak kok, beneran" ucap Andini dengan suara sedikit manja
membuat Aldo membulatkan matanya tak percaya apa yang di dengar nya, bibir tipis nya pun melengkung membentuk senyuman.rasanya dia merasa gemas sekali pada istri nya karena terlihat imut, kalau saja dia ada di tempat tertutup yakin,dia akan menerjang istrinya yang selalu berhasil menggoda iman nya.kini Andini yang gugup karena suaminya menatap dirinya dengan tatapan yang sangat Andini kenal, tatapan yang selalu bikin Andini meremang.
ya Tuhan,, kenapa Aldo terus menatap ku seperti itu sih, apa dia tidak ingat, sedang ada di tempat umum batin Andini merasa risih dan bergidik.
"kak,hei.. Andini melambai kan tangan di hadapan wajah Aldo.tapi dengan sigap Aldo menangkap tangan Andini dan meremas nya pelan dengan senyuman tersungging di bibirnya.
asli, membuat Andini merasakan perasaan yang aneh hingga membuat jantung nya berdebar kencang.dan itu tidak baik untuk kesehatan nya.buru buru Andini melepaskan tangan nya dari genggaman tangan suaminya itu.
"issh,kak lepas,malu! di lihat orang, dasar gak liat tempat"cibir Andini
Aldo hanya tertawa pelan menanggapi ucapan istrinya
lalu terlintas ide sekaligus keinginan gila nya di otak nya.sepertinya ke jenius an IQ nya saat ini, sebagai Dokter yang kompeten di bidangnya sedang tidak berpungsi dengan benar, bila sedang bersama istrinya yang cantik berwajah seperti orang timur tengah.dan memang Andini kan ada keturunan orang timur tengah, ayah nya seorang keturunan bangsawan dari Turki dan Andini tidak pernah mengetahui nya. karena ibu nya tidak pernah kasih tahu.
Andini kembali melahap makanannya yang tertunda tadi hingga tandas. tanpa lagi memperdulikan tatapan mesum suaminya itu.
"sayang"
"apa kak?"sahut Andini sambil merapikan piring dan sendok bekas dia makan ke tengah meja, dan mengelap kedua sudut bibirnya dari sisa-sisa makanan dengan tisu.
"kita balik ke kantor ku lagi yuk" Aldo mencoba memulai rencana nya.
"loh, ngapain? apa kerjaan mu belum selesai? kalau memang belum selesai, gak apa apa biar aku pulang sendiri,pingin istirahat di rumah.. rasanya badanku terasa sangat cape" Andini terus nyerocos tanpa jeda dengan wajah memelas dan itu membuat Aldo jadi tidak tega meminta istrinya untuk melayani kembali dirinya di atas ranjang. akhirnya Aldo mengurung kan niat gila nya.
"baik lah kalau kamu ingin pulang,kita pulang saja,ayo" ucap Aldo ada rasa kecewa karena hasrat yang sudah di ubun-ubun nya terpaksa di hilangkan dengan susah payah.Aldo berdiri dari duduknya mengulurkan tangannya pada Andini.
"katanya mau kekantor lagi, kenapa ngajak pulang bareng"tanya Andini yang ikut berdiri dan meraih tangan suaminya itu.
__ADS_1
Aldo mendekatkan wajahnya ke arah Andini
"gak jadi lembur nya, karena yang mau di lemburin gak ada" ucap Aldo berbisik, dengan suara yang terdengar menggoda? membuat Andini kembali meremang di buatnya.
Andini menjauh kan wajah nya dari wajah suaminya itu, menatap heran pada Aldo.
"oh gitu, ya sudah kita pulang kalau begitu"ucap Andini enteng dia gak tau kalau suami nya itu kecewa karena gagal rencana mesum nya.mereka pun berjalan menuju arah keluar kantin.dan ketika pandangan Andini tertuju ke arah barat ruang kantin, langkah nya terhenti dan menahan tangan Aldo yang menggenggam tangan nya agar ikut berhenti.
"kenapa sayang?" tanya Aldo
"kak, lihat, bukan kah itu David bersama Dita?" Andini menunjuk arah yang di tuju dengan telunjuk nya.dan pandangan Aldo mengikuti kemana arah yang di tunjuk Andini.
setelah dia melihat apa yang di tunjuk Andini dahi pria itu mengerenyit.
dalam pikiran nya, ngapain David duduk makan di kantin dengan Dita, karena yang dia tahu David tidak pernah menyukai Dita. walaupun David jadi orang kadang suka ngeselin dan nyeleneh tapi sebenarnya pribadi adik sepupu nya itu baik dan bertanggung jawab, mungkin sifatnya yang playboy karena belum ada wanita yang bisa menaklukkan hati nya.Aldo menghela nafasnya berat.
"kak, apa kita samperin mereka?"
"tidak perlu! biarkan saja dia, lebih baik kita pulang, bukan kah kamu lelah dan ingin beristirahat? malam ini aku memberikan waktu pada mu untuk beristirahat dengan baik, tapi tidak dengan besok sayang" ucap Aldo dengan tenang tapi bersamaan terdengar seperti ancaman buat Andini.
"apa maksud mu kak?"tiba-tiba saja Andini meremang karena ucapan Aldo tadi.
"sudah gak usah di pikirin..ayo,kita pulang" lalu Aldo merangkul mesra istrinya dan berjalan keluar area kantin. dan semua itu tak luput dari perhatian orang yang ada di kantin dengan senyuman di wajah mereka melihat tingkah laku sang direktur yang mesra yang selalu menampilkan senyum menawannya hanya pada istri nya.
"***my smile,is only for the most loved lover"
(Aldo Bagaskara)
\*\*\* T B C*** \*\*\*
__ADS_1