
Andini tersenyum tipis, mendengar Aldo yang mau menuruti keinginan nya.apapun alasannya itu, yang penting saat ini dia ingin semua jelas, tidak ada hanya main duga saja.
Aldo yang masih berdiri kaku, Dan tatapan nya masih tatapan menghujam ke arah Rico. sedangkan setenang tenang nya seorang Rico,di tatap terus seperti itu oleh Aldo, akhirnya mata tegas itu, tak sanggup lama lama melawan hantaman sorot mata tajam milik sang majikan.
pria tinggi besar berambut cepak itu pun menurunkan pandangan nya.
"ayo,kita masuk ke dalam rumah,, jangan berdiri terus di sini" Andini menarik pelan lengan suaminya itu.
Rico pun dengan cepat membuka kembali pintu rumah yang tadi sudah dia kunci.
CKLEKK!
pintu rumah itu pun terbuka, lalu Rico dan sita masuk ke dalam rumah Reyna,di ikuti oleh Andini dan Aldo.
mereka berempat melangkah ke arah ruang tengah, Andini dan sita duduk di sofa berjauhan, sedang kan Aldo dan Rico tetap berdiri di masing masing sebelah sang wanita nya.semuanya masih terdiam, belum ada yang memulai bicara.
sita, wajah nya nampak ketakutan.
"berapa bulan kandungan mu kak sita?" tanya Andini, membuka pembicaraan,
"hm? apa? oh kehamilan ku? sudah menginjak bulan ke sembilan" jawab Sita pelan menatap sayu Andini.
"sembilan bulan? berarti.... Andini menjeda ucapannya sejenak, dia menoleh ke arah Aldo sekilas
"berarti di saat pernikahan itu,kak sita dalam keadaan hamil?" tanya Andini dengan wajah penasaran
"iya"
sita mengangguk pelan dan jawaban sita membuat Aldo mengepal kan tangan nya kuat kuat, hingga buku buku tangan kokohnya terlihat memutih pucat. Andini hanya tersenyum miring mendengus pelan melihat respon suaminya itu.
"jadi yang kakak kandung anak.... Rico?" tanya Andini hati hati, takut dia salah bicara.
"iya"
dan kali ini jawaban dari sita membuat Aldo dan Andini terhenyak, mereka berdua saling pandang tak percaya apa mereka dengar.
__ADS_1
"kenapa kak? kenapa bisa seperti ini..tolong jelaskan.. kalian jangan seperti orang yang duduk di kursi terdakwa, yang hanya menjawab singkat antara ya, dan tidak! tolong cerita kan pada ku..dan supaya suami ku juga tidak penasaran lagi, kenapa dirinya di khianati!" ucap Andini dengan suara yang terdengar tinggi.
mendengar ucapan Andini yang terkesan menekan, Sita malah kembali terisak.membuat Andini harus benar benar menahan kesabaran nya.Rico yang melihat sita terisak, pria itu berjongkok menghadap ke arah sita, dengan lembut tangan besar nya menyeka air mata istrinya itu.
"ah, ayolah.... kalian jangan hanya men, drama saja!" ucap Andini dengan suara tertahan.
Rico menoleh ke arah Andini lalu pria itu tersenyum tipis, menghela nafasnya berat.
sedangkan Aldo hanya diam mematung, hanya tatapan matanya yang mengikuti gerak gerik orang yang ada di ruangan itu.sesekali mengusap kasar wajahnya.
"baik, aku yang akan bercerita" ucap Rico, lalu pria itu berdiri dan duduk di samping sita.
"mas" lirih sita merasa khawatir menatap suaminya itu.
Rico hanya tersenyum tipis merespon ucapan istrinya yang nampak khawatir, dia menepuk nepuk pelan tangan sita.agar tetap tenang.
lalu Rico mulai membuka pembicaraan, dan bercerita dari awal sampai akhir kejadian sita bisa hamil anak nya.wajah Aldo benar benar merah padam rahangnya mengeras, saking kesalnya mungkin ubun ubun nya seperti mengeluarkan asap karena sudah terbakar emosi yang tidak terukur lagi kadar nya.
dan tanpa di sangka Aldo dengan cepat melangkah lebar ke arah Rico,
"KEPARAT!!!
"BAJINGAN!!!
BUG!
BUG!
Aldo berteriak memaki dan melayangkan tinjunya ke arah ke pelipis, dan rahang kokoh milik Rico dengan keras, dan tak ayal lagi, tubuh pria tinggi besar itu terdorong dan jatuh, dengan darah segar mengalir di sudut bibirnya. gerakan Aldo yang tiba-tiba dan cepat itu membuat Rico tidak bisa menahan nya, dan membuat Andini dan sita menjerit histeris
AAAA!! teriak kedua wanita itu.
Andini langsung bangun dari duduknya dan menghambur mendekati Aldo, memeluk erat pinggang kokoh Aldo dari belakang, untuk menahan nya agar tidak menghajar kembali Rico.
"sudah kak!! hentikan!!" teriak Andini kedua tangannya terus memeluk erat pinggang Aldo.
__ADS_1
"lepaskan aku Andini!! biarkan aku menghajar pengkhianat ini!"
umpat Aldo dirinya sudah meradang.
Aldo berusaha melepaskan diri dari pelukan istrinya itu, tapi dengan sekuat tenaga Andini tidak mau melepaskan tangan nya dari pinggang Aldo dia tetap bergeming.
"tidak! aku tidak akan melepaskan mu, aku tidak mau kamu emosi begini, apa lagi yang menjadi alasan kemarahan mu pada mereka berdua? aku tahu kamu merasa di bohongi oleh kak sita, tapi bukan kah sudah jelas Rico mengatakan kalau semua nya di luar kendali nya.. kamu harus terima itu kak! aku tahu kamu kecewa dengan Rico karena dia orang yang kamu percaya, tapi.. Andini yang tadi berbicara dengan nada tinggi, menahan ucapan nya, diam sesaat setelah itu menghela nafasnya dan kembali bicara dengan nada pelan
"apa kah dengan kamu sudah memiliki aku, tidak cukup membuat hidup mu bahagia dan melupakan sakit hati mu? kata mu kamu sangat mencintai ku, katanya kamu sayang aku, kata mu, kak sita sudah masa lalu mu,, dan kata mu.. aku wanita satu satunya yang kamu ingin kan!
apa itu semua itu hanya sekedar ungkapan dalam kekecewaan mu saja selama ini?!" ucap Andini panjang lebar membuat Aldo terdiam, lalu dengan cepat melepaskan tangan Andini dan berbalik badan ke arah istrinya itu, wajah Aldo berubah panik, dan gugup dirinya seperti tertampar dengan setiap perkataan Andini.
ketika mereka beradu pandang Andini tersenyum miring melihat raut wajah suaminya yang tampak kacau.
"sayang.. Aldo menangkup kedua pipi Andini.di tatap nya lekat wajah Andini
"tenang kak, aku tidak menangis, karena tidak ada lagi yang perlu aku tangisi di sini, karena aku hanya ingin kebenaran saja.aku pun di sini korban, korban dari permainan kalian!" pekik Andini.
"tidak sayang, bukan itu maksudku, kamu memang hidup ku, cinta ku, separuh nyawaku ada di diri mu, dan memang tanpa mu aku mungkin tidak bisa hidup karena kamu sudah memberikan cahaya dalam kehidupan ku,di dalam diri anak kita" ucap Aldo dengan penuh perasaan, lalu pria itu berjongkok di hadapan Andini wajah nya di sejajarkan dengan perut istrinya, dan mengusap lembut perut istrinya itu kemudian memeluk nya erat.
sita menutup mulutnya dengan satu tangan nya, masih tidak percaya apa yang dia lihat di hadapannya ini, sebegitu mesra nya perlakuan Aldo pada Andini.
Andini menarik kedua bahu kokoh milik suaminya itu agar berdiri kembali.
"kalau begitu, apa kamu bisa menerima kenyataan ini dan memaafkan kak sita dan Rico?"
tanya Andini menatap sayu Aldo.
Aldo terdiam sejenak kemudian dia menatap ke arah Sita dan Rico bergantian dengan tatapan yang sulit di artikan.
"
"
to be continued.
__ADS_1
hai para reader.. jangan lupa untuk like nya serta comennya ya.. 😊***