Cinta Yang Tak Pernah Salah

Cinta Yang Tak Pernah Salah
gen Jayed Abdullah.


__ADS_3

Arkan tersenyum getir ketika Andini menanyakan tentang ibu nya.


dan keadaan pun menjadi canggung Andini jadi merasa bersalah karena mungkin dia bertanya sesuatu hal yang tidak mesti dia tanyakan pada Arkan.


"maafkan aku pak Arkan, kalau pertanyaan ku membuat anda tidak Nyaman" ucap Andini merasa tidak enak hati.


"ibu ku sudah meninggal beliau meninggal karena kecelakaan karena menyetir dalam keadaan mabuk.mungkin itu saja yang bisa aku ceritakan kepada mu, maaf aku tidak bisa menceritakan semua tentang ibu ku.biarlah yang sudah terjadi di masa lalu yang kira nya hanya menyakitkan jika di ingat.tidak perlu di ungkit kembali. jika hanya membuat luka baru yang menyakitkan.yang penting sekarang ini bagaimana aku,kamu dan keluarga kita bisa kembali bersama menjadi satu keluarga yang hanya ada kebahagiaan"


Arkan menjeda ucapan Nya pandangan nya tak putus menatap lekat Andini.


"kalau saja aku tidak di yakin kan dengan tes DNA, bisa jadi urusan nya beda" ucap Arkan tanpa dosa.


"aku maksud mu pak Arkan?"


tanya Aldo tak senang dengan ucapan Arkan yang terkesan punya arti lain.


Arkan tergelak melihat reaksi Aldo yang terlihat cemburu.


"baik lah.. sudah tidak usah di bahas lagi, aku hanya bercanda.aku hanya kagum dan tentunya bangga mempunyai adik perempuan yang sangat cantik. ternyata gen Jayed Abdullah memang unggul"


ucap Arkan kembali tertawa lepas.


melihat reaksi Aldo yang masih terlihat kesal Andini berusaha menenangkan suaminya itu dengan menggenggam tangan besar suaminya yang ada di atas paha solid nya.


"kak" ucap Andini pelan tersenyum manis pada suaminya.


Aldo menghela nafas nya pelan mencoba Mengendalikan emosi nya.


"konyol" ucap Aldo pelan menatap tajam pria Araban yang ternyata sangat menjengkelkan sayang nya kini telah berubah status nya sebagai kakak ipar nya.


"jadi di mana tuan Jayed sekarang berada?" tanya Andini sekali lagi


"ayah berada di rumah kita yang ada di Indonesia tepatnya di Bogor. kita di sana punya pabrik pengolahan teh dan ayah menunggu mu di sana.kita bisa berangkat besok ke Bogor menemui Ayah"


"tidak bisa!, Andini tidak bisa untuk melakukan perjalanan jauh karena kehamilan nya di haruskan istirahat total.kuliah saja aku sarankan online apa lagi harus pergi ke Bogor NO!" tolak nya tegas.


Aldo tidak mengizinkan istrinya berjalan jarak jauh Aldo khawatir dengan kondisi istrinya yang baru saja keluar dari rumah sakit, menjalani bedrest.


"kamu sedang hamil?" tanya Arkan dengan wajah terkejut nya


"iya, istri ku sedang hamil"


sahut Aldo dia yang menjawab pertanyaan Arkan.


"wow, pasti ayah akan senang mendengar kabar bahagia ini, karena akan mendapatkan cucu" Arkan terlihat bahagia mendengar Andini hamil.


"tapi kenapa kamu Baru selesai menjalani bedrest? apa kah ada sesuatu yang terjadi dengan kandungan mu?" tanya Arkan khawatir.

__ADS_1


"tidak apa-apa, aku hanya kelelahan saja" jelas Andini berusaha menutupi Kejadian yang sebenarnya dia tidak mau Arkan mengetahui kalau Rendy yang menjadi biang perkaranya.


"ulah kakak tirinya"


malah Aldo yang bicara membuat Andini merasa kesal pada suami nya itu.dan gadis yang tidak gadis itu menatap tajam ke arah suaminya dengan kedua alisnya bertaut.


"what? kakak tiri? kamu punya kakak tiri? kenapa bisa? sudah melakukan apa dia sampai-sampai membuat kamu harus di rawat di rumah sakit?"


wajah Arkan nampak menegang


"tidak apa-apa.. sudah aku tidak ingin membahas nya.cukup sudah aku tidak ingin mengingat kejadian itu"


tapi sepertinya Arkan tidak puas dengan jawaban Andini pria muda itu tampak emosi mendengar seseorang telah menyakiti adik perempuan nya yang dengan susah payah dia temukan selama ini dan sekarang ada yang berusaha menyakiti nya tentu saja Arkan geram.


"apa kah karena lelaki itu kakak tiri mu jadi kamu membiarkan begitu saja Andini?"


"bukan begitu, aku hanya tidak ingin memperburuk keadaan saja, mungkin dia sudah menyadari kesalahannya, dan aku sudah memaafkan nya"


Andini tersenyum miris ketika mengingat sikap Rendy pada dirinya tapi biar bagaimanapun pria itu pernah sangat baik terhadap dirinya pikir Andini seperti itu.


Arkan menghela nafasnya kasar mendengar ucapan Andini yang seperti itu tentang kakak tiri nya tapi bukan Arkan namanya kalau tidak penasaran dia tidak akan begitu saja melepaskan masalah yang hanya separuh dia tahu. karena Arkan ingin tahu sejelas mungkin perkara adik perempuan nya itu.


"tapi sayangnya aku tidak sebaik kamu Andini dan... ucapan Arkan terjeda pria muda itu melirik ke arah Aldo dan tersenyum remeh


Aldo yang mendapat kan respon seperti itu dari Arkan tidak terima karena seperti nya pria bermata sipit itu tahu kalau Arkan meremehkan nya.


Andini beranjak dari duduknya


tanya Aldo dan Arkan bersamaan


Andini tampak kaget dengan sikap kedua pria yang ada di depan nya ini.


"mau ke toilet kenapa? kalian mau ikut?!"


sahut Andini ketus


Aldo berdiri dari duduknya.


"aku antar ya sayang"


"tidak perlu kak, emang nya aku anak kecil,ke toilet pake di antar" protes Andini.


"tapi sayang.. aku hanya khawatir kamu sendiri ke toilet"


Aldo tampak khawatir.


"tidak perlu kak, sudah ah.aku udah kebelet nih"

__ADS_1


lalu Andini berlalu dari Aldo dan Arkan tanpa perduli dengan sikap mereka berdua.


"hati-hati sayang"


"hm!" sahut Andini yang sudah berjalan menjauh tanpa menoleh.


Arkan hanya tersenyum simpul melihat tingkah laku pasangan sejoli itu.


"seperti nya kamu sangat mencintai adik ku pak Aldo"


Aldo yang masih memandangi kepergian istrinya, menoleh karena pertanyaan Arkan dan pria itu duduk kembali.


"tentu saja aku sangat mencintai istri ku, apapun aku akan lakukan untuk menjaga dan membahagiakan istri ku"


"benarkah begitu? tapi sepertinya tidak seperti itu yang aku lihat" ucap Arkan menatap remeh Aldo.


"maksud mu apa?!"


Arkan terkekeh sejenak lalu wajah nya terlihat serius dan menatap tajam Aldo.


"kenapa kamu membiarkan begitu saja orang yang telah menyakiti istri mu?"


"karena aku tidak ingin istri ku membenci ku dengan menyakiti kakak tiri nya! jangan kau pikir aku tidak mampu memberi pelajaran pada pria itu.dengan mudah nya aku bisa melakukan itu karena biar bagaimanapun aku masih menghargai hubungan yang pernah ada antara istri ku dengan kakak tiri nya itu" jelas Aldo


"bagaimana kalau pria itu kembali mengganggu Andini?"


"aku tidak akan membiarkan nya, dan tidak akan memberikan ampun lagi!"


sahut Aldo berapi-api


"benarkah?"


"apa kamu sedang meremehkan Aku tuan Arkan yang terhormat?!"


Aldo merasa emosi dengan sikap Arkan yang nampak meremehkan dirinya.


"menurut mu?"


"kamu jangan khawatir, Andini akan aman bersama ku"


"baik lah, untuk saat ini aku percaya padamu"


"kak,ayo kita pulang.aku sangat lelah ingin rebahan" ucap Andini yang baru saja kembali dari toilet dan dia merasa heran melihat wajah kedua pria tampan beda generasi ini nampak tegang.


*


to be continued...

__ADS_1


terima kasih sudah mampir ke novel saya yang receh ini semoga suka 😊


jangan lupa untuk like n comen nya 😊 happy reading.


__ADS_2