Cinta Yang Tak Pernah Salah

Cinta Yang Tak Pernah Salah
#39 di kediaman adijaya


__ADS_3

#flasback on


" ya sudah lah aku mau ke kamar dulu memandikan anak anak " kata syafira meninggal kan sisil, reyhan, tian, dan juga erick


setelah kepergian syafira, mereka berempat kembali hening se akan akan sedang memikirkan sesuatu


"rick apa selanjut nya rencana lo? " tanya tian karena sudah mulai takut jika ini semua terbongkar dan syafira akan membenci dia


"aku akan urus semua nya, kalian berpura pura lah se akan akan tidak ada yang terjadi" kata erick menjawab


"kali ngomong mah gampang, ya kan lo tahu sendiri gue orang nya ga bisa akting membenci segala, apalagi kita yang sudah mulai kompak rick" jawab tian karena kesal dengan jawaban erick yang selalu santai.


ya mereka memang sudah mulai kompak apalagi mereka membuat grup mereka bertiga dengan nama grup nya laki laki tampan, yanh tidak memasukkan sisil karena sisil yang tidak mau, nanti jika ada yang penting yang harus di perankan nya dia bisa di beri tahu oleh reyhan atau pun tian

__ADS_1


"gini aja bang ti, kalo misalnya tata sudah pergi kalian bisa kembali ke masa masa kalian seperti di grup kalian kalo tata dah balek ya kembali dah ke seperti semula " usul sisil mengutarakan ide nya


" ya ya kau benar" jawab tian


"100 buat anda" balas reyhan dengan ejekan


" bisa juga" jawab erick dengan muka datar nya


.... setelah mamandikan ray dan riy syafira pun mengajak mereka turun menuju ruang tamu


" sudah sudah ambil posisi kita akan perang" kata sisil yang langsung di angguki oleh mereka bertiga ( reyhan, tian, dan erick)


seketika itu mereka berempat langsung diam, seakan akan ada kebencian di tengah tengah mereka dan mereka duduk berjarak dari erick se akan erick adalah virus yang mematikan jika di dekati oleh mereka semua

__ADS_1


syafira yang melihat itu hanya diam karena dia tak tahu harus mau bilang apa, dan siapa yang akan dia bela di satu sisi erick suami nya sekaligus ayah dari anak anak nya dan di sisi lain abang beserta para sahabat nya yang selalu mendukung diri nya dan selalu ada du saat keluh kesah yang dia hadapi..


"rick, kalo lo mau ganti baju sono ke atas " pinta syafira karena tak tahan melihat situasi rumah ini, yang tadi nya selalu di penuhi canda tawa sekarang hanya ada ke heningan dan ke canggungan


" baiklah, okh iya aku sudah memesan kan baju bila ada yang antar tolong antar ke kamar ya ta" erick yang minta tolong sambil menunjukkan wajag memelas


"iya iya" jawab syafira


bagaimana ini semua, tak mungkin aku mengusir erick jika aku sampai mengusir erick maka anak anak akan marah dan terus menangis tetapi jika aku terus diam begini maka sampai kapan ini semua terjadi---batin syafira


"ehm, okh iya sil bang ti dan rey bagaimana menurut kalian? " tanya syafira. sisil serta reyhan dan tian yang tahu apa maksud dari pertanyaan syafira diam seakan akan bingung mau bilang apa padahal mereka hsmya berpura pura saja


"hemm, ku tak tahu harus bilang apa ta, tapi seperti yang di katakan bang tian, jika kau, ray dan riy bahagia maka kami sudah bahagia " jawab sisil yang belum memuaskan bagi syafira

__ADS_1


" abang ga marah kok jika erick tinggal di sini, ya moga moga han kami semua dapat akur sama dia dan tidak menimbulkan suasana canggung seperti yang tadi" jawab tian se olah tahu jawaban apa yang pengej di dengar oleh syafira


"makasih ya bang, sil, dan rey kalian selalu ada untuk ku " kata syafira meneteskan air mata dan memeluk mereka bertiga layaknya teletabis poooo


__ADS_2