
setelah beberapa lama fokus dengan game nya
"oh sit sial" kesal tian yang kalah dari erick bermain ps tersebut
sedangkan reyhan yang mendengar hanya ketawa karena mengingat betapa sombong nya tian jika sudah berhubungan dengan game, yang ternyata ada juga orang yang dapat menandingi nya
" ahahaahhahhahajah pantas aja banyak orang yang bilang di atas langit masih ada langit, ternyata memang benar" ledek reyhan ketawa dan memegangi perut nya karena sakit akibat ke banyakan ketawa
"akh sialan lo, diam aja " bentak tian yang tidak membuat ketawa reyhan menurun
" aduh bang ti, untung aja kita ga taruhan kalo taruhan dah gue jamin lo bangkrut" ledek erick dengan semangat nya
🍎🍎🍎 sementara di kamar syafira yang baru saja bangun dan pergi melihat riy dan ray yang ternyata belum bangun, sisil yang melihat syafira yang keluar dari kamar ray pun menyusul syafira
"ta bentar" panggil sisil dan menghampiri syafira
__ADS_1
"ada apa sil?" tanya syafira heran karea siisl tidak pernah memanggil dengan begitu
"gue mau ngomong kita ke kamar gue aj" kata sisil
"ta lo yakin mau baikan sama erick? " tanya sisil to the point setelah mereka sampai dan duduk di tepi ranjang kamar sisil
"gue masih pikir sil" jawab syafira dengan wajah yang sulit di baca
" emang lo dah maaf in si erick?? " tanya sisil lagi
"jadi kenapa lo ga terus terang aj? " tanya sisil lagi dan lagi
" akh elu, gue kan malu dah pergi tiba tiba eh masa balik juga tiba tiba, ya tunggu dia berjuang dikit kek" kataa syafira malu malu
"jadi maksud lo, yang lo perbuat daru tadi bukan gara gara lo masih marah sama dia? tapi cuman lo malu jika langsung baikan? " tanya sisil memperjelas dan di angguki oleh syafira, tentu membuat sisil jengkel
__ADS_1
" pletak " suara sentilan mendarat di dahi syafira
"lo ya ta astaga naga, lo itu buat gue jengkel tau ga. ikh mau gue cekik kek nya lo biar mati aj" maki sisil karena kesal atas penjelasan yang di berikan syafira
" hehheeh emmm maaf " kata syafira tersenyum
" jadi bagaimana? " tanya sisil agar rumah tangga sahabat nya itu langsung baik
"gue mau lihat perjuangan dia" jawab syafira dengan tersenyum lebar dan manmpilkan deretan gigi putih nya
tak terasa syafira dan sisil sudah lumayan lama berbincang bincang di kamar nya, hingga suara yang membuat syafira dan sisil langsung menuju sumber suara
" ma.... mama ray ganggu aku ma" teriak riyani yang merasa kesal atas kelakuan kembaran nya itu yang mengganggu tidur nya dan lari keluar menuju ruang tamu
sisil dan syafira yang mendengar itu pun hanya geleng geleng kepala karena mereja sudah terbiasa dengan kejahilan ray untuk riyani tersebut, setelah itu pergi menuju sumber suara yang ternyata di ruang tamu
__ADS_1