
Aldo kembali dengan membawa baju piyama untuk istri nya, kemudian Aldo duduk di tepi ranjang di samping Andini.dengan posisi duduk menghadap ke arah Andini.hendak memakai kan pakaian pada tubuh Andini.
"mau apa kamu kak?" tanya Andini melihat tangan Aldo bergerak.
"pakai kan kamu baju" ucap Aldo tanpa beban.
"ya ampun kak,, kamu ini berlebihan.. aku masih kuat kok untuk pake baju, memang nya aku lagi sakit parah"
Aldo tertawa pelan mendengar ucapan istrinya itu.
"nggak masalah juga kan aku pakai kan baju mu" ucap Aldo santai.
"nggak! sini aku pakai sendiri" Andini menolak mentah-mentah dan mengambil baju nya dari tangan suaminya.dan langsung berdiri.
"mau kemana kamu sayang?"
"mau pakai baju lah"
"di sini saja, ngapain jauh jauh?"
ucap Aldo tanpa dosa.
"nggak ah" ucap Andini cepat.
"kenapa? malu?"
Andini terdiam salah tingkah
"ya ampun sayang, ngapain kamu malu.. aku sudah lihat semua nya, tidak ada yang terlewati oleh penglihatan aku.. aku sudah hapal semua bentuk nya, dan yang khas nya yang ada di tubuh mu"
"stop! sudah jangan kamu teruskan kak,, apaan sih kamu pake nyebutin semua nya..iya,iya aku percaya kamu sudah tahu semua nya..tapi itu kan beda keadaan nya" kilah Andini dirinya jadi heran perkara pakai baju saja jadi panjang urusan nya.
"beda keadaan bagaimana maksud mu hm?" tanya Aldo masih terus membahas urusan pakai baju.
dengan terpaksa, akhirnya Andini memberanikan diri untuk memakai baju nya di depan suami nya karena dia tidak mau di komentari panjang lebar oleh suaminya itu,dan dia juga tidak mau di nilai wanita lugu terus oleh suaminya.dengan berani Andini membuka handuk nya yang melilit di tubuh nya perlahan.lalu berdiri dan mulai memakai baju piyama nya ke tubuh nya. Aldo yang duduk di tepi ranjang diam memperhatikan gerakan istrinya yang sedang memakai pakaian nya dengan tatapan tidak berkedip, ada sirat takjub di tatapan Aldo, melihat bentuk tubuh istrinya yang seksi terpampang jelas di depan matanya.
apa lagi perut istrinya yang nampak mulai berisi karena kehamilan nya, menambah kombinasi seksi istri nya.
Aldo menelan saliva nya berkali-kali melihat pemandangan yang indah di depan nya saat ini.
nah ini nih, yang Andini tidak ingin kan kenapa dia tidak mau berganti pakaian nya di depan suami nya yang tingkat kemesuman nya mempunyai level teratas.batin Andini.membuatnya bergidik, karena seperti nya mulai sekarang dirinya harus punya ke ahlian extra untuk mengimbangi tingkat kemesuman suaminya.
dan dengan raut wajah Aldo yang seperti ingin menelan nya. sekarang sedang menatap nya tak berkedip, Andini sudah mengerti apa isi kepala seorang Aldo dengan tatapan matanya yang seperti itu.
"sayang" ucap Aldo dengan suara yang berat.
dan Andini hanya tersenyum simpul menanggapi suaminya itu.
"apa kak?" tanya Andini setelah tubuh nya tertutup sempurna dengan baju piyama tipis nya yang berbahan lembut dari sutra terbaik.
__ADS_1
tanpa aba-aba lagi Aldo langsung menarik tubuh istrinya itu agar mendekat ke dirinya, lalu mengangkat nya keatas pangkuan nya. walaupun sempat kaget.Andini tetap berusaha tenang.dan kini Andini berada di pangkuan suaminya.kemudian Aldo memeluk erat tubuh istrinya itu dan membaui leher jenjang nan mulus milik istrinya.
"kak.. geli" ucap Andini lirih.
"diam sayang, biarkan seperti ini.. nyaman sekali rasanya.. karena aku tahu kamu lelah" ucap Aldo dengan suara yang berat terus saja hidung mancung nya menyelusuri leher jenjang Andini.membuat Andini merasakan tubuhnya meremang.
Aldo memeluk Andini dengan posesif seperti seorang anak kecil yang sedang memeluk boneka mainan nya yang takut di ambil.
"apa kaitannya dengan aku lelah dan acara kamu peluk aku?" tanya Andini memicingkan matanya menatap suaminya.
"dengan memeluk mu begini,bisa menahan aku tidak kembali menerjang mu sayang" ucap Aldo enteng berbisik di telinga Andini.dan terus membuat gerakan gerakan kecil dengan bibir dan hidung nya di tubuh istrinya.
"issh, sudah aku duga"gumam Andini.
dan tak lama kemudian terdengar suara ponsel Andini yang ada di atas nakas bergetar.Andini dengan susah payah menoleh karena Aldo yang masih memeluk tubuh Nya.
"kak,awas dulu, aku mau jawab telpon tuh" pinta Andini.
"Ck_ganggu saja" keluh Aldo dengan terpaksa membiarkan Andini turun dari pangkuan nya.
kemudian Andini mengambil ponselnya yang terus saja bergetar
"ibu?" ucap nya pelan menghadap ke arah Aldo.
lalu dengan cepat Andini menjawab panggilan telepon dari Reyna.
__Andini__
_Reyna_
Andini, kakak mu sita melahirkan
Andini langsung menutup mulutnya dengan satu tangan nya, mendengar kabar dari ibu nya kalau sita melahirkan.
_Andini_
oh, ya Tuhan.. benar kah Bu?
di rumah sakit mana kak sita lahirannya? tanya Andini pada Reyna di sambungan telepon nya.
_Reyna_
di rumah sakit milik suami mu, anak nya sudah lahir,maaf ibu baru bisa mengabarkan ke kamu, karena ibu panik.
_Andini_
nggak apa-apa bu, yang penting kak sita dan bayi nya selamat dan keadaannya baik baik saja.
ya sudah bu nanti aku ke sana ya.
__ADS_1
_Reyna_
besok saja An, kamu pasti lelah kalau kesini sekarang, setelah segala kejadian hari ini.kamu istirahat saja,ada ibu dan Rico di sini.
_Andini_
baik lah kalau begitu bu.
lalu Andini memutuskan panggilan telepon Aldo yang masih duduk di tepi ranjang, sedari tadi memang mendengar kan percakapan Andini dan Reyna di sambungan telepon nya.hanya diam, menatap aneh ke arah Andini.
"kenapa kamu kak?" tanya Andini merasa aneh dengan tatapan suaminya itu. lalu kembali duduk di samping suaminya itu dan langsung memeluk Aldo dari samping tubuh nya. kemudian di sambut oleh tangan kekar Aldo yang merangkul bahu istrinya itu.
"kak"
"hm"
"kamu dengar, kan tadi pembicaraan Aku dengan ibu"
"iya, kenapa?"
"kok gitu jawab nya kak?"
"loh, mesti nya gimana hm?" ucap Aldo dengan nada malas.
"kamu nggak pingin liat anak nya Rico?" ucap Andini lalu dia melihat wajah suaminya, ingin tahu reaksi Aldo dari pertanyaan nya.
benar saja,raut wajah suaminya itu terlihat kosong seperti orang sedang melamun, menatap lurus.
"kak" panggil Andini lagi pelan.
"hm, apa?" sahut Aldo tanpa menoleh ke Andini, masih menatap lurus entah apa yang menjadi objek pandangan nya.
Andini melepaskan pelukannya dan menyingkirkan tangan suaminya yang di bahu nya, lalu menegakkan tubuhnya.
"tuan Aldo Bagaskara.... ucap Andini dengan suara yang sedikit keras.membuat Aldo langsung menoleh ke arah Andini.
"ya ampun sayang... aku ini tidak tuli,, kenapa kamu berteriak sedekat ini hm?" Aldo langsung mengusap usap telinga nya.karena teriakan istrinya.
"
"
to be continued.
apa yang kamu dengar
apa yang kamu rasa
apa yang kamu dapat
__ADS_1
itulah yang terjadi.
(Andini)