
sudah seminggu Andini bedrest di rumah sakit, seperti pernah sudah Aldo lakukan Pria itu tidak pernah pulang ke rumah nya selama Andini dirawat.dengan telaten Aldo menemani istrinya dan merawatnya.
"kak, hari ini aku boleh pulang kan?"
tanya Andini pada suami nya yang sedang sibuk dengan laptop di pangkuan nya duduk di sofa yang ada di ruangan kamar inap VVIP.
"tunggu Dokter mita, nanti sore sayang. kalau memang kata Dokter Mita boleh,kita pulang hari ini" jawab Aldo tenang matanya masih fokus dengan laptop nya.
Aldo meletakkan laptop nya di atas meja. berdiri, berjalan mendekati istrinya yang sedang duduk menyandar di headboard ranjang rumah sakit.pria itu duduk di tepi ranjang.
"kamu emang nya sudah merasa baikan?"
"sudah, rasanya tubuh ku sudah seperti biasa lagi"
"syukurlah kalau begitu, aku akan telpon Dokter Mita"
Aldo mengeluarkan ponselnya dari saku jas putih nya.
mencari kontak Dokter Mita.
lelaki itu tampak menelpon Dokter tersebut.bicara di sambung telponnya nampak serius.
Aldo pun tak lama memutuskan panggilan telepon nya itu.
"kamu boleh pulang sayang"
"benarkah?"
"iya, sebaiknya kita beres beres dulu, aku sudah nyuruh Seno kesini"
Aldo pun membereskan barang bawaan istrinya selama Andini di rawat.
Andini sangat senang akhirnya dia di perbolehkan pulang
setelah satu Minggu dia di rawat di rumah sakit.
"biar aku saja kak"
Andini dengan cepat mengambil alih barang barangnya yang sedang di bereskan oleh Aldo, karena dia merasa malu di antara baju baju nya ada beberapa anderware nya.
wajah Andini merona manakala Aldo hampir menyentuh barang berharga nya itu.Aldo yang menyadari itu hanya mengulum senyum melihat tingkah istrinya.
"kamu malu hm? ngapain malu jangan kan kain penutup nya,isi nya saja sudah aku lihat semua dengan jelas di mata ku" ucap Aldo tanpa beban.
"ish, siapa yang malu.. aku hanya tidak ingin merepotkan kamu lagi kak" kilah Andini langsung menyambar pakaian nya yang berada di tangan suaminya.
Aldo terkekeh
"baik lah sayang"
pria itu menurut saja dan dengan kilat mengecup lembut kening istrinya.
yang tengah sibuk memasukkan baju baju dan barang lain nya. ke dalam tas yang cukup besar.
__ADS_1
tak lama pintu kamar itu di ketuk dari luar beberapa kali.Aldo mempersilakan orang yang mengetuk pintu itu untuk masuk. ternyata Seno yang datang.assiten baru Aldo mengganti kan Rico.
"selamat sore boss"
Aldo hanya mengangguk merespon ucapan Seno.
setelah semua nya sudah selesai dan merasa tidak ada yang tertinggal.
dan tanpa di suruh lagi,Seno menenteng satu tas besar itu.
"kamu bawa pulang tas itu kerumah Sen,kasih ke BI Ratmi, aku dan istriku mau kesatu tempat dulu. kamu duluan ajah"
"baik boss"
lalu Seno pun keluar duluan dari kemar tersebut dengan membawa tas besar tadi.
"mau kemana kita kak?"
tanya Andini bingung
Aldo tersenyum
"rahasia sayang" ucap Aldo mengedipkan matanya tersenyum misterius.
Andini hanya mencebik merespon ucapan suaminya.
"ih, pake rahasia segala"
dan menuntun nya untuk berdiri, berjalan keluar dari kamar tersebut.
"sudah jangan cemberut saja,ayo kita pulang.. aku sudah kangen banget loh"
"bukan nya kamu tiap hari ketemu dengan aku di sini kak? masih saja bilang kangen" ucap Andini merasa aneh dengan suaminya.
"kangen yang lainnya sayang"bisik Aldo.membuat Andini menatap tajam dan dia tahu apa maksud dari perkataan suaminya.
Aldo pun tersenyum syaiton menanggapi sikap istrinya itu
Aldo merangkul posesif bahu istrinya
berjalan di lorong rumah sakit menuju pintu lift.Andini yang mestinya harus pake kursi roda tapi gadis itu menolak, dia tidak ingin benar benar terlihat seperti orang sakit padahal kan memang iya.Andini baru saja pulih tapi Aldo tidak mau merusak mood istrinya jadi buruk yang akhirnya menuruti keinginan istrinya.
tak ayal seperti biasanya pasangan sejoli itu selalu menjadi bahan perhatian orang orang yang. tidak sengaja berpapasan dengan mereka berdua.terutama para staf medis yang mereka jumpai hanya tersenyum simpul melihat ke bucinan sang direktur nya. karena seperti bertekuk lutut dengan istrinya belia nan jelita nya itu.
lama mereka menunggu pintu lift terbuka dan akhirnya pintu kotak besi tersebut terbuka juga.dan mereka pun masuk ke dalam nya.
baru saja Aldo hendak menekan tombol lift agar tertutup, tiba-tiba suara perempuan berteriak.
"tunggu jangan di tutup dulu liftnya!"
Aldo pun menahan pintu lift tersebut agar tidak tertutup untuk suara tadi.
dan tak lama sang empu suara itu muncul dan.. ketiga orang tersebut diam membeku.
__ADS_1
"kak sita"
"Andini"
ucap mereka bersamaan.
ternyata wanita yang berteriak itu adalah sita. sesaat mereka saling tatap.dan diam.
"apakah kamu terus berdiri di situ? atau tunggu lift berikut nya?"
ucap Aldo datar dengan tatapan dingin nya. memecah kecanggungan di antara mereka.wajah pria itu tampak gusar.
"oh, iya aku masuk"
sita pun dengan tergesa masuk ke dalam lift itu berdiri di depan Andini.
"kak sita sendiri? sedang apa di sini? apa ada yang sakit?" tanya Andini
"tidak, aku hanya cek up ajah"
jawab sita.
"sendiri? kemana mas Rico?"
"kebetulan mas Rico ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan, tapi nggak apa-apa kok, aku bisa sendiri hanya cek up ajah setelah aku melahirkan" jelas sita bicara dengan membelakangi Andini dan Aldo.tanpa menoleh.
"kalau begitu kita pulang bareng ajah kak" tawar Andini.
"tidak usah An, aku bisa pulang sendiri nanti malah merepotkan" balas sita tak enak hati dan merasa canggung pula.
"nggak apa-apa kok kak"
baru saja sita akan mengangkat bibir nya untuk bicara.
"sudah sayang, kalau nggak mau jangan di paksa, tidak baik memaksa orang yang tidak mau" Aldo menyela pembicaraan kedua wanita yang ada di depan nya itu.dengan wajah tanpa expresi.
Andini menoleh ke arah wajah suaminya.menatap pria yang ada di sebelah nya bertanya dalam hati nya.
dia tahu ucapan suaminya itu ada maksud lain.
Aldo melirik ke arah istrinya.tangannya yang masih menggenggam tangan Andini tambah erat dan sedikit meremas jemari Andini.tersenyum pada Andini.seolah bicara.
apa aku salah bicara? kira kira seperti itu.
"ah,iya An, aku bisa pulang sendiri kok, lagi pula kita tidak searah kan?"
sahut sita datar dan tersenyum getir tanpa di ketahui oleh Aldo dan Andini.
Andini hanya Diam dan tidak bicara lagi.ada gejolak aneh yang menjalar paksa di dadanya.
"
to be continued..
__ADS_1