
setelah semua nya sudah tersalurkan dengan baik dan mantap.pria berwajah oriental itu pun dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya di sertai otak nya yang sudah fress.semuanya kembali terkoneksi.
"ayo sayang kita akan menemui seseorang kita sudah telat" ucap Aldo terlihat tenang, padahal dia sedang dalam keadaan menunda janjinya pada seseorang yang akan dia temui.
"ya jelas telat, kamu sendiri yang bikin telat kak" protes Andini.
Aldo tersenyum geli mendengar ucapan istrinya.
"iya, iya.. itu karena agar aku bisa tenang dan fokus kembali sayang.. dan itu Karena diri mu,sudah satu Minggu. aku sudah tidak tahan" ucap Aldo pelan lalu mengecup sekilas bibir istri nya.
cup
merasa semua sudah siap, Aldo kembali melajukan mobilnya perlahan meninggalkan tempat tersebut setelah dirinya sudah terkendali.
sedangkan Andini heran kenapa Aldo harus mengikut sertakan diri nya dalam pertemuan nya dengan orang yang akan dia temui.
"kok kita sih kak? bukan kah kamu akan bertemu dengan rekan bisnis mu, kenapa harus dengan aku?" tanya Andini heran.
Aldo hanya tersenyum simpul menanggapi ucapan istrinya.
"iya sayang,kita, kamu, dan aku.kita akan menemui seseorang itu"
Andini merasa ucapan Aldo terasa ambigu tapi terdengar Santai.
"siapa sih kak,rekan bisnis? pria atau wanita?"
"pria sayang.. dari negeri jauh"
__ADS_1
"Dari negri jauh?"
"iya"
"siapa? kenapa aku mesti harus ketemu juga dengan orang itu?"
Aldo tersenyum tipis merespon ucapan Andini.dengan gemas mengacak lembut rambut istri nya.
"sudah lah, nggak usah banyak berpikir,, lihat ajah nanti" final Aldo
Andini pun diam tidak bertanya lagi.
sekitar Dua puluh menit perjalanan. mobil Mercedes Benz warna hitam legam milik Aldo memasuki halaman sebuah hotel mewah bintang lima dan memarkirkan mobilnya di tempat parkir.
"hotel? apa kita ketemuan di hotel ini kak?" tanya Andini bingung Aldo mengajak nya ke sebuah hotel mewah.
"iya sayang,kita akan ketemu dengan orang itu di hotel ini, dan kita bisa melakukan ronde berikutnya bila kamu mau, aku tidak keberatan di sini lebih nyaman dan tentunya..." Aldo tidak meneruskan ucapannya hanya matanya saja menatap Andini dengan tatapan nakal.
"kamu juga suka dan tidak keberatan kalau aku mesumin" ucap Aldo membela diri.
Andini hanya mencebik merespon ucapan suami nya.
dan pria itu pun tergelak. lalu pria itu turun dari mobil nya berjalan ke arah pintu mobil yang satu lagi.untuk membuka pintu mobil untuk istri nya.
"ya sudah, ayo kita turun sayang" ucap Aldo lembut. Andini turun dari mobil tersebut di sambut dengan uluran tangan suaminya lalu menggandeng tangan suaminya mesra.
mereka berjalan memasuki hotel tersebut Aldo di sambut ramah oleh pramutamu hotel tersebut kemudian mengarah kan Aldo dan Andini ke sebuah restoran yang tampilannya sangat mewah yang ada di hotel tersebut.mereka berdua mengikuti langkah sang pramutamu ke sebuah ruang private yang ada di restoran tersebut.
__ADS_1
"silahkan tuan, nyonya" sang pramutamu mempersilakan Aldo dan Andini masuk ke sebuah ruang yang sangat Lux, dengan meja makan berbentuk bundar yang terbuat dari marmer putih, ada empat kursi berukir berwarna gold serta kulit bangku terbuat dari bahan berkualitas tinggi bewarna coklat susu.melengkapi tampilan Lux ruangan tersebut. sang pramutamu mempersilakan Aldo dan Andini masuk. ada seorang lelaki araban tampan dan gagah berumur Dua puluh empat tahun.duduk dengan pria paruh baya duduk di sebuah meja.kedua pria beda usia itu berdiri dan tersenyum ramah menyambut kedatangan Aldo dan Andini.tatapan pria itu tak lepas dari Andini.pria itu memandang ke arah Andini dengan penuh kelembutan.
"silahkan pak Aldo" pria paruh baya yang ada di sebelah pria araban itu mempersilakan Aldo dan Andini duduk.
"terima kasih, maaf saya terlambat"
"tidak masalah, yang penting Anda datang, saya mengerti Anda ini orang yang sibuk" ucap Pria muda itu.
menyairkan suasana.
Aldo tersenyum ramah merespon sikap ramah pria tersebut.lalu duduk di kursi yang ada di dekat meja itu begitu pun juga dengan Andini duduk di kursi yang sudah di sediakan itu walaupun di hati dan pikiran nya banyak pertanyaan di sertai rasa penasaran nya.dan kalau di perhatikan pria muda tersebut wajah nya mirip dengan dirinya? dari mata serta hidungnya.hampir sama dengan Andini.
"kak, ini siapa?" bisik Andini mendekatkan wajahnya ke arah telinga Aldo.
"sebentar lagi kamu akan tahu"jawab Aldo tersenyum satu tangan nya menggenggam tangan Andini yang ada di atas paha istrinya seolah memberikan ketenangan pada Andini yang terlihat gelisah dengan pikiran nya sendiri.setelah mereka semua sudah duduk di kursi nya.
"perkenalkan nama saya Arkan hadad Abdullah dan ini paman saya Barka Abdullah, dan nyonya ini.. pria yang bernama Arkan itu menahan ucapan nya menatap lekat ke arah Andini.
"nyonya Andini?"
Andini kaget kalau pria araban ini tahu namanya.
"benar, saya Andini istri pak Aldo Bagaskara" balas Andini berusaha bersikap tenang.
"senang sekali akhirnya saya bisa bertemu dengan kamu nyonya Bagaskara"
"oh ya? malah saya bingung karena di ajak oleh suami saya untuk bertemu dengan seseorang dan itu anda? kalau boleh tau siapa anda ini?"
__ADS_1
*
to be continued..