Cinta Yang Tak Pernah Salah

Cinta Yang Tak Pernah Salah
Ceraikan aku!


__ADS_3

"ya ampun sayang.. aku tidak tuli kenapa kamu berteriak sedekat ini hm?" Aldo mengusap usap telinga nya yang Terasa pengang oleh teriakan Andini.


sedangkan sang pelaku, terlihat tidak peduli,malah berdiri.


"mau kemana kamu sayang"


tanya Aldo melihat Andini beranjak dari duduknya.


tapi Andini diam tak menjawab,tak peduli dengan Aldo.ketika Aldo memegang tangan nya pun di tepis nya.membuat pria itu kaget dengan sikap dingin istrinya.


Andini terus berjalan ke arah balkon kamar, angin malam semilir menerpa kulit Andini, rambut nya yang tergerai bebas tertiup angin, berarakan hingga menutupi saparuh wajah nya.


ada rasa yang mengganjal di hati nya, entah apa itu, tapi yang jelas hati nya saat ini rasanya sesak.


pandangan nya lurus menembus gelap nya malam tak ada bintang di langit, seakan menceritakan keadaan hati Andini saat ini, sepertinya alam pun ikut merasakan kegelisahan hati nya.


"sayang" tiba-tiba suara berat Aldo terdengar berbisik di telinga Andini, Nafasnya yang hangat, menggantikan dingin nya angin malam yang menerpa kulit nya.


kedua tangan kekar nya melingkar erat di perut nya.menggantikan dingin yang di rasa tadi, berubah menjadi rasa hangat menyelimuti tubuh nya.


"kenapa kamu di luar sini, tidak baik angin malam buat kamu sayang"ucap Aldo pelan wajah nya di benamkan di ceruk istrinya.sesekali menyesap nya lembut leher jenjang nan indah Andini.


Andini diam tidak merespon ucapan suaminya itu.dia hanya diam dan merasakan hangatnya pelukan suaminya, tanpa ingin mengeluarkan suara nya.


"sayang, kenapa kamu tidak jawab hm? kamu marah?" tanya Aldo ada nada khawatir di ucapan nya.karena Andini tetap diam.


lalu Aldo melepaskan pelukannya, kemudian membalikkan tubuh istrinya itu agar menghadap ke dirinya.


Aldo sedikit menundukan wajah nya, mensejajarkan wajah dengan istrinya itu.menatap dalam dalam wajah cantik istrinya yang terlihat.. dingin?


"kenapa kamu hm?" tanya Aldo dengan lembut nya."kamu marah pada ku? tolong bicara sayang.. jangan diam begini" ucap Aldo dengan suara nya yang terdengar serak.tapi Andini tetap dengan kebisuan nya.membuat Aldo seba salah di buat nya.Andini hanya menatap dingin suaminya tanpa expresi.


"ya Tuhan, apa lagi ini, apa yang membuat mu marah sayang..katakan biar aku tahu di mana salah ku..aku bukan peramal yang bisa menebak sayang" Aldo terus mengoceh tak berhenti nya.dengan wajah frustasi lalu dia menarik tubuh istrinya itu dan di peluk nya erat.


"baik lah kalau kamu tidak mau bicara, dan kalau aku ada salah pada mu, maafkan aku... ucap Aldo di sela pelukannya.


kalau kamu tetap diam,,maka... jangan salah kan aku sayang" Aldo mengurai pelukan, lalu dengan cepat menggendong tubuh istrinya itu.


aaaw... turun kan aku kak,,mau di bawa kemana aku.. Aku masih ingin di sini" teriak Andini.

__ADS_1


Aldo tersenyum lebar mendengar ucapan istrinya itu yang akhirnya membuka suara nya.


"akhirnya kamu bicara sayang, aku akan menghukum mu" ucap Aldo singkat, tersenyum devil.menatap istrinya yang berada di dalam gendongan nya.lalu pria bertubuh tinggi tegap itu berjalan menuju ranjang, lalu merebahkan tubuh istrinya perlahan, .setelah tubuh nya mendarat di atas kasur, Andini dengan cepat duduk dan bersandar di headboard ranjang.menghindari Aldo


"kenapa kamu sayang?" tanya Aldo nampak heran dengan tingkah istrinya itu.


"kamu mau ngapain kak?" bukan nya menjawab, Andini malah balik bertanya pada suami nya.


Aldo tidak menjawab pertanyaan Andini, dia hanya tersenyum, lalu merangkak naik ke atas ranjang mendekati istrinya itu, dan..


"sini"


Aldo langsung menarik tubuh istrinya ke dalam pelukannya.


" kenapa sih kamu sayang, sikap mu aneh begini"


"kamu yang aneh dan menyakitkan" ucap Andini pelan wajah nya di benamkan di dada bidang suaminya.


"menyakitkan? apa aku telah menyakiti mu?" tanya Aldo bingung


lalu mengurai pelukan agar bisa melihat wajah istrinya.


Aldo terdiam sejenak mencoba mencerna ucapan Andini.


"oooh itu, karena sikap aku yang tidak merespon ucapan mu soal kelahiran anak Rico? ya ampun sayang, aku hanya sedang berpikir bagaimana cara nya aku, bersikap pada Rico, apakah aku terus memperkerjakan dia, atau tidak, karena aku masih jengah harus bertemu dengan si pengkhianat itu"


"kak!" teriak Andini.yang langsung melepaskan diri nya dari pelukan suaminya.mendengarkan ucapan Aldo yang ternyata ingin memutuskan hubungan kerja pada Rico.


"kenapa sayang?" ucap Aldo tanpa dosa.


"tega banget sih kamu?"


"tega? maksud mu apa sayang?"


"kenapa kamu malah mau pecat Rico ha? padahal,kak sita baru saja melahirkan anak nya, tapi kamu malah mau pecat Rico, terus bagaimana hidup kak sita, kalau Rico tidak ada pekerjaan?" ucap Andini panjang lebar dengan nada emosi.


"peduli apa aku dengan Rico, orang yang telah berkhianat kepada ku"


ucap Aldo dengan raut wajah yang gusar.

__ADS_1


Andini tersenyum miring mendengar ucapan Aldo.


"oh jadi kamu dendam dengan Rico"


"terserah anggapan mu apa"


ucap Aldo datar.


"baik lah kalau begitu, sekarang kak sita sudah melahirkan anak Rico, dan kamu boleh kembali pada kak sita, karena seperti nya kamu belum rela melepaskan kak sita!" pekik Andini.matanya sudah berkaca-kaca.


"sayang! apa maksud mu?!"


ucap Aldo dengan nada sedikit tinggi tak terima dengan ucapan Andini.


"iya, maksud ku, silahkan ceraikan aku,, dan silahkan kamu kembali ke kak sita, kalau kamu masih tidak rela melepaskan kak Sita dari kehidupan mu, karena itu akan menyakiti kita berdua! maka sekarang ceraikan aku!"


jerit Andini.


"ya Tuhan sayang... kenapa sejauh itu pikiran mu? tidak, tidak.. aku tidak akan pernah menceraikan mu,apa lagi melepaskan mu dari hidup ku, jangan pernah berharap kamu!" ucap Aldo tak kalah tegas nya dan langsung memeluk erat tubuh istrinya itu.


"lepasin aku!!" Andini berusaha melepaskan diri dari dekapan suaminya.tapi tentu saja kekuatan nya kalah.Aldo tetap dengan erat memeluk istrinya yang meronta-ronta.


"sayang... kenapa kamu berkata seperti itu, siapa yang tidak iklas melepaskan sita.. aku sudah tidak perduli dengan perempuan itu,, sudah tidak ada namanya di hatiku, hanya kamu, yang mengisi penuh relung hati ku Andini Damayanti... hanya kamu"


Terasa tubuh istrinya itu bergetar di pelukan nya karena menangis.lalu dengan perlahan Aldo mengurai pelukan nya dan menatap dalam wajah istrinya yang sembab dengan air mata.


"sayang, kenapa kamu terus berpikir kalau aku masih menginginkan sita hm?"


"sikap mu itu yang menjelaskan kalau kamu masih menginginkan kak sita!" pekik Andini.


"benarkah?" ucap Aldo merasa bingung dengan dirinya sendiri.apa sikapnya seperti itu sehingga membuat istri nya selalu salah paham,


"cih,, nggak usah pura pura kamu kak" cibir Andini mulutnya manyun.


"jadi sikap aku harus bagaimana? biar kamu tidak salah tanggap lagi dengan aku sayang"


lalu Aldo mengecup lembut dan lama kening istrinya.


"

__ADS_1


to be continued.


__ADS_2