Cinta Yang Tak Pernah Salah

Cinta Yang Tak Pernah Salah
wajah bodoh.


__ADS_3

Aldo diam, nafas nya nampak sedikit memburu.menatap tajam Rico dan Sita bergantian.


"kak?"


Andini mencoba menyadarkan Aldo dari keterpakuan nya.


tapi tetap saja Aldo masih setia dengan ke bisuan nya.entah apa yang ada di pikiran Aldo sekarang ini.


"baik lah kalau begitu, aku tidak peduli, apa kamu memaafkan Rico dan kak sita atau tidak, itu terserah kamu kak, yang penting aku sudah tahu kejelasannya dari masalah kak sita meninggalkan kamu.. aku mau pergi dari sini! rasanya udara di dalam ruangan ini membuat dada ku sesak!!" ucap Andini dengan nada tinggi, lalu dia pun berjalan melangkah ke luar rumah itu tanpa memperdulikan apa pun lagi.


"Andini" panggil sita pelan menatap sayu Andini yang melangkah pergi.


tapi Andini tidak menoleh, sita memanggil nama nya.


dan rupa nya Aldo masih terjebak oleh emosi nya sehingga dia tidak menyadari kalau istri nya itu hendak pergi.


tapi sebelum Andini benar benar melangkah kan kakinya melewati pintu rumah.tiba tiba saja tubuh nya terasa melayang terangkat ke atas.


AAWW...kak!! jerit Andini kaget, dirinya sudah berada di gendongan Aldo.reflek saja Andini langsung mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya itu.


"kamu mau kemana ha?! mau kabur lagi?!" tanya Aldo dengan seringai nya.menatap lekat wajah istrinya.


"kak.. turunkan aku! ngapain sih pake di gendong gini?!" protes Andini dengan wajah di tekuk masam.


"nggak akan,, diam lah nanti kamu jatuh" ucap Aldo dengan santainya lalu berjalan keluar dari rumah itu dengan menggendong tubuh istrinya ala bridal style.


Aldo menghentikan langkahnya sejenak.tanpa menoleh ke belakang lagi pria itu berucap dengan nada tinggi.ke Rico dan sita yang masih duduk di sofa ruang tengah rumah nya.


"aku anggap urusan kita selesai sampai di sini!! tapi bukan berarti aku dengan mudah memaafkan kalian!"


Rico dan sita hanya pasrah dan diam mendengarkan ultimatum dari Aldo.


kemudian Aldo mendekati mobil nya yang terparkir di halaman rumah Reyna dari dua hari yang lalu dia tinggalkan.menurunkan tubuh istrinya perlahan dari gendongan nya.


kemudian Aldo membukakan pintu mobil untuk istri nya.


"masuklah" Aldo membimbing Andini masuk ke dalam mobil.lalu Aldo pun ikut masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudi, kemudian menyalakan mesin mobil nya.


Aldo menoleh ke arah Andini yang wajahnya di buat masam.


"seperti nya aku lapar sayang,kita cari makan dulu ya?" ucap Aldo dengan expresi santai, mencoba mencairkan suasana.


"aku nggak lapar" sahut Andini ketus Aldo tersenyum tipis merespon ucapan Andini.

__ADS_1


"ya sudah, kalau nggak mau makan, kalau begitu di makan saja"


Andini menoleh ke arah Aldo dengan memicingkan matanya.


"apa maksud nya?" tanya Andini bingung dengan ucapan suaminya yang absurd menurut nya.


Cup


secepat kilat Aldo mengecup sekilas bibir Andini.


"ini yang di makan"


Aldo menekan,nekan jari telunjuk nya pada bibir Andini.lagi, lagi dengan tatapan mesum nya.


"issh, sudah kak jangan aneh aneh deh.. aku lagi nggak mood tau"


Andini menepis telunjuk besar milik suaminya itu dari bibir nya.


mendengar ucapan Andini yang seperti itu, sejenak Aldo menyandarkan tubuhnya pada kursi mobil nya menghela nafas pelan.matanya menatap lurus ke depan.lalu kembali menegakkan tubuhnya dan melajukan mobilnya perlahan menuju jalan utama, pergi dari rumah Reyna.


"seperti nya kamu masih saja berat melepaskan masalah ini kak"


tanya Andini melihat sikap Aldo yang nampak gelisah.


"aku sampai saat ini tidak mengerti, apa arti kekecewaan mu pada kak sita"


"maksud mu apa sayang?"


ucap Aldo bingung, apa lagi yang akan Andini tanyakan soal masalah nya itu.


"entah lah, kamu pasti tahu kak" lirih Andini, kemudian Andini memalingkan wajahnya ke arah luar kaca mobil.


"Sayang... Aldo menoleh sekilas ke arah istrinya itu. "mungkin yang kamu maksud, kecewa ku pada sita karena aku masih mencintai nya karena itu aku marah begitu maksud mu?"


"hm" hanya itu ucapan yang keluar dari mulut Andini.


Aldo terkekeh, sekaligus pikiran nya bingung harus berucap seperti apa, dan kata-kata seperti apa yang pas ia katakan pada Andini, agar istrinya belia nya itu tidak salah tanggap.


"dengar ya sayang.. lebih baik saat ini,kita pikirkan saja hubungan kita, jangan sampai kamu meragukan diri ku, karena hanya dengan masalah ini.


dan aku bukan tipe orang yang ingin berlarut larut dalam masalah, tapi aku juga bukan orang yang gampang melupakan pengkhianatan..tapi sekarang aku sudah bahagia memiliki kamu, tidak ada yang lain yang aku inginkan lagi selain hidup bersama mu dan anak kita, paham kamu!?"


"hm"

__ADS_1


"sayang.... jawab dong" ucap Aldo wajah nya di buat melas.


ekor mata Andini melirik sekilas ke arah Aldo.


"ya ampun kak, nggak pantes tahu expresi wajah kamu begitu" keluh Andini tak menyangka seorang Aldo Bagaskara memasang wajah bodoh seperti itu.


Hahaha... akhirnya Aldo tertawa lepas, karena merasa antara lucu, jijik sendiri dengan sikap nya tadi.


"terus pantes nya aku expresi yang seperti apa hm?" tanya Aldo masih dengan senyuman mengembang di bibirnya.


"entah lah, tapi tidak expresi yang seperti tadi"


"baik lah cinta ku... kalau begitu kita cari tempat makan dulu ya, kamu belum makan, sudah siang begini"


"tapi aku belum lapar, aku malah pingin cepat sampai rumah, ingin istirahat..lelah rasanya"


"lelah pikiran mu,makanya kamu tidak ada selera makan, tapi kamu tetap harus makan,, karena saat ini bukan kamu saja yang membutuhkan makan, kamu melupakan anak kita yang ada di dalam kandungan mu yang juga butuh makan sayang"


jelas Aldo dengan lembut.membuat Andini baru sadar kalau dirinya sedang berbadan dua.di tambah lagi ternyata kehamilan Andini tidak mengalami mual, atau morning sick.


atau kerepotan seperti wanita hamil umumnya, Andini bisa makan apa pun yang dia inginkan.


" karena kehamilan ku tidak mengalami mual jadi kadang aku lupa di rahim ku ini dengan ada kehidupan lain yang sedang tumbuh" ucap Andini merasa bersalah kedua tangannya mengelus elus lembut perut nya yang sudah kelihatan sedikit berisi karena kehamilan nya.


"bagus dong kalau begitu, kamu bisa lebih nyaman dan mudah makan nya tanpa merasakan mual-mual"


'iya kak" ucap Andini tersenyum manis menatap suaminya yang sedang fokus pandangan nya tertuju pada jalanan.


tak lama kemudian Aldo membelokkan arah mobil nya ke sebuah resto yang menyediakan makanan khas sunda.yang cukup besar dan tempat nya yang asri dengan banyak pepohonan di tertata rapi.dengan suara musik degung khas Sunda,


"bagus tempat nya" ucap Andini ketika mereka sudah turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam dan di sambut oleh seorang pramusaji tempat tersebut.


"kamu suka?" tanya Aldo


"iya, aku suka suasana nya, nyaman.semoga makanan nya juga enak"


"pasti enak, kamu akan tahu nanti" ucap Aldo. lalu pria tampan bermata sipit itu menggandeng tangan istrinya


mengikuti seorang pramusaji yang mengarah kan ke tempat sebuah gazebo lesehan untuk mereka berdua.


"


"

__ADS_1


to be continued.


__ADS_2