Cinta Yang Tak Pernah Salah

Cinta Yang Tak Pernah Salah
cengkraman tuan David.


__ADS_3

gedung tinggi bertuliskan GAMALION GROUP terpampang jelas tersemat di gedung tinggi menjulang yang ada di hadapan David.


pria muda tampan berusia 26 tahun berwajah oriental itu turun dari motor matic milik gadis remaja dengan kepala tertutup topi cubluk bewarna pink.memperhatikan wajah David dan tak sadar wajah nya berubah merah.


"ganteng juga Om gila ini"gumam nya.David yang sadar sedang di perhatikan oleh gadis remaja itu tersenyum miring.


"cih, awas iler mu netes tuh" ucap David memecah tatapan gadis itu.


"ha? apa?" buru-buru gadis itu tersadar dari keterpakuan nya dan refleks menyeka sudut bibir nya dan..


Hahaha.. David tertawa lepas melihat gadis itu termakan oleh ucapan nya.


merasa dirinya di kerjain gadis itu merengut, mendesis kesal.


David kemudian membuka helmet yang dia pake tadi lalu di sodorkan helmet itu pada gadis itu dengan kasar.


"ni! helmet bau mu!"


gadis itu menatap horor pada David.


dan menerima helmet nya dari David.


"hey, enak ajah bau, wangi gini.kalau bau kenapa Om pake tadi??!" protes gadis itu kesal.


"terpaksa, dari pada di tilang polisi"


ucap David sekenanya.


"ayo ikut aku" David tidak menggubris perkataan gadis remaja itu dia menarik tangan gadis itu untuk mengikuti langkah nya.


dan tentu saja gadis itu tidak suka dengan perlakuan David dan gadis itu menahan tangan David yang akan.menarik dirinya.

__ADS_1


"eits,, tunggu dulu! ngapain Om narik saya?" tanya nya heran


"kamu akan tanggung jawab kan urusan kaca spion saya?"


David menatap tajam ke arah gadis itu.


"i_iya. tapi mau di bawa kemana saya! saya udah terlambat om... mau ke sekolah" gadis itu menghentak kan tangan nya dari cengkraman tangan David hingga terlepas.tapi dengan cepat David kembali mencekal lengan gadis itu, lebih kuat lagi sehingga membuat gadis itu meringis kesakitan.


"sakit,, lepasin tangan saya Om, sakit tahu!!" teriak gadis itu.


di saat David masih di sibukkan oleh gadis remaja itu..


"bos" entah kapan, James sudah berdiri di antara David dan gadis itu.


David menoleh ke arah James.


"apa?!" sahut David tidak sadar dengan kelakuannya. sementara James sudah gemas dengan sikap David apa lagi melihat David menggenggam tangan gadis remaja itu sangat erat sehingga gadis itu sedikit meringis.


sial, aku sudah menunggu sedari tadi ternyata dia malah sibuk dengan seorang gadis kecil apa-apaan ini? gumam james.


David terhenyak dengan perkataan James,dia baru sadar akan bertemu dengan Mr Smith investor dari Canada yang akan menjalin kerjasama dengan nya.


"James,bawa gadis ini, jangan lepaskan aku akan buat perhitungan dulu dengan gadis gendeng ini setelah pertemuan ku dengan Mr Smith"


tentu saja James terkejut dengan perintah bos nya itu yang tidak masuk akal dan di luar urusan nya.


tapi sayang James tidak bisa menolak permintaan David.


"hey, Om. tolong biarkan saya pergi.. saya mau berangkat sekolah.saya bisa kena marah kalau nggak masuk sekolah" gadis itu memohon pada David tapi sepertinya sebutan gila yang di sematkan oleh gadis itu pada David memang cocok menurut nya karena dengan gila nya David tidak menggubris perkataan gadis itu yang memelas.


"itu urusan mu, aku tidak peduli! karena urusan mu dengan ku belum selesai kau paham?!"

__ADS_1


dasar Om gila! tidak punya hati!!" teriak gadis itu


James terhenyak mendengar ucapan gadis itu yang sangat berani memaki bos nya itu walaupun dalam hati nya membenarkan semua ucapan gadis itu pada David.


tapi anehnya David hanya tersenyum miring merespon ucapan gadis itu tidak ada kemarahan yang nampak dari wajah David karena gadis itu sudah memakinya. entah apa yang ada di dalam otak pria tampan berwajah oriental itu sungguh James tidak tahu.maksud apa yang akan David pikir kan apa lagi ini hanya gadis SMA, bukan gadis dewasa yang biasa David mainkan di ranjang nya.


"bawa dia james" titah nya seraya melirik sinis pada gadis itu.


"baik, bos" lalu David melepaskan cengkraman tangan nya pada gadis itu dan membenarkan stelan jas mahal nya yang terlihat sedikit kusut serta tatanan rambut nya yang juga nampak berantakan. setelah merasa penampilan nya sudah rapi kembali David melangkah dengan gagah dan dengan wajah nya yang kembali dengan mode dingin nya berjalan masuk ke dalam gedung GAMALION GROUP perusahaan milik keluarga Bagaskara yang dia pimpin.selama sang pewaris asli nya sendiri Aldo Bagaskara enggan memimpin perusahaan milik Johan. karena Aldo memilih mengabdi kan diri nya pada dunia medis mengikuti jejak kakek nya. seperti nya karma berlaku, dulu Johan yang tidak mau meneruskan usaha ayahnya Abraham Bagaskara di dunia medis nya. yang sudah merambah ke dunia internasional berbagai usaha nya dalam bisnis raksasa nya dalam hal yang berbau medis, dari mulai bisnis rumah sakit, pabrik pembuat peralatan medis, hingga pabrik obat terbesar di negara ini yang bekerja sama dengan perusahaan milik jayed yang di pimpin oleh Arkan. dan sejarah itu ternyata terulang kembali. kini putra satu satunya tidak mau memimpin perusahaan yang dia miliki,malah Aldo lebih berpihak pada perusahaan Kakek nya Abraham. dan terpaksa sekarang ini perusahaan milik nya di pegang oleh David anak dari adik perempuan satu satunya Johan Bagaskara.


David berjalan masuk ke dalam kantor nya di sambut oleh sekuriti nya menunduk hormat pada sang atasan nya. berjalan dengan gagah menatap lurus, tanpa menoleh kanan, kiri. David dengan wajah berbeda bila sudah di dalam perusahaan nya dan berhadapan dengan orang-orang yang menjadi bawahan nya serta lawan bisnis nya wajah yang biasa nyeleneh di luaran sana itu berubah menjadi kaku dan dingin dengan sorot matanya yang tajam setiap menyorot apapun yang ada di sekitar nya.hingga para staf dan karyawan nya mengenal David dengan sebutan bos kutub yang tidak pernah berexpresi.apa lagi kalau bicara, tentunya tahu mulut David itu pedas seperti mercon.


tapi kali ini pandangan para staf dan karyawan yang mereka lewati menatap heran pada satu orang gadis remaja berseragam SMA yang berjalan di depan James, di belakang David. mereka terlihat kasak-kusuk .


"jaga pandangan kalian! perusahaan ini tidak menggaji kalian untuk menggosip!!" ucap James Dengan suara lantang karena menyadari dengan tatapan kepo para karyawan, yang sedang kasak-kusuk dan pandangan nya tertuju pada gadis remaja yang sedang berjalan di depan nya itu.


ucap James yang terdengar lantang dan tegas seolah menampar satu persatu wajah karyawan yang sedang menggosip itu hingga mereka tersadar dan buru-buru kembali ke pekerjaan nya masing-masing tanpa berani mengangkat kepalanya lagi, apalagi untuk menatap.


james hanya menarik nafas nya kasar.merasa heran dengan sikap bos nya yang tidak masuk akal ini.entah ada urusan apa antara bos nya dan gadis berseragam SMA ini dia belum mau bertanya lebih lanjut lagi.karena sekarang ini dia fokus dengan pekerjaan nya dan pertemuan dengan Mr Smith yang sudah gusar menunggu di ruang rapat.


tiba di depan pintu ruang rapat James memanggil David.


"bos, apa gadis ini harus ikut masuk ke dalam?" tanya James yang membuat David menghentikan langkahnya dan menoleh pada James dan gadis itu bergantian.


"Ah, iya.kenapa aku bisa lupa dengan gadis gendeng ini ya,bawa gadis ini ke dalam ruang Mita,suruh Mita mengawasi nya!" perintah David yang di angguki oleh James.


setelah itu David masuk ke ruang rapat untuk menemui Mr Smith.


sedangkan James menatap tajam pada gadis itu.


"apa yang kamu perbuat pada tuan David sehingga kamu tidak di biarkan lepas dari cengkraman tuan David??!" James menyorot tajam pada gadis itu

__ADS_1


*


to be continued..


__ADS_2