
Andini menoleh ke arah suara yang memanggil namanya dengan sebutan khusus itu, dan benar saja Rendy sudah berdiri di belakang Andini.
"kamu?sedang apa di sini?" tanya Andini heran melihat Rendy di kampus nya.
"kenapa? aku nggak boleh kesini menemui mu hm?"ucap Rendy Santai tersenyum tipis.
"ada apa menemui ku?"tanya Andini lagi.
bukan nya menjawab pertanyaan Andini,Rendy dengan cepat menarik tangan Andini memaksa Andini untuk mengikuti langkah nya.
"ikut aku"
"hei! lepasin tangan ku Rendy! atau aku akan berteriak" ancam Andini yang terus melangkah terseok karena di tarik paksa oleh Rendy.
"berteriak lah, kalau pun ada orang yang datang, aku akan menjawab.. Rendy menahan ucapan nya menghentikan langkahnya sejenak lalu mendekat kan wajah nya ke telinga Andini dan berbisik.
"aku akan bilang ke pada orang yang datang karena teriakan mu, kalau kamu istri ku" setelah berkata seperti itu Rendy kembali menarik paksa Andini. sedangkan Andini terdiam tak percaya apa yang di ucapkan kakak tiri nya. Rendy menyeringai melihat Andini yang diam.
"kamu gila!" umpat Andini mencoba melepaskan tangan nya dari genggaman tangan Rendy.pria itu hanya tersenyum lebar malah merasa gemas dengan tingkah Andini.
"kamu dari dulu selalu menggemaskan Cinta, dan aku suka itu"
sikap Rendy yang seperti itu membuat Andini kaget,dia tidak menyangka Rendy akan bersikap seperti ini, karena yang dia kenal dulu.Rendy adalah pria yang kalem, dan selalu bersikap baik.
"mau bawa kemana aku Rendy.. sebentar lagi aku ada jam kuliah" ucap Andini memelas.
"sebentar cinta, aku hanya kangen pada mu, dan aku ingin bicara dengan mu, tanpa ada yang menggangu kita.
Rendy berjalan ke arah mobil nya yang terparkir di pinggir jalan depan kampus.
"masuklah" Rendy memaksa Andini untuk masuk ke dalam mobil nya.
"tidak mau! aku bisa tidak mengikuti matkul kalau begini Rendy!" pekik Andini tetap tidak mau masuk ke dalam mobil Rendy..
saat ini Andini sedang menyesali dirinya sendiri karena masuk ke kampus melalui pintu samping gedung kampus ini, yang memang jarang di lalui orang, karena agak jauh dan memutar.apa lagi kalau sudah agak siang begini.benar,benar sepi.
sehingga aksi Rendy ini tidak menarik perhatian.
"apa aku harus memaksa mu cinta?"
__ADS_1
"ayolah Rendy.. aku mau bawa kemana? kalau kamu ingin bicara, bicara lah di sini.aku akan mendengar kan mu, lihat di sini tidak ada orang kamu bisa bicara sepuasnya pada ku" pinta Andini nada memohon.
Rendy melonggarkan genggaman tangan nya pada tangan Andini.pria itu menatap lekat wajah cantik gadis pujaannya.yang sayang nya telah di miliki oleh orang lain.dan Rendy tidak terima itu.sedangkan Andini menatap tajam wajah Rendy.
"kenapa kamu mengkhianati Aku cinta?" ucap Rendy mulai bicara
"mengkhianati apa? apakah Aku pernah mengikrarkan janji pada mu?!"
"tapi kamu milik ku cinta" Keukeh Rendy.
Andini tertawa getir mendengar ucapan Rendy.dalam hati nya mungkin iya, dirinya akan menjadi milik Rendy.tapi itu bila dirinya tidak bertemu dengan Aldo, pria yang tidak pernah dia sangka menikahi dirinya, yang kini sudah memberikan dunia nya pada Andini.
"Rendy, kamu bisa mendapatkan gadis yang lain, yang mungkin lebih baik dari aku. kamu pasti bisa mendapatkan nya dengan mudah" ucap Andini lirih.
"tidak, aku menginginkan kamu cinta, hanya kamu,, bukan yang lain!" tegas Rendy tetap dengan keinginannya.
"ya ampun Rendy.. aku sudah menikah! dan itu tidak mungkin" ucap Andini menekankan setiap kata-kata nya.
"kamu bisa bercerai dengan lelaki itu"
dengan entengnya Rendy berucap seperti itu.
"gila kamu! apa yang ada di kepala mu ha?! ini namanya obsesi bukan cinta!! aku tidak akan bercerai dengan Suami ku tidak akan!"
langsung saja Rendy merangsek maju dan memeluk erat tubuh Andini.
"maafkan aku cinta, tapi aku tidak mau kehilangan mu" ucap Rendy dengan suara yang parau.
Andini kaget Rendy memeluk erat tubuh nya.dia berusaha melepaskan diri dari dekapan Rendy namun tubuh tinggi tegap itu diam dengan kokoh nya tak bergerak.
"lepasin aku Rendy, aku ini istri orang, jangan begini please" Andini mendorong tubuh Rendy sekuat tenaga hingga akhirnya dia bisa lepas dari dekapan Rendy.dan dengan cepat berlari menjauhi Rendy.
"cinta, mau kemana kamu?!" teriak Rendy mengejar Andini yang berlari.
Andini hampir sampai di pintu gerbang kampus nya.tapi langkah lebar Rendy mampu mengejar langkah kecil Andini dengan mudahnya.
aww.. lepasin aku Rendy!!" teriak Andini Nafasnya putus putus karena berlari lumayan jauh. dan itu cukup menguras tenaga nya,apa lagi Andini yang sedang keadaan hamil.
Rendy berhasil meraih tangan Andini dan menggenggam nya kuat.
__ADS_1
"kamu harus ikut dengan ku!"
dengan sigap pria besar itu menggendong tubuh Andini
"Rendy!!! apa yang kamu lakukan?! turun kan aku, kenapa kamu jadi begini?!" teriak Andini terus berteriak dan meronta dalam gendongan Rendy.
"karena aku mencintaimu, aku menginginkan kamu cinta ku,,diam lah! jangan bergerak terus, nanti kamu jatuh!" sentak Rendy.menatap sayu gadis yang terlarang dia dapatkan.
Andini hanya menggeleng kan kepalanya tidak percaya apa yang terjadi pada dirinya sekarang ini.
Andini sudah tidak banyak bergerak lagi di gendongan Rendy karena sudah lemah, tenaganya sudah terkuras karena berlari tadi. Rendy tersenyum tipis karena akhirnya Andini pasrah dalam gendongan nya.Rendy pun berjalan cepat menuju mobil nya yang pintu nya sudah terbuka sedari tadi.
dan ketika Rendy sudah mencapai pintu mobil nya hendak mendorong tubuh Andini masuk ke dalam mobil nya.tiba-tiba saja ada satu tangan kokoh menarik pundak nya dari belakang dan..
"hei bro, mau kamu bawa kemana gadis itu ha?!" tanya seseorang yang tiba-tiba saja menarik pundak nya dan Rendy berbalik badan melihat siapa yang berani memegang pundak nya dengan kasar.
"siapa kamu ha? apa urusanmu?"
tanya Rendy pada seorang pria yang ada di depan nya.
dan pria mudah itu tertawa lepas
Hahaha.. urusan ku? kamu tahu urusan ku ha? aku tanya siapa kau? mau bawa kemana gadis yang ada di dalam mobil mu?!" tanya pria itu dengan tatapan nyalang.
"tidak usah ikut campur! ini istri ku, jadi bukan urusan mu!!" ucap Rendy sekena nya.dan itu membuat pria muda tinggi besar yang ada di hadapannya itu kembali tergelak mendengar ucapan Rendy kalau Andini adalah istrinya.
"kamu sakit rupanya ha!? bisa bisa nya gadis itu kamu bilang istri mu!!"
sentak pria muda itu.
Andini yang sudah duduk di kursi mobil Rendy, yang tadi masih limbung karena kepala nya pusing, menoleh lemah ke arah kedua lelaki yang sedang beradu mulut. Andini merasa mengenal suara pria yang sedang berdebat dengan Rendy.
"Reza?" ucap Andini pelan lalu dengan sisa sisa tenaga nya Andini berusaha turun dari mobil Rendy.
pria muda yang ternyata adalah Reza menoleh ke arah Andini yang memanggil namanya.
"An? kamu kenapa? siapa lelaki ini ha? apa dia berniat jahat pada mu?!"
Reza langsung merangsek maju mendekati Andini tidak peduli dengan Rendy yang menarik tubuhnya agar menjauh dari Andini.tapi Reza tetap memapah tubuh Andini yang nampak lemah.
__ADS_1
"
to be continued...