Cinta Yang Tak Pernah Salah

Cinta Yang Tak Pernah Salah
bertanggung jawab.


__ADS_3

Aldo berteriak memanggil penjaga rumah nya.


pak man yang sedang asik melinting rokok kaung nya kaget mendengar suara majikan nya yang menggelegar memanggil namanya hingga memenuhi gendang telinga nya.reflek rokok kaung yang sedang dia linting terlepas dari tangannya dan jatuh berhamburan ke bawah.


dengan tergesa-gesa pria berusia empat puluh tahun itu berlari ke dalam rumah majikannya dan..


"A_ada apa tuan?" tanya pak Maman gugup tapi itu hanya sebentar seketika lelaki itu paham dengan keadaan yang sedang terjadi di dalam rumah besar majikan nya apa lagi melihat wajah sang majikan tampak merah padam, walaupun wajah majikan nya itu sangat tampan, tapi kali ini ketampanan wajah milik majikannya itu sangat lah seram, malah mengalahkan wajah seram milik nya.hanya wajah seram saja yang dimiliki oleh pak Maman tanpa ada embel-embel lain nya.


"tolong antar kedua wanita ini keluar dari rumah ku sekarang juga, aku tidak mau kalau kedua wanita ini muncul kembali di rumah ku. kau mengerti pak Man!!!?" titah Aldo yang penuh dengan kemarahan.


"baik tuan"sahut pak Maman dengan suara bariton nya. setelah mendengar perintah majikannya,tanpa menunggu perintah dua kali,Pak Maman memasang mode seram nya pada wajah nya.


"silahkan nyonya,nona tolong keluar dari rumah ini" pinta Pak Maman tanpa ragu menggiring kedua wanita berbeda usia itu.


"Aldo,tega sekali kamu! begini sikap mu pada mamah mu!!" pekik Marsya tidak terima karena Merasa di rendahkan


"simpan kata-kata mu Marsya apapun itu aku tidak peduli! yang sekarang aku mau, kalian pergi dari sini,dan jangan ganggu aku lagi mengerti kamu?!!"


lalu tanpa peduli lagi dengan kedua wanita itu yang tidak terima dengan perlakuan Aldo yang merendahkan nya.


Aldo berjalan ke atas ke arah kamar nya berjalan menapaki anak tangga.tapi baru beberapa langkah Aldo berjalan menapaki anak tangga seketika tubuh nya membeku karena dengan tiba-tiba dan tak tahu malu nya tubuh nya di peluk dari belakang oleh Marsya. dengan posisi Marsya dan Aldo yang terlihat intim seperti itu Judith tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.wanita paruh baya itu dengan cepat mengeluarkan ponselnya lalu.


CKREK!


Judith membidik kan camera ponsel nya untuk mengambil gambar yang sangat menguntungkan bagi nya wanita itu melihat hasil jepretan kamera ponsel nya dan seringai terbit di wajah cantik nya.

__ADS_1


Aldo memejamkan mata sesaat menahan emosi nya agar jangan sampai dia mendorong kasar tubuh Marsya.tapi


"lepaskan tanganmu Marsya!!" geram Aldo tertahan


"tidak mau! aku merindukan mu Al"


"lepaskan tanganmu atau kamu akan menyesali nya Marsya" sentak Aldo sekali lagi tapi tetap saja Marsya bergeming.malah dia tambah mengerat kan pelukan nya dan seperti urat malunya sudah putus Marsya yang masih memeluk erat tubuh Aldo Dari belakang, gadis itu berjinjit dan mencoba mencium tengkuk leher Aldo.


dengan perbuatan nekatnya itu membuat Aldo terkejut dan Refleks melepaskan tangan Marsya dan mendorong tubuh gadis itu hingga tubuh gadis itu terjungkal ke belakang dan...


AAA.. ALDO!!" pekik Marsya panik karena tubuh nya terhuyung ke belakang karena sentakan kuat tangan Aldo. melihat itu spontan pak Maman dengan cepat berlari menghampiri tubuh Marsya yang terhuyung ke belakang. pria itu langsung menyanggah tubuh Marsya dengan kedua tangan nya.


Aldo hanya diam berdiri melihat Marsya hampir jatuh,terus terang dia sedikit khawatir ketika Marsya akan terjatuh dari tangga yang lumayan sudah lima anak tangga yang sudah Aldo tapaki.tapi setelah melihat pak Maman yang sigap menangkap tubuh Marsya Aldo sedikit lega, karena kalau sampai sesuatu terjadi pada diri Marsya Aldo akan merasa bersalah.


"Aldo!! kamu tega sekali kalau sampai Marsya kenapa-kenapa kamu harus bertanggung jawab!!" teriak judith.yang langsung menghampiri Marsya yang tubuh nya dalam pelukan pak Man.


setelah bicara seperti itu Aldo berbalik arah kembali menuju kamar nya.sungguh lelah pikiran nya menghadapi drama kedua wanita yang pernah dia sayangi yang telah menorehkan luka yang sangat dalam di hati seolah luka itu susah untuk di sembuhkan. tapi sekarang dengan tidak tahu dirinya datang kembali untuk merusak kehidupan dan mengganggu ketentraman rumah tangga nya.


Aldo menatap kedua wanita itu dengan tatapan yang sukar untuk di artikan.


"lepaskan tanganmu!!" Judith menepis tangan Pak Man yang masih saja memeluk tubuh Marsya.


dan menarik nya.gadis itu diam tak percaya akan sikap kasar Aldo pada dirinya.


Marsya menatap nanar Aldo yang sudah berbalik badan dan berjalan menuju kamar nya.

__ADS_1


dengan cepat Pak Man berdiri, melepaskan tangan nya dari tubuh Marsya.


"Anda sekalian benar-benar tidak punya urat malu" ucap Pak Maman tersenyum remeh pada kedua wanita yang ada di hadapan nya sekarang. mendengar ucapan Pak Maman yang sarkas kedua wanita itu menoleh ke arah pak Man dengan tatapan menghujani.


karena pak Maman sudah mengerti permasalahan nya.pria itu sudah tidak ada sungkan nya lagi pada wanita yang dia ketahui berstatus ibu kandung majikan nya namun kelakuan nya tidak mencerminkan status nya sebagai ibu kandung.


"sudah jangan banyak bicara lagi, sebaiknya anda sekalian cepat keluar dari rumah ini sebelum saya berbuat kasar" ucap Pak Man pria itu mencoba masih bicara pelan.


"ayo Marsya,kita pergi dari rumah anak durhaka ini!!" Judith memapah tubuh Marsya agar berdiri.


"tapi Tante" ucap Marsya lirih nampak enggan untuk pergi dari rumah Aldo.


"sudah lah Marsya, jangan keras kepala! aku sudah tidak sanggup lagi untuk tinggal di rumah ini ayo!"


Judith memaksa Marsya untuk pergi dari rumah Aldo.akhirnya dengan terpaksa gadis itu mengikuti langkah Judith keluar dari rumah besar milik Aldo.sesekali Marsya menoleh ke arah atas lantai dua tepat nya ke pintu kamar Aldo yang tertutup.matany mengedar keseluruh ruangan rumah Aldo dan tersenyum getir.


"aku akan kembali lagi Al" gumam Marsya lalu kedua wanita itu benar-benar pergi dari rumah Aldo.


didalam kamar, Aldo baru keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang melilit di bawah pinggang nya dengan tubuh yang masih basah.


"sayang, sedang apa kamu di sana, aku kangen banget sih" gumam Aldo tiba-tiba teringat dengan isteri nya dan sangat merindukan nya padahal baru beberapa jam saja berpisah diri nya sudah merasakan rindu yang amat sangat. Aldo melirik ke arah ponsel nya yang tergeletak di atas nakas Aldo duduk di tepian Ranjang satu tangan nya membuka layar ponsel nya, satu tangan nya sibuk mengering kan Rambut nya dengan handuk kecil sehingga membuat rambut nya yang basah berantakan tak karuan membuat kesan hot tampak terlihat. Aldo membuka aplikasi panggilan video di ponsel nya ya, pria seksi nan rupawan itu sedang mencoba melakukan panggilan video Dengan istri nya. dengan bertelanjang dada dan rambut tak karuan serta basah.


lama panggilan video itu belum tersambung. Aldo seketika menghentikan kegiatan satu tangan nya yang sedang mengering kan rambutnya dengan handuk kecil.perlahan tangan itu bergerak turun di tumpu di atas paha nya sesekali dia meremas handuk itu gelisah karena sudah beberapa lama, Andini tidak menjawab panggilan video dari nya.


*

__ADS_1


to be continued...


__ADS_2