
Andini tiba di depan pintu kamar ruang inap jingga no 405 di mana sita di rawat setelah melahirkan.
tok
tok
Andini mengetuk pelan pintu ruang itu
"masuklah" sahut orang yang ada di dalam ruangan itu.
tanpa menunggu dua kali Andini masuk.dengan masih sedikit canggung Andini melangkah mendekati sita yang sedang duduk menyender di headboard ranjang rumah sakit yang sedang di suapi makan oleh Rico.
sita tersenyum melihat kedatangan Andini. ada sirat kerinduan dari mata Sita menatap Andini. Sedangkan Rico berdiri dari duduknya berjalan menjauh dari istri nya memberikan ruang pada Andini.
" kemari lah An"
sita membentang kan kedua tangannya tersenyum menatap sendu, agar Andini memeluk dirinya.dengan mata yang berkaca-kaca Andini langsung memeluk sita.
"kak, selamat ya atas kelahiran anak mu" lirih Andini dalam pelukan sita.
lalu Andini melepaskan pelukannya pada sita. dan duduk di kursi tunggal yang ada di samping ranjang sita kedua tangan Andini memegang tangan Sita.
"terimakasih An, kamu mau datang menjenguk kakak" ucap Sita pelan
"tentu saja aku akan menjenguk mu, dan melihat keponakan ku" ucap Andini dengan antusias.
Sita hanya tersenyum tipis merespon ucapan Andini.
"maafkan aku An, aku telah mengacaukan hidup mu"
Andini diam sesaat tidak merespon ucapan Sita.dia hanya menepuk nepuk punggung tangan Sita.dan menghela nafasnya pelan.
"awalnya memang seperti itu, rasanya aku merasakan hidup ku hancur, karena apa yang aku rencanakan dalam hidup ku hilang begitu saja. tapi ternyata tidak, mungkin ini cara Tuhan merangkai takdir untuk ku, mempertemukan aku dengan pria sebaik kak Aldo, yang mencintai aku begitu besar nya" ucap Andini dengan senyuman tersungging di bibirnya.
"benarkah?" ucap Sita datar
"iya, tuhan tidak membuat aku menyesali apa yang sudah terjadi pada hidup ku, Karena kenyataan nya hidup ku sekarang baik baik saja,malah rasanya aku sangat bahagia,yaah walaupun namanya dalam hidup berumah tangga pasti ada kerikil tajam yang kadang melukai perasaan, tapi kak Aldo berhasil meyakinkan bahwa dia bahagia dengan mencintai ku"
"Bagus lah kalau begitu, aku bisa tenang, karena tidak sepenuhnya aku bersalah pada hidup mu ya kan?" ucap Sita enteng
"tapi bagaimana dengan diri mu kak? apakah kamu bahagia?" tanya Andini ingin tahu keadaan sita yang sebenarnya. Andini melirik ke arah Rico yang duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
"tentu saja aku bahagia,mas Rico telah membuat aku jatuh cinta pada diri nya" sita juga menoleh ke arah Rico dan mereka pun saling melempar senyum.dan Andini melihat itu.
"syukurlah kalau kak sita bahagia dengan hidup kak sita yang sekarang ini"
__ADS_1
"aku dengar dari ibu,kamu sedang mengandung Andini,benar?"
"iya" ucap Andini tersipu malu.
"wah, selamat ya,, sudah berapa bulan kandungan mu?"
"waktu di periksa sih sudah berjalan sepuluh Minggu"
"berarti nanti anak kita tidak jauh umur nya, hanya terpaut satu tahun" ucap Sita Antusias.Andini mengangguk pelan.
"di mana anak mu kak?"
"di ruang bayi, kebetulan sebentar lagi suster akan membawa nya ke sini, karena waktunya untuk menyusu"
ucap Sita nampak wajah nya terlihat bahagia ketika di tanya soal anak nya.dan benar saja tak lama pintu ruangan itu terbuka, masuk dua orang suster perempuan membawa bayi nya sita.
"selamat siang nyonya sita,di periksa dulu tekanan darah nya ya, sebelum menyusui bayi nya" ucap suster yang satu nya datang untuk mengecek kondisi Sita.
"baik lah sudah, silahkan nyonya menyusui bayi nya" kemudian suster yang satunya yang membawa bayi nya sita menyerahkan bayi itu pada sita untuk di susui oleh sita, dengan wajah yang senang sita menerima bayi nya itu untuk di susui.
"perempuan ya kak?" tanya Andini berdiri memandangi wajah bayi nya sita.
"iya, perempuan" ucap sita.tangannya sibuk membenarkan posisi bayi nya agar bisa menyusu dengan baik.
"selamat ya mas Rico, kamu sudah menjadi seorang papah" ucap Andini pada asisten suaminya itu yang telah menjadi kakak ipar nya.
"iya Nyonya terima kasih"
"hei, jangan panggil aku nyonya mas Rico, aku ini Adik ipar mu" pinta Andini merasa keberatan pada Rico.
"tapi anda kan istri boss saya" ucap Rico merasa canggung.
"jangan begitu mas Rico, aku tetap adik ipar mu, pokoknya kamu nggak boleh panggil aku nyonya lagi, aku akan marah kalau kamu panggil aku seperti itu"
"baik lah kalau begitu"
akhir Rico berusaha menuruti keinginan Andini.walaupun dia tahu jadi serba salah.
__________
di lantai tiga rumah sakit Gemilang mustika.
Aldo baru keluar dari ruang bedah.nampak wajah nya terlihat lelah setelah menjalani operasi selama 2 jam untuk pemasangan ring pada jantung pasien.di dampingi oleh Dokter Robert.
"selamat Dokter, operasi kita sukses" ucap Dokter Robert menepuk pundak Aldo.walaupun Aldo direktur utama rumah sakit ini, tapi Dokter Robert adalah Dokter senior di rumah sakit ini, sekaligus wakilnya.
__ADS_1
Aldo hanya tersenyum tipis merespon sikap Dokter Robert.
lalu mereka kembali ke ruangan nya masing-masing.
sedangkan Aldo masuk ke ruangan ganti, untuk melepas Pakaian khusus bedah nya.dan setelah itu Aldo keluar dari kamar ganti itu dan berjalan menuju kantor nya yang berada di lantai enam.tqpi ketika dia melewati ruangan Dita, yang pintu nya memang di biarkan terbuka,Aldo melihat David sedang asik ngobrol dengan Dita.
Aldo pun dengan rasa penasaran mendekati ruangan Dita yang nampak tertawa kecil bicara dengan David,Aldo merasa heran, melihat David kelihatan akrab dengan Dita.
sejak kapan? itu yang ada di pikiran Aldo.sejak kapan David dekat dengan Dita.yang menurut nya aneh, karena yang dia tahu, David tidak pernah menyukai Dita. karena kebengisan Darto di dunia bisnis yang juga menyinggung usaha raksasa milik GAMALION GROUP perusahaan milik keluarga Bagaskara.
dan kini Aldo melihat David begitu akrab dengan Dita.dengan hati yang penasaran, akhirnya Aldo memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan Dita.
"apa aku mengganggu?" ucap Aldo berbasa basi, dan kontan Dita dan David menoleh ke arah suara itu yang ternyata adalah Aldo.walaupun David mereka kaget melihat kedatangan Aldo.
"hei bro, bagaimana kabar mu?" sapa David.dengan senyum khasnya.
"baik" sahut Aldo
"masuklah Al" ucap Dita yang nampak senang dengan kedatangan Aldo.
"tidak terima kasih, Aku hanya ingin menyapa sepupu kesayangan ku"
ucap Aldo, menolak halus tawaran Dita.
"kamu kangen pada ku?" tanya David dengan nada nyeleneh.
"sayang nya seperti itu, aku selalu merindukan sepupu ku yang satu ini"
"ah, benar kah?" lalu David berdiri dari duduknya, berjalan ke arah Aldo lalu dengan cepat David langsung memeluk Aldo dengan erat, dan itu membuat Aldo kaget, matanya membola, dengan sikap David yang menurut nya berlebihan.
"kamu datang kesini karena rasa penasaran mu bukan?" bisik David di sela pelukannya di telinga Aldo.
"sial kau! susah memang berbasa-basi sebentar mu" sahut Aldo juga dengan berbisik di sela pelukannya pada David, membuat sang donjuan berwajah oriental itu terkekeh geli mendengar umpatan Aldo.lalu mereka melepaskan pelukannya.
sedangkan Dita yang duduk di bangku di balik meja kerja nya hanya menatap heran pada kedua pria bermata sipit itu.
"apa yang sedang kamu rencanakan David?" ucap Aldo lagi dengan berbisik.
"
to be continued.
terimakasih sudah mampir ke cerita saya 😊
jangan lupa untuk like n comen nya 😊.
__ADS_1